Showing posts with label SR. Show all posts
Showing posts with label SR. Show all posts

Langit benar benar beranjak gelap. Kelihatannya Bogor sama sekali enggan menahan hujannya biar untuk sekejap. Ya perjalanan seorang diriku dimulai. Perjalanan menuju tempat aku pulang. Sebuah angkot warna hijau bertuliskan faten siap mengantarku ke kaki gunung salak. Perjalanan yang panjang.

Sendiri aku duduk di muka, sayang nya aku tak duduk di sebelah kusir yang mengendarai kuda supaya baik jalannya. Aku tak tahu tenjolaya dimana. Seorang adik kelas hanya memberi tahu sekilas bahwa lokasinya dekat dengan curug ciputri. Well, just let's get started.

Akhir akhir ini pikiranku kacau entah apa yang sedang kupikirkan. Aku merindukan hijaunya pegunungan. Merindukan ketika semua muka tampak telanjang di mata semesta. Aku merindukan wajah wajah yang menemani masa sekolahku di sma.

Setelah melalui jalan berkelok yang sepi aku akhirnya tiba di indomaret. Di sana tiga sosok sudah menjemputku, mereka angkatan 28. Berkat mereka aku tak perlu mendaki ke basecamp. Tempat pendidikan dasar berlangsung. Ya aku pergi untuk mengikuti pendidikan dasar, untuk apa? entah yang jelas ini bukan unjuk senioritas sebagai alumni. Hanya melepas rindu pada alam dan pada mereka.

Pikiranku melayang pada enam tahun silam. Hari itu tanggal 25 Desember 2008 di sebuah ruangan di pojok SMAN 3. Sebuah perjalanan dimulai. Perjalanan yang entah mengapa mengikat hingga sekarang. Sebuah perjalanan bersama sembilan orang rekan di kaki gunung salak, Sukamantri.

Di sini aku tengah bercanda dengan senior yang kerap ku sebut alumni tua. Padahal tujuh tahun lalu mereka tengah menggembleng dengan ganasnya. Mandi lumpur, direndam tengah malam, makan daun, merayap di tanjakan berlunpur. Rasanya itu sudah masa lalu. Bahkan aku yakin aku sudah tak kuat lagi. Dulu aku begitu menakuti mereka, para senior itu.

Buku suci dan bendera adalah dua hal yang harus dilindungi. Entah mengapa. Dan tentunya kawan. Ahh betapa kangennya dengan saat itu. Ketika dingin menjalari tubuh. Ketika kami tertidur di bawah bivak sederhana yang dibuat dengan dedaunan. Bahkan kami tertidur ketika membaca buku suci, sebuah buku yang memuat puisi tentang hidup.

Aku angkatan 22. Mereka 29. Setengah mengantuk lantaran belum tertidur aku mesem mesem melihat mereka menangis. Ken meminta mereka membaca doa ayah dan mereka menangis. Ahh masa lalu. Ketika otak telah keram dan dipaksa menghafal doa ayah, kerendahan hati, susan poliz, emil salim dan puisi lainnya yang bahkan tak kuhapal. Saat ini aku sudah lupa banyak. Yang bersisa hanya buku kuning bertuliskan salam risgabo. sebuah buku yang terlihat rapuh lantaran terkena air terus menerus.

Ahh betapa waktu mempermainkan kita. Betapa saat itu menjadi saat yang dirindu. Seandainya ada suatu waktu kita bisa kembali bertemu.

Hei apa kabar satria galuh pakuan?

--Happy 7th aniversary Satria Galuh Pakuan
29 Desember 2015

anwar, ili, dian, novan, ken, cahya, tika, aisyah, dina. You guys are the best present ever

Bersamamu ku habiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya

Melawan keterbatasan
Walau sedikit kemungkinan
Tak akan menyerah untuk hadapi
Hingga sedih tak mau datang lagi

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman mengunjungi Suaka Marga Satwa Muara Angke. Kalau dilihat dari lokasi nya mungkin kalian mengira saya ke sana karena ingin melakukan pengamatan burung atau pengamatan hewan lainnya, sayangnya dugaan kalian salah. Saya ke sana karena nyasar. 

Niat awalnya, saya dan teman saya ingin pergi ke Taman Wisata Alam Mangrove yang sama - sama berada di Pantai Indah Kapuk. Sialnya kami berdua salah mereferensi blog sehingga akhirnya kami berakhir di Suaka Marga Satwa Muara Angke (SMMA). Dan yah, akhirnya perjalanan menuju TWA Muara Angke kami tunda hingga waktu yang belum dapat ditentukan.

Awalnya teