![]() |
| source: google image |
"20 years old and you gotta let me know?
from something am I back to changing
some doll's clothes, to making a scapegoat?
if I go on moving forward without paying
attention, how will I be 10 years later?
somebody I would never want to be
"without understanding why" no no no!!"
One ok rock - 20 years old
gw sedikit merenung (lagi) sekarang mempertanyakan kenapa negara kita masih tidak bisa lepas dari belenggu korupsi. Kita yang gak bisa merdeka di tanah kita sendiri. Kalangan pemangku kepentingan yang hanya memikirkan ego mereka sendiri. Menutup mata demi kepentingan pribadi yang tak jarang mengorbankan rakyat yang notabene masih saudara sebangsa. Bukan hanya itu bahkan kerusakan alam merajalela. Pembangunan tak lagi memperdulikan aspek ekologis. Serapan air berkurang, banjir merjalele, cadangan air bawah tanah yang biasa dipakai untuk kehidupan sehari-hari berkurang, bahkan tak jarang mengakibatkan salinitas di daerah hilir. Ada apa dengan kita sebenarnya? Benarkah orang baik sudah tidak ada lagi? Aneh padahal manusia semakin banyak, tapi kenapa tidak demikian dengan orang baik. Tapi harus gw akui gak semua para pemangku kepentingan orang jahat. Kadang ada saja orang orang baik meskipun memang dia bisa saja tidak memiliki jabatan yang tinggi. Banyak orang baik yang takut bila mereka membocorkan kejahatan kejahatan atasannya. Berpura pura tak tahu agar bisa lolos dan aman. Tak mudah menjadi orang baik saat ini, apalagi kita juga memiliki keluarga bukan? Ga munhkin juga kita mengorbankan keluarga dan orang orang yang kita sayangi. Sulit. Ternyata begiu sulitnya nenjadi orang baik, tapi orang baik itu akan selalu ada tentunya.
Hari ini gw baca buku fahd djibran, a cat in my eyes. Salah satu ceritanya ada mengenai prometheus, salah satu tokoh mitologi yunani favorit gw gara gara baca buku nicholas flamel seriesnya michael scott. Prometheus yang mencuri api keabadian dari para dewa untuk diberikan kepada manusia agar bumi menjadi hangat. Hal yang dia lakukan karena dia menyayangi manusia. Tapi pada akhirnya ia dihukun oleh zeus atas perbuatan mulianya. Mirip. Banyak orang yang mencintai negara ini, tapi karena keteguhan mereka untuk tetap jujur tak jarang mereka diasingkan, dipindahtugaskan. Inilah ironi yang tak bisa kita tutupi lagi. Dan kelak kalo gw udah dewasa semoga gw bisa jadi salah seorang dari mereka yang teguh. Haha. Bermimpi dan berharap masih diperbolehkan bukan?
"Menjadi seseorang seperti prometheus adalah pilihan. pilihan yang datang pada setiap orang. Siapapun bisa jadi pahlawan, tetapi siapapun bisa saja menjadi tidak bahagia setelah dia mengorbankan seluruhnya demi kepahlawanannya." Fragmen Malam -- a cat in my eyes oleh fahd djibran.
ada apa dengan kita? ketika kita tersadar waktu sudah jauh berlalu. mengamati sudut - sudut kota dengan ingatan yang mengawang. menjadi jembatan waktu antara sekarang dan masa lalu. berubah, tak ada yang masalah dengan itu. seiring waktu berjalan perubahan itu perlu agar dapat bertahan hidup. tapi berubah bukan berarti membuang semua hal dan kenangan. kenangan adalah sebuah hal yang tak tergantikan, yang patut dihargai. sama seperti hidup kenangan tak datang dua kali, dan kenangan ada untuk memberi kita kekuatan kedepannya. sekecil apapun kenangannya, bisa jadi kelak akan memberi banyak kekuatan bagi kita. sama halnya dengan sejarah. setiap ceritanya menunjukkan siapa kita. berubah bukanlah dengan menjadi orang lain. sejarah menunjukkan siapa kita. bangun hei kalian! kita bukan amerika, jepang, korea, ataupun eropa. kita ya kita. kita besar karena kita sendiri. kita punya sejarah panjang yang seharusnya membuat kita bangga. negara di luar sana, iri karena sumber daya alam kita. menjajah kita untuk sumber daya kita. sementara kita saat ini, menanggalkan pemberian yg diberikan. menutup mata, mencoba menjiplak negara asing. berpasrah ketika hutan kita, laut kita, dan semua sumber daya kita rusak. menjual murah sumber daya kita. ada apa ini? bagaimana bisa penerus kita kelak bisa memanfaatkan sumber daya kita? ketika perubahan membuat kita kembali terjajah dengan mengatasnamakan "globalisasi". rupanya kita belum merdeka
#selamat hari kemerdekaan 17 agustus mendatang. ingat hutan itu titipan bukan hak milik. selamat berlibur :)
Moshimo, kono sekai kara marumaru ga nakunattara - tego mass. Lagu yang sederhana gw suka. Walaupun banyak juga sih lagunya duo tegoshi yuuya dan masuda takahisa yang gw suka. Suara mereka enak sih. Dan yang paling penting lirik lagunya maknanya selalu menggugah dan mengajak kita untuk merenung. Topiknya gak pernah berat. Sederhana. Itu yang bikin gw suka. Yah bahasa jepang gw mungkin gak expert tapi yah lumayan dikit - dikit aye paham kata - katanya. Lagu ini mencoba membuat kita mengandaikan hal - hal sederhana yang gak pernah kita pikirkan, tapi ternyata penting adanya.
