Showing posts with label IPB. Show all posts
Showing posts with label IPB. Show all posts
Penampilan Syaharani bersama dengan Idang Rasjidi pada Dramaga Jungle Jazz 2018, Bogor 9 September 2018. (Dokumentasi: MNH)
Bogor -- Dalam rangka memperingati hari jadi Fakultas Kehutanan IPB yang ke-60, himpunan alumni fakultas kehutanan kembali menggelar HAPKA XVII atau hari pulang kampung. Seperti HAPKA yang sebelumnya, HAPKA tahun ini juga dimeriahkan dengan adanya Jungle Jazz Festival. Perayaan HAPKA ini sendiri dihelat pada 8 - 9 September lalu di Fakultas Kehutanan, IPB, Dramaga.

Kegiatan ini diramaikan oleh berbagai kegiatan dan lomba yang dimulai sejak tanggal 8 September 2018. Acara tersebut yaitu Lomba Foto Lingkungan dan Hutan Nasional, Seminar Nasional, Fun Off Road, Run 4 Jungle, Goes Asik, penanaman pohon, lomba gaple, dan Musyawarah Nasional HAE IPB. Pada tanggal 9 September yang merupakan hari puncak acara HAPKA ini turut digelar pula bazar, pameran foto, penganugerahan wanabhakti award, demo minyak atsiri dan launching website forest digest. Selain itu, sebagaimana perhelatan HAPKA setiap tahunnya, acara ini ditutup dengan Jungle Jazz Festival yang diadakan pada malam harinya.

Meski acara baru dimulai pada pukul 19.30 WIB, semangat menjelang acara penutupan ini masih begitu terasa. Terlihat dari antusiasme para alumni mulai dari angkatan 1 hungga angkatan alumni termuda yaitu angkatan 51. Tak hanya para alumni, baik dosen dan mahasiswa fakultas kehutanan pun turut menikmati jalannya acara ini.

Acara dibuka dengan penampilan ExE Band yang merupakan band jazz amatir yang dibentuk oleh para alumni fahutan IPB. Grup ini terdiri dari multi angkatan fahutan IPB yang terdiri dari Sri Nawangsih Ernawati (E25), Daud Kusna Irawan (G31), Yoga Hadiprasetya Wandojo (E41),  Iqbal Nizar Arafat (E47), Yuni Rismelia Buntang (E47) sebagai vokalis; Adrian Bestari (E23) pada bass;  Desi Suyamto (E26) pada drums; Iwan Tri Cahyo Wibisono (E31), Kasuma Wijaya (E31) pada gitar; Ginny Wening Galih (E48) sebagai vokalis dan pemain trumpet; Tabah Arif Rahmani (E55 PMDSU) pada saxophone; Aryo Adhi Condro(E55 PMDSU) sebagai keyboardis, dan Librianna Arsahanto (E33) sebagai manager.

Usai penampilan EXE Band, sederet artis turut diundang dalam memeriahkan Jungle Jazz Festival. Salah satunya adalah musisi Senior Idang Rasjidi yang selalu setia memeriahkan hari peringatan Fakultas Kehutanan IPB. Selain itu turut hadir pula Syaharani, Rika Roeslan, dan Ello.

Grup ExE yang turut meramaikan Dramaga Jungle Jazz. (Dok: Fahutan IPB)

Kemarin saya sempat berbincang dengan seorang pengamat ekonomi pertanian. Ya ilmu, saya ini memang masih dangkal, untungnya beliau sabar menerangkan.

Ada peristiwa menarik yang terjadi di sektor pertanian dan kehutanan kita. Ini bukan masalah baru juga sih. Tapi rasanya selalu dianggap nomor antrian terbelakang rasanya.

Kebanyakan petani yang baik yg bergerak di pangan, hortikultura, ataupun pangan merupakan generasi tua. Mungkin masuk ke generasi baby bloomer atau generasi X. Sementara untuk genersi y, rasanya sudah tidak banyak.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Aliansi Desa Sejahtera jumlah rumah tangga petani pada zaman SBY adalah sebanyak 25,76 juta, sementara untuk rumah tangga petani gurem 14,23 juta. Dari jumlah ini mayoritas usia petani ada dia atas 34 tahun dengan persentasi 87,15 persen, sisanya baru di bawah 34 tahun. Rata rata umur petani yang ada adalah umur 52 tahun.

Generasi mudah, atau generasi y. Kelihatannya banyak yang tidak tertarik kembali ke ladang nya. Sarjana pertanian juga mengkonversikan pekerjaan mereka ke kota kota besar. Kalau dipikir dengan majunya teknologi saat ini mampukah petani kita bertahan di tengah gerusan industri pertanian, atau yah food estate negara maju?

Di Jepang misalnya, tak seperti Indonesia, lahan di Jepang sangat terbatas. Generasi tua pun lebih banyak daripada generasi mudanya. Lahan pertanian di negara ini dikabarkan 13 persen dari luas areal Jepang.  Lahan lahan pertanian berada kebanyakan di kaki gunung dengan kemiringan sekitar 20 derajat. Dengan luasan minimal pertanian sekitar 1,2 ha Jepang mampu mengintesifkan lahan pertaniannya. Bahkan pada 1998 tercatat jepang memiliki 2,2 juta traktor. (national encyclopedia)

Kalau dipikir, jelas dari sumberdaya kita menang. Dengan luasan negara kita yang berkali kali lipat ditambah dengan tanahnya yang subur. Namun, apa yang menyebabkan pertanian kita terhambat. Bahkan pada zaman SBY impor pangan mencapai 34,6 persen.

Ada banyak faktor tentunya. Salah satunya adalah tidak adanya penyuluh pertanian. Ini bukan penyuluh biasa yang direkrut musiman, melainkan penyuluh yang ilmunya benar benar mumpuni.

Sekali waktu saya pernah berbincang dengan seorang teman yang pernah menjadi penyuluh 'dadakan'. Dia bilang bahwa petani lebih banyak tau darinya, dan ia kesulitan menjawab.

Program di kampus soal penyuluhan memang sering diadakan. Tapi kadang acara semacam ini kerap kali tidak direncanakan secara matang. Maksud saya hanya untuk mengejar target pelaksanaan acara.

Kenapa tenaga penyuluh ini jadi penting? 

Kembali lagi ke generasi, kebanyakan generasi y dan baby bloomer adalah orang yang lahir ketika teknologi baru diciptakan. Di Indonesia juga sangat jarang dari para petani yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi atau mengenyam pendidikan teknologi pertanian. Yah walaupun bukannya ga ada, saya pernah liat ada sosok sarjana yang bekerja di ladang di nusa tenggara sana.

Kemajuan teknologi tentunya mutlak dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Selain itu, kemampuan berekonomi pemahaman soal pasar, regulasi juga merupakan hal yang harus dipahami. Tentunya ini agar mereka tidak dipermainkan oleh mereka kalangan elit.

Penyuluh berperan penting dalam mensosialisasikan teknologi dan ilmu yang mereka punya. Tentunya ini bukan hal yang mudah. Karena segala hal yg berkaitan dengan alam tak pernah sesederhana itu. Soal tanah, iklim, varietas, pemupukan, ekonomi harus lah dikuasai para penyuluh.

Kementerian Pertanian tahun ini kembali menyalurkan bantuan alat mesin pertanian. Namun, ini tentunya tidak akan efektif tanpa pendampingan cara penggunaannya. Belum lagi untuk perawatan mesin, sumber bahan bakar. tentunya Ini harus jelas. Pemerintah tidak bisa serta merta memberikannya pada kelompok tani tanpa pendampingan.

Apalagi saat ini koperasi pertanian juga banyak yg belum berjalan dengan baik. Masalah lama adalah petani sering menjual kepada tengkulak. Kadang jual beli menjadi tidak adil dalam hal harga. Mereka tahu tapi tak punya pilihan lain. Dan lagi lagi nilai tukar petani semakin berkurang.

Saat berbincang dengan seorang pengamat, ia mengatakan belum ada penyuluh yang benar benar paham di lapangan. Integrasi dengan perguruan tinggi juga kurang. Tapi anehnya pemerintah melupakan ini dan langsung melangkah jauh ke kedaulatan pangan sebagai tujuan.

Tak ada yang salah dalam menetapkan kedaulatan pangan sebagai tujuan. Namun kedaulatan pangan itu berbeda dengan swasembada. Swasembada hanya masalah produksi bukan kesejahteraan. Untuk swasembada pun petani di lapang butuh pengetahuan soal teknologi dan ilmu lain yg menunjang pengembangan sektor pertanian.

Jadi kapan petani mendapatkan hak pendampingan yang layak? Apa sampai sektor pertanian mati total?

Entah.

*) self reflecting, saya pertanian oke kehutanan yang melenceng ke jurnalistik hahaha. mungkin saatnya kembali? hahahaha. entah

To Infinity And Beyond! -- Buzz lightyear
Nope, ini tidak ada hubungannya dengan film toy story, gw juga gak mau nulis soal resensi film toy story. Well, hari ini beberapa temen gw wisuda. Termasuk temen sekamar gw, I will miss you depe and ulpaah~. Huu sedih. Yah jadi bisa dibilang tulisan hari ini gw tujukan untuk mereka berdua.

