Showing posts with label Curhatku dengarkanlah. Show all posts
Showing posts with label Curhatku dengarkanlah. Show all posts
Dream is something that you are longing for. Something that hard to achieve. Even sometimes it is nearly impossible.

Dream is always change and every people will have their own dream. Even it is adult or child, it doesn't matter because dream is not limited to a certain group of age. 

Dream sometimes is the hardest path of the other path. You can choose something that is more comfortable for you. However, dream is something that uncomfortable in the process to achieving it. Moreover, you can't guarantee that what you chase about will gain something. Uncertainty.

The time chased you down. Slowly grasping your own time. Drowning you to what you call 'age'. Nothing can stop it.

Fear trying to take you down. Chase you and hunt you. Making your efforts seem worthless. The word 'giving up' swim on your head.

Even so, like a magnet it keeps pull you from the dark. To never stop before you see the end.
source: google image
Well, bye past and welcome water!
Di dunia ini tidak ada yang kebetulan yang ada hanya takdir
Yuuko Ichihara - XXX HOLiC

Akhirnya setelah sekian lama kembali menulis sesuatu yang agak personal. Mungkin nanti saya akan kembali menulis sesuatu kembali. Ada film dan buku yang menarik untuk dibahas sebenarnya tapi mungkin nanti akan saya tulis jika ada waktu.

Akhirnya setelah sidang selesai revisi selesai dan skl turun, gw resmi jadi sarjana kehutanan. Dengan gelar SHut dibelakang nama gw. Hahaha aneh. Selesai ini harus kemana, gw rasa itu pertanyaan setiap mahasiswa yang baru lulus. Sejujurnya gw memang pengen s2 tapi, karena masih bingung jurusan apa yang harus diambil saya jadi mengurungkan niat. Mungkin harus diberikan jarak untuk berpikir terlebih dahulu. Masalahnya minat gw memang cukup beragam. Tapi tetap Jepang harus tercapai lah ya (amiin). Itu cita-cita dari kecil sih, mau buat sekolah, kerja, backpakeran, ataupun dengan jalan-jalan cantik minimal harus bisa ke Jepang. 

Anehnya, orang tua gak terlalu berisik soal kamu harus kerja atau kamu harus lanjutin kuliah. Paling sering cuma bilang "udah kamu jadi dosen aja". Bahkan om gw malah bilang "udah itu gak usah cari kerja dulu mending refreshing dulu. Nanti saya ajak naik gunung". Hahaha ampun. Inilah alasan gw masih menggeluti hobi gw naik gunung sampai sekarang, dukungan keluarga yah maksudnya om-om gw sih hahahaha. Berhubung belum nemu waktu yang tepat buat kembali beraktivitas menyapa alam itu, akhirnya fisik gw drop lagi. Aduh, memang harus olahraga lagi sepertinya.

Sebenarnya gw bingung mau nulis apa, berhubung udah lama juga gak pernah nulis blog yang isinya curhat begini. Cuma yang masih sedikit mengganjal adalah masalah kerja. Gw yakin kalau semua rezeki sudah ada yang mengatur. Dan cepat atau lambat itu akan datang tanpa kita mampu mengenyahkannya. Tapi bingung gak sih sebagai fresh graduate sebenarnya minat dan kemampuan lu tuh dimana. Iya gw emang sarjana kehutanan, tapi jujur gw bukan tipe yang menutup diri dari segala kemungkinan. Toh buktinya gw masih suka menulis dan menggambar hingga saat ini. Gw bahkan mulai belajar cara membuat design dengan adobe photoshop dan corel draw. Ya gw gak pernah mau menutup kemungkinan untuk bekerja di luar bidang atau mayor gw. Karena gw yakin semua ilmu bisa bermanfaat dengan cara yang berbeda. Satu yang masih menjadi gangguan gw. Ketika lu harus milih bekerja di suatu perusahaan yang gosipnya dan berita yang beredar menyatakan bahwa perusahaan tersebut merusak lingkungan. Itu aja paling, idealisme gw soal itu masih gak mau diganggu. 

Yah ya sudahlah biar kaki ini melangkah dulu. Karena setiap pertanyaan pasti akan mengalir menuju jawabannya, cepat atau lambat. Melalui jalan yang tak pernah kita duga. Karena di dunia ini tak ada yang namanya kebetulan yang ada hanya takdir, karena Tuhan tak pernah tertidur.
Dulu pertama kali gw suka dan jadi penggemar K-pop dan boyband untuk pertama kalinya gw kenal istilah nge'bashing'. Istilah yang dipake ketika ada yang saling menjelek - jelekkan grup lainnya. Hal ini bahkan gak jarang mengundang perang antar fandom, istilah mereka buat para fans. Dulu gw berpikir, 'gila kali ya'. Yah maksud gw, dunia sekarang dengan akses menuju informasi  yang tidak terbatas memang lebih memudahkan kita mencari informasi. Wajar pula kalau ada bentrok di dunia maya. Apa boleh buat selera manusia kan gak pernah sama, tapi sebenarnya di dunia maya kita juga diberikan pilihan buat meninggalkan. Ya kalau gak suka daripada kasih komentar buruk mendinggan 'leave group' aja kan. Kenapa harus ngikutin dan sengaja ngasih komentar buruk, sementara kita dikasih pilihan buat ninggalin itu. Makanya gw selalu berpikiran orang - orang yang terjebak perang antar fandom itu adalah kaum - kaum abg yang masih labil yang masih belum ngerti pentingnya perbedaan pendapat.

Yah itu dulu sih, sekarang sadar atau gak di negara kita ada perang fandom. Bukan fandom antar grup idola tetapi perang fandom antara 'fans' atau simpatisan calon presiden. Hahaha aneh. Padahal ini seharusnya pesta demokrasi katanya sih. Demokrasi yang mana yang dirayain gak tau juga. Yang jelas ada demokrasi yang diartikan berlebihan sampai saling menjelek - jelekan lawan bukanlah hal yang aneh lagi. Lucunya media masa yang seharusnya netral justru ikutan, aduhh. Bener - bener kaya ngeliat perang fandom antara boyband/ girlband di medsos. Saling sulut menyulut, gak ada yang mau ngalah. Akhirnya gw mulai mikir, hmm ternyata 'perang fandom' itu bukan cuma untuk remaja labil aja tetapi orang yang menganggap dia udah dewasa juga bisa. 

Apapun itu, sejujurnya gw gak pernah betah dengan adanya 'perang fandom'. Bahkan gw lebih memilih mematikan medsos sementara sampai perang fandom itu ilang. Menurut gw gak dewasa aja sih. Lah ini malah pemilihan presiden kok sampe ikut - ikutan saling sikut. eh teu ngarti lagi gw. Kalau gw buka internet pasti ada add atau iklan yang ngejelek - jelekin calon presiden itu. Aduh aduh. Dunia maya pun bahkan telah terkena dampak dari 'perang fandom' ini. Aduh, gapapa kok jadi simpatisan, tapi biasa aja. Bukan berarti cuek, tapi lebih ke saling menghargai. Siapapun yang menang yang penting kan bisa memimpin negara dengan baik. Hahaha, bukannya sok tau tapi gak betah aja gitu mau buka ini muncul iklan ngejelek - jelekin si A, ke web ini ada yang ngejel - jelekin si B. Biarkan aku hidup tenang dan damai~ gak perlu ngejelek - jelekin kok. Manusia itu yang baik ya bakal dapet balesan baik, yang buruk ya dapet yang buruk. Dunia ini adil kok pada waktunya. Tenang aja haha.

hmm, udahan ah. Aniwei anihow, gunakan hak pilih kalian ya. Yang pinter milihnya jangan kemakan media masa, jangan suka jelek - jelekin lawan juga. berbeda itu indah kok
こんばんわ~!*hoahmmm. It's been too late actually, but I can't sleep yet. My head is so full. At first I think I should try to operate swat with data that was given by my senior. But Well why it's so hard. Then I give up, I think I should ask to her. Hahaha.

