Showing posts with label Film. Show all posts
Showing posts with label Film. Show all posts
Kimi wa petto merupakan drama adaptasi dari manga yang berjudul sama yang dikarang oleh Yayoi Ogawa. Manga ini sebenernya juga sudah pernah diadaptasi sebelumnya loh pada tahun 2003 dengan pemain Jun Matsumoto. Yep, Jun Matsumoto ini merupakan salah satu anggota Arashi, boyband keluaran Jhonny's Agency. Sayangnya gw blm nonton drama itu soalnya belum tertarik sama drama dan waktu itu distribusi drama belum selancar sekarang. Selain oleh Jun, drama ini juga udah pernah diadopsi loh sama drama korea di tahun 2011, siapa lagi yang main kalau bukan Jang Geun Suk. Yang ini gw nonton sih, tapi kurang membekas gimana gitu. Seru sih tapi ya udah kurang detail mungkin.
(source: google image)
Aniwei, sekarang gw mau bahas remake terbaru untuk Kimi Wa Petto. Udah kepo dari tahun lalu tapi baru ketemu sekarang dan langsung maraton buat ngelarin dan bahkan belum tidur sampai saat ini hahaha.

Sinopsis
Well, cerita ini dimulai dari kisah Sumire Iwaya -- 30 tahun (Noriko Iriyama). Wanita ini merupakan salah satu editor di salah satu media. Wajah cantik, tinggi semampai, ditambah lulusan universitas Tokyo dan universitas Harvard membuat dirinya cukup terkenal di antara rekan kerjanya. Karirya pun tergolong bagus. Hingga suatu ketika dia tidak sengaja meninju supervisornya yang mabuk dan hendak menciumnya, terlebih dia sempat memaki "hage jiji" atau kakek botak kepada atasannya itu. Terpaksa ia pun menjalani demosi ke departemen lifestyle. Tak hanya itu di kehidupan asmaranya pun ia bisa dibilang tidak beruntung. Pacarnya meminta putus, dan parahnya lagi pacarnya mengatakan akan menikah dan wanita yang akan dinikahinya sedang hamil. Ia pun melampiaskannya dengan mabuk. Saat mabuk ia teringat kejadian di pagi hari, dimana ia melihat anak tetangga apartemennya yang tengah memungut anak anjing, tetapi sang ibu tidak mengizinkan untuk memeliharanya. Teringat dengan anjingya bernama Momo yang sudah mati saat ia kecil, Sumire pun akhirya bergegas ke tempat anak anjing itu untuk memungutnya sembari mabuk. Sesampainya di tempat tersebut alih-alih anjing, Sumire justru menemukan seorang pria muda bernama Takeshi Goda -- 20 tahun (Jun Shison). Dalam keadaan mabuk dan stress Sumire memeluk pria tersebut dan menyangkanya sebagai Momo.

Singkat cerita keesokan harinya, Sumire tidak ingat mengenai kejadian itu dan panik karena ada pria asing di kamarnya. Sebelum berangkat, krena sudah membantu Sumire, ia pun membuat makanan dan meminta pria itu pergi usai makan. Akan tetapi, sekembalinya ia dari kantor ternyata pria muda itu masih berada di rumahnya. Pria itu berdalih lapar dan tidak punya tempat tinggal. Akhirnya keduanya pun membuat kesepakatan, Takeshi diizinkan untuk tinggal di sana dengan syarat ia bersedia menjadi hewan peliharaan Sumire dengan nama "momo". 

Selang waktu berjalan, Sumire dan Momo pun semakin saling mengetahui kepribadian masing-masing. Meski terlihat mandiri, pintar, tegas, dan dingin ternyata Sumire merupakan pribadi yang mudah khawatir, ia pun tak mudah menunjukkan kelemahannya di depan orang lain termasuk menangis walaupun sebenarnya dia sangatlah cengeng. Anehnya, Sumire tak canggung untuk menangis dan curhat kepada Momo, manusia anjing peliharaannya itu. Salah satu hobi Sumire ketika sedang stres adalah mengeramasi rambut Momo. Untuk urusan asmara, Sumire memang memiliki standar yang tinggi, hal ini dikarenakan pengalamannya dicampakkan pria. Menurut dia jika ingin berbahagia maka pria tersebut haruslah memiliki pendidikan tinggi, kaya dan tinggi.

Berbeda dengan Sumire, Momo sendiri cenderung tertutup. Bahkan pada awal episod Momo enggan menyebutkan nama aslinya. Selang waktu berjalan akhirnya diketahui bahwa nama asli Momo adalah Takeshi Goda. Dari orang-orang di sekelilingnya Sumire menyadari bahwa sosok Takeshi bukanlah orang sembarangan. Ia merupakan salah satu penari yang hebat di bidangnya. Tak tanggung-tanggung ia sempat memenangkan kompetisi balet tingkat internasional. Meski pada akhirnya ia pun memutuskan pindah dan menekuni tari modern. Kemampuannya di tari modern pun diakui, bahkan ia diminta untuk merancang koreografi salah satu acara yang mendapat perhatian dunia.

Hubungan antara majikan dan peliharaan ini awalnya berjalan baik-baik saja. Hingga suatu ketika Sumire bertemu dengan seniornya pada masa kuliah dulu. Shigehito Hasumi (Terunosuke Takezai) merupakan salah satu karyawan yang memiliki karir yang baik. Sama-sama lulusan dari Universitas Tokyo, editor di bidang hubungan internasional ini baru saja dipindahkan dari kantor cabang di Jakarta. Betapa terkejutnya Sumire ketika bertemu dengan Hasumi di depan lift. Bagaimana tidak, Hasumi adalah cinta pertama Sumire dan bahkan ia pernah tidur dengannya. Hubungan keduanya di perkuliahan tidak berlanjut lantaran saat itu Hasumi sebenarnya sudah memiliki pacar. 

Melihat Sumire kembali, Hasumi pun segera menyatakan bahwa ia masih memiliki rasa pada Sumire. Namun, Sumire alih-laih senang, ia justru gugup dan cenderung sulit untuk berterus terang sehingga hubungan mereka maju-mundur. Di sinilah Momo kemudian membantu Sumire, walaupun Momo tahu ia ternyata menyimpan rasa pada Sumire. Di lain pihak, seorang pegawai bernama Shiori Fukushima (Yurina Yanagi) pun menaruh rasa pada Hasumi, ia pun tipe orang yang menghalalkan apapun untuk mendapat yang ia inginkan. Ia bahkan mengetahui fakta bahwa Momo adalah hewan peliharaan Sumire bukan sepupu seperti yang diakui Sumire selama ini.

Meski pada akhirnya Sumire dan Hasumi berpacaran, ternyata Hasumi kembali dimutasi ke Kantor Cabang di Seoul. Saat itulah Hasumi kemudian melamar Sumire dan mengajaknya ke Seoul. Sumire pun menjadi bimbang, ia merasa bingung apabila harus meninggalkan Momo. Akan tetapi, desakan untuk segera menikah dikarenakan umurnya yang sudah kepala 3 dari keluarganya membuat ia tak punya pilihan lain. Di lain pihak ia melihat Shiori menyatakan perasaannya pada Hasumi, yang akhirnya ia merasa kebingungan, tapi alih-alih mengejar Hasumi ia justru kabur dari lokasi kejadian. Di tengah kebingungannya, Sumire memilih bertahan di Tokyo dan memilih LDR dengan Hasumi. Sebaliknya, Shiori justru mengejar Hasumi ke Seoul dan menjebak Hasumi dan memintanya menjadikan dirinya hewan peliharaan.

Sementara itu, karir Momo semakin baik di dunia seni tari dan bahkan mendapat tawaran beasiswa ke Belgia. Hingga pada akhirnya Momo akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Sumire dan mengambil beasiswa tersebut.