Pertemuan dan perpisahan adalah hal yang tidak terhindarkan mau gak mau memang harus diterima. Buat gw pribadi sejak pisah kontrakan kita memang jarang kontak - kontakan. Bukannya gak peduli lebih karena ada dunia masing - masing yang kita jalani, tapi begitu denger mereka mau wisuda ada rasa sedih, bukan sedih dalam konotasi negatif tentunya. Mungkin lebih ke sedih terharu kaya "wow temen sekamar gw bisa wisuda ikutan kloter pertama wisuda!", sama "Ah, yah pisah deh". Lucu kan, padahal gak pernah ketemu lagi, cuma kadang - kadang ketemu di jalan and we just say hi and just it. Kata orang yang namanya kenangan membekas walaupun kita jarang bertegur sapa toh selama memori itu masih ada ya selama itu pula keberadaan mereka tetep ada dan penting. Karena bagi gw pertemuan dengan seseorang merupakan salah satu faktor yang bisa merubah masa depan lu. Well, itu kata komik yang gw baca sih, tapi sejujurnya gw cukup menyetujui pendapat itu.

Banyak komentar gw buat mereka berdua, sejujurnya gw gak pernah bener - bener mengenal mereka. Gw ini anak asrama kategori bandel. Hobi gw pulang tiap akhir minggu, tapi kita seasrama dan se kontrakan dua tahun. Dan tentunya mengenal sesorang dalam waktu dua tahun gak akan cukup. Tapi selama dua tahun itu ternyata cukup banyak ya memori yang kita buat. 

Secara garis besar kata yang bisa mewakili kita adalah cuek. Kita semua super cuek, yang paling cuek gw rasa depe. Haha. Kita punya hobi yang berlainan walaupun sekamar suka boyband korea kecuali ulfah sih, tapi diantara kita semua gak ada yang suka boyband yang sama. Kita megang bias masing - masing tanpa saling menjelek - jelekkan satu sama lain. Lucunya adalah kasur kita penuh dengan identitas diri kita, depe dengan poster 2pm nya, nia dengan poster big bang nya, gw dengan poster SS501, dan ulfah dengan rangkuman pelajarannya. Sejujurnya kamar kita penuh warna dan b* bergelantungan (itu kerjaannya depeeee~) hahaha. Berhubung diantara kita gak ada yang rewel banget jadinya kita bisa berjalan dengan adem ayem hahaha, walaupun sifat cuek kita emang gak baik sih haha.

Tapi, sejak di departemen kita jarang kumpul karena kesibukan masing - masing. Kita semua cendrung suka berorganisasi soalnya haha. Ditambah miro temen sekontrakan kita juga yang sama aja cueknya. Dan sekarang ya inilah, waktunya kita menjalani hidup masing - masing. Sedih, jelas. Mungkin komunikasi kita bakal jauh lebih jarang dari sekarang. Gak bakal lagi gak sengaja ketemu di jalan and say hi. Gak tau kalian bakal dimana setelah ini, melanjutkan s2 kah? atau kerjakah? Kalian bakal kerja dimana gw juga gak tau karena gw bukan cenayang. Kalian bakal terjun ke dunia nyata untuk pertama kalinya gw, miro, sama nia nyusul belakangan. Yah miro bentar lagi nyusul sih. Rejeki gak ada yang tau, jadi semangat buat kalian.

Dimanapun kalian apapun yang kalian lakukan semoga itu merupakan yang terbaik buat kalian. Lebih baik lagi kalau kalian bisa seneng ngejalaninnya dan orang lain juga seneng dengan apa yang kalian kerjakan. Nyari pekerjaan memang susah apalagi kalau mau sama yang sesuai idealisme, gw gak paham tapi sedikit banyak gw tau dikit. Susah memang tapi kehidupan memang gak mudah. Semoga kalian bisa sukses Depe dengan gelar sarjana tekniknya dan ulfah dengan gelar sarjana pertaniannya. Mau jadi apapun terserah kalian, yang penting kalian seneng ngejalaninnya. Sukses ya buat kalian~ semoga kalian selalu mendapatkan yang terbaik. Jangan buru - buru nikah yak, tunggu gw wisuda dulu baru nikah hahahaha.

Dari temen sekamar kalian yang paling keren dan kece
We are two very different people, so much to overcome. So why care for one another, when there's so much to be done. Cause sometimes it's necessary, just look how far we've come. You could say my friend that, it's the end or a new tale has begun -- We Are One, Westlife
Mungkin gak cukup kalau cuma sebongkah, tapi jujur gw bingung harus mulai dari mana untuk menceritakan kisah ini. Ini kisah tentang perjalanan gw di kalimantan, kisah yang bakal gw inget dan harus gw inget baik - baik. Bukan karena paksaan, tetapi lebih kepada rasa dan kesan yang masih tertinggal di sana. Gw pernah denger kalau orang jawa sebaiknya gak ke kalimantan karena takut gak bisa balik nanti, atau gw juga denger jangan minum dari air sungai di sana kalau gak kita bakal terngiang - ngiang tentang kalimantan. Walaupun bukan orang jawa tulen, tapi di dalam darah gw mengalir darah Jawa dari ayah gw dan well gw menginjakkan kaki di tanah kalimantan. Dan untuk minum air sungai? Dari mana lagi sumber air minum kalau bukan dari sungai Barito, and yes I drank it. Aniwei, toh gw bisa balik lagi, tapi memang kesan dari kalimantan masih terngiang - ngiang hingga sekarang terlepas dari gw minum air dari sungai barito ataupun enggak.

Kata orang dimana ada pertemuan di situ ada perpisahan. Sama seperti sebuah kisah lainnya perjalanan gw di Kalimantan juga harus diakhiri. Awalnya gw gak nyangka kalau sebuah perpisahan yang pertemuannya hanya gw lakukan dalam jangka waktu satu bulan bisa membuat gw sebegini sedihnya. Cukup aneh. Mungkin karena gw terlanjur kagum dengan keramahan dan juga ketegaran mereka. Hidup di dalam hutan, jauh dari keluarga tanpa sinyal, hidup seadanya, gaji - yang tidak bisa dibilang kecil- tetapi sering dirapel beberapa bulan. Secara pribadi, gw menemukan keluarga di sini. Keluarga yang begitu hangat sejujurnya.

Gw bingung harus mulai dari mana. Mungkin kenyataan gw nangis diem - diem di balik sleeping bag pas malem perpisahan dan hampir nangis pas mau ninggalin camp memang gak bisa dihindari. Well, gw udah nangis sebenernya tapi gw tahan karena sekali keluar, gw tau gw bakal sesegukan (parah). 

Kadang meski udah di Bogor gw masih kepikiran dengan mereka yang ada di camp sana. Masih pengen nangis juga kadang - kadang. Hari itu ketika gw bangun di pagi hari, sehari setelah gw kembali di bogor, paginya gw terbangun terlalu pagi karena terlanjur terbiasa bangun pagi di camp. Saat bangun hal yang gw denger adalah suara berisik anak TK yang akan masuk dan juga bunyi lalu lalang kendaraan. padahal hari sebelumnya yang gw denger masih suara owa-owa (mamalia) dan suara burung yang membangunkan di pagi hari. Gw bangun di kasur bukan di atas kasur palembang dan sleeping bag yang gw gunain karena tidur di lantai. Langit - langit kamar gw triplek yang dicat putih bersih, bukan triplek yang belum di cat yang banyak debu bergelantungan di sana. Gak ada lagi suara kayu berdecit ketika menginjak lantai, yang ada hanya lantai - lantai yang dibalut oleh triplek. saat membuka mata di pagi hari pohon paling besar yang dapat gw lihat hanyalah sebuah pohon nangka tua, tak ada lagi hamparan kawasan lindung yang dibalut oleh pekatnya kabut pagi hari. Gw terbangun pagi hari dalam hening yang ramai. Gw bisa mendengar berbagai aktivitas manusia di pagi hari, tapi rasanya semua itu adalah ramai yang semu seolah menjelma hening. 

Bel masuk berbunyi setiap jam 7 pagi, menandakan jam masuk kantor. Mekanik dan operator biasanya sudah siap sebelum jam 7 pagi, mereka mulai berkumpul untuk mengambil makanan. Beberapa di antaranya duduk di kursi malas sambil menyeduh kopi pagi hari. Dan gw seperti biasa akan keluar kamar menyusuri teras kamar - kamar panggung menuju wc untuk buang air besar sambil menahan agar tidak keluar sembarangan muatan perut itu. Beberapa pekerja akan menyapa, dan pak narto - salah seorang mekanik- akan berkata "ndok wes adus?" (nak, udah mandi?). Awalnya gw bakal mengerjap bingung, hingga gw tahu artinya kemudian dan seperti biasa jawabannya hanya cengengesan karena gw belum mandi. seolah menjelma rutinitas selalu begitu hampir tiap pagi. Gw akan keluar menuju wc dan di sana pak narto duduk di kursi malas yang panjang mengobrol dengan mekanik lain sambil merokok dan minum kopi. 