Ah, lagi - lagi gw bener - bener gak bisa nemu apa - apa yang bisa dijadiin bahan tulisan selain bogor hujan. hujan bogor. ah terserahlah. Hujan di bogor dan banjir di jakarta sebenernya bukan hal baru. Anehnya yang bikin cape adalah kenapa setiap hujan di bogor, jakarta selalu kebanjiran. Dan anehnya lagi kenapa setelah berkali - kali kasus banir bukannya luasan bajir semakin berkurang justru luasan banjir semakin bertambah. Padahal kata kata - kata bijak dan ayat - ayat alquran, orang yang merugi adalah yang lebih buruk dibandingkan hari kemaren. Lah kalo gitu berarti manusia sekarang buruk? Kagak sih kagak juga. Mungkin lebih tepat kurang pandai. Yah, toh nyatanya prinsip 'belajarlah dari pengalaman' atau 'belajarlah dari sejarah' memang bukan hal yang dianggap begitu penting di lingkungan kita. Lucunya, dari segala macam pemberitaan di televisi soal jakarta banjir lalu kemudian menuding perilaku membuang sampah sembarangan adalah penyebabnya, kita gak pernah sadar. Padahal pemberitaan tentang banir gak cuma ada di berita tv, koran, bahkan sampai menjamah acara gosip selebritis dan jadi bahan perbincangan di antara tetangga. Harusnya dengan segala macam informasi yang beredar ada sedikit aja kesadaran yang timbul. Toh nyatanya, tadi di tengah hujan gw tetep ketemu sama ibu - ibu yang buang sampah sembarangan di angkot. SI ibu ini buang gelas akua dengan indahnya ke jalanan. Haha, sebagai orang yang sopan gw gak mungkin kan langsung nyerocos kaya gak tau etika. Yah sebagai gantinya gw liatin aja itu ibu - ibu, biar jengah sekalian. Orang dewasa kok minta ditegur, tapi kalau ditegur marah - marah dibilangin kita gak sopan sebagai anak muda. Ah terserah deh.

Kalau lagi hujan gini gw selalu merhatiin konstruksi apartemen - apartemen megah dan jalan tol besar di bogor. Entah kenapa gw selalu kagum sama kontruksi super duper besar itu. Dengan pengetahuan mereka bisa membuat kerangka besi yang layak huni dan serbaguna. Hebat kan, ya jelas lah hebat buat masuk ke jurusan teknik emang bukan hal yang mudah. Buat gw yang belajar setengah teknik, setengah ilmu sosial, setengah ekonomi, setengah ilmu lingkungan, dan serba setengah lainnya, ngeliatin orang yang menguasai betul dan gak cuma setengah menurut gw itu hebat, apalagi teknik. Mungkin karena pada dasarnya gw suka dan pengen masuk teknik awalnya. Hebat loh mereka, hampir semua perwujudan dari mimpi - mimpi manusia itu diciptakan oleh orang teknik. Tapi kenapa ya, kadang gw gak ngerasa sreg aja. Gw gak ngerti sih. Hmm. Teknik, sebagian besar ilmu nya diciptakan negara maju semacam jerman, jepang dan kawan - kawannya. Tapi bukannya negara maju itu sebagian besar negara sub tropis dengan 4 musim? Beda sama indonesia yang cuma ada dua musim, ya kalo gak panas ya kehujanan. Negara maju sebagian besar udah jadi beton dan punya tata ruang yang jelas, masyarakatnya juga udah tertib dan masyarakat ada untuk menyesuaikan dengan peraturan. Kalo negara kita 70% masih hutan dengan topografi dan jenis tanah yang yaaahhh hujan intensitas tinggi aja longsor. Masyarakatnya bukan main beragamnnya jadi susah diatur. Ujung - ujungnya peraturan ada untuk menyesuaikan dengan masyarakat. Dari sedemikian besarnya perbedaan, bukannya harusnya kita punya ilmu kita sendiri? Yah maksud gw standar untuk negara kita. Khusus gitu. Buat gw gak ada yang salah dengan pembangunan. Gak pernah ada. Emang kalian mau hidup di gua gitu tanpa komputer dan layanan internet lainnya? Gw yakin kagak mau kan, gw yakin kagak bakal betah lu pada. Gw juga gak bakal betah kok. Makanya buat gw, gak ada yang salah dengan pembangunan. Hanya aja cara nya yang salah. Tata ruang yang amburadul aja udah masalah. Belum lagi pembangunan, hmm taro lah pembangunan jalan, drainase nya aja dibuat seadanya tanpa memeprhitungkan konsep hilir - hulu apalagi cuaca dan jenis tanah. Gw yakin diperhitungkan sih sebenernya (harusnya). Pembangunan bangunan besar, ya udah bangun aja gak usah pake taneman. Belakngan itu mah. Kalo pun ada yang nanem kadang gw mikir, bagus sih indah sih tapi kadang ada aja yang suka gak cocok sama kondisi iklim. Akhirnya pas curah hujan berlebihan kaya gini tanamannya mati deh, keluar uang lagi kan buat cari taneman pengganti. Nanti - nantinya kejadian aja terus kaya gini, gak pernah belajar, kaya banjir sekarang. Gw jadi mikir apa semua orang mulai berpikir sama kaya prinsip pemerintah "setiap proyek yang dijalankan harus mampu menyerap dana sebesar - besarnya, manfaat belakangan" kata dosen gw sih. Kalau udah begini lucu juga sih. Hahaha. Lucu lah berarti manusia udah dikuasai sama ketamakan alias greed. Mungkin ntar lagi bakal ada Kamen Rider OOO yang mengalahkan monster - monster bernama 'greed'.

Tuh kan gw mulai ngaco, gara - gara kebanyakan nonton film kamen rider -____-. Ilmu gw masih sedikit, pengaruh gak punya, apalagi aura kepemimpinan gak ada sama sekali. Pemales gw gede banget tapi. Haha. Mau jadi apa ya gw. Kadang gw sering nanya ini ke gw sendiri. Banyak peluang sebenernya, teknologi, ekonomi kita kan masih mengadopsi tuh belum ada kan yang murni khas dari kita sendiri. Semua bidang punya kesempatan, tapi yah ntahlah kenaa semua orang pengen jadi PNS ya? karena gabut gaji stabil dan ada dana pensiun bukan? Hahaha. Gw juga pengen tapi yah itu mimpi gw sih. Kapan - kapan lah gw cerita. Jadi apapun itu, semoga gw gak tertipu dunia ya. Huhu takut *apadeh.

ONE OK ROCK - 20 Years Old
Hey brother I got something to say
その手上げ Every body right now!
Hey sister are you looking my way yeah
Doesn't matter what ever they say

消えるモノと消えないモノ一つずつを
持ち合わせた何とも憎い僕
日々の中で忘れたり落としたりしていたモノは実は
僕が着せ替えていた

よせる人の波の中じゃ何も気付けなくて
かえす波の中で何かを悟り気付いた Ah

20 years old and you gotta let me know?
何から何を着せ替えてきて何を犠牲にしたの?
もしも気付かず進み続け10年後の僕はどうなるの?
Somebody I would never want to be
『どうしてかはわからずな』の No No!!

気付けばホラ!!僕の中にあるいくつかのモノ
はもう過去と比べられて
感じたモノ全てが宝物のはずなのに
月日経てば飽きるのは何故なの?

よせる人の波はただただ慌しくて
かえす波は実は寂しさしかない…。

20 years old and you gotta let me know?
何から何を着せ替えてきて何を置いてきていたの?
気付くはずのモノ見落として余計な事に気付いてるよな
そんな気持ちになるの!!
『I think I'm going crazy』No No No!!

20年経ったこの僕を誰が認め誰がけなして
何処(いずこ)へ僕は連れてかれてしまうの?
ならば80年後の自分はいったい誰に煙たく思われ
季節外れの人になるの?