"Moshimo kono sekai kara, gomen ne tte kotoba ga nakunattara". Iya ya, gw jadi mikir gimana seandainya kata 'maaf' di dunia ini gak ada. Gimana menurut kalian? Gw ngebayangin bakal jadi seperti apa dunia ini ya. Kalo kata lagunya sih pasangan kekasih yang lagi berantem gak akan bisa maafan. Haha, tapi bukan itu intinya. Ya, seandainya kata maaf itu gak ada mungkin gak akan ada kesepahaman kali ya. Ketika kata maaf hilang, dan kita gak bisa menunjukkan seberapa menyesal atau seberapa inginnya kita berdamai pasti gak enak. Bakal jadi sedingin apa suasananya ya. Padahal manusia gak pernah luput dari salah. Berbuat salah dan kemudian saling berusaha memaafkan bukannya itu bagian dari warna yang ada di kehidupan ya? Perasaan saling mengerti dan memahami satu sama lain menurut gw pribadi gak pernah bisa lepas dari kata maaf. Sederhana, tapi ternyata memang nyata adanya. Itulah kata maaf menurut gw.
"moshimo kono sekai kara, aitai tte omoi ga nakunattara". Pernah inget saat masih kecil atau bahkan sekarang ketika liburan kita menantikan saat saat masuk sekolah. Bertemu dengan teman dan ngerusuh bareng. Atau saat kita lulus ada rasa 'ingin bertemu'. kangen dengan suasana yang tercipta dan main bareng. Menciptakan kenangan sebanyak - banyaknya. Dan ketika akhirnya bisa bertemu lagi setelah sekian lama, kira - kira seperti apa rasanya ya? Seandainya perasaan ingin bertemu itu hilang, seperti apa ya dunia ini? Mungkin semua manusia hanya akan diam tak bergeming. Enggan bertegur sapa, enggan memcipta kenangan. Hanya menatap nanar kejauhan, dan sepi tiada akhir yang mengisi kehidupan.
'Seandainya' sendiri merupakan satu kata, hanya kata. Seandainya, if, moshimo. Dan kata - kata yang semakna dengan kata seandainya gak ada. Bahkan kita kehilangan kemampuan untuk berandai - andai dan bermimpi. Mungkin gak akan ada istilah mimpi yang menjadi nyata. Karena pada dasrnya tak pernah ada mimpi. Bagaimana bisa bermimpi ketika kita bahkan tak mampu berangan - angan?
Bahkan ketika kata 'seandainya' gak ada. Mungkin kita gak akan pernah sadar akan pentingnya sesuatu hal. Gak akan pernah sadar dan mengerti tentang hal - hal yang terjadi di sekeliling kita. Bahkan bisa aja kita jadi manusia yang apatis, tidak peduli, dan egois. Mungkin kita tidak akan pernah mengerti kata kehilangan dan bersyukur. Hahaha.