Karena tidak banyak kegiatan yang bisa kita lakukan seperti biasa gw cuma bakal berada di kamar seharian entah melakukan apa. Dan tepat jam 11 bel istirahat siang berbunyi. Segenap pekerja baik pekerja lapang maupun pekerja kantor akan menuju dapur mengambil makan. Pak heru dan pak mamat termasuk diantaranya. Keduanya merupakan kabag tuk dan kabag perencanaan. Pak heru alumni Fahutan angkatan 26, seperti apa orangnya? selayaknya semua senior gw bisa katakan kalau pak heru iseng. Sebagai anak kuliahan tentunya makan jam 11 itu terlalu pagi karena nya kita jarang langsung mengambil makan. Pak mamat yang semangat ke dapur akan melirik kita dan berkata "makan - makan" sambil tersenyum. Kemudian gak lama pak heru akan muncul dengan gundukan nasi nya. entah lah pak heru memang kuat sekali makan dan tidak pernah menjadi gemuk anehnya. Ia akan tertawa dengan tawa isengnya "tambah - tambah", walaupun saat itu makanan yang beliau bawa belum habis. Well pak heru akan nambah kalau dia pengen dan sering sebenernya.  seperti biasa gw baka bilang, "makan aja belum masa tambah paaaak". Dan hampir selalu begitu bahkan malam juga. Seolah mantera kata 'makan - makan' dan 'tambah - tambah' menjadi kata yang berkesan dan menjadi candaan di antara kami hingga sekarang.

Saat ke lapang kami akan ditemani oleh pak selamet. Seorang kabag pembinaan hutan, tubuhnya sedikit tambun walaupun begitu tak seperti pak heru beliau susah makan dan hampir selalu sakit darah rendah. Pak slamet dimandatkan untuk menjadi pembimbing lapang kami. Hobinya adalah tertawa, mukanya yang selalu dihiasi senyum tentunya bukan hal yang mudah dilupakan. Pak Slamet luar biasa kemampuan masaknya, kami diajari cara membuat combro, makanan kesukaan gw suatu saat tentunya gw harus mempraktekkannya. Tangannya pah slamet ajaib tidak hanya menanam tapi memasak pun beliau hebat. Sambil berbuat iseng pak slamet sering tertawa "yihhiyyyy~" dengan muka isengnya dan berbagia tingkahnya yang bikin ketawa. Yang jelas banyak hal yang membuat kita tertawa karena pak slamet. Tapi gw juga sering kesel karena pak slamet paling susah di suruh makan. Gw masih inget di camp usi pak slamet susah makan dan susah tidur akhirnya pagi nya pak slamet kena darah rendah. Walaupun sering tertawa gw masih inget hari terakhir itu pak slamet ada di koridor duduk. Hari itu masih subuh kita berniat pulang. Mungkin perasaan gw aja tapi pak slamet seperti hendak menangis. "pak gak ikut ke logpond nganter kita?" "gak muat mobilnya" dan pak slamet duduk sambil mengahadap ke depan. Mungkin saat itu pak slamet menahan tangisnya dan gw tentunya menahan tangis gw juga. atau mungkin itu cuma perasaan gw saja tapi yang jelas gw merasa sedih. 

Kalau mau gw ceritain tentunya masih banyak lagi yang bikin gw merasa nyaman dan betah di sini. 

Pak roni yang sunda pisan, gw masih inget pas IHMB bukannya bantuin gw malah ngegosip sama pak roni dan pak roni malah bikin guratan namanya di pohon. Sayangnya waktu kita pulang pak roni lagi cuti jadi belum sempet pamit. Pak juanda beliau juga alumni, tapi gw lupa angkatan berapa karena pas kita dateng pak juanda cuti dan kita pulang gak lama setelah pak juanda balik. Tapi pak Juanda baikkkk banget pas mau pergi beliau minjemin kipas anginnya buat kita - yang akhirnya dibajak cowo - cowo jahanam itu. Dan pas balik kita dikasih rendang huhu, kebahagiaan hidup di hutan adalah ketika dapet daging sapi. Pak edi, bapak satu ini dulunya pembimbing lapang angkatan 46. Satu yang gw sesalkan adalah gak bisa nepatin janji buat nungguin bapak sampai balik. Ada juga Mba Jati yang sudah berkenan menampung kita selama lebih dari 2 minggu di kamarnya karena kita gak kebagian kamar. Sejujurnya gw kangen, kalau dibilang kangen berat ya kangen berat juga. Dan tentunya berkat adanya ibu dapur mulai dari bu ida, bu intan, bu marni dan semua ibu dapur lainnya makanan gw bisa tercukupi. Dan apa kabar kalian bocah - bocah tengil anak SMK kehutanan Samarinda yang PKL bareng, Wisnu, Imam, dan Lukman? Memang singkat sih pertemuan kita tapi tetep berkesan dasar bocah - bocah gila hahaha.

Kadang setiap bangun pagi atau ngeliat jalan raya dengan kemacetan yang bikin suntuk gw pasti bakal inget tempat ini. Tempat yang mengajarkan kesederhanaan dan kekeluargaan, gw pengen balik lagi buat main - main sebenernya. Terlalu banyak yang bisa dikenang dan berkesan di tempat ini, tapi anehnya gw gak berhasil menemukan kata - kata yang tepat buat menggambarkan keadaan di sana, bahkan postingan ini pun enggan gw buat karena gw pasti sedih tiap ngingetnya. Aniwei, gw akhirnya memutuskan untuk menulis, setidaknya untuk sebagai momento pengalaman bulan itu.

Borneo, DIT Grup, terima kasih atas ijinnya bertandang ke sana pengalaman yang keren dan  berkesan. Ahh, rasanya gw masih kangen dengan suara - suara pagi hari yang khas itu dan tentunya kabut serta hujan setiap hari. Kangeeeeennnn :(




Malem semua, masih di Borneo. Sebenernya gw gak ada kegiatan, sedih banget juga sih. Karena lagi pada hauling di atas dan jalannya jelek akhirnya kita gak bisa ngapa - ngapain. Selain karena bahaya tetapi juga karena mobilnya pada rusak jadinya kita terkurung di camp selama beberapa hari terakhir ini, sedih. 

Aniwei, anihow tadi kita habis ke lapang praktek IHMB. Akhirnyaaa setelah sekian lama kita ke lapang juga. Panas sih tapi suasana hutan emang paling oke hehe. Apa ya, gak enak sih banyak serangga, kerudung nyangkut ke rotan. Tangan panen duri rotan juga, tapi tetep aja ntah kenapa gw suka suasana hutan. Yah walaupun kalau gw jalan pasti hewan pada lari karena gw berisik kalau jalan hehe. Mungkin alasan gw mulai mencintai Indonesia adalah ketika gw menjelajahi hutannya. 

Pertama kali cuma liat di layar televisi acara petualangan - petualangan gitu sampai akhirnya om ngajak hiking ke kaki gunung salak, dimananya gw lupa yang jelas dua kali sama hiking di sekitaran puncak. Nah sejak itu gw jadi kepengen lebih kenal lagi dengan seperti apa sih wajah asli negara kita. Well, mungkin buat banyak orang wajah Indonesia ya gedung - gedung tinggi di jakarta, tapi buat gw wajah asli Indonesia adalah hutan dan hamparan sawah. Aneh ya? haha. habis kalau liat gedung - gedung tinggi itu entah kenapa gw ngerasa kita lagi berusaha nutupin wajah asli kita dengan topeng. Entahlah, ini perasaan gw aja sih.

Akhirnya masuk SMA gw memutuskan ikut kegiatan sahabat alam, sama aja sih sama pecinta alam tapi kita mungkin lebih seneng nyebut kita sahabat alam. Sialnya, gw malah semakin jatuh hati sama negara ini. Ngeliat hutan - hutan pegunungan sampai hutan pantai. Sejujurnya gw semakin ngeliat betapa uniknya tiap hutan di negara ini. Sampai akhirnya gw memutuskan masuk ke kehutanan. Gak bisa gw pungkiri hutan di negara ini semakin berkurang, tapi gw tetep tertarik jadinya gw masuk ke jurusan ini pas kuliah. Gw gak terlalu nyesel kok, kalau kata orang cari kerja di bidang kehutanan susah, gw rasa gak sih rejeki apalagi kerja udah ada yang ngatur asal niatnya baik, yo insyallah bisa dan ada jalannya hehe.

Dan ngomongin soal hutan gak lengkap rasanya kalau gak pergi ke papua atau kalimantan. well, dengan kondisi fisik baik badan maupun kantong yang kurang mendukung untuk ke papua akhirnya gw memilih buat pergi ke kalimantan. and well here I am. Gabut sih tapi betah. Ada banyak hal yang menurut gw merupakan hal yang baru di sini. Haha.

Kalimantan, tanah ini memang tanah tua dilihat dari wilayahnya yang gak memiliki gunung berapi aktif. Tanahnya juga tanah - tanah yang peka erosi. Agak bahaya nya itu kalau hutannya abis, tanahnya tanah tua ya bisa dibilang udah gak sesubur tanah di jawa. Curah hujan di kalimantan terutama sih di tempat gw gak bisa dibilang rendah juga jadi kalau hutannya gundul gw lebih khawatir sama longsornya sebenernya. Apalagi kalimantan terkenal dengan sungai nya yang besar - besar bisa gawatlah kalau sampai gak ada penahan air di pinggir sungai. Bisa banjir kalau sungai nya lebar begitu. Haha, tapi ini bukan karena gw kehutanan lantas gw bicara semuanya harus hutan loh. Gak lah, yang namanya sumber daya kan ada untuk dimanfaatkan oleh masyarakat kalau gak dimanfaatkan mending masukin aja ke museum pajang noh di museum. Tapi kalau gak dirawat juga sama aja, dikira sumber daya dikedipin langsung muncul. Haha.