20 years old and you gotta let me know?
何から何を着せ替えてきて何を犠牲にしたの?
もしも気付かず進み続け10年後の僕はどうなるの?
Somebody I would never want to be
どうしてかはわからないの…

できることなら僕はここで時(きみ)とずっとそばにいたいの
Translation:
hey brother, I got something to say
put your hands up, everybody, right now!
hey sister, are you looking my way yeah
doesn't matter whatever they say

the things that disappear and the things that don't are each one
everything is balanced, even the detestable me
during each day, the things I've been forgetting and losing
the truth is I've been changing the clothes on a doll

in the wave of approaching people, I can't recognize anything
in the receding wave I reached some understanding, ah

20 years old and you gotta let me know?
from something am I back to changing some doll's clothes, to making a scapegoat?
if I go on moving forward without paying attention, how will I be 10 years later?
somebody I would never want to be
"without understanding why" no no no!!

hey, pay attention!! how many of these things are inside of me,
comparing them to things already past
and yet I'd think all the things I've felt are treasures
why do I lose interest if the dates pass?

the wave of people approaching, it's totally hectic
the wave that's receding, the truth is I can only be lonely…

20 years old and you gotta let me know?
from something have I come to change some doll's clothes or left something behind?
overlooking things without noticing, paying attention to unnecessary things
it turns into this kind of feeling!!
"I think I'm going crazy" no no no!!

these past 20 years, who's accepting me, who's trash-talking me
until what point will it end for me
if it were the me of 80 years later, seeming awkward as hell to somebody
would I become an unseasonable person?

20 years old and you gotta let me know?
from something am I back to changing some doll's clothes, to making a scapegoat?
if I go on moving forward without paying attention, how will I be 10 years later?
somebody I would never want to be
I don't know why at all…

if such a thing's possible, for me in my heart I want to be near you for sure…
(source: Jopasia)

Hei, It's Raining again in Bogor! 雨の町さいこうううう!Merveilleux~!

Hujan seperti memang selalu membuat kita mengingat masa lalu kan? Daripada kelayapan pas hujan, mungkin lebih cocok kita duduk di beranda ditemani secangkir coklat hangat dan donat. Kenapa donat? Karena gw lagi pengen donat gak ada alasan lain. Hehe. Atau mungkin bagi kalian bercengkrama dengan keluarga lebih mengasyikan. Atau mungkin ada yang lebih memilih tidur di tengah hujan ini. Yah tidur memang menyenangkan saat hujan. Bermain musik di tengah hujan juga terdengar menyenangkan. Denting gitar menemani hujan terdengar keren. Buat gw hujan kali ini harus diisi dengan belajar. Bukan karena rajin, tapi karena mau ujian. Haha 仕方ないでしょう?Yah inilah kewajiban pelajar. Sayangnya bacaan gw terlihat lambat kemajuannya karena buku nya bahasa inggris. Terperangkap dalam ilmu barat lagi ya kita seperti nya. Hmm, tapi apa 'buku berbahasa inggris' sama dengan terperangkap oleh 'ilmu barat'? Haha, salah ya. Bahasa itu kan kata. Kita hidup terpenjara dalam ranah kata dan bahasa. Segala persepsi, segala argumen lumpuh di depan kata dan bahasa. Permainan yang mengagumkan dari kata dan bahasa. Sayang sekali. Mengerikan sekaligus mengagumkan bukan? 

Haha. Baiklah mari menghentikan kesalahan dalam fokus belajar dan kembali belajar. Aniwei, gw berhasil mengaktifkan keyboard bahasa jepang di laptop *やった!Masih dalam tahap penyesuaian nih. Lumayan lah ya tapi, jadi gak harus selalu bergantung dari hape kalau mau belajar bahasa satu ini. 

Dan oke oke, mari mengakhiri ini semua sebelum kita lupa apa tujuan awal kita. Selamat menikmati hujan! Enjoy your rainy day~! 雨の時間楽しみましょう!profiter de votre journée pluvieuse~!
Gw gak ngerti lagi sama orang yang bilang lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Toh bagi gw ini sama aja ngeselin. Awalnya kamis, gw lagi iseng ngobrol sama om, keluarga gw dari makasar tentang survival ala TNI. Lagi ngobrol dan jreng gigi gw sakit banget entah kenapa. Berhubung di rumah cuma ada gw, om, dan ayah gw sisanya pada pergi ke salon (-____-) gw memutuskan minum obat aja dah, paling sakit gigi yang biasanya. Ngilu tapi yah cuma bentar, walaupun anehnya gak ngefek gw kumur pake garem, minum air juga gak perih. Justru keluarga gw yang bingung dan yah gw disuruh ke dokter gigi jumat, walaupun gw gak mau. Ternyata emang bukan sakit gigi biasa sih siangnya balik dari kantor imigrasi mulai dah sakit lagi. Lebih sakit dari kemaren dan berhubung dokternya libur, lagi -lagi gw cuma minum obat. Gak ngaruh sih tetep sakit dan akhirnya gw memilih tidur aja. Hasilnya bangun tetep sakit hahaha. Emang gwnya cuek, kalau gak karena gigi bisa ngaruh ke jantung sama saraf gw pasti masih bodo amat. Akhirnya siang pergilah gw ke dokter di rumah sakit xxxx. Itu yang paling deket sih, dan sakit gigi ini asli bikin mood senggol bacok. Untungnya ngantrinya gak lama, yah walaupun nunggu dokternya itu yang lamaaaa sekali buat orang sakit gigi. Ditanya pas masuk, 

dokter: "kamu kenapa?" 
gw: "sakit gigi dok" 
dokter: "oh iya ya bengkak ya yang kiri"
gw: -____- "bukan dok yang kanan yang sakit"