Apa reaksi sumire mengetahui hal itu? Siapa yang akhirnya ia pilih? Dan bagaimana kelanjutan hubungan Hasumi dan Shiori sebagai majikan dan hewan peliharaan di Seoul?

Review
Nah itu gambaran singkat cerita ini. Tapi kalau dilihat sebenarnya Sumire ini menyebalkan dan egois. Karena dia berputar-putar, ingin pacaran dengan Hasumi tapi ingin Momo tetep di sisi dia. Momo pun selalu dengan sabar mendengarkan curhat Sumire soal Hasumi, meskipun ia sebenarnya memendam rasa juga. Menurut Momo "hewan peliharaan hanya bisa melakukan apa yang diminta oleh majikannya". Ia pun enggan untuk menyatakan perasaannya lantaran status dia yang saat itu merupakan hewan peliharaan.

Gak hanya itu, hampir di setiap episode adegan ciuman antara Hasumi dan Sumire pasti ada. Ditambah hubungan badan antara keduanya walaupun ga eksplisit. Sampai gw mikir ini cowo kayanya ga suka deh masa cuma hubungan badan aja, dengerin jarang. Beda kan sama Momo yang dengerin dan perhatian banget sama Sumire.

Btw untuk spoiler. Sebenernya pada akirnya gw mulai suka dengan sikap Momo yang mulai berani melepaskan status dia sebagai hewan peliharaan dan memilih mengejar beasiswa dia ke Belgia. Ia bahkan menyatakan perasaanya sekaligus melamar Sumire. Meski yah ga dijawab saat itu juga sih, Momo meminta Sumire menunggunya 3 tahun untuk memberikan jawaban. Dalam satu interview dengan koran, Momo menyebutkan bahwa tujuan ia menari adalah seorang wanita yang tentunya tak lain adalah Sumire. Ketika ditanya apa yang akan ia lakukan, ia menaytakan bahwa ia akan mengambil beasiswa sekaligus melamar untuk bekerja di salah satu agensi. Ia menyatakan meski berat hal itu ia lakukan karena ingin menabung untuk melamar wanita yang menjadi inspirasinya alias Sumire. 

Anehnya, meski untuk ukuran film 16 episode ini terasa terlalu panjang bahkan dipanjang-panjangkan tapi tetep bikin kepo. Walaupun sering kesel kenapa si Sumirenya gitu amat, tapi liat Momo akting langsung bikin fokus lagi. Gap nya 10 tahun sih, tapi kayanya lebih sering ngerasa Momo lebih dewasa deh dibanding Sumire yang jelas udah lebih tua. Di lain hal rasanya plot ini gw kayanya kenal deh, mirip sesuatu apa gitu. Kalau ending semua hal bisa sama kaya gitu berakhir bahagia enak kali ya ahahaha.

Aniwei, sebenernya ini film bagus banget, meski pas di akhir adegan nikahnya gak greget (ups spoiler). Kalau versi koreanya kan kayanya mewah banget tuh pas adegan nikahnya. Ini kok berasa lempeng gitu. Tapi buat ngabisin waktu bolehlah dicoba nonton filmnya. Yang akan membuat kalian jatuh hati di sini pastinya adalah penampilan Jun alias Takeshi alias Momo yang menggemaskan. Kalau peliharannya kaya dia aku mau deh angkut ke rumah hahaha lucu abisan. Di antara semua versi rasanya versi Jun ini yang paling memikat. Kalau cewenya no comment ahahhaha.

Well, selamat bermalam minggu~
(Source: Google image)
Mungkin sepele, apa yang terjadi ketika kucing tak ada lagi di dunia ini? Bahkan buat yang tidak memelihara kucing akan merasa dunia tidak akan banyak berubah dengan ada atau tidak adanya kucing.

Lalu bagaimana dengan telefon? Film? Bagaimana jika itu semua tidak ada lagi di dunia? Seharusnya dunia tidak jauh berbeda bukan? Toh nyatanya ke semua benda itu adalah benda random. Sama seperti manusia yang datang silih berganti ke hadapan kita.

Lalu bagaimana kalau justru kita yang menghilang? Apa dunia akan berubah? Toh waktu tak bisa berhenti dan kita harus terus berjalan. 

***
KIsah dibuka dengan seorang pemuda yang tengah mengayuh sepedanya. Dengan sebuah narasi film dimulai dengan pertanyaan "kalau di dunia ini kucing tidak ada, akan bagaimana dunia?". Ia pun menyebutkan bahwa dirinya akan mati sebentar lagi.

Namun, kisah kembali ke waktu sebelumnya. Jauh sebelum ia mengayuh sepedanya. Pemuda tersebut (Takeru Sato) sehari-hari berprofesi sebagai tukang pos. Setiap hari pemuda itu mengantarkan surat dari rumah ke rumah. Hidupnya monoton. Pagi hingga sore bekerja, malam pulang dan memberi makan kucing. Ia tinggal sendiri dan hanya ditemani oleh seekor kucing.

Suatu ketika dalam perjalanan pulang ke rumahnya, pandangannya mendadak sayup. Ia pun terjatuh dari sepedanya dan dilarikan ke rumah sakit. Betapa terkejutnya ia saat divonis mengidap tumor otak. Hidupnya tak lama lagi. Tumor itu sudah menjalar sedemikian rupa hingga tinggal menunggu waktu hingga ia tiada. Di dalam hatinya ia menjerit, meratapi nasib umur pendeknya. Namun, ia bersikap seolah-olah tegar.

Sesampainya di rumah, betapa terkejutnya ia saat menemukan 'dirinya' yang lain. Seorang pria dengan wajah yang sama persis dengan dirinya tengah duduk di meja makan. Bahkan ia mengenakan pakaian yang sama dengannya, jaket panjang biru dengan celana cokelat muda. Pria tersebut menamakan dirinya akuma atau setan. 

Ia pun menawarkan perpanjangan hidup untuk tukang pos itu. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi si tukang pos. Syaratnya adalah dengan menghilangkan sesuatu dari dunia ini. Hal tersebut haruslah yang digunakan oleh si tukang pos. Menurut setan tersebut, tak masalah benda tersebut hilang, toh itu hanyalah benda random yang ada pada hidup dan jumlahnya sebenarnya tidak terhingga.

Belum sempat berpikir lama, setan tersebut menawarkan untuk mengapus telepon dan telepon genggam dari dunia ini. Ia pun memberi waktu hingga si tukang pos menghubungi orang terakhir dengan telepon tersebut.

Keesokan harinya si tukang pos pun pergi menemui seorang wanita. Wanita terebut ternyata adalah cinta pertama si tukang pos (Aoi Miyazaki). Mereka pun menghabiskan waktu bersama seharian. Si tukang pos pun sempat bertanya pada wanita tersebut seandainya ia akan meninggal dan harus menghilangkan telepon dari dunia ini sebagai ganti tambahan satu nyawa lagi, siapa yang akan ia telepon. Awalnya si Wanita tertawa, namun ia menaydari ada yang tidak beres. Di akhir, si wanita meminta agar telpon tidak hilang. Karena keduanya dipertemukan melalui sambungan telepon, yakni ketika si wanita tak sengaja menekan nomor telepon yang salah. Namun karena memiliki hobi yang sama keduanya pun melanjutkan komunikasi hingga pacararan.

Usai bertemu, si tukang pos tengah merenung. Namun, si setan pun datang dan menghapus keberadaan telefon dari dunia ini. Merasa panik, si tukang pos pun pergi ke tempat si wanita, yakni di sebuah bioskop. Namun, wanita tersebut tak lagi mengenali si tukang pos. Dengan gontai ia pun pergi kembali ke rumah.