Yah, intinya sih ini tanah kita siapa lagi kalau bukan kita yang jaga. Malu karena tanah kita gak punya gedung - gedung tinggi berkilau kilau bak singapura atau hongkong atau new york? Atau kita gak punya transportasi dan jalan - jalan bagus seperti jepang dan eropa? Jangan mikir kayak gitu deh. Haha. Kita dikasih sumber daya alam banyak begini pasti bukan nya tanpa arti, pasti ada kok, pasti cuma buat apa dan bagaimana yang kita belum tau.

Well, hujan di sini di tanah borneo. dan sekali lagi saya kembali jatuh cinta pada suara hujan yang jatuh pada keheningan hutan tanah borneo. :)


pagi semua~ udah lama gak nulis blog. sebenernya bukan nya gw sibuk sih. di sini lagi pada sibuk hauling jadi transportnya ga ada alias pada penuh. sayangnya wifi gak mendukung. akhir akhir ini gw kesulitan onlen di laptop, ini juga update pake hp. lumayan lah, biar yang di rumah tau keadaan. banyak foto yg mw gw insert di sini tapi karena lemot jadi ntar aja dah ya. hehe.

beberapa hari di sini kegiatannya masih belum banyak. mau gimana lagi kalo emang terkendala transport. daerah remote kaya gini transportasi memang jadi masalah yang krusial juga ya ternyata. aniwei, kemaren gw ke lapang buat pembinaan hutan tapi entah kenapa kok jadi berburu buah ya. emang pak selamet sama pak heru nih bener bener. haha.

tapi berkat perjalanan itu gw yakin tanah kalimantan ini kaya. gila yang namanya ladang bisa sampe luas banget. nanem bisa macem macem. mau makan ambil aja di ladang. sampe temen gw bilang kalo orang kalimantan bisa kaya asal mau bikin usaha dikit. yah memang di sini rata rata ladang cuma buat pemenuhan kebutuhan sendiri padahal luaaas banget loh. lucunya di sini barter masih lanjut. jadi perusahaan di sini kalo ambil makanan di ladang mereka, di tuker pake solar. adil gak nya gak tau, tapi solar mahal juga di jawa. lumayan lah.

aniwei, di sini gw tertarik banget sama buah dango! kaya jeruk dari luar, tapi dalemnya lembut dan berbiji. tanemannya taneman lokal dan katanya merambat. rasanya unik gw rasa bisa jadi komoditas ekspor kalau bisa dibudidayakan. bahkan jadi dessert yang dicampur cake atau puding juga enak kayanya. ambisi banget gw bikin ini buah terkenal hahaha. tapi karena musiman dan cuma ada di kalimantan pasti mahal lah. lumayan kan. hehe.

ah udah dulu mau bangunin yang cowo. buset dah mentang mentang transport gak ada jadi kebo banget, katanya mau ke kantor -___-

Halo semua, selamat datang di tanah borneo! Posisi gw sekarang udah di daerah Murung Raya, dan gak ada sinyal. Bukan masalah buat gw sebenernya gak ada sinyal, tapi yang bikin bingung itu kira - kira sebulan gw kuat gak ya? Hahaha, ya udahlah ya resiko jadi mahasiswa kehutanan. Jadi gak boleh ngeluh, gak tau apa yang mau dikeluhin juga sih.

Jadi setelah Palangka Raya kemarin gw beranjak ke Muara Teweh naik travel. Berangkat jam 10 nyampe jam 5 sore, cukup lama padahal jelas gak macet dan travel yang gw kendarai selalu berada di kecepatan minimal 80 km/ jam. Kalau lebih lambat lagi negndaraiannya mungkin harus bermalam kali ya. Hahaha.

Apa yang menarik dari perjalanan gw dari Palangka Raya ke Muara Teweh adalah gw bisa ngelihat hutan rawa gambut! uyeee~ Daerah PKL gw memang bukan gambut makanya ngeliat hamparan hutan di sekeliling jalan bikin gw melek. Ah dan satu lagi, gak salah lagi kenapa Brneo dijuluki negri seribu sungai. Banyaaak banget sungainya, selama perjalanan lu bakal ngelewatin banyak jembatan yang melalui sungai, baik sungai besar maupun sungai kecil. Dan dibanding ciliwung, sungai di kalimantan punya lebar berkali - kali lebih besar. Menarik bukan Indonesia?

Di Teweh kita stay di hotel, dan berkenalan dengan Pak wanto. Beliau memang bukan alumni, tapi bapak satu ini baik banget dan sering ceritain soal putranya. Dan dari beliau pulalah gw tau bahwa menjaga komunikasi antar stakeholder di bidang kehutanan bukan hal yang mudah. Mungkin udah banyak yang tau atau mungkin juga belum. Well, ghw gak akan bahas masalah ini. Biasa polemik politik dan uang gak akan beres kalau diceritain. Dan susah ditemuin asal muasal masalahnya kalau ditelusuri.

Nginep di teweh semalem, dan gw bangun tidur susah payah. Karena harus naik speedbaot dan gak tentu ja, keberangkatannya kita disuruh siap dari jam 7. Padahal semaleman kita ngegosip sampe jam 1, yah bayangin aja di jalan 8 jam dan baru tidur jam satu harus siap jam 7 gimana rasanya. Hahaha, tapi seru kok. Jam setengah 9 an kita dijemput buat diboyong ke speedboat. Jujur gw gak tau gw dijemput siapa karena semua berjalan cepat, tapi bapaknya baik dan cerita banyak soal pola pengangkutan kayu pada umumnya, dan betapa pentingnya keberadaan Barito bagi usaha kehutanan (dan tambang). Tapi ampun yang namanya terminalnya buat nyampe ke sana harus nyusurin log - log yang udah di deretin jadi jembatan. Kebayang aja kita bawa koper nyusurin jembatan kaya gitu, untung gak jatuh ke sungai. 

Perjalanan dari Teweh ke logpong, gw gak tau logpond mana kira - kira 2 jam setengah. rasanya membelah sungai barito dengan speedboat isi 30 orang dan pelampung yang kurang dari jumlah penumpang? Horor. Apalagi pas mau naik bapaknya nanya, kalian bisa berenang kan? Ibu - ibu yang di sana juga nanya hal yang sama. Buat gw yang gak bisa berenang itu horor. Padahal sungai barito itu dibandingin ciliwung yang gw liat di bogor bisa sampai 8 kali lipat lebarnya dan hampir di kiri kanan sungai berupa hutan. Makin horor lah gw Bukan cuma gw yang ngerasa horor, alfred, dipos, wulan, doyok, juga sama. Haha, asli gak akan gw lupain pengalaman kaya gini.

Membelah barito. Cukup keren terdengar walaupun kenyataannya horor. Dalam hati gw berharap supaya segera sampai dan jangan sampai hujan sebelum kita nyampe. Setelah penantian yang (agak) mendebarkan kita sampai di logpond. Lagi lagi buat sampai darat kita harus nyusurin log, dan gw hampir kecebur gara - gara gak seimbang. Berkat bantuan yang lain, koper - koper dan kita sampai di darat tanpa kecebur. Hehe. Di sana udah ada pak edi yang jemput kita, bapak ramah yang dulu juga pernah nganterin senior kita, gak lupa juga ada bu intan yang ngurusin dapur. 

Perjalanan cukup lama yah kira - kira dua jam. Karena camp ada di km 90 dari logpond. Jalannya? Jangan ditanya. Menakjubkan naik, turun nannya, tapi gak suah khawatir kareana kita naik strada wkwkwkw. Di tengah jalan kita sempet berhenti di km 58, di menara api, dan buat liat pohon ulin. Tadinya gw mau naik tuh ke menara api, tapi udah tua jadi gak dibolehin takut roboh.

Setelah mendaki dan menurun akhirnya kita sampai di camp. Ketemu orang baru (apalagi jumlahnya gak sedikit) bukan hal yang mudah buat gw, jujur. Hahaha. Gara - gara selama sd sampe smp gw hobinya ngendep di rumah sih jadi kemampuan sosial gw jelek. Aniwei, terlepas dari kemampuan gw yang jelek, orang - orang di sini baik - baik banget ternyata. Dan uniknya sebagian besar orang Jawa di sini. Karena kita semua bingung harus apa dan ngapain, kita maen poker ampe malem. Pas malem itu kita ketemu pak warno, dan ngobrol cukup lama, sama pak edi juga. Tapi pas agak malem beliau - beliau tidur dan kita (lagi-lagi) ngegosip sampe jam setengah satu. Haha. Entah kenapa obrolan malem harai selalu jadi ritual belakangan ini.

Hari ini, kita bangun sebelum jam 7 dengan mata setengah melek (lagi), kita ke kantor di suruh pak heru. Di kantor kita ketemu banyak orang, tapi yang gw inget baru pak Juanda, sama pak Roni yang ngajak ngobrol. Kita kena;lan sih sama yang lain, tapi gw emang bukan orang yang cepet mengenali orang sih. Sedikit ngobrol dari soal hutan, kehutanan, sampai pekerjaan secara umum. Dan akhirnya kita ngantuk juga ternyata. Kita ijin balik ke camp. Gak ada kerjaan juga sih jadi kita tidur. Dan alfred seperti biasa susah dibangunin buat jumatan padahal. 

Sekarang udah hampir jam 4, dan gw masih gabut jadi gw nonton, baca RKU, baca Permenhut, dan akhirnya gw memutuskan nulis blog walaupun sinyal wifi di sini poor hehe. Aniwei, semoga hari berikutnya semakin banyak ilmu yang bisa gw peroleh dan bisa akrab dengan orang di sini :)
First night in Borneo! Akhirnya setelah sekian lama penantian dan pengangguran gw berangkat juga PKL di tanah Kalimantan. Tanah yang katanya kaya dengan mineral, sumberdaya hutan, dan keanekaragaman flora dan fauna nya. Aniwei, setidaknya gw berhasil menggenapi lima pulau besar yang udah dikunjungi ayah gw, Sumatera, jawa, sulawesi, papua ayah gw udah tinggal kalimantan, dan disinilah gw sekarang menggenapi ayah gw. Haha. 