Dulu sering diledekin, sama temen 'makan permen tuh ditelen jangan diemut terus'. dan ini si dokter ikut - ikutan. Yah walaupun gw tau sih dokternya gak maksud. Setelah dikorek agak lama dan sakit. Ternyata di dalem gigi gw yang ditambal infeksi dan udah kena syaraf. Kelihatannya sih masih gak papa, soalnya gw belum sampe demam. Hehe. Berbekal kapas di gigi bolong minggu depan gw harus balik lagi. ah males, semoga gak sakit. kan mau ujian. Yah kisah 2014 gw dimulai dengan sakit gigi ternyata huu
Saya selalu bermimpi ada sebuah hutan di tengah kota, dimana gedung – gedung menjulang tinggi dengan pepohonnan rindang yang mengelilinginya. Mobil – mobil dengan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan melaju sepanjang jalan. Kendaraan umum penuh oleh orang yang menjadikan kendaraan umum alternatif untuk berangkat kerja. Tak jauh dari sana sebuah taman menghampar luas dengan segala bunga – bunga bermekaran dan dengan sebuah danau buatan yang di dalamnya terdapat turbin listrik tenaga air yang selalu disinggahi keluarga yang hendak berakhir pekan. Saya memimpikan gunung – gunung hijau menjulang tinggi dimana masyarakat di sekitar dapat memanfaatkannya. Mereka membangun sawah dan perkebunan dengan memanfaatkan air bawah tanah yang datang dari gunung terdekat. Sungai – sungai yang mengalir jernih mereka manfaatkan untuk kehidupan sehari – hari dan penggerak turbin listrik. Buah – buah hasil perkebunan diproduksi dengan skala besar hingga mampu memenuhi kebutuhan ekspor. Limbah sawah dan perkebunan dimanfaatkan untuk makanan ternak, sementara limbah perternakan dimanfaatkan menjadi kompos dan bahan bakar biogas. Sinar matahari sepanjang tahun khas negara tropis dimanfaatkan dengan menggunakan panel – panel tenaga surya, mensuplai listrik untuk desa – desa di sana. Bahan bakar minyak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri sementara sisanya diekspor.
Dengan kekayaan alam membentang dari sabang sampai merauke harusnya semua ini bukan hal mustahil. Dengan ribuan sarjana yang lulus tiap tahunnya inovasi tentunya bukanlah masalah. Akan tetapi, apa ini? Setiap tahun berita banjir merajalela. Perebutan hak – hak atas hutan dilakukan terhadap masayarakat adat, dengan dalih keberadaan masyarakat tersebut tidak diakui oleh undang – undang. Masyarakat pinggir hutan menjadi masyarakat dengan kesejahtraan yang rendah bahkan tak jarang berselisih dengan pihak taman nasional. Blue print pembangunan kota yang seharusnya dijadikan taman diubah menjadi hotel – hotel yang memiliki pajak bangunan tinggi. Kendaraan pribadi tumpah ruah ke jalanan menyebabkan macet berkepanjangan dan polusi. Kebutuhan hidup tak jarang harus diimpor dari luar negeri akrena gagal panen. Sebenarnya ada apa dengan negara kita? Walaupun negara kita dikenal sebagai jamrud khatulistiwa, negara tropis dengan sumber daya melimpah mengapa masyarakat kita masih tak mampu mengecup kekayaan alam ini.
 Negara mana yang tak tergiur oleh kekayaan alam yang dimiliki oleh Indonesia, bahkan catatan sejarah turut menyebutkan bahwa Indonesia dijajah lebih dari satu negara dikarenakan kekayaan alamnya. Hutan – hutan kita membentang luas di seluruh pulau. Lebih dari 50% wilayah kita tercatat sebagai kawasan hutan dibawah pengawasan departemen kehutanan. Selain itu, laut yang luas juga turut membentang mengitari pulau – pulau kita yang banyaknya tak terkira. Kekayaan alam maha luas yang seharusnya menghantarkan kita pada kesejahtraan, tetapi apa ini. Bukankah masyarakat kita masih berada pada ambang kemiskinan. Ada apa ini, mengapa bahkan kita tak merasa memiliki semua kekayaan ini. Terasing pada tanah sendiri tanpa tahu kenapa. Adakah yang salah dengan pemahaman segala kekayaan alam dikuasai oleh negara untuk kesejahtraan masyarakat. Kenapa pemerintah dan masyarakat justru saling berselisih paham dalam hal kepemilikan sumberdaya alam, aneh.
Bahkan kekayaan alam yang kita miliki sering kali kita gadaikan dengan harga murah. Negara – negara asing itu membeli hutan kita tapi dengan harga murah. Sebegitu murahkah harga hutan kita? Sementara mereka membeli hutan kita dengan harga murah, tidak tahukah kalian bahwa di luar sana banyak perusahaan kayu terancam gulung tikar karena sumber bahan baku mereka telah menipis. Bukan hanya itu, para petani hutan rakyat yang seharusnya diberikan penghargaan karena telah melakukan usaha penghijauan malah dipersulit dengan segala sertifikasi yang diterapkan negara asing. Bukankah insentif yang seharusnya diberikan pada mereka, bukan segunung peraturan yang rumit?
Dosen saya bilang, kita seharusnya merasa beruntung tinggal di Indonesia. Sumberdaya banyak, hujan dan matahari tercukupi tiap tahunnya. Hidup bermodalkan kaos kutang dan celana pendek saja sudah bisa hidup. Dari pulau sabang hingga merauke terbentang luas hamparan hijau hutan tropis yang merupakan paru – paru dunia. Tidak ada negara negara yang tidak merasa iri pada negara kita, buktinya dulu mereka berlomba – lomba menjajah negeri ini. Sumber daya kita memang sebuah anugerah yang tidak tergantikan oleh apapun, tetapi di sisi lain sumber daya kita bagaikan pisau bermata dua. Seolah menjadi tumbal dunia akibat pemanasan global, ruang gerak Indonesia sebagai paru – paru dunia seolah dibatasi.
Kenyataannya, dengan banyaknya sumberdaya yang kita miliki tidak semua masyarakat berada dalam  taraf sejahtera. Banyak stakeholders yang berbicara soal kelestarian lingkungan, tetapi tidak memperhatikan masyarakat yang ada di dalamnya. Dalam pandangan saya kelestarian tidak dapat terwujud tanpa bantuan masyarakat. Hal yang paling penting adalah bagaimana membangkitkan kesadaran masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan mereka. Sebuah cerita tentang kasus yang saya temukan di lapangan tentang pembalakan liar di sebuah taman nasional. Sebelum daerah tersebut ditetapkan sebagai taman nasional daerah tersebut merupakan hutan yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka. Banyak masyarakat yang menanam pohon dan bambu di wilayah tersebut. Sekarang setelah kawasan hutan tersebut berubah statusnya menjadi taman nasional, otomatis segala aktivitas pemanfaatan yang berada dalam kawasan taman nasional dilarang dilakukan. Pohon dan bambu yang mereka tanam tentu saja tidak boleh ditebang, padahal mereka yang menanamnya. Kebanyakan dari para pelaku pembalakan liar tahu bahwa dalam wilayah taman nasional tidak boleh melakukan penebangan, tetapi tentu saja dipandangan masyarakat pihak taman nasional telah merampas salah satu sumber penghidupan mereka.
Tentu saja itu hanya salah satu contoh kisah yang saya temukan. Kita merupakan zamrud khatulistiwa, dengan hutan yang membentang luas dari sabang hingga merauke. Keanekaragaman hayati yang dengan mudahnya kita temui di dalam pelosok hutan. Seharusnya masyarakat yang hidup di pinggir hutan bisa hidup dengan sejahtera. Kontrasnya masyarakat pinggir hutan justru memiliki tingkat kesejahteraan yang rendah. Mereka biasanya berada di wilayah yang sulit dijangkau. Jangankan supermarket, toko klontong saja agak sulit untuk ditemukan. Untuk kepasar saja mereka harus pergi cukup jauh padahal harga bensin tidak bisa dibilang murah. Kemana perginya subsidi BBM, bukankah subsidi BBM seharusnya ditujukkan bagi mereka? Mereka yang terlupakan, padahal dalam melakukan upaya kelestarian peran merekalah yang paling dibutuhkan. Bagaimana bisa upaya pemerintah dalam melakukan peningkatan kelestarian dapat dilakukan jika kepercayaan mereka terhadap pemerintah saja tidak ada. Masyarakat pinggir hutan bukannya tidak berilmu dan berpengetahuan. Keadaan yang kerap kali menyebabkan mereka bertindak berkebalikan dari apa yang diwariskan nenek moyangnya. Walaupun memang tidak bisa dipungkiri terdapat oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab juga, tapi toh di kalangan elit yang berpendidikan oknum tidak bertanggung jawab juga ada.
Dinas Kehutanan semakin gencar memperbanyak wilayah kawasan hutan, dinas pertambangan mengklaim dinas kehutanan untuk pembebasan lahan menjadi tambang, dinas pertanian mengeluhkan lahan pertanian yang semakin berkurang, Pemerintah daerah atas nama otonomi daerah mengacak – acak master plan mendahulukan pihak yang dapat memberikan bayaran paling besar. Mereka, kaum elit saling berebut wilayah kekuasaan. Dinas kehutanan mengatasnamakan kelestarian, yang lainnya mengatasnamakan peningkatan kesejahtraan, demi pembangunan dan sebagainya. Aneh, apa kelestarian harus selalu bertentangan dengan kesejahtraan dan pembangunan. Sementara mereka tengah adu mulut, pihak – pihak yang sebenarnya paling membutuhkan justru dilupakan.
Hutan bukan tuhan yang wajib diagung – agungkan. Hutan juga bukan satu – satunya solusi untuk menyelesaikan masalah yang ada terkait kelestarian lingkungan. Memperbanyak kawasan hutan, tapi kemudian kawasan ini bahkan tidak berhutan sama sekali rasanya sama saja. Tentunya yang paling penting adalah mengoptimalkan fungsi hutan sehingga bukan saja fungsi lindung dan konservasi yang dapat diwujudkan melainkan fungsi hutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat juga dapat terwujud. Ada peran masyarakat yang sangat besar di sini. Kelembagaan yang kita miliki seharusnya telah cukup baik untuk menjalankan segala kebijakan guna mewujudkan kelestarian lingkungan. Overlapping dari peraturan tentunya harus turut dikaji oleh pihak – pihak berwenang. Sudah bukan zamannya lagi untuk mementingkan ego sektoral semata. Meninggikan ego sektoral bukan hanya memperparah kerusakan lingkungan, melainkan turut menggadaikan sumberdaya yang kita punya ke pihak tak bertanggung jawab. Sudah sewajarnya kita belajar dari sejarah, trek record kita menyebutkkan bahwa masyarakat adat kita memiliki kearifan lokal dalam melestarikan lingkungan. Sudah saatnya kita kembali belajar pada mereka bukannya membuang mereka. Sudah saatnya pula kita membuka mata dan melihat potensi yang dimilki oleh negara ini. Dengan banyaknya kelimpahan sumber daya bukannya tidak mungkin kita menjadi negara dengan sumber bahan bakar alternatif terbanyak. Dengan sumberdaya alam yang kita milki kita bisa menjadi negara yang lebih maju daripada negara manapun. Kesejahtraan masyarakat pun bisa turut terangkat. Walaupun semua terlihat mudah, tetapi tidak ada yang mudah memang. 
Maju atau mundur itu pilihan, mau tetap tertidur dan menutup mata pun silahkan. Hanya saja,  kita, generasi muda yang memutuskan mau dibawa kemana masa depan negara kita.