Tentunya cerita tak hanya sampai di sana. Keesokan harinya si setan menagih benda lainnya untuk ditukarkan dengan nyawanya. Satu persatu benda tersebut pun hilang.Pun juga dengan kenangan yang ada padanya.

***
Kadang sesuatu tak akan kita rasakan sebelum ia benar-benar hilang. Begitu pun pertanyaan mendasar mengenai eksistensi diri di dunia ini. Film ini berjudul Sekai Kara Neko ga Kieta Nara (2016). Film berdurasi sekitar 120 menit ini merupakan film yang diangkat dari novel berjudul sama. Meski judulnya kucing tapi film ini bukan film dokumenter soal kucing loh yaaaa. *spoiler*

Pada trailer terlihat sekelompok wanita menangis usai menonton film ini. Walaupun awalnya skeptis dengan film ini akhirnya gw tonton juga karena judulnya yang gak lazim dan pemain utamanya itu loh. Takeru Sato. Siapa yang tak kenal dia, aktor kondang dibalik beberapa film ternama mulai dari Rorouni Kenshin, BECK, hingga flm-film terdahulu semacam kamen rider den O, ataupun princess princess D. 

Meski temanya sederhana, dan film nya sederhana pula. Bahkan dari awal hingga akhir hanya satu karakter saja yang punya nama, itu pun bukan nama lengkap. Tapi film dengan alur maju mundur ini sukses mengacak-acak emosi dari penonton. Walaupun makin ke sini, ending bisa ditebak namun, saat awal hal tersebut nyaris mustahil untuk diketahui. Film ini membuat kita berusaha menyelami satu per satu dari kisah si tukang pos tersebut.

Overall, film yang sangat layak untuk dinikmati. Tentunya ada baiknya ditonton bawa tisu yaaa, biar gak meler hahahhaha. Mari santai sejenak dari hingar bingar provokasi dan hoaks dan mulai mempertanyakan pentingnya segala hal di dunia ini. Tak ada satu hal pun yang sia sia bukan?

In the end, I am really grateful for all of the people that I've already met. Thank you for allowed me to enter your life. Although it may be too short, but there isn't any memory that worthless to be remembered. 

Enjoy the show~~

"Dear dad, If all the cats disappear from this world, how would the world change? If I disappear from this world, who will feel sad for me?"

--Money Can't Buy Everything

Ceritanya waktu itu bener-bener penasaran banget sama film ini. Jarang kan ada anime yang movienya tayang di Indonesia, apalagi di Bogor. Berhubung deket dari rumah akhirnya gw nekat juga nonton film ini sendirian di pojokan hahahhahaa. Seperti yang gw duga yang nonton kebanyakan laki-laki. Sekalinya ada cewe biasanya pasti duaan, mungkin sama pacarnya. Aku mah apa atuh di pojokan sendiri, ketawa sendiri.

Well, sebelum mulai gw mau ngasih tau kalau akan ada spoiler di sini jadi ya bagi yang ga suka monggo di skip.
Source: google image
One Piece Gold merupakan film animasi One Piece the movie yang ke-13. Di Jepang film ini dirilis pada tanggal 23 Juli 2016. Sementara di Indonesia film ini dirilis pada tanggal 7 September 2016. Film ini mampu mendepak Finding Dory dari posisinya di Jepang. Bahkan animasi ini masuk ke box office di Jepang. Berdasarkan sumber dari google saat ini film ini telah meraup 4,8 miliar yen atau setara dengan Rp 618 miliar. Dari ketigabelas filmnya, One Piece Gold merupakan salah satu dari tiga One Piece the Movie yang keuntungannya di atas 1 miliar yen. Berkat pencapaiannya ini One Piece menjadi animasi pertama yang tiga filmya meraup keuntungan di atas 1 miliar yen. 

Saat ini sudah ada 33 negara yang membeli lisensi One Piece termasuk Indonesia. Manga yang dimulai sejak 1997 ini, saat ini telah memiliki 800 chapter. Eiichiro Oda, penulis One Piece, menyebutkan saat ini ceritanya baru selesai 65 persennya.

Untuk film Gold sendiri, One Piece mengusung tema dan alur cerita yang sama seperti kisahnya yang lain. Seorang mantan angkatan laut, Gild Tessoro (Kazuhiro Yamaji) merupakan seorang miliyader. Ia memimpin sebuah kapal raksasa yang besarnya seperti negara. Di kapal ini hampir semuanya berbalut emas. Seisi kota tampak begitu gemerlap dan glamour. Kapal ini terkenal dengan cassionnya tempat orang bisa menjadi kaya seketika, menurut Nami (Akemi Okamura). Siapa pun bebas bermain di sini, terlepas ia angkatan laut, rakyat biasa, atau pun bajak laut. Hal ini karena angkatan laut telah menjadikan kapal tersebut sebagai sebuah 'negara independen' yang kebal hukum. Artinya, hanya Tessoro lah yang dapat mengendalikan hukum di negara tersebut.

Adegan dibuka dengan penampilan khas karnival, dengan sumbangan lagu dari Tessoro dan Carina (Hikari Mitsushima). Luffy (Mayumi Tanaka) yang baru tiba di kapal tersebut merasa kagum dengan kemewahan kapal tersebut. Hujan emas dan sungai dari emas menyambut mereka sepanjang perjalanan menuju dok. Tapi, bukan kru Luffy namanya kalau tidak membuat kegaduhan. Belum sempat berlabuh kapal Luffy diserang oleh bajak laut lain yang mengatakan bahwa dirinya telah ditipu. Bajak laut itu pun menyerang Luffy dan kawan-kawan. Hal ini sontak menarik perhatian Tessoro, apalagi setelah ia mengetahui bahwa itu merupakan kapal milik Luffy, generasi baru yang membuat onar di New World. Tentunya bajak laut itu berhasil dilibas dengan mudah oleh Luffy dkk.

Luffy akhirnya merapatkan Sunny di dok. Ia pun disambut oleh seorang wanita seksi yang pastinya membuat Sanji jadi (Hiroaki Hirata) kayak cacingan. Ia memperkenalkan dirinya sebagai Baccarat (Nanao). Menurut Baccarat, kru Luffy merupakan kelas VIP sehingga ia pun datang dan menawarkan jemputan berupa mobil tua (sekilas mirip limosin dan duesenberg). Uniknya kendaraan ini dimotori oleh kura-kura (kame) berotot, yang kalau kagi jalan mereka teriak "kame kame kame". (This is the part where I love the most, the turtle is so funny).

Baccarat pun mengajak mereka keliling kota. Ia pun menjelaskan bahwa kota tersebut dibangun dengan emas. Bahkan gedung utamanya pun dibangun dengan emas murni. Tapi, jangan berpikir untuk mencuri karena kota ini dilengkapi denga den-den mushi survilance atau CCTV den-den mushi. Sesuai dengan tujuan awalnya mereka pun segera menuju ke casino setelah berganti baju. Begitu tiba mereka diberikan koin yang setara dengan hmm . . . oke gw lupa nominalnya. Anggaplah beberapa miliar berry. Seperti biasa tanpa pikir panjang Luffy, Usop (Kappei Yamaguchi), dan Chopper (Ikue Ōtani) langsung mengambil koin tersebut dan memulai aksinya. 

Berkali-kali menang, akhirnya Baccarat menawarkan untuk masuk ke ruang VVIP. Di sini mereka bertemu dengan Mr Tanaka (Gaku Hamada) yang mampu menembus medium inorganik, dan Dice (Kendo Kobayashi) yang masokis. Di sini pulalah kru Luffy bertemu dengan Tessoro. Merasa percaya diri dengan keberuntungan Luffy, mereka pun mengikuti taruhan yang dilakukan Tessoro. Tanpa mereka sadari Baraccat merupakan pengguna buah setan yang dapat menyerap keberuntungan seseorang. Luffy pun kalah dan kru mereka dikenakan hutang yang tidak sedikit. Merasa marah karena ditipu Luffy pun berniat menghajar Tessoro, tapi karena ketidakberuntungannya ia pun sakit perut, belum lagi ia juga terpeleset kulit pisang (-_____-'). Zoro (Kazuya Nakai) yang berusaha melindungi kru lainnya justru diubah menjadi emas, ia pun ditawan. Atas pertimbangan Nami mereka pun mundur dan berjanji membebaskan Zoro dengan tebusan yang dijanjikan sebelum ia dieksekusi oleh Tessoro. 
Source: google image
Jadi bagaimana mereka membebaskan Zoro? Tentunya silahkan menonton sendiri. Untuk yang ingin spoiler. Plot twist cerita ada pada Carina yang merupakan partner Nami saat masih merampok dulu. 

Sama seperti film One Piece lainnya, movie ini diisi komedi renyah khas Oda. Mulai dari Sanji yang ga ketulungan ganjennya, Kura-kura berotot, hingga lambang ketidak beruntungan yaitu kulit pisang yang muncul di mana-mana. Selain itu, ada pula adegan Luffy bodoh yang dengan kebodohannya mengacaukan rencana atau mungkin mengacaukan rencana memang sesuai rencana? (hahahhahaha he's so stupid). Combo Franky (Kazuki Yao) dan Luffy bodo banget. Best scene kali ini untuk bagian yang lucu ada di adegan Usopp, Carina, Nami, Sanji, Robin (Yuriko Yamaguchi), dan Brook (Yūichi Nagashima) saat menyamar menjadi celestial dragon. Sumpah lucuuuuuu~~ berhubung isinya cowo jadi suara ketawa di bioskopnya juga menggelegar. Ada yang sampe keluar kata kaya "Luffy bego" dalam hati gw, 'emang' sambil ketawa dalam diam. hahahhaa.

Ya sekali lagi kisah ini kembali mengajarkan kita untuk humble. Mengingatkan kita tidak semua hal bisa dibeli dengan uang seperti yang Tessoro sebutkan. Dan kadang kebencian bisa membuat kita menjadi orang yang paling kita benci. 

"Money can't buy everything, Not even people, country, or even justice". Well semoga hal yang sama juga terjadi di negara kita.

Okay, let's enjoy the movie, cheers~
source: google image
Okay, pada akhirnya saya memutuskan kembali menulis dengan bahasa Indonesia kembali. Kalau lagi pusing sulit untuk menulis dalam bahasa Inggris, bukannya tidak bisa lebih ke sulit konsentrasi, pasti ada saja kata yang tertukar. Lagi-lagi di postingan kali ini saya akan menulis sebuah drama yang pernah saya tonton. Don't get me wrong, walaupun memang akhir-akhir ini saya semakin sering menulis mengenai drama yang baru saya tonton, ini bukan berarti saya leyeh-leyeh. Sebenarnya ini semua merupakan film yang pernah saya tonton, hanya saja saya belum sempat menulisnya. 
(source: google image)
Beauty or Beast (美女か野獣), merupakan drama yang tayang pada tahun 2003. Bagi sebagian orang drama ini mungkin tidak asing, karena drama ini pernah tayang di salah satu stasiun televisi swasta. Apabila dilihat sekilas dari judulnya, mungkin tidak akan terbayang tentang apa sebenarnya drama ini. Drama yang memiliki jumlah episode sebanyak 11 ini, merupakan drama yang memiliki tema jurnalistik. 

Diceritakan seorang wanita bernama Takamiya Momoko (Nanako Matsushima), seorang jurnalis yang bekerja di luar negeri, tepatnya di UNN. Kemampuannya sebagai jurnalis, atau bahkan sebagai 'News Producer' tidaklah diragukan lagi. Hal ini membuat pihak JBC merekrut dia untuk menjadi News Producer untuk acara Evening News. Rating acara tersebut yang tak membaik membuat pihak perusahaan merekrut Takamiya. Takamiya menyetujui penawaran yang ditawarkan sebagai gantinya ia diminta untuk menaikkan rating acara berita tersebut. 

Pada saat hari H kedatangan Takamiya di bandara, pihak JBC menyuruh orang untuk menjemput Takamiya. Akan tetapi, alih-alih menjemput Takamiya, mereka malah menjemput Hiromi Nagase (Fukuyama Masaharu), seorang mantan director di bagian variety show. Nagase tentunya merasa senang dengan sambutan yang diberikan, bahkan ia diberikan ruangan tersendiri. Baru kemudian crew Evening News sadar bahwa yang dijemput oleh mereka bukanlah Takamiya, melainkan Nagase, sesama bawahan seperti mereka. Diluar dugaan ternyata Nagase dan Takamiya saling mengenal. Bukan hanya itu mereka berdua ternyata merupakan mantan kekasih di masa lalu, tetapi keduanya memilih untuk merahasiakan hal ini dari yang lainnya dengan alasan profesionalitas.

Takamiya merupakan sosok yang kuat yang bekerja untuk mencapai tujuannya. Sering kali demi mencapai tujuannya ia kehilangan arah, dan Nagase lah yang menyadarkan Takmiya. hal sebaliknya pun berlaku, saat Nagase ragu maka Takamiya lah yang menyadarkannya. Bahwa tugas seorang jurnalis adalah untuk mencapaikan fakta tidak peduli siapa orang yang terlibat di dalamnya.

Dalam perjalanannya Takamiya berusaha membangkitkan kembali semangat mencari fakta para bawahannya di berita petang. Hal yang ia sadari merupakan kelemahan dari segmen berita tersebut. Sebagian dari mereka sudah mulai kehilangan semangatnya. Kedatangan Takamiya dan Nagase perlahan-lahan mengembalikan makna profesi mereka sebagai jurnalis, dan tentunya juga turut memperbaiki rating. Akan tetapi, kadang tuntutan rating dan fakta kadang tidak beriringan. Tim Berita Petang dihadapkan pilihan apakah harus mempertahankan segmen yang meningkatkan rating atau memberitakan masalah pencemaran lingkungan sebelum pabrik lain mulai dibangun. Akan tetapi, apabila mereka tetap bertahan untuk menyampaikan fakta, dan rating turun maka keberadaan Berita Petang akan ditiadakan.

Bagaimanakah strategi Takamiya menyikapi hal ini? Lalu apakah ia dan Nagase akan berbaikan?
(source: google image)
Hal lain yang merupakan puncak cerita dari drama ini sebenarnya membuat saya merasa terketuk, tapi kalau diceritakan kelihatannya tidak seru juga ya. Intinya pekerjaan jurnalistik adalah pekerjaan dengan persepsi lebih dari satu. Koin bermata dua katanya. Sebagai jurnalis kita dituntut untuk 'cover both stories', berita yang harus berimbang. Di lain pihak keberadaan jurnalis bisa dibilang baik dan buruk dalam waktu bersamaan. Semuanya tergantung perspektif.

Jujur saja, ini merupakan drama yang saya tonton waktu saya masih di bangku SMP. Salah satu drama yang menginspirasi saya untuk bergerak di bidang jurnalis. Bukan hanya drama ini sebenarnya, drama pertama yang saya tonton berjudul Anchor Woman, tapi berhubung ini merupakan drama lama, mencari video dengan resolusi bagus benar benar sulit.