04/03/13
Perjalanan hari ini dimulai dari Bogor, si kota hujan yah sekitar jam 7.30 WIB dan dengan sedikit kemacetan akhirnya kita berhasil nyampe di bandara sekirar jam 09.30 WIB. Aniwei, karena kita terlalu antusias akhirnya kita kelamaan foto di depan bandara Soetta. Berhubung hampir semuanya belum pernah naik pesawat jadinya makin rame dan seru deh. Hahahaha.
Foto di Bandara sebelum Check-in
(dari kiri ke kanan: mas dian, doyok, gw, dipos, wulan, mba dian, resi, zaki)
Jadi berangkatlah gw ke Palangka raya dengan tujuan tentunya menuju perusahaan swasta IUPHHK-HA, sebutlah PT. F (nama gw anonimkan ya hehe). Kita berlima satu tim, Gw, Wulandari Meizaroh (Wulan), Dimas Alfred (Kampret), Dipos Anugerah (Dipos), dan Yanuar (doyok). Kebetulan kita berangkat bareng sama kelompoknya mba dian and the genk (resi, mas dian, dan zaki) yang ke IUPHHK-HA yang berbeda dengan kita. Walaupun sempat dimulai dengan insiden hp wulan kecemplung di toilet, tapi akhirnya kita berangkat juga dan gak delay yohoho~. Sampailah kita di bandara Tjilik Riwut Palangka Raya si kota cantik, dan tentunya sebelum kita masuk di bandara lagi - lagi kita berfoto dulu. Haha.

Setelah bagage claim selesai gw pun berpisah dengan kelompoknya mba dian, yang memang beda perusahaan. Gak lama kita juga dijemput sama pak Riki senior angkatan 27 dan orangnya supeeeeer ramah dan bahkan sore - sorenya kita diajak jalan - jalan dulu di Palangka Raya. Loh? Haha, untuk sampai ke perusahaannya kira - kira butuh waktu sampai 8 jam ke Muara Teweh. Dari Muara Teweh ke Log pond km 90 (tempat pengumpulan kayu di pinggir sungai) harus naik speed boat sekitar 2 jam, which means gak bisa terlalu sore. Dan dari log pond km 90 masih sekitar 2 jam lagi ke camp nya, dan dengan jalan khas jalan hutan. Jangan bayangin jalan beraspal ya kawan - kawan hehe. Jadi untuk hari ini kita cukupkan leyeh - leyeh di borneo. Tapi gw gak nyangka bakal diajak keliling Palangka Raya, dan bahkan sempet makan - makanan yang unik Pakem (sejenis duren), sama ikan asap khas banjar, hehe. Dan tau apa? sekerang gw di sebuah rumah kantor sih sebenernya tapi dipake buat istirahat gitu buat yang singgah, dan di kantor cuma ada kita berlima dengan full facility. Gw di kamar lagi ngenet dengan wifi yang oke, bahkan di kamar ada wc dan tivi, dan ac, di rumah gw aja kagak ada, haha, tapi gw jadi bersin-bersin ini. 

Ini wisata apa PKL ya? Satu yang sedih sih, air di sini karena daerah mineral, warna airnya kurang bagus. Yah namanya juga daerah mineral. wajar airnya keruh. Haha. Aniwei Anihow, ini kisah gw hari ini mungkin besok gw bakalan off ke Muara Teweh. Buat foto ntar menyusul ya internet lemooot sekali dan saya sedih. hehehe. Dadah harus tidur, besok perjalanan jauh nih hehehe.
Hai~ haha. semester tujuh di sini. Gak nyangka udah hampir semester akhir gw di fakultas kehutanan ini. Kalau dibilang sedih sih sedih. Dunia kerja bukan tujuan akhir gw sih ya. Hahaha. Yah, masalahnya kapan lagi bisa ketemu temen segila di fahutan. Kerasnya hutan, kegilaan bareng dimana aja, tapi keramahan di saat yang sama juga, hectic dengan rapat - rapatnya, tapi pelajarannya susah bukan main, belum tuntutan penelitian yang isinya harus bermutu. Dengan semua itu, gw akuin gw gak salah milih fakultas hahaha. Seenggalnya di sini (manajemen hutan khususnya) gw bisa belajar berbagai macam hal dari masalah sosial hingga yang berbau keteknikan. Dimana lagi kita bisa mengkaji undang - undang, belajar akutansi, belajar mesin, belajar perencanaan biaya alat berat (traktor dsb), belajar ngebuat jalan, belajar pemetaan sama bikin peta, belajar teknik wawancara, belajar pengindraan jarak jauh, permodelan, belajar hidrologi, daaan masih banyak lagi, tentunya belajar tentang dasar - dasar kehutanan juga kita. Keberagaman mata kuliah di depertemen ini kadang - kadang bikin pengen nendang bangku, tapi gak jadi soalnya sakit hahaha *garing. Cuma di sini yang wc-nya dibuka 24 jam, mushollanya juga. Bisa tidur di kantor (sebutan sekret FMSC sekarang) guling - gulingan ngenet ampe pagi. Fahutan itu emang penuh warna. Awalnya pas gw masih baru masuk, gw takut serba takut. Bukan karena senior juga sih, waktu sma juga senior gw banyak yang udah tua. Gw takut aja waktu itu, harus sesopan apa gw sama mereka apalagi desas - desus kekejaman bcr. Tapi ke sininya ah kagak tuh, kagak ada perploncoan juga kaya yang orang - orang bilang. Senior sama alumninya juga baik, mamang bibi juga baik, yang jualan di kankor juga baik, dosen juga baik. Gw suka aja iklim dan suasana di fahutan. Keramahan di sini tuh luar biasa. Haah tapi yah kita memang harus lulus, belum sih tapi mikirin kejadian itu bikin sedih ternyata ya. Hahaha.

Hari ini di kampus anak - anak bikin dresscode kayak pas jaman kita masih Temu Manajer (ospek manajemen hutan). Lucu deh liat anak - anak pada pake atasan putih bawahan celana/ rok bahan. Udah semester akhir tapi kelakuan cacat banget sampe orang dekanat ada yang keluar nyuruh kita diem gara - gara kita berisik. Udah gitu kita pake acara foto di bawah spanduk yang tulisannya Forestry Job Fair Expo. Katanya biar kaya orang yang habis nyari kerja. Hahaha cacat. Yah, seenggaknya prinsip "jaya di rimba, wibawa di kota" tetep harus jalan kan? Fahutan bisa juga rapih tuh :)

So everybody ever be buddies
Days we grew up are days we will treasure
So, everybody show is beginning curtain has risen
Make your own story line
Dream as if you'll live forever
And live as if you'll die today
One Ok Rock - C.H.A.O.S.M.Y.T.H
Jaya di rimba
Wibawa di kota

dalam rangka memperingati ulang tahun emas fakultas kehutanan ipb ada lomba essai dengan tema kehutanan indonesia baru (dalam keterlenaan masa lalu, fakta masa kini, dan harapan masa depan). info lbh lanjut hubungi cp yaa :)

"Bersenang - senanglah karena hari ini akan kita rindukan, 
di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang - senganlah karena waktu ini akan kita banggakan di hari tua"

SO7 - Sebuah Kisah Klasik

Bingung mau mulai dari mana, banyak banget yang bisa diceritain. Banyak banget kenangannya sampai mau dirangkum pun gw bingung. Jadi ceritanya, sebulan terakhir ini gw mengikuti praktek pengelolaan hutan dari tanggal 27 Juni - 17 Juli 2013. Buat gw ini praktikum lapang terhectic yang pernah gw rasain, seminggu non stop tanpa mengenal hari libur dan dengan deadline laporan setiap harinya. Mirip P2EH sih, tapi beda praktikum beda lagi kelompok kita. Arun, Rama, sama Dimaz di jalur A; Gw, Okta, Dita sama Tiwi di jalur B; Mul di jalur C. Jadi praktikum ini dibagi kedalam 3 jalur besar, yaitu jalur A, B, dan C. Di dalam jalur itu ada regu - regu lagi. Untuk jalur B, dibagi lagi kedalam regu B13 - B24. Beda sama P2EH yang tiap jalur besar punya destinasi yang berbeda, kalo P2H destinasi kita sama semua, cuma diacak aja tata urutan mulainya.