"20 years old and you gotta let me know?
from something am I back to changing
some doll's clothes, to making a scapegoat?
if I go on moving forward without paying
attention, how will I be 10 years later?
somebody I would never want to be
"without understanding why" no no no!!"
One ok rock - 20 years old

gw sedikit merenung (lagi) sekarang mempertanyakan kenapa negara kita masih tidak bisa lepas dari belenggu korupsi. Kita yang gak bisa merdeka di tanah kita sendiri. Kalangan pemangku kepentingan yang hanya memikirkan ego mereka sendiri. Menutup mata demi kepentingan pribadi yang tak jarang mengorbankan rakyat yang notabene masih saudara sebangsa. Bukan hanya itu bahkan kerusakan alam merajalela. Pembangunan tak lagi memperdulikan aspek ekologis. Serapan air berkurang, banjir merjalele, cadangan air bawah tanah yang biasa dipakai untuk kehidupan sehari-hari berkurang, bahkan tak jarang mengakibatkan salinitas di daerah hilir. Ada apa dengan kita sebenarnya? Benarkah orang baik sudah tidak ada lagi? Aneh padahal manusia semakin banyak, tapi kenapa tidak demikian dengan orang baik. Tapi harus gw akui gak semua para pemangku kepentingan orang jahat. Kadang ada saja orang orang baik meskipun memang dia bisa saja tidak memiliki jabatan yang tinggi. Banyak orang baik yang takut bila mereka membocorkan kejahatan kejahatan atasannya. Berpura pura tak tahu agar bisa lolos dan aman. Tak mudah menjadi orang baik saat ini, apalagi kita juga memiliki keluarga bukan? Ga munhkin juga kita mengorbankan keluarga dan orang orang yang kita sayangi. Sulit. Ternyata begiu sulitnya nenjadi orang baik, tapi orang baik itu akan selalu ada tentunya.

Hari ini gw baca buku fahd djibran, a cat in my eyes. Salah satu ceritanya ada mengenai prometheus, salah satu tokoh mitologi yunani favorit gw gara gara baca buku nicholas flamel seriesnya michael scott. Prometheus yang mencuri api keabadian dari para dewa untuk diberikan kepada manusia agar bumi menjadi hangat. Hal yang dia lakukan karena dia menyayangi manusia. Tapi pada akhirnya ia dihukun oleh zeus atas perbuatan mulianya. Mirip. Banyak orang yang mencintai negara ini, tapi karena keteguhan mereka untuk tetap jujur tak jarang mereka diasingkan, dipindahtugaskan. Inilah ironi yang tak bisa kita tutupi lagi. Dan kelak kalo gw udah dewasa semoga gw bisa jadi salah seorang dari mereka yang teguh. Haha. Bermimpi dan berharap masih diperbolehkan bukan?

"Menjadi seseorang seperti prometheus adalah pilihan. pilihan yang datang pada setiap orang. Siapapun bisa jadi pahlawan, tetapi siapapun bisa saja menjadi tidak bahagia setelah dia mengorbankan seluruhnya demi kepahlawanannya." Fragmen Malam -- a cat in my eyes oleh fahd djibran.

ada apa dengan kita? ketika kita tersadar waktu sudah jauh berlalu. mengamati sudut - sudut kota dengan ingatan yang mengawang. menjadi jembatan waktu antara sekarang dan masa lalu. berubah, tak ada yang masalah dengan itu. seiring waktu berjalan perubahan itu perlu agar dapat bertahan hidup. tapi berubah bukan berarti membuang semua hal dan kenangan. kenangan adalah sebuah hal yang tak tergantikan, yang patut dihargai. sama seperti hidup kenangan tak datang dua kali, dan kenangan ada untuk memberi kita kekuatan kedepannya. sekecil apapun kenangannya, bisa jadi kelak akan memberi banyak kekuatan bagi kita. sama halnya dengan sejarah. setiap ceritanya menunjukkan siapa kita. berubah bukanlah dengan menjadi orang lain. sejarah menunjukkan siapa kita. bangun hei kalian! kita bukan amerika, jepang, korea, ataupun eropa. kita ya kita. kita besar karena kita sendiri. kita punya sejarah panjang yang seharusnya membuat kita bangga. negara di luar sana, iri karena sumber daya alam kita. menjajah kita untuk sumber daya kita. sementara kita saat ini, menanggalkan pemberian yg diberikan. menutup mata, mencoba menjiplak negara asing. berpasrah ketika hutan kita, laut kita, dan semua sumber daya kita rusak. menjual murah sumber daya kita.  ada apa ini? bagaimana bisa penerus kita kelak bisa memanfaatkan sumber daya kita? ketika perubahan membuat kita kembali terjajah dengan mengatasnamakan "globalisasi". rupanya kita belum merdeka

#selamat hari kemerdekaan 17 agustus mendatang. ingat hutan itu titipan bukan hak milik. selamat berlibur :)

Hai, masih di sini di 'basecamp' FMSC tercinta. Kenapa basecamp? menurut gw sekret FMSC ini udah kaya basecamp. Menurut istilah di pemanenan hutan kata bapak profesor Elias, basecamp itu adalah tempat dimana segala kegiatan dari perencanaan hingga akhir terjadi. Makanya basecamp harus dibangun dengan baik. Sama seperti maknanya di tempat inilah cerita - cerita dimulai. Mau sedih ataupun seneng, apapun itu pokoknya semua dimulai di sini. Dari pagi sampe pagi lagi udah sering gw lewatin di sini. Yah namanya juga FMSC tempatnya Forum Mahasiswa Suka Curhat. Hahaha.

Kabar hari ini? Saya rasa saya kurang darah. Rasanya terlalu ngantuk akhir - akhir ini. Padahal novel, sama film serta tugas diri masih menumpuk. Saya dapet film kamen rider kuuga, kabuto, sama den o looh~~ Minggu depan UTS pula. Haha

Aduh gaje nih. Asli gak tau sama saya sendiri akhir - akhir ini. Mungkin saya harus berjalan - jalan sejenak dalam keheningan. Berjalan tanpa mengindahkan materi dan manusia yang terlalu terpaku pada rutinitas. 

Dan saya merasa saya mulai menjadi manusia yang bergerak mengikuti rutinitas. Aneh. Padahal saya sangat menghindari hal ini. Pasalnya semuanya seperti robot. Seandainya kita beranjak dewasa apakah rutinitas harus menjadi prioritas? Seolah berjalan di dunia abu - abu. Bergerak mengikuti arus, tanpa mengindahkan siapa diri kita sebenarnya. Aneh. Kalau kita ditakdirkan untuk menjadi sama satu sama lain, kenapa kita dilahirkan dengan kemampuan berbeda? Dan saya rasa masih terlalu banyak apakah yang harus dipertanyakan.

Moshimo, kono sekai kara marumaru ga nakunattara - tego mass. Lagu yang sederhana gw suka. Walaupun banyak juga sih lagunya duo tegoshi yuuya dan masuda takahisa yang gw suka. Suara mereka enak sih. Dan yang paling penting lirik lagunya maknanya selalu menggugah dan mengajak kita untuk merenung. Topiknya gak pernah berat. Sederhana. Itu yang bikin gw suka. Yah bahasa jepang gw mungkin gak expert tapi yah lumayan dikit - dikit aye paham kata - katanya. Lagu ini mencoba membuat kita mengandaikan hal - hal sederhana yang gak pernah kita pikirkan, tapi ternyata penting adanya.