Aniwei, alasan kembali mereview drama ini adalah karena walaupun ini merupakan drama lama, patut diakui bahwa ini merupakan drama yang bagus. Makna yang disampaikan juga cukup baik. Bahwa yang namanya kebenaran berhak untuk diperjuangkan. Kalau harus berbicara mengenai kelemahan, tentunya sudah sulit. Ini merupakan film lama tentunya banyak hal yang saya rasa sudah tidak cocok lagi di mata saya, tapi saat saya menonton dulu, tak ada masalah dengan ceritanya. Tapi ceritanya bisa dibilang tidak terlalu berat, buat saya. Patut disayangkan mengingat artis dan aktor yang bermain di film ini merupakan artis/ aktor yang benar-benar hebat, seperti Nanako Matsushima (GTO), dan Fukuyama Masaharu (Galileo). Klimaks dari film juga mengikuti ritme film jepang pada jaman dahulu seperti biasanya, awalnya tidak berhubungan kemudian di dua episode terakhir jadi berhubungan. Intinya konflik yang mendalam baru muncul di episode terakhir.

ジャー楽しみましょお!

Karena jurnalis ada untuk menyampaikan fakta :)
I've been thinking to write about this movie, I always forget to write this. This one also was an old drama, but I'm sure this one is an interesting movie to watch. This drama has a dark plot inside it. Although the title is Last Friends, I could say that the ending is not really bright. And some conflict you will see in this drama really hard to digest. I mean there are violence described in this drama and beside that the love story also seems complicated. But after all this drama made me addicted to watch until finish. Not only because this drama full of great actors and actresses, but also the plot is really clean. No wonder it can achieve ratting 17.7 in average (source: dramawiki). 

Many review and award given for this drama. 1st Tokyo Drama Award give this drama as best Youth Drama, and Ueno Juri Awarded as Best Actress. 12th Nikan Sports Drama Grand Prix awarded Ueno Juri as Best Actress and Ryo Nishikido as Best supporting Actor. In  57th television drama academy award it receive a lot of award there are best drama, Best Supporting actress Ueno Juri, Best Supporting Actor Ryo Nishikido, best director Kato Hiromasa, Nishisaka Mizuki, Endo Mitsutaka, best script Asano Taeko, and best theme song "Prisoner of Love" sung by Utada Hikaru. (source: dramawiki) 
(source: google image)
The plot revolved around Michiru Aida (Nagasawa Minami). Michiru Aida is just a plain normal girl who work at a salon. She has a boyfriend who works in child welfare division and planning to move to his apartment Oikawa Sosuke (Ryo Nishikido). She accidentally met with her high school Kishimoto Ruka (Ueno Juri). This reunion off course made Michiru happy. Living with the one she loved and meeting with her best friend is the best gift she had. But her boyfriend didn't seem to like Ruka. He get jealous of her. And what Michiru didn't know is her boyfriend is an overprotective type. He easily lay hand on Michiru. 

Michiru come from unhappy family, her mother usually bring man to home, in work she always bullied. She always think that if she wait someday happiness will come. She feel that she share the same feeling with Sosuke. Sosuke, despite his violence actually he just afraid to be left. The memories of past made him an overprotective person so that he didn't loose anyone, but what he has done made Michiru suffers.

With Machiko being abused, Haruka get mad at Michiru's boyfriend. She asked her to move out to her dorm, a mixed dorm. But Michiru is to naive, she still think that her boyfriend will change. But she wrong, her boyfriend didn't permit her to work again although becoming a beautician is her dream. He didn't even permit Michiru to hang out with Ruka. Seeing bruise all over Ruka, Mizushima Takeru (Eita), Takigawa Eri (Mizukawa Asami), and Ogura Tomohiko (Yamazaki Shigenori) who were in dorm can't stand it. And trying to protect Michiru.

Looking how care Ruka to her friend, Takeru grow a feeling to her. And Ruka seem to enjoy herself around Takeru too. Like the others Takeru has a guilt of the past that made him afraid of the opposite gender. But being with Ruka seems didn't affect him. He didn't know that Ruka hide some secret with her. A secret that her parents didn't even know. A secret that made Sosuke who realized it, get jealous of her.

Eri was a stewardess and Ogura was a pilot. Eri who hasn't a man meet with Ogura who is his work colleague. Ogura is a pilot who has a family problem. Being betrayed by his wife that has an affair he decided to move out to dorm. Ogura and Eri shared a feeling too, although they seems love each other Ogura didn't have a courage to divorced his wife.

As the stories goes on, finally Michiru decided to break up with Sousuke, and leave with the others. But the happiness didn't last long. Sosuke always stalk Michiru. To protect her, Takeru decided to accompany Michiru. And Michiru fall in love with him, without knowing that Takeru love her friends, Ruka. He accidentally met Sousuke and said to him that she already has someone to love. This made Sosuke jealous. Sosuke beat up Takeru in his way home. This made Takeru's hand injured and made him can't work. Though that time Takeru finally receive a bigger job as a makeup artist that was his dream. Michiru think it is her fault and decided to go back to Sosuke.

In the end, how will Machiko and Sosuke relationship will go? Will Ruka able to receive the feeling of Takeru? And what secret did Ruka hide? And will Ogura decided to divorced his wife and leave with Eri?


(all image source: google image)
This one is a heavy drama. Ryo Nishikido who play as Oikawa Sosuke, really did a great job! He has a feel like psychopath in this movie. I always respect him as a member in Kanjani8, but this drama make me respect him as an actor also. You will know when you watch this movie that he was over load with charisma. And because of his role in this drama he got awarded as best supporting.

Another great act was coming from Ueno Juri. Well, she is out of the question about how she act. Since I watch her performance in Nodame Cantabile, I began to admire her. I really can't wait to see her new drama with TOP 'big bang'. I want to see her ability to act with other language.

Although I can't describe all of the actor and actress, everyone really did a good job too. Eita and Mizukawa Asami is admirable as usual~~ Unfortunately they didn't play as a couple again in this drama like in Nodame. Well I admire them since Nodame Cantabile too, while they playing with Ueno Juri. Eita also was one of my favorite actor. He always play many different character.

If I must talk objectively than I will say this is a really good drama. The only weakness I see is some of stories seems didn't described well. Yah I mean the stories about Takeru past. I know what it is, but I felt it isn't too detailed.

After all, if you want to watch a romance genre but too tired to watch an usual love genre that this drama can be the solution. Although it's about romance the plot will still ask you to think about this drama. Especially about violence that seems happened to children.

Jaa, happy watching~~ :)
Well, this is not new drama actually. I just seen it recently, actually finished it in one minute ago hahaha. And again I will write about this drama in English. Recently it become a habit of mine to write a post in English, I also do the same in my other account. Since English is not my native language, I'm sure there will be many incorrect grammar and spelling, like I always do. So sorry about that.

Jaa, in the first place I didn't plan to watch this drama. I already have to go to work, beside that there are a lot of dramas and movies that already listed in my waiting list. And yah, Ryuhei Maruyama (Kanjani8) brought me to watch this. To be the truth, I am not a fanatic fan of movie or drama that stared JE's idol in it. No offense. I just have my own favorite actress and actor. I prefer seeing some them on stage rather than in drama or movie. Well, although I admit that some of them really did great in their drama/ movie. Especially Ikuta Toma, haha he is basically actor after all, no wonder his act made me fall in love in the first sight. But well, for this drama I admit Maruyama-san really fit with the character *grin. I almost laugh for all of the episode.

Back to the topic, Boys On The Run is a drama that was adopted from manga that had the same title. Actually it had the movie version, but for this post I will talk about drama version that was aired in tv asahi in 2012. It has 9 episode, it's not that long to watch~

The story developed around a man named Tanishi Toshiyuki (Maruyama Ryuhei), despite his age in 27, he still didn't accomplished anything. Living without goal, and he even still a virgin (apparently in Japan it is a rare thing). He worked in a small capsule toy company. In that place he met Uemura Chiharu (Akina Minami) whom made him completely fall in love with. But he didn't have courage to confess to her. And he didn't even try. He really into por* video and s** call (sorry to censored this, I just didn't want my blog pop up because of a 'strange' keyword). He successfully asked a girl to go to l*ve hotel, but instead a beautiful and sexy woman, he get a scary woman. He got dragged to a room, but he didn't get energized at all. The woman ask him to leave, and of course Tanishi really happy about that. Seeing his expression changed from not happy to happy, the woman got upset and punch him. And off course Tanishi was chased by that woman. He accidentally drop his wallet, and a woman named Hana Ooiwa (Airi Taira) took it. She wanted to give it back to Tanishi so she chased after him, but Tanishi too scared to even look who was chased after him. He throw tantrum, reflex Hana punch him and Tanishi blacked out.