Tersebutlah gw, yang ngeliat daftar nama pembagian kelompok P2H ternyata gw dapet kelompok B-9 dengan anggota Tyas, Muti, Dita A, Anggie, Yoga, Mamad, Iqoh, Mba Nuning, Asti, dan Iqbal. Waktu liat kelompok lega juga sih, seenggaknya hampir semua anak - anaknya gw kenal. Tyas sama Muti temen sedepartemen. Dita dulu se IFSA. Anggie dulu pernah dikenalin sama Adha di log. Mba Nuning pernah sekelompok BCR. Iqbal pasti kenal deh. Yoga sama Asti se sub Jalur 3A pas P2EH. Nah tinggal iqoh sama mamad nih ceritanya, tapi woles sih ntar juga kenal sendiri. Entah kenapa gw ngerasa gw bakal betah dan ternyata memang bener, anak - anaknya koplak ternyata. Apalagi ditambah asprak dengan gelar terkece dan tergosip kita Bang Moko, dan rekan seasprak grup B-20. 21 hari bareng kalian bener - bener bikin gw betah di P2H. Mau diceritain juga tapi terlalu banyak kenangannya. Dari yang jaim - jaiman sampe yang tiap malem ngegosip. Bahkan di malem terakhir yang lain api unggunan kita malah ngegosip sampe dilemparin petasan bareng bang Moko juga pula. Dari yang ketawa - ketawa sampe yang ngambek - ngambekan. Dari yang ngisengin sampe diisengin. Dan baru di perjalanan ini gw ngerasain malu, malu banget sampe gw pengen lari yang jauh. Asem emang lu semua.

Ilmu yang gw dapet, bukan cuma ilmu tentang hutan dan pengelolaannya. Bukan cuma bagaimana mengerti satu sama lain, tapi juga menghargai semua yang udah diberikan. Tidur dempet - dempetan. Makanan gak berasa sampe pada beli bon cabe semua. Kehabisan air minum pas buka dan sahur. Ngantri buat ambil makanan. Ngantri kamar mandi padahal udah kebelet pup sampe kagak jadi lagi gw pup. Dan kita jadi angkatan dengan siklus 35 tahun sekali yang P2H pas lagi puasa. Terakhir kalinya, ini kegiatan se angkatan yang terakhir kali secara resmi. Gak tau deh bakal ada kegiatan lagi ato gaknya. Dengan berakhirnya P2H maka resmilah kami menjadi mahasiswa yang akan menapaki tingkat akhir. Segala kegilaan, dan canda tawa terus mengantarkan hingga sampai di tahap ini. Dan sebentar lagi tanggung jawab akan dibenamkan pada pundak kami. Ah jadi mellow kan gw.

Entah kenapa, gw suka aja dengan semua kenangan ini. Suatu hari nanti semua pengalaman ini pasti bakal gw kangenin. Bahkan ketika kita semua udah berkeluarga, kenangan dan pelajaran ini menuliskan satu persatu kata terima kasih. Fahutan 47 kalian keren banget. 

Bos besar itu panggilan gw buat yoga, tole, pa de ato apapun itu deh. Kelakuan dia mirip banget bos. Iseng parah, ngeselin gila. Dari P2EH sampe akhirnya jadi ketua P2H gw masih aja gak tobat - tobat ngeledekin gw. Asem. Mba nuning juga masih aja demen masak, dan berkat mba nuning kita bisa pesta di joglo kenyaaang~ nugget di bumbuin, mie goreng, sirup, dan bon cabe. Haha. Tyas yang masih aja heboh, gak ngerti gw dia hobi banget ngeheboh dimana - mana. Muti yang masih tetep ngeselin dan jadi sasaran amukan kita. Asti yang gak nyangka kelakuan cacat parah, sampe dipanggil anak - anak kena down syndrome. Asli jahat. Mamad, yang dari awal berangkat sampe pulang lagi kagak berhenti ngegalau. Anjir gak ngerti gw ada ya orang kaya dia. Caur parah, tugas utama di lapang pegang meteran. Haha. Iqoh yang baru kenal gw kira jutek ternyata sakit gigi. Dan dia ngetren dengan iqoh stylenya, pipi dikembungin sebelah sama kata - kata 'iyaa?' yang selalu ditiruin mamad. Dita yang selalu setia dengan kameranya dan kita yang selalu setia minta difoto. Haha. Anggie yang suka ngilang dan muncul mendadak tapi pinter jadi kalo ke industri kita gabut. Hehe. Iqbal yang berkat dia perjalanan kita jadi full musik dan hobi meperin orang pake korengnya. Dan tentunya bang Moko asprak terkece dan tergosip yang nemenin kita selama 21 hari, terus dan terus sambil nyebarin gosipnya. Dan berkat dia kita semua jadi hobi gosip. Rasanya kita dipersatukan oleh gosip nih kayanya. Hahaha.

Dan teruntuk semuanya, terutama B - 19, B - 20, Bang Moko, dan segenap kru Jalur B. Terima kasihhhhhhh. Thanks for this sweet moment :D

Bang Moko and the Child of B-19
Welcome new year! Tahun ini FMSC ngadain Ecological Social Mapping lagi loh. Haha. Setelah dua tahun berturut - turut ngadain ESM di gunung walat akhirnya tahun ini ngadain ESM lagi tapi di tempat berbeda, di hutan penelitian Haurbentes tepatnya di dekat Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Konsep kali ini masih menganalisa interaksi yang ada antara masyarakat dan hutan baik secara langsung maupun tidak. Karena seperti yang kita tahun hutan bagi masyarakat memegang peran penting. Apalagi dengan isu pentingnya huta untuk menjerap karbon guna mengurangi emisi gas rumah kaca.

Kegiatan ESM ini mengkaji 4 aspek yang ada pada Kelompok studi yang ada di FMSC, yaitu Perencanaan, pemanfaatan, sosial ekonomi, dan hidrologi. Dari segi perencanaan hal yang diamati adalah pemetaan desa kawasan terdekat dengan hutan penelitian ini. Untuk pemanfaatan dilakukan kuisioner mengenai lingkup pemanfaatan yang dilakukan oleh masyarakat baik yang langsung maupun tidak langsung. Untuk sosial ekonomi dilakukan penelitian langsung ke masyarakat mengenai kondisi masyarakat sekitar hutan. Dan untuk hidrologi tentunya mengamati kualitas dan kuantitas air. 

Dan kalau masih banyak kegiatan - kegiatan lainnya yang gak bisa gw sebutin satu - satu. Karena gw juga bingung hahaha. Itu spoillernya untuk kisah selanjutnya nati gw bikin tulisan baru lagi yaa.

Kegiatan ini dilakukan di minggu ini 21-22 April 2013 untuk pengambilan data tahap 1, 27-28 April 2013 untuk pengambilan data tahap 2, selanjutnya hasil akan dipaparkan dalam seminar pada bulan september mendatang. 

Acara ini terselenggara berkat informasi dan kerja sama dengan Litbang Kehutanan. Dan tentunya makasih juga buat kraft dan mondelez international yang udah bersedia menjadi sponsor kegiatan ini.

Aniwei, untuk sementara ini itu dulu deh sekilas FMSC saat ini. Doakan kegiatan ini lancar yaa. Dan buat yang mau turut serta membantu lancarnya kegiatan ini, bisa hubungi contact person pada gambar di bawah ini. Ayo, bergerak nyata untuk lingkungan dan masyarakat :D


Gempuran dingin yang menusuk 
Dan bau rimbun pinus  
Bersama air yang menggenang
Menjadi harmoni bersama tanah
Rahasia yang kugengam
Pertanyaan yang dicari
Lalu malam yang menjelang
Bintang yang temaram 
Kali ini ia tak berbayang
Mungkin tanya dilain waktu
Pada yang menjadikan misteri 
HUJAN

AHH! Hentikan, kenapa dari kemarin bahasa tulisan gw jadi melankolis ya. Aduh aduh. Gak lagi galau kok. Aissh, ya sudahlah kita biarkan saja kata mengalir saat terketik ya. Jadi gw mau cerita soal kisah sehabis hujan. Iya yang judul entrinya 5 Juni. Itu belum gw lanjut dan gw bikin narasinya karena gak sempet aja. Kan kemarin hari gw sibuk menggalau. Oke kita mulai aja cerita perjalanan gw bareng Eranthy Firdaus, Mirwan Satrianto, Muhammad Romadhon, dan Rizqi Adha Juniardi.

Awalnya dimulai dari TPB cup si Adha cerita kalau Oma dan Mirwan hendak berkelana ke Halimun. Gw tertarik tapi gw takut gak kuat di jalan. Yah maklum sajalah saya sudah tak pernah berolahraga lagi. Terus cerita berlanjut di depan BNI pas pulang ditraktir vivi, alfred, ezra, bowo makan KaPeCe. Sambil nunggu tengah malam ada dialog iseng untuk pergi ke halimun, tapi sayangnya batal karena kendala tenda. Sampai akhirnya gw inget banget itu habis kewirus. Gw minta dianter ngumpulin tugas fisika kelompok anak Fahutan di kelas. Sambil nunggu hape gw yang dipake main sama si Adha. Gw ngobrol sama si Oma, dia cerita soal ada yang jual tenda tapi dia gak punya duit ceunah. Ya udah sampe situ deh. Eh malemnya tau - tau tuh bocah udah beli tenda aja. Akhirnya udah deh kita mutusin buat jalan. Gw pinjem tenda jali soalnya rencana awal yang berangkat itu bertujuh. Gw sendiri ngajak Miro karena gak enak aja cuma cewek sendiri, baru pertama pula.

Kita sepakat berangkat habis farewell party. Persiapannya sih sekenanya. Oh iya gara - gara si Oma gw beli ubi sama jagung malem - malem ke pasar induk. Untung aja perjalanan asrama - giant - pasar induk lancar. Lumayan sih pengalaman, tapi gw tergoda sama wangi duren siah hahaha. Habis farewell gw balik ke asrama sambil nunggu gw tidur. Ngantuk juga sih soalnya malem gak bisa tidur dan harus bangun pagi buat farewell. Jam setengah 3 oma menghubungi buat kumpul di BNI. Oke gw cabut naik ojek tentunya. Gw bawa carier males jalan. 