Kok sedih ya. Ternyata banyak yang terlupa selama ini. Apa rutinitas sebegitu menyita ruang benak, sehingga hal - hal sesederhana itu menjadi terlongkap. Kita selalu melihat puncak gunung di balik awan, tapi tidak memperhatikan sekumpulan bunga yang hampir kita pijak. Yah, mungkin kita hanya kurang menyimak. Menganggap hal - hal adalah hal yang biasa. Rutinitas yang biasa, terlalu biasa, hingga akhirnya kita lupa bahwa semuanya memiliki makna. Kayak kata lagunya fiersa "sangat dekat, tanpa sekat, tapi terasing". Sesuatu yang lekat itu kadang sering kita lupakan mulanya, sehingga kita lupa bagaimana caranya bersyukur.
Yah, review bentar. Ini kenapa gw suka lagu ini. Sederhana. Tapi pas kita berusaha menelaah makna nya, ada decak "oh iya ya kok gak kepikiran". Itulah kenapa gw suka. Karena lagu ini mengajak kita untuk berpikir, memaknai hidup, dan bersyukur. Hahaha.
Udah ah gaje nih gw. Materi kebijakan perundang - undangan kehutanan udah manggil minta dibaca. Well, see you O(∩_∩)O
**Terima kasih buat semuanya, terutama buat hidup dan kenangan yang ada :)
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri
Apa yang kalian rasakan ketika mata kalian menyapu sebuah pemandangan yang Maha luas, Maha gagah. Desah nafas tersengal yang berhenti seketika. Menatap takjub pada alam yang diciptakan Sang Pencipta. Subuh yang datang lebih cepat dan fajar yang perlahan muncul di balik awan. Ini bukan masalah ada di atas atau si bawah awan. Sejauh apapun kau melangkah itulah pencapaianmu.
Pada puncak - puncak gunung yang tak pernah sendiri. Bertautan di kejauhan dibalik selaput tipis awan. Mata yang dapat melihat puncak - puncak yang kelak akan kau sambangi. Menyembul di balik awan. Berderet. Dan nafas tersengalmu itu tak berarti dibalik keindahan yang kini menyeruak memenuhi hatimu. Matamu penuh dengan haru. "Gw gak nyangka gw bisa", kataku berulang kali. Berulang kali ku pandangi edelweiss dan cantingi. Lekat karena ku tahu aku tak akan bertemu dengannya lagi di bawah.
Inikah alasanmu tak bisa berhenti menjelajahi puncak - puncak tertinggi? inikah alasanmu mencintai negara kita?
Kata orang negara kita bobrok. Aku ingat kau tersenyum dan berkata "tapi ini tanah kita, dan aku mencintainya". aku mengerenyitkan dahi dan berpikir kau aneh. Tapi di puncak ini aku mengerti. Ini yang kau lihat. Ini yang kau rasakan. Dan aku buta pada gemerlap lampu kota. Melupakan bahwa kekayaan bukan hanya soal gedung-gedung pencakar langit, mal serba lengkap, dan mobil serba mewah. Kekayaan juga bisa berarti ini. Apa yang aku lihat adalah bukti kekayaan itu sendiri. saat ini, detik ini. Inilah milik kita, kejayaan kita. Ia tak pernah pergi dan tak pernah runtuh. Ia hanya menunggu kepedulian kita, untuk suatu hari datang dan mengabdi padanya.
**Sori lagi aneh. Gak tau kenapa idenya lncar. Haha. Efek 5 cm dan kisah pendakian sama kisah bersama rakyat sagapak. Haha
Fiersa Besari (ft. Naluri) - Kisah Semu
Ringkihku terbias pada kisah semu
Menepi di pelataran senja dan terdiam
Senja menertawakan kau dan aku
Dalam senyap kau dan aku
When life tries to knock all the wind out of youLenka - Roll With the Punches
You've got to roll, roll, roll with the punches
If all life offers is black and blue
You've got to hold, hold, hold your head up high
When life tries to knock all the wind out of you
You've got to roll, roll, roll with the punches
If all life offers is black and blue
You've got to roll, roll, roll with the punches
| Mulyadi -- Tiwi -- Arun -- Rama Joss -- Dita -- Okjong -- gw |
| 3A - 2 JOSSSSS!!!!!! |
---Terlalu banyak yang tak bisa terkatakan. Sebelas hari kita menjamah alam. Menertawai atau menertawakan. Membantu atau apatis. Kita adalah kita apa adanya pada alam yang melantunkan senandung kehidupan. Kita adalah para penyendiri yang disatukan dalam naungan alam. Pada purnama Pangandaran, pada kabut Panjalu. Pada kisah yang menggantikan kegelisahan pada diri. Pada kisah yang layak untuk dikenang. Terima kasih, pada cerita kehidupan yang telah kalian ajarkan.