The next day, miracle happened Uemura suddenly talk to him. He even can go for a date with her. But things didn't go as smooth as he planned. Because of his cowardly character, he almost sacrifice Uemura to a gangster, luckily Hana who was really good at boxing was around that place, than she save Uemura. But after all of this accident Uemura still hooked to Tanishi, and they eventually kissed. 

In work, Tanishi was work in a small company which didn't have fighting spirit. They have a company rival called Mammoth. When Tanishi deliver the toy to the sop, he met one of worker that work in Mammoth, Aoyama Takahiro (Takumi Saito). And they became friend. Because of his naive and innocent character he always talked to Aoyama about everything, especially about his relationship with Uemura. In a mean time he also be friend with Shiho (Eriko Sato) Uemura's next door neighbor who always cheer up for him. 

Will Tanishi able to going out with Uemura? Or maybe there will another twist in the end? 

And well, that's the spoiler. I prepared the story longer than this, but if I do so then I will tell half of the story. Just enjoy it by yourself~

The main point of this story is about a man who still acted like a boy. He always running away every time he face a trouble. He didn't even try to sacrifice something in order to protect something important to him. He always run every time he in pinch. But, although that, he really has a kind heart. He always give his best to make other happy. In my own stand point, this drama is really worth to watch. It's true that the genre is comedy, but it doesn't mean this drama has lost its meaning. It teach us how to not running away in life because once you running away you will keep running away in your whole life. And without you noticed you will become a person who lost the meaning of life, the meaning of dream. Of course someday you will fail, but it doesn't mean your efforts is a waste. If you keep going on and don't run away, someday you will find your own way. And in that journey, it's important to be honest and kind to others. Although they maybe hurt you in past, becoming a forgiving is better than a spiteful person. So that even if you fail, you will be still winning.

This drama really got me. I almost run. I don't know if this is a good choice, but like Shakespeare said there's nothing good or bad, but thinking makes it so.

Well let's enjoy the drama~~

In a world where we can't even say the word in our mind, POISON
I want to live without deceiving myself
Takashi Sorimachi - Poison

Great Teacher Onizuka merupakan drama jepang yang cukup lama. Film ini ditayangkan pada tahun 1998 dan pernah ditayangkan di salah satu film swasta di negara kita. Film ini memang film yang cukup lama, tapi bagi siapapun yang menonton pasti meninggalkan kesan di hati. Apalagi buat kalian yang mengeluh karena bosan film yang ditayangkan bernuansa romantis semua. Yah bagaimana tidak film ini memang banyak mengajarkan berbagai hal mengenai hidup. Saya sendiri banyak terkesan dengan film ini. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk menonton ulang (lagi dan lagi) film ini. Alasan kenapa saya belum menulis review mengenai film ini adalah karena film ini terlalu bagus, dan saya jadi bingung mau nulis dari mana. Daripada berlama-lama lebih baik kita langsung aja cerita soal film nya ya.
source: google
Great Teacher Onizuka merupakan drama yang diangkat dari manga atau komik yang berjudul sama. Secara garis besar drama ini terdiri dari 11 episode dan 1 episode spesial serta 1 drama movie. Buat kalian penyuka drama Jepang mungkin tema cerita GTO ini memang cukup lumrah. Cerita seorang guru yang berkorban membantu muridnya untuk menjalani hidup. Mungkin yang agak berbeda adalah komedi yang disajikan dari drama ini. Onizuka Eikichi (Takashi Sorimachi) adalah seorang pengangguran yang merupakan mantan anggota geng motor. Meski demikian ia bercita-cita menjadi seorang guru. Melalu temannya Saejima (Naohito Fujiki) ia mengetahui bahwa Seirin Academy membutuhkan guru baru. Ia pun lantas mendaftar di sana. Tentunya pihak sekolah merasa curiga dengan Onizuka. Penampilannya yang berantakan, terlebih dengan nilai yang pas-pasan dan berasal dari universitas tanpa nama tentunya mengundang pertanyaan bagi pihak sekolah. Saat sedang wawancara beberapa murid berbuat onar dan menyerang kepala sekolah. Sang kepala sekolah, Uchiyamada meminta Onizuka untuk melindunginya berhubung ia jago karate. Onizuka melihat ini sebagai kesempatan emas dan memutuskan untuk memasng badan untuk kepala sekolah agar ia diterima. Merasa di atas angin Uchiyamada memaki murid tersebut dan menyebutnya, "sampah". Mendengar ini Onizuka lantas malah berbalik memarahi kepala sekolah. Ia berkata "Tidak sepatutnya seorang guru menyebut muridnya sampah". Ia pun pergi berlalu setelahnya.

Onizuka tahu itu akan membuat kepala sekolah membenci nya. Ia yakin ia tak akan diterima. Merasa gundah ia malah bertemu dengan anak SMA yang memalaknya. Dengan mood jelek tentunya Onizuka malah balik memalak mereka. Sesampainya di apartemen ia mengeluh ke Saejima, tetapi justru Saejima mengabarkan bahwa Direktur Seirin mencarinya, apabila ia masih ingin menjadi guru ia diminta datang hari itu. Jam menunjukkan hampir tengah malam. Beruntung sang direktur masih berada di sana. Dan dengan itu resmi lah ia menjadi guru di Seirin Academy.

Perjuangan Onizuka tidak sampai situ, Uchiyamada yang masih merasa kesal tentunya menentang hal ini. Direktur meyakinkan bahwa Onizuka akan ditempatkan menjadi wali kelas 2-4. Kelas yang selalu berhasil membuat wali kelas mereka kabur. Dan di sini lah kisah Onizuka di mulai. 

Secara garis besar drama ini menceritakan bagaimana Onizuka meyakinkan murid-muridnya untuk menjalani hidup. Dalam drama ini ia selalu dibantu oleh rekan kerja nya Fuyutsuki Azusa (Nanako Matsushima), yang belakangan mereka justru menikah di dunia nyata. Satu persatu murid akhirnya percaya terhadap Onizuka, tentunya. Karena ending film tidak mungkin sedih bukan? Tapi dalam setiap cerita Onizuka meyakinkan murid-muridnya benar-benar berkesan, bukan cuma muridnya Onizuka juga berhasil mengubah pandangan rekan-rekan kerja nya dalam menanggapi tugasnya sebagai seorang guru.

Dalam film ini kita diajak untuk melihat apa itu pendidikan yang sebenarnya, agak sedikit membesar-besarkan sebenarnya, tapi kita diajak untuk membuka mata akan hidup. Diajarkan untuk bermimpi dan mewujudkannya, diajarkan untuk menghargai apa yang kita punya saat ini, menghargai diri sendiri, dan tentunya bagaimana kita diajarkan utuk menjadi orang dewasa. Salah satu episode yang menarik adalah bagaimana Onizuka mengajarkan yang namanya korupsi memang dilakukan orang dewasa dan betapa kita generasi muda membencinya, tapi jika kita membuka mata bukan berarti kita tidak pernah melakukan kesalahan yang sama. Jika kita tidak menghadapi nya dan mengakui kesalahan kita dan akhirnya merasa nyaman dengan kesalahan itu, kelak kita akan menjadi pribadi yang sama dengan mereka.