Nyampe BNI masih sepi eh terus ada yang manggil - manggil dan ternyata itu adalah Oma yang tengah dibonceng Mirwan pake motornya Adha. Oma dan barang - barang si Mirwan dan Adha ditinggal, Mirwan balik lagi ke asrama naro motor. Pas lagi rapihin barang si Miro datang. Daan ternyata Oma dan Miro pernah satu kelas pas SMP hahaha, dunia ini sempit. Gak lama Mirwan dan Adha tiba. Gayanya kaya orang mau main kelereng super santai, terutama Mirwan. Perkenalan singkat antara Miro sama Adha dan Mirwan. Terus kita cabut ke laladon kata Oma angkot segog jarang. Dan kita pun berfoto di angkot pake Mirwan style, asli dia tuh udah pro banget haha. 

Dan setelah melewati berbagai angkot bersama. Sampailah kita pada sebuah warung. Saat itu hujan turun dengan derasnya. Jadi kita dengan terburu langsung berteduh di warung kosong tersebut. Karena gak enak lama - lama di sana kita pun menuju mesjid terdekat untuk solat dan berteduh tentunya. Lama sekali kita menghabiskan waktu mendengar ratapan hujan di sana. Saking lamanya si Oma sampai jailin Adha, ngasih dia kumbang gitu deh. Dan oh yeah, Adha histeris huahahaha. Asli setiap inget itu gw masih ngakak ampe sekarang. Hehe maaf ya Dha. 

Laper kita makan gitu eh tau - taunya magrib dong dan banyak orang yang datang. Gw gak biasa tea makan banyak untung saja si Oma bantu ngabisin makan gw. Terimakasih kawan haha. Habis solat magrib kita langsung cabut, alasannya? Yah frame tenda jali ilang. Oke nice banget. Aslinya gw lemes, tapi yah udah takdir daripada perjalanan gagal mending cengengesan aja dulu hahha. Jangan pernah menyesali apa yang telah pergi.

Aneh aja ya ternyata jalan sama selain anak SR. Ada yang beda gimana gitu. Bukan gak enak, lebih kepada kebiasaan yang berbeda sih. Gw kalau kemping emang udah biasa begadang. Padahal begadang ngapain juga gak jelas. Kayanya gw biasanya menghabiskan waktu dengan mengobrol deh. Untung aja ada si Oma yang juga begadang. Jagain barang katanya. Pas lagi cerita gw sempet ilang kesadaran, alias nyaris tidur. Cuma sedetik gitu terus gw bangun lagi. Darah rendah gw? Haha iya sempet bikin gelap, tapi gak papa sih sejauh ini semua masih bisa dihandle. Santai ajaa hehe.

Gw jujur seneng bisa camping sama muka baru. Kenapa? Kata orang kalau mau tau kepribadian asli seseorang bawa dia kemping. Bawa dia ke gunung. Makanya gw seneng kemping bareng orang baru. Buat gw yang namanya kekurangan dan sifat jelek bukan buat ditutupi. Justru orang yang mau nerima apa adanya itu lah temen yang sebenernya. Yah, walaupun gitu tetep loh sifat jelek mah harus menyesuaikan. Kita kan gak hidup sendiri. Kalau kelemahan, buat gw sih gak masalah. Apa gunanya lo punya temen? Hahaha yoi gak.

Oke dah langsung aja yak, behind the cast. Ini dia orang - orang yang menemani gw di awal juni. Ah gw inget puisi sapardi Djoko Damono yang judulnya Hujan di Bulan Juni. Hahaha sudahlah. So here they are

 Rizqi Adha Juniardi

Mirwan Satrianto

Eranthy Firdaus

Muhammad Romadhon
Gw pulang, yah gw cukup lelah hari ini. Apa ya, mungkin kenyataan karena harus menunggu pengecekan asrama dari jam 7 sampai jam setengah 12. Oke terima kasih. Kemarin farewell lorong. Mungkin gw memang gak akrab sama anak lorong. Mungkin banyak yang gak gw kenal dan gw yakin banyak yang gak kenal gw. Tapi, terima kasih aja buat temen gw lorong 8. berkat mereka lorong selalu rame sepanjang waktu. Gak ada kata sepi di lorong. Walaupun gw gak gabung sama kalian, kadang gw denger kok celetukan kecil kalian yang kerap kali bikin gw ketawa. Tingkah kalian yang aneh juga bikin gw geleng - geleng kepala. Pantes aja lorong kita dapet lorong terstres. Apalagi pas acara farewell gedung A1 sementara yang lain nyanyi kalian malah nari. Iya nari lagu SM*SH i heart you, seven icon Playboy, sama lagu india yang gw gak tau nulisnya gimana. Kalian memang gilaaa. Farewell A1/106 ALOLA - Aliansi Lorong Lapan -!













Kita semua bagaikan anak ayam yang ada dalam satu kandang kemudian dilepas. Kita pun berpencar dan ketika sudah dewasa kita disembelih untuk dimakan... Ya udah gitu doang" 
(Alfred, 2011)

THE BOTTLE -- Kisah ini bermula dari TPB CUP. Perhelatan olahraga akbar untuk anak TPB. Mungkin kisah itu cuma 4 hari, tapi kesan itu ada hingga hari ini. Gak nyesel gw ngorbanin libur UTS gw untuk ikut kegiatan ini. Bangun pagi pulang malem, cuma buat ikut TPB CUP buat ngedukung temen - temen gw yang lagi bertanding. Walaupun emang gw jadi ngerepotin si Adha, haha maaf kawan anda jadi pulang malem. Hari itulah nama The Bottle lahir, hingga terkenal sebagai kelas terkompak dan terbrutal di TPB 47. We are the best suporter ever guys!

Usai TPB CUP terjadilah perbincangan makrab. Awalnya kita hendak ke pulau seribu. Semua setuju saat itu. Sayangnya begitu diskusi di kelas acara batal karena jauh. Akhirnya kegiatan kita pun jadinya di Gunung Bunder selama dua hari semalem. Acara digelar tanggal 21-22 Juni 2011. Kita kumpul jam 8 di BNI. Biasalah pada ngaret tea kan. Kita nunggu di BNI sampai jam 10. Kenapa lama? Si Reno masa baru bangun jam setengah 10 coba. Hahaha emang ternyata award termales emang cocok dipegang dia. Dia ditelepon Diwa suruh cepet dan alhasil dia belum mandi. Begitu dia dateng kita langsung cabut. Gw naik angkot bareng Icha, Syima, Mustika, Dita, Nazula, Ria, Euis, Riska. Dan yang duduk di depan adalah yang paling ganteng, Diwa. Ya iyalah dia cowok sendiri. Awal perjalanan kita hampir nyasar tea. Gak ada yang tau jalan soalnya. Udah gitu kan jalan ke tempatnya nanjaaaaaaaaaak banget. Terus sepanjang perjalanan nemu spesies Paku purba. Alamak, tempatnya terpencil amat. Anywei gw malah seneeeeng banget. Abang angkotnya yang kasian. Di tengah jalan mobil didepan yang ditumpangin Adha, Oma, Geri, Teh Windi, Teh Iis, dkk (gak tau lagi siapa di angkot itu) berhenti, dikira nunggu eh taunya mandek gak bisa jalan. Gw cuma bisa ngesms, "yang sabar ya". Haha. Gak lama gantian angkot gw yang mandek. Dorong - dorong deh. Untung ada Fajar dan Lauren yang dateng bawa motor bantu dorong. Kalau gak cuma ada Diwa gawat juge. Eh pas didorong angkotnya bablas jauh lagi. Jadi harus jalan menuju sang angkot. Dan ternyata angkot yang di tumpangin teh Windy juga bernasib sama. Mereka harus jalan dan jauh. Akhirnya mereka dijemput pake motor. 

Pas nyampe di saung Lokapurna. Gw takjub aja, gile tempatnya bagus. Asik deh pokoknya. Masuk ke kamar kasurnya empuk. Jadi sambil nunggu angkot yang mogok itu kita guling - gulingan di kasur. Hoho. Terus pas gw lagi di kamar bareng anak - anak dari ruang utama (kamar cewek sama lobi kepisah jauh, beda bangunan gitu) terdengar suara - sura gak jelas. Rupanya mereka lagi karaoke an. Ampun woiii nada kali nada masa do rendah semua. Hahaha. Acara dibuka dulu sama pak komti Didit dan Davin. Terus acara bebas. Tadinya gw mau tidur, tapi kayanya seru yang lagi main di kolam. Jadi gw sama Mustika cabut ke kolam ninggalin Nazula yang lagi tidur. Eh di kolam lagi lomba gitu sepertinya. Kita turun nonton. Si geri kalah suruh nyium kodok. Hahaha. Dan entah kenapa jadi cebur - ceburan. Seru aja liatnya. Ada tiga orang yang paling cihuy nyeburnya. Pertama itu Uva, soalnya dia lagi ikut - ikutan mau nyeburin siapa gitu lupa gw. eh dia malah kedorong terus dia malah kecebur hahaha. Kacau. Kasian HP nya jadi gak nyala. Kocak lah itu. Terus si Adha. Anak - anak kan pengen nyeburin si Fajar. Si Fajar yang lagi sama Adha lari. Si Adha ngerasa aman kali yee jadi diem aja, eh dia malah yang ditangkep terus diceburin. Dicelup dulu sih. Eh habis diceburin itu dia malah tepuk tangan. Zong banget dah tuh orang. Hahaha. Habis itu Bowo. Anak - anak yang dendam pengen nyeburin semua orang. Si Bowo lagi tidur di dalem. Eh langsung diangkut diluar. Padahal masih belum balik tuh nyawanya. Malah ditelanjangi di jalan. Pake acara di gesek pula di pohon pinus. Ampun. Anak orang baru ge melek udah main diangkut aja. Haha parahhh.