"Moshimo kono sekai kara, gomen ne tte kotoba ga nakunattara". Iya ya, gw jadi mikir gimana seandainya kata 'maaf' di dunia ini gak ada. Gimana menurut kalian? Gw ngebayangin bakal jadi seperti apa dunia ini ya. Kalo kata lagunya sih pasangan kekasih yang lagi berantem gak akan bisa maafan. Haha, tapi bukan itu intinya. Ya, seandainya kata maaf itu gak ada mungkin gak akan ada kesepahaman kali ya. Ketika kata maaf hilang, dan kita gak bisa menunjukkan seberapa menyesal atau seberapa inginnya kita berdamai pasti gak enak. Bakal jadi sedingin apa suasananya ya. Padahal manusia gak pernah luput dari salah. Berbuat salah dan kemudian saling berusaha memaafkan bukannya itu bagian dari warna yang ada di kehidupan ya? Perasaan saling mengerti dan memahami satu sama lain menurut gw pribadi gak pernah bisa lepas dari kata maaf. Sederhana, tapi ternyata memang nyata adanya. Itulah kata maaf menurut gw.

"moshimo kono sekai kara, aitai tte omoi ga nakunattara". Pernah inget saat masih kecil atau bahkan sekarang ketika liburan kita menantikan saat saat masuk sekolah. Bertemu dengan teman dan ngerusuh bareng. Atau saat kita lulus ada rasa 'ingin bertemu'. kangen dengan suasana yang tercipta dan main bareng. Menciptakan kenangan sebanyak - banyaknya. Dan ketika akhirnya bisa bertemu lagi setelah sekian lama, kira - kira seperti apa rasanya ya? Seandainya perasaan ingin bertemu itu hilang, seperti apa ya dunia ini? Mungkin semua manusia hanya akan diam tak bergeming. Enggan bertegur sapa, enggan memcipta kenangan. Hanya menatap nanar kejauhan, dan sepi tiada akhir yang mengisi kehidupan.

'Seandainya' sendiri merupakan satu kata, hanya kata. Seandainya, if, moshimo. Dan kata - kata yang semakna dengan kata seandainya gak ada. Bahkan kita kehilangan kemampuan untuk berandai - andai dan bermimpi. Mungkin gak akan ada istilah mimpi yang menjadi nyata. Karena pada dasrnya tak pernah ada mimpi. Bagaimana bisa bermimpi ketika kita bahkan tak mampu berangan - angan?

Bahkan ketika kata 'seandainya' gak ada. Mungkin kita gak akan pernah sadar akan pentingnya sesuatu hal. Gak akan pernah sadar dan mengerti tentang hal - hal yang terjadi di sekeliling kita. Bahkan bisa aja kita jadi manusia yang apatis, tidak peduli, dan egois. Mungkin kita tidak akan pernah mengerti kata kehilangan dan bersyukur. Hahaha.

Kok sedih ya. Ternyata banyak yang terlupa selama ini. Apa rutinitas sebegitu menyita ruang benak, sehingga hal - hal sesederhana itu menjadi terlongkap. Kita selalu melihat puncak gunung di balik awan, tapi tidak memperhatikan sekumpulan bunga yang hampir kita pijak. Yah, mungkin kita hanya kurang menyimak. Menganggap hal - hal adalah hal yang biasa. Rutinitas yang biasa, terlalu biasa, hingga akhirnya kita lupa bahwa semuanya memiliki makna. Kayak kata lagunya fiersa "sangat dekat, tanpa sekat, tapi terasing". Sesuatu yang lekat itu kadang sering kita lupakan mulanya, sehingga kita lupa bagaimana caranya bersyukur.

Yah, review bentar. Ini kenapa gw suka lagu ini. Sederhana. Tapi pas kita berusaha menelaah makna nya, ada decak "oh iya ya kok gak kepikiran". Itulah kenapa gw suka. Karena lagu ini mengajak kita untuk berpikir, memaknai hidup, dan bersyukur. Hahaha.

Udah ah gaje nih gw. Materi kebijakan perundang - undangan kehutanan udah manggil minta dibaca. Well, see you O(∩_∩)O

**Terima kasih buat semuanya, terutama buat hidup dan kenangan yang ada :)

"Kalau kau tak mampu menjadi jalan raya jadilah saja jalan setapak, tapi jalan setapak yang mengantarkanmu pada mata air."

ini salah satu isi dari buku suci yang paling gw suka. Karangan taufik ismail judulnya kerendahan hati. Kenapa? Alesannya sih sederhana karena puisi ini berkesan. Seperti judulnya, kerendahan hati, puisi ini mengajarkan kita untuk menjadi apa sebaik - baiknya diri kita. Intinya adalah saat lu ingin menyumbangkan sesuatu, ingin memberikan kontribusi gak perlu jadi orang lain. Gak perlu lebai. Dan gak perlu rebutan kekuasaan. "Jadilah saja sebaik - baiknya dirimu". Kita punya lapaknya sendiri. Punya sesuatu yg khas. Kita manusia berbeda karena memang ada yang bisa kita kerjakan tapi orang lain gak.

"Bukan besar kecilnya jabatan yang menentukan tinggi rendahnya dirimu". Memang bukan. Walaupun banyak sekarang yg berpikir jabatan, strata, kasta adalah penentu harga diri, kesuksesan, kehidupan. Menurut gw sih gak kayak gitu juga. Berada di jabatan terendah pun, tugas gak penting sekalipun selama kita ngerjain itu sepenuh hati, dengan niat yg baik pula itu udah kontribusi yg besar. Ibarat rumah kan gak langsung jadi bertingkat, harus bkin rangka, di cor dulu. Hal besar ya dimulai dari hal - hal yg kecil juga. Gak perlu kan rebutan kekuasaan? apalagi kalo cuma mau menangin satu golongan atau mau memperkaya reputasi diri doang. Haha

Yah, cuma pemikiran doang sih. Ntar kalo udah kembali ke komputer gw insert full puisinya. Haha. well, see you

Taufik Ismail - Kerendahan Hati
 
Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan
Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

Apa yang kalian rasakan ketika mata kalian menyapu sebuah pemandangan yang Maha luas, Maha gagah. Desah nafas tersengal yang berhenti seketika. Menatap takjub pada alam yang diciptakan Sang Pencipta. Subuh yang datang lebih cepat dan fajar yang perlahan muncul di balik awan. Ini bukan masalah ada di atas atau si bawah awan. Sejauh apapun kau melangkah itulah pencapaianmu.

Pada puncak - puncak gunung yang tak pernah sendiri. Bertautan di kejauhan dibalik selaput tipis awan. Mata yang dapat melihat puncak - puncak yang kelak akan kau sambangi. Menyembul di balik awan. Berderet. Dan nafas tersengalmu itu tak berarti dibalik keindahan yang kini menyeruak memenuhi hatimu. Matamu penuh dengan haru. "Gw gak nyangka gw bisa", kataku berulang kali. Berulang kali ku pandangi edelweiss dan cantingi. Lekat karena ku tahu aku tak akan bertemu dengannya lagi di bawah.

Inikah alasanmu tak bisa berhenti menjelajahi puncak - puncak tertinggi? inikah alasanmu mencintai negara kita?

Kata orang negara kita bobrok. Aku ingat kau tersenyum dan berkata "tapi ini tanah kita, dan aku mencintainya". aku mengerenyitkan dahi dan berpikir kau aneh. Tapi di puncak ini aku mengerti. Ini yang kau lihat. Ini yang kau rasakan. Dan aku buta pada gemerlap lampu kota. Melupakan bahwa kekayaan bukan hanya soal gedung-gedung pencakar langit, mal serba lengkap, dan mobil serba mewah. Kekayaan juga bisa berarti ini. Apa yang aku lihat adalah bukti kekayaan itu sendiri. saat ini, detik ini. Inilah milik kita, kejayaan kita. Ia tak pernah pergi dan tak pernah runtuh. Ia hanya menunggu kepedulian kita, untuk suatu hari datang dan mengabdi padanya.

**Sori lagi aneh. Gak tau kenapa idenya lncar. Haha. Efek 5 cm dan kisah pendakian sama kisah bersama rakyat sagapak. Haha

Hei there! 2013 Tiba dalam penanggalan masehi ini artinya tahun yang baru lagi. Suasana kota penuh dengan hingar bingar tahun baru. Gw sendiri gak bisa tidur karena kembang apinya keterlaluan banyaknya. Entah gw jadi mikir ternyata biarpun indonesia masih dalam katagori negara berkembang tapi ternyata negara dan rakyatnya punya duit lebih yaa. Sampe dipake buat bakar bakaran begitu. Aniwei, bukanya kontra tapi ya mbo lebih di kontrol aja. Jangan sampe kebanyakan. Inget segala sesuatu yang berlebihan itu gak pernah berakhir baik. Bahkan dalam beribadah kita dituntut seimbang dengan dunia bukan? Harus dikoordinir lgi lah mainan kaya gitunya. Masalahnya gandeng juga bro. Kalo ada yg lg sakit gimana coba.
 