Akhirnya gw malah curhat. Yah gimana dong, ini film bener-bener berkesan. And make my childhood worth to be remembered. Film ini terbukti berhasil nge-brainwashed gw. Buat gw sampai sekarang seorang guru dan dosen adalah oarang-orang hebat yang berkorban banyak. Saking suksesnya ini film nyuci otak gw, gw bahkan bercita-cita jadi guru. Anehnya biarpun ini film udah gw ulang berkali-kali hingga saat ini, gw berhasil nangis tiap nonton episode-episode nya. Sedihhhhh.

Sebenernya ini film sudah dibuat remake nya di tahun 2012 dan tahun 2014. Filmnya juga bagus, tapi mungkin karena ini versi pertama yang gw tonton gw jadi susah pindah ke lain hati. Gw terlanjur jatuh hati sama Onizuka yang diperankan oleh Takashi Sorimachi. Tapi berhubung drama 1998 banyak mengalami penyesuaian dan buat kalian yang lebih prefer versi mendekati komiknya mungkin akan lebih tertarik remake nya. Karena remake nya memang hampir mendekati komiknya dari segi ekspresi juga dan itulah yang membuat versi remake nya bernilai positif, gw suka ekspresi onizuka di sini hahahaha. Buat kalian yang sudah membaca komiknya dan merasa terlalu keras dan vulgar, tenang saja buat drama tahun 1998 sudah banyak diperhalus dan cukup nyaman dinikmati semua anggota keluarga. Komedi nya juga ringan dan menyenangkan. Yah, takashi sorimachi memang ganteng. Bahkan gw dulu sampai bikin pin muka Takashi Sorimachi loh saking terkesima nya sama aktingnya jadi Onizuka ahahahaha *dilemparsandal. Poster Takenouchi Yutaka di kamar nya Fuyutsuki-sensei juga ganteng hahahaha *salah fokus.
Jadi siapa yang mau diajar sama guru bersenyum tengil ini? *ngacungtangan hahaha
Aniwei, drama ini sangat layak ditonton. Apalagi yang gak suka drama mainstream dengan genre romance berlebihan. Hahaha.

Happy sunday, and happy watching :)
Genome Hazard yang dalam katakana ditulis ゲノムハザード atau mumyeongin (무명인) yang berarti tanpa nama dalam korea. Merupakan film Jepang-Korea yang dirilis pada tahun 2014. Film yang di direktori oleh Kim Sung-Su merupakan film adapatasi dari novel yang ditulis oleh Shiro Tsukasaki. Yup, film ini mengambil seting di dua negara yaitu Jepang dan Korea. Pemeran utama film ini siapa lagi kalau bukan Nishijima Hidetoshi. Dalam film ini Nishijima-san beradu akting dengan beberapa aktor dan aktris korea, salah satunya adalah lawan mainnya Kim Hyo Jin. Ini bukanlah yang pertama kalinya Nishijima-san beradu akting dengan aktris negara ginseng, dalam drama lain di tahun 2011 Nishijima-san juga beradu akting dengan Kim Tae Hee dalam drama berjudul Boku To Star 99 Nichi. But, for now let's skip that.

Kali ini saya akan bercerita mungkin lebih tepatnya mengenai film yang berjudul Genome Hazard. Film ini merupakan film sci-fi menurut saya. Walaupun ada juga yang bilang bahwa ini merupakan thriller medical.  Nah sebelum membahas lebih lanjut sebaiknay kita lihat dulu trailer dari film ini.

credit: Lotte Entertainment (International) @Youtube  


Ishigami Taketo (Nishijima Hidetoshi) merupakan seorang seniman yang bekerja di sebuah perusahaan desain. Kisah dibuka dengan pemandangan sebuah tamand an seorang pria berbaju compang-camping berjalan terseok-seok sembari memegang sebuah buket bunga. Kisah berlanjut ke hari sebelumnya seorang pegawai membawakan hadiah yang merupakan hadiah ulang tahun Ishigami dari sang Istri sebuah hadiah yang diselipi kartu ucapan dalam bahasa korea yang anehnya dapat dimengerti oleh Ishigami. Mendapatkan hadiah dari sang istri membuat Ishigami bergegas pulang dari kantornya. Setibanya di apartemennya ia mendapati lilin dengan susunan unik di tengah ruangan.

Dengan hati bahagia ia menyalakan lilin tersebut satu persatu sambil mencari istrinya, tapi sang istri tak muncul. Ia mendapati sang istri tergeletak di bawah lukisan yang ia buat. Melihat darah sang istri ia pun panik. Telepon berdering, Ishigami mengangkat telepon tersebut yang ternyata dari sang istri yang mengatakan ia tak akan pulang dan menginap di rumah orang tuanya. Masih tak tau apa yang terjadi ia bingung karena mayat istrinya masih berada di depan matanya sementara 'istrinya' di saat yang sama meneleponnya. Ketukan di pintu apartemennya membuat Ishigami membuka pintu, tamunya ternyata adalah pria berbaju hitam yang mengaku polisi. Pria-pria tersebut memaksa masuk, tetapi saat mereka masuk mayat sang istri sudah tak ditemukan. Dengan alasan mencurigakan pria tersebut membawa paksa Ishigami pergi.

Di tengah jalan Ishigami berhasil kabur dan bertemu dengan Kang Ji Won (Kim Hyo Jin). Kang Ji Won adalah seorang polisi korea yang tengah menyelidiki kasus, tetapi klien yang melaporkan kejadian tersebut tidak dapat dihubungi. Binggung karena tidak tahu apa yang terjadi pada Ishigami dan merasa kasihan Ji Won membawa Ishigami pergi, tetapi ternyata keberadaan mereka berhasil dilacak pria berbaju hitam. Ishigami kabur sendiri membawa mobil Ji Won, padahal ia mengaku tak bisa membawa mobil. Berhasil kabur Ishigami menuju sebuh lab mengambil zat kimia yang entah mengapa ia tahu fungsinya dan mengambilnya untuk mengobati lukanya.

Ia kembali bertemu dengan Ji Won. Dengan tingkahnya yang mencurigakan ia mulai merasa aneh dengan Ishigami. Ishigami pun mulai melupakan hal-hal yang berkaitan dengan dirinya. Bahkan baik teman maupun rumah orang tua istrinya ternyata tidak nyata. Kian hari ia semakin tidak mengetahui siapa dirinya.

Merasa semakin terasing dengan dirinya sendiri ia dan Kang Ji Won berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Dalam perjalanan ia menemukan seorang pria bernama Oh Ji Woo merupakan ahli kimia yang berasal dari korea, yang ternyata pria terebut merupakan alasan pria berbaju hitam itu mengejarnya.

Apa yang terjadi pada Ishigami? Siapakah Oh Ji Woo?

Secara garis besar ini film sangat menyenangkan untuk ditonton walaupun di sana sini banyak yang mengganjal. Tapi melihat Nishijima Hidetoshi ngomong pake bahasa Korea dan tentunya action dia di film ini bikin saya makin kagum sama om ganteng ini. Apalagi pas adegan balapan di jalanan korea itu loh aduh jadi greget saya hahaha.
(sumber: google image)
Jadi menarik bukan untuk disaksikan? Hahaha

"Rimba raya maha indah cantik molek perkasa~"
Mars Rimbawan

Alam merupakan anugerah yang paling nyata yang diberikan Tuhan. Dan hutan merupakan salah satu anugerah yang paling nyata itu. Pernahkah kalian membayangkan berada di tengah hamparan hijau, sepanjang mata yang kalian lihat adalah hijau pepohonan dan langit biru yang mengintip diantara tajuk pepohonan yang tinggi menjulang ke langit. Bagi kalian para rimbawan pemandangan ini tentunya bukanlah hal yang asing. Berada terasing di lingkungan yang tidak kalian kenal. Setiap pagi suara mamalia dan burung bersahut-sahutan membangunkan kalian. Kekeluargaan yang dapat kalian rasakan saat berada jauh dari 'peradaban'. Masuk ke hutan berbekal gps melakukan survei untuk melakukan penebangan. Suara chainsaw bersaut-sautan diiringi suara pohon jatuh setelahnya. Tak jarang ada satu atau dua lintah menempel menghisap darah kalian. Ya kalian para rimbawan pernah merasakannya. 