Ternyata cerita tak berakhir sampai disana. Anak - anak yang dendam sama Geri nyeburin dia. Udah gitu si Geri gak boleh keluar kolam renang. Dijagain di pinggir - pinggir sama anak - anak. Dan dikasih 'siraman' rohani. Bawa - bawa gayung gitu anak - anak. Si congor, Pepi teriak - teriak sambil ngasih 'siraman' pake gayung. Katanya "Orang tuamu telah menyekolahkanmu! Mengapa kamu kerjaanya ngebokep terus!". Terus si Geri di 'siram' lagi. "Ingat! hari akhir itu ada". Geri di'siram' lagi. Si geri cuma bisa pasrah. Hahaha. Benar - benar SIRAMAN rohani yang sesungguhnya. Zzzz.

Gara - gara cebur - ceburan jadinya gak ada games. Sambil nunggu selese magrib kita nyebar. Gw ke dapur sih, ngerusuh doang. Gak bisa masak sih gw. Untung ada Soleh. Soleh lo tuhhhh kereeeen bangettttt!!! Haha konsumsi kita tergantung Soleh ini mah. Sebagai cewek saya merasa kalah saing. Hehe. Terus kita disuruh ngisi kaya komen ke dalem amplop yang udah di tempel ke dinding. Gw sih ngisi aja ke semuanya. Sampe akhirnya habis isya kita dikumpulin gitu. Nyeritain pengalaman kita dari lahir. Gw yang pada dasarnya gak suka bicara di forum soal masalah pribadi, skip aja. Singkat, padat, dan jelas. Bukannya gak suka, lebih tepatnya gw gak mau. Aniwei, cerita teh Iis dan Soleh sangat memotivasi loh. Dari cerita mereka kita diajarin semua itu bisa sukses kalau mereka mau. Dan si Bos cerita hidupnya udah kaya sinetron laamaaaa banget. Tapi kalau boleh jujur gw pengen denger lanjutannya. Bos jarang ngomong sih jadinya gw pengen dengerin aja ceritanya. Soalnya Bos itu kepribadiannya unik. Hahaha. Akhirnya kita semua dipindah ke lapangan. Tentu aja main jujur - jujuran. Ini nih yang gak gw suka. Malem - malem menjelang pagi, beratapkan langit beralaskan tanah, diterangi api yang menjilati kayu bakar. Oh tidak sekali. Gw lemah pada malam - malam yang dingin. Haha bahasa gw kaya apaan aja ya. Soalnya keadaan - keadaan itu kerap kali memancing emosi dan rahasia yang gw pendam, tapi mungkin karena gw sadar kondisi jadi gw gak kebawa suasana. Aniwei gw salut sama yang beneran jujur, gw aja gak bisa. Walaupun dipaksa gw salut sama kalian. Kejujuran adalah hal yang sulit. Gw sih cukup tau. Jujur di tengah orang sebanyak itu mah gak gampang. Iya dulu gw ge sering curhat kalau kemping, tapi gak sebanyak itu orangnya. Konyolnya si Alfred sok - sok berpetuah. Noh petuah di atas adalah hasil buah karyanya pas makrab kemarin. Gak ada juntrungannya kan? Ya gitulah anak kelas gw. Abstrak. Makanya gw pasang sebagai kutipan yang melambangkan keabstrakan sifat kelas gw. Hahaha. Di tengah acara gw sempet loss sih. Biasa darah rendah. Untungnya gw masih bisa balikin kesadaran lagi. Habis itu langsung anak - anak nyeburin si Adam. Gw kira diceburin biasa eh taunya diiket kaya ikan julung-julung. Anjir kocak parah fotonya.

Kita tidur sekitar jam 2 pagi. Gw langsung pingsan di kamar. Jam 6 gw kebangun karena alarm. Sambil ngigo gw tidur lagi. Eh kebangun gara-gara Nazula teriak "Pepi, Pepi! Ih yang itu tuh!". Kata gw buset dah ni anak ngigo dalem ati. Eh ternyata gw juga ngigo bilang "Nazula lo ngigo ya?" gitu kata si Uva. Haha. Iya sih habis Nazula teriak gw kan langsung tidur lagi. Gw bangun soalnya Mustika bangun. Karena gak tau mau ngapain gw jadinya mandi, habis dingin sih. Enak :3. Habis mandi gw, Euis, Ria ngelayap ke bangunan utama. Bantuin soleh nyediain sarapan. Gw bantu motongin tomat daripada bengong. Tadinya kan mau senam tuh pagi. Gw sama Ria sih udah yakin gak mungkin. Ternyata bener kan gak mungkin. Lha wong belum pada bangun bocah - bocah. Selesain sarapan gw lupa ih ngapain kayanya langsung digiring ke kolam. Gw sih ganti baju dulu. Embung gw celana jeans basah. Berat. Gamenya cari koin di dalem air. Gara - gara ini ketauan belangnya Davin. Anjir diem - diem ternyata bapak Davin kocak juga ya. Yang main itu Oma, Geri, Fajar, Jodi, Didit, dan Diwa. Kocak parah. Apalagi si Oma soalnya kebanting banget tubuhnya doi. Setelah games kembali lagi ke ajang cebur menceburkan. Kelihatannya para bocah ini senang sekali bertemu air. Gw ge basah, si Pepi ngasih siraman rohani gak kontrol nih. 

Udah gitu kita kan makan siang. Gw udah seneng aja gak ada air. Gak ada air artinya gak usah nyuci piring kan. hehehe. Eh ternyata disuruh nyuci di tempat yang satunya. Yowes gw, Soleh, Syahrul, Nazula, dan teh Iis nyuci piring dulu. Pas ke gedung utama anak - anak udah ngumpul bentuk buletan. Mau tukeran kado. Emang sih ada yang udah pulang, kaya si Adha, Icha, Fajar, dan Yusfi. Gw dapet dvd sama surat dari Endang. Makasih Endang :) ~~~~. Hadiah gw sih didapatkan oleh Adam. Haha sabar dam, bukan maksudku membeli benda pink itu gak ada warna lain sih dam. Acara ditutup dengan doa. Dan yah kok gw sedih ya? Terutama pas si Pepi ngajakin tos gitu ke anak - anak yang ada di angkot yang gw naikin. Sedih. Gw kira ya udah gak akan kumpul lagi. Eh taunya kita masih ngumpul di BNI buat foto bareng. Busuknya anak - anak liat bis pariwisata langsung minta di foto depan bis. Kesannya kita makrab naik bis haha. Kasian Buntang sama Tika yang lagi lewat disuruh memenuhi kepuasan anak - anak untuk berfoto. Setelah berfoto dan yah udah. Berakhirlah makrab A01-A02 alias The Bottle. 

TPB ternyata berlalu sedemikian cepatnya. Gw bakal kangen dengan teriakan "Pea pea kalian". Bakal kangen dengan kata "Nazulaa Renoo". Kangen sama akronim aneh kalian. Apa sih toge (tolong geser), cangkimen (kacang kuaci permen), romantis (rokok manisan tisu), dan semuaaanya. Bakal kangen sama Soleh yang selalu nyela nanya di kelas. Bakal kangen sama Bos yang sering cabut. Bakal kangen sama Icha yang nyuruh gw jadi kaya cewek. Bakal kangen sama Diwa yang minjem headset. Bakal kangen sama jarkoman Didit. Kelihatannya akan banyak yang gw kangenin. Dan biar gw sebel gw pasti bakal kangen sama kata "Adha Mawar ada ada aja". Dan yang paling utama gw bakal kangen sama lagu The Bottle. Gw kangen sama masa - masa itu. Gw kangen permainan jarkom konyol itu. Gw kangen kegaduhan itu. Ternyata memang yang namanya kenangan akan selalu ada untuk diingat, dikenang, dan diinginkan kembali kehadirannya. Betapa waktu yang berjalan begitu berharga dan patut disyukuri walau terkadang pahit dan menyebalkan. Terima kasih untuk segala yang diberikan. Berkat kalian gw bisa ngejalanin TPB gw dengan indah. Berkat kalian kuliah yang sebenernya berat, penuh tekanan jadi kaya ampas doang. Gw bisa cengengesan, nilai bagus juga karena kalian gak ngebawa ini terlalu serius. Jadinya gw gak kebawa stres. Terima Kasih banyak!!!! Maaf gw banyak salah! :)

Hey! We are still friends no matter what! 
Good luck guys! Soon we will meet again in GWW!

The Bottle
by: Class of A2 TPB 47

Satu botol dua botol buat tambah darah
Tiga botol empat botol cari gara - gara
Lima botol enam botol masuk rumah sakit
Tujuh botol delapan botol masuk liang kubur
Kuliah kami gagal, pacaran kalah saingan
Malaga, brendi wiski pelariannn

Satu botol dua botol buat tambah darah
Tiga botol empat botol cari gara - gara
Lima botol enam botol masuk rumah sakit
Tujuh botol delapan botol masuk liang kubur
Kuliah kami sukses, pacara banyak cadangan
Aqua, susu fapet pelariannn