Yah tapi udah lewat juga jadi biarin aja dah.Tahun baru di masehi ini waktunya kita bikin rencana kerja pribadi. Hahaha. Harusnya sih gw buatnya pas tahun baru islam tapi gw selalu lupa. Yah gak papalah sama sama tahun baru ini. Jadi sepertinya gw harus me list 'akan apa' gw di 2012 ini. Biarpun masih random gak ada tujuan juga tapi ya buat aja deh. Setidaknya apa yg gw mau lakuin saat ini. 

Yang jelas resolusi 2013 ini gw harus lebih mengenal indonesia. Jadi ya di tahun ini juga harus mengenal dan menjelajahi tempat baru. Semeru? pengen sih. Yah semoga suatu hari jadi rejeki gw. Resolusi selanjutnya adalah menentukan topik skripsi tentunya. Biarpun masih terlalu awal juga buat gw, setidaknya lebih baik daripada galau di belakang.
Resolusi selanjutnya kayaknya untuk salam risgabo deh. Niat dan pengennya sih lebih bisa nemenin ade ade gw di sana. Haha. Gak tau deh ya bisa atau gaknya gimana. Semoga jadwal kuliah mendukung. ╰( ̄▽ ̄)╭

Terus buat kuliah ya pengennya mampu mempertahankan 'rajin mencatat, memperhatikan, dan gak tidur' sampai akhir uas. Jangan cuma sampe uts aja. Haha. Dan semoga gw bisa ngerti pwh yeaaaaay! *ngarep. Dan tentunya fmsc taun ini berjaya. Harus itu. Pokoknya fmsc harus bangkit biar d bawah tekanan sekalipun. Hehe.

Apalagi ya resolusinya? hmm gak ada. Pokoknya taun ini harus lbh baik dari tahun lalu. Semangaaaaat! o(^^o) (o^^)o

Satu lagi sebelum post ini diakhiri.

SELAMAT DATANG ANGKATAN 26 --- WISESA SUMAPALA~~~

Seperti arti dari nama angkatan kalian pemimpin yg rendah hati. Semoga kalian juga bisa menjadi pribadi yg rendah hati yaa. Titip rumah kita ╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!

Malam semua, kelihatannya gw bakal nginep di sekret FMSC gak tau juga sih. Hahaha. Di sini seperti biasa numpang nge wifi dan melepas hening. Di sini rame, ada ketua baru si Reza, sama Doyok yang lagi main catur. Danu yang lagi ngeliatin mereka main catur. Tyas sama Wulan yang masih anteng ngerjain hidro sambil numpang nge-print. Rasanya sih sejak kepengurusan Reza, rakyat jadi lebih sering nongkrong di sekret FMSC. Yah mau gimana lagi, di sekret ac ada, kipas ada, printer ada, wifi ada. Paling yang gak ada wc doang. Hahah. Yah tinggal ke wc cowok aja sih pasti ada air. Di kosan enak juga sih, tapi di sini juga enak. Liatin anak - anak becanda. Lucu aja. Hahaha. Apa sih gaje. Gw sakit perut sekarang. Yah, banyak pikiran kali ya. Hm hmm. Pokoknya sih besok kuliah jam 7, dan sekarang malah di sekret au deh bisa balik apa kagak.

Ahhhh. Gak ada bahan omongan. Lagi bingung banget kayaknya gw. Aneh kan gw? Emang lagi ilang banget gw. Mau ujian aja belum ada prepare. Ahh udah ah.
Malam yang sama seperti hari - hari yang lalu dan hujan yang sama lagi di kota hujan. Menyusuri trotoar pajaran di bawah rindang pohon mahoni. Melangkahkan kaki pada lokasi - lokasi yang tak asing. Menunggu angkot yang mengantarkanmu pada tujuan yang mengantarkan pada pertemuan - pertemuan yang biasanya. Pemandangan yang sama yang bisa kau lihat pada jendela - jendela angkot. Temaram lampu yang berkelip di kejauhan. Mobil hiruk pikuk ramai memadati jalan oto iskandar hingga tugu kujang yang berdiri dengan kokohnya.

Jalan - jalan yang kerap kali terlalui. Jalan yang menjadi penghubung kenangan - kenangan. Kenangan bertemu dan berpisah. Kenangan yang terus melaju seiring dengan kepergian waktu. Terbawa seiring hujan yang terus datang silih berganti. Hujan lagi dan tanpa bintang di malam rasanya sudah tidak asing. Hanya lampu kerlip riuh bangunan - bangunan besar yang menyapa.

Sesuatu yang biasa, terlalu biasa, hingga lupa sudah berapa lama semua ini menjadi biasa.


Fiersa Besari (ft. Naluri) - Kisah Semu

Ringkihku terbias pada kisah semu
Manisnya tersamar dan tak bermuara
Bergumul dalam rasa yang begitu nyata
Sangat dekat, tanpa sekat, tapi terasing

Dalam senyap kau dan aku
Saling merindu namun terpisahkan keadaan
Kita hanya dua manusia 
Berharap bersama meski tak mungkin

Menepi di pelataran senja dan terdiam
Senja menertawakan kau dan aku

Dalam senyap kau dan aku
Saling merindu namun terpisahkan keadaan
Kita hanya dua manusia 
Berharap bersama meski tak mungkin

Rindu ini meradang, tak berarah, dan tak hilang

Kemana harus melangkah? Sementara kita tak berkisah
ehem, postingan gak penting dulu. Sekarang gw lagi di sekret fmsc numpang wifi dan seperti biasa di hari selasa waktunya ks CS di sini. Hahaha. Angkatan 46 pada khusyuk banget main cs -____-. Yah ada juga yang melakukan aktivitas lain sebenernya. Aniwei, untuk kali ini gw cuma mau nulis


Selamat Atas Terpilihnya FAREZA DITYA ARYANTO sebagai ketua FMSC kepengurusan 2012/ 2013



Haha. Selamat menjalankan amanahnya, buat temen - temen yang lain semangat jugaa :D
Hidup adalah soal memaknai nya.

Memaki pada hal yang berjalan tak sesuai dengan rencana. Atau merasa bahwa dunia tidak adil rasanya hal yang tidak bijaksana. Hidup adalah soal memaknai. Tentang bagaimana kita memandang nya. Apakah kebahagiaan adalah sesuatu yang harus terus menerus tersirat dalam nyata. Bukankah kebahagiaan dapat berupa kasat mata pula?

Gagal adalah sesuatu hal yang kerap kali menjumpai diri kita. Jatuh saat berjalan saat kita masih balita juga merupakan bentuk kegagalan bukan? Bukankah kebahagiaan orang tua adalah ketika melihat kita berhasil berjalan setelah berkali - kali terjatuh.

Ketika hati kita terluka dan kita menangis. Terkadang akhirnya kita mengambil keputusan untuk menjaga jarak atau bahkan memutus silaturahmi. Pertanyaanya adalah mengapa? Bukankan saat hati mulai terbuka, dan kita mulai berani membentangkan sayap- sayap hati, artinya kita sudah siap untuk terluka? Bahkan dalam kesedihan akan luka hati, bukankah ia juga telah mendatangkan beribu cerita manis dalam hidup kita?

Hahaha. Rasanya semua ini patut kita renungkan dan tertawakan. Saat kita hilang kendali dan terjatuh, terluka, dan menangis kita justru menyalahkan semua hal. Bukankah apa yang terjadi merupakan keputusan yang telah kita ambil? Bukankah kebahagiaan hadir setelah luka? Kenapa kita harus terburu - buru mencari kebahagiaan yang dipaksakan? Pada dasrnya ketergesaan itu datangnya dari setan sedangkan perlahan datangnya dari hati nurani, begitu kata buku yang saya baca.