Wood Job! Kamusari Nana Nichijo. Film ini merupakan film tahun 2014, sebuah film yang layak ditonton bagi kalian para rimbawan ataupun bagi kalian yang suka mendaki gunung. Tidak ada salahnya bukan kalian pecinta alam melihat sisi lain dari hutan yang sering kalian lalui itu? Film ini merupakan salaha satu film yang layak ditonton karena bukan hanya memberikan pengetahuan tetapi juga membuat kita bersyukur atas apa yang kita punya.

Sejak melihat trailer nya di awal tahun 2014 tepat sebelum saya melaksanakan PKL di hutan Kalimantan, saya sudah memasukkan film ini sebagai film yang wajib untuk ditonton. Walaupun sekilas, saya melihat pemandangan akrab yang biasa mengisi hari-hari saya sebagai rimbawan. Nah sebelum kita lanjut membahas film apa ini sebaiknya kita lihat dulu trailer film ini walaupun tidak ada subtitle nya sih hehe, 楽しみましょう~!

credit: 東宝MOVIEチャンネル @youtube 


Kisah ini menceritakan mengenai seorang anak SMA Yuki Hirano (Shota Sometani) yang bisa dibilang merupakan bocah urakan dan cuek. Di antara teman-temannya hanya dirinya lah yang gagal masuk universitas. Tidak hanya itu, ia bahkan dicampakkan oleh pacarnya. Ditengah kebingungan ia melihat selebaran yang menawarkan macam-macam training. Perhatiannya tertuju pada selebaran Forest Training "Come Work With Us". Ia memilih selebaran itu bukan karena tertarik pada kehutanan melainkan karena ia tertarik pada wanita yang menjadi model pada pamflet tersebut. Tanpa pikir panjang ia pun memutuskan memasuki traning tersebut tanpa mencari tahu apa sebenarnya pekerjaan kehutanan itu.

Dalam perjalanannya menuju tempat yang ia tuju, mantan pacarnya menelponnya. Akan tetapi, ternyata telpon tersebut terputus karena di area tersebut tidak ada sinyal. Yup, bahkan di Jepang pun ternyata yang namanya menjadi rimbawan harus berkorban sinyal hp. Kaget karena tidak ada sinyal, ia pun dengan cerobohnya tak sengaja merusakkan hp nya tersebut. Ia memutuskan untuk kembali, tetapi kereta yang melewati stasiun tersebut baru akan datang 6 jam kemudian. Di tengah kebingungan ia dijemput oleh pengajar yang menyatakan bahwa dirinya adalah Direktur Asosiasi Kehutanan. Masih dengan kebingungan ia kaget melihat direktur tersebut membawa botol dan alat mirip sekop. Ternyata di sebelah Hirano terdapat ular yang segeara diamankan oleh sang direktur. Hirano yang masih tak berhenti heran memutuskan untuk mencoba pelatihan tersebut.

Training yang ia jalani berupa pendidikan di kelas selama satu bulan dan praktek lapang selama satu tahun. Satu tahun bayangkan, saya di lapang saja hanya satu bulan lebih hahahaha. Memang dasarnya urakan, Hirano tidak terlalu pusing dengan kuliah yang diajarkan, ia bahkan lebih fokus mencari wanita di dalam pamflet. Bahkan pada saat praktek penebangan cara menggunakan chainsaw ia tidak memperhatikan. Hal ini membuat instruktur chainsaw, Yoki Iida (Hideaki Ito) marah. Sambil marah Yoki-san mengatakan pada Hirano "Kalau kau tidak memperhatikan dengan baik nyawamu akan melayang!". Ia lantas memperaktekkan rebound, kesalahan yang diakibatkan salah dalam penggunaan chainsaw sehingga mengakibatkan chainsaw terpental. Kira-kira begitu kali ya penjelasannya haha.

Chainsaw tersebut terpental mengenai dan merobek dummy yang dipasang untuk memperagakan APD penebangan. Panik Hirano tak sengaja menyenggol kapak yang mengakibatkan jempol tangannya berdarah. Tak kuat, ia pun memutuskan untuk kabur. Di tengah jalan ia bertemu dengan seseorang berjaket Nakamura Forestry yang meberinya tumpangan ke stasiun. Betapa kagetnya ia ketika mengetahui bahwa pengendara motor tersebut adalah Naoki Ishii (Masami Nagasawa), wanita yang merupakan model dalam pamflet. Terbalik dengan Hirano yang berwajah bahagia Naoki justru kesal. Ia kesal dengan Hirano yang dianggapnya 'pria kota' yang tidak bisa apa-apa. Setelah berkata demikian Naoki pergi meninggalkan Hirano di stasiun. Alih-alih naik kereta Hirano justru malah kembali ke asrama. Berjalan kaki tentunya, yah dimanapun itu jalan ke hutan memang tidak pernah ada kendaraan umum bukan.

Dengan kenekatan akhirnya Hirano berhasil menyelesaikan pendidikannya. Saatnya ia melakukan praktek lapang selama satu tahun. Diantara semua asosiasi ia ditempatkan di Nakamura Forestry tempat Naoki berada. Tanpa ia ketahui Nakamura Forestry merupakan lokasi terjauh dibanding yang lainnya. Betapa kagetnya Hirano saat mengetahui bahwa Nakamura Forestry merupakan tempat Yoki-San, begitu pula Yoki-san yang memang tidak menyukai Hirano. Hirano yang memang dasarnya anak kota merasa tidak biasa dengan lingkungan di tengah hutan. Ia bahkan muntah saat makan daging rusa yang ditemukan di tengah jalan, ia bahkan enggan meminum air yang berasal dari sungai. Hari pertama kerja ia bahkan terpeleset ke jurang di tengah hujan. Walaupun berhasil selamat dengan penuh lumpur di tubuhnya, kesialan Hirano tak berhenti sampai di situ. Ia mendapati kaki nya dipenuhi dengan lintah yang mulai gendut menghisap darahnya.

Apakah Hirano berhasil melalui satu tahun prakteknya lapangnya di Nakamura Forestry? Apakah ia berhasil bertemu dengan Naoki?

Cuplikan scene dari Wood Job!
Bagi yang penasaran silahkan cari saja ya di internet film nya. Kalian bisa melihat kocak nya jerih payah Hirano untuk menyesuaikan diri di tengah kehidupan hutan yang keras tapi kental kekeluargaannya. Sebuah film yang layak untuk disaksikan bersama keluarga karena film nya cendrung sederhana dan memberikan pengajaran yang penting. Dan tentunya bagi kalian para rimbawan kalian bisa melihat bagaimana kegiatan kehutanan di Jepang. Ada pembelajaran yang bisa kalian petik dari film ini. Bukan hanya mengenai kehutanan, kalian akan melihat kekeluargaan yang kental di tengah hutan rimba, dan tentunya adat istiadat yang dijunjung tinggi oleh mereka. Sayangnya saat tulisan ini dibuat subtitle dari film ini belum terlalu bagus. Saya mengerti juga karena kebutulan saya tahu sedikit bahasa Jepang yang saya gabungkan dengan pengetahuan kehutanan saya. But, just try watching this movie and you'll love it :)