Hidup adalah soal memaknai. Bahkan ketika kesedihan pun bisa menjadi hal yang membahagiakan ketika kita melihatnya dari sudut pandang lain. Kenapa pula kita harus terjebak pada kesedihan yang kita buat dalam pikiran kita sendiri? Rubahlah mindset dan semesta akan bergerak pada energi - energi positif yang kita buat. Maka bangkitlah, dan tersenyumlah. Ubah makna dalam setiap perjalanan hidup kita ke arah yang positif. Sesungguhnya kebahagiaan sejatinya adalah sesuatu yang kita ciptakan. Karenanya janganlah ragu untuk melangkah, jejakkan kakimu, dan mulailah berjalan dengan kakimu sendiri!


When life tries to knock all the wind out of you
You've got to roll, roll, roll with the punches 
If all life offers is black and blue 
You've got to hold, hold, hold your head up high 
When life tries to knock all the wind out of you 
You've got to roll, roll, roll with the punches 
If all life offers is black and blue 
You've got to roll, roll, roll with the punches
Lenka - Roll With the Punches 



credits: LenkaVEVO
Thanks for the Sweet moment :'D

Mulyadi -- Tiwi -- Arun -- Rama
Joss -- Dita -- Okjong -- gw

3A - 2 JOSSSSS!!!!!!

---Terlalu banyak yang tak bisa terkatakan. Sebelas hari kita menjamah alam. Menertawai atau menertawakan. Membantu atau apatis. Kita adalah kita apa adanya pada alam yang melantunkan senandung kehidupan. Kita adalah para penyendiri yang disatukan dalam naungan alam. Pada purnama Pangandaran, pada kabut Panjalu. Pada kisah yang menggantikan kegelisahan pada diri. Pada kisah yang layak untuk dikenang. Terima kasih, pada cerita kehidupan yang telah kalian ajarkan. 

Cagar Alam Pangandaran - Suaka Margasatwa Gunung Sawal
1 - 11 Juli 2012 
Pagi semua. Hari ini di kamar kos an baru gw. Haha. Lagi males aja buat pulang. Akhir minggu ini gw sibuk dengan rapat - rapat. Anehnya ada 4 kegiatan yang udah masuk list. Kelihatannya gw gak berniat nambah lagi. Aktivis sih aktivis, tapi tetep ada kewajiban kuliah kan tetep. Haha. Gw juga butuh refreshing, semacam jalan - jalan gitu, tapi keliatannya jadwal di depan mata udah numpuk. Anwei gw gak sabar buat cepet - cepet praktikum lapang P2EH, kelihatannya menarik. Minggu depan rasanya pengen pulang, pengen leha - leha, tapi gak bisa kayaknya. Kamis mau nyari celana, jumat kelihatannya ada rapat. Dan ESM kayaknya udah dadah - dadah minta dicolek. Bahkan 4R yang masih jauh aja udah teriak - teriak minta diurus. Nyampah banget ya postingannya haha. Susah untuk mulai menulis kan, asli deh.

Aslinya gw lagi bingung sama banyak hal. Tentang apa yang gw ingin, dan apa tujuan gw. Dan beberapa hal bikin gw flashback gak mutu. Gw kesel juga sih kadang kenapa masih inget aja. Masalahnya gak penting aja sih buat diinget lagi. Haha. Yah tapi yang namanya ingatan itu gak mungkin bisa kehapus semudah ngedelet isi dari memori komputer lu. 

Cerita dulu deh. Agak sedikit melenceng dari pembicaraan awal, gw pengen ngomentarin sesuatu. Gw bingung sama remaja sore hari ini (bahkan generasi gw), kenapa sih sekarang dimana - mana sibuk dengan orang yang bilang "gw harus move on". Haha. Dimana - mana banyak  yang begitu, bahkan gw. Merasa kuat dan bilang semua gak apa - apa, dan seolah masa - masa yang gak enak itu memang ada buat dihapuskan. Dan setelah gw renungin lebih jau lagi, kenapa masa lalu harus dihapuskan? Kenapa harus pura - pura bisa melangkah padahal diri kita sendiri aja belum siap? Kenapa sih sekarang segala yang di dunia ini keliatan dipaksa untuk berjalan dengan cepat?

Gw heran aja. A little bit too mainstream for me. Semua ada proses dan ada waktu nya. Kalau mau marah dan emang udah gak bisa ditahan kenapa harus ditelen lagi? Kalau sedih dan mau nangis kenapa juga harus disembunyikan? Kenapa juga harus berpura - pura dewasa? Kalau yang namanya kedewasaan itu menyembunyikan dan menghapuskan segala macam bentuk emosi, bukannya menerima emosi itu sendiri dan mengerti, mending gak usah deh jadi dewasa. Makasih loh. Hahaha.

Gw lebih menghargai orang yang kalau lagi emosi nya udah gak tahan, dia ngeluarin emosi nya kemudian setelah dia tenang dia minta maaf dengan gentle. Daripada orang yang bilang "I'm okay" padahal "she/he isn't okay". Lebih manly aja menurut gw. Setuju sih, kalau sebagai manusia kita gak boleh egois. Harus pandai menempatkan diri. Mengendalikan emosi dan berbaur dalam kehidupan. Anehnya sekarang mengendalikan emosi hampir disamakan dengan yang namanya menghapuskan emosi. 

"move on" ah soal itu, musim saat ini. Kenapa ya kita jadi semakin pengecut akhir - akhir ini? Kenapa harus takut pada apa yang belum terkatakan? Selesein dulu lah masalahnya, baru lu maju. Yang sering gw perhatiin, sirkulasi nya bakal jadi gini,  move on yang terburu buru -- cari pengalih lain -- udah bisa lupa -- yang di move on in dateng lagi -- bingung lagi. Aduh makannya, beresin dulu lah baru maju. Dimana - mana juga dibilang, selesaikan lah urusanmu baru lanjut ke urusan lain. Akhirnya gw jadi mikir juga, kata Fahd -- kenapa rintik hujan harus dirahasiakan kepad bunga yang tengah mekar? Atau membiarkan yang tak terkatakan terserap akar tanaman? Apa itu yang namanya bijak?

Ah gak juga sih sebenernya. Menurut gw sih itu bijak. Hanya saja gak boleh selamanya rintik hujan dirahasiakan pada akar tanaman, tak selama nya pula yang tak terkatakan harus diserap akar tanaman. Tetep harus ada yang dikatakan tuan. Kalau emang ada waktunya sih mending bilang aja. Kita harus berani bilang meski kejadian itu udah lampau sekalipun. Dan menurut gw ini lah yang dewasa. Karena keberanian berkata gak semua orang bisa. Kayak kalau kita lagi berorasi di depan, gak semua orang punya kemampuan dan keberanian untuk maju ke podium.

Berani ya? Haha, mungkin lain kali gw harus menciptakan kesempatan kali yaa. Aniwei yang jelas, untuk saat ini gw terlanjur banyak kegiatan. Gw mau beresin dulu satu - satu. Kemarin ada yang bilang "banyakin kegiatan biar gak galau ya?", dan gw bilang "hahaha tau aja". Tapi anehnya gw semakin suka sama rutinitas ini, walaupun hampir sebagian besar ngembat masa privat gw. Gak juga sih gw batasin juga, kalau jenuh ya gw cabut dulu. Hahaa. Yah walaupun begitu dengan kesibukan kayak gini, gw gak mau sampai apa yang tak terkatakan terlupakan. Ada waktu nya kok, tapi bukan saat ini. Sekarang gw lagi mau menarik diri dulu untuk berpikir jernih baru mengambil keputusan. Hahaha.


Semua itu indah kok pada waktu nya. Kita nya aja yang gak sabaran. Kalau semua berlangsung cepat, mungkin gak ada yang namanya masa remaja, karena semua hal mungkin akan berjalan dari anak kecil dan dewasa saja. Kalau semua berlangsung cepat gak akan ge dapet temen - temen yang bisa diajak seneng ataupun susah. Gitu mirwan makanya santai aja, jangan galau. Hahaha. Waktu itu udah berlangsung cepat, jadi jangan sampai dipercepat lagi nanti semua yang tak terkatakan bakal cuma jadi busuk aja di sela - sela ingatan.


Hahaha. Udah ah, mau belajar lagi. See then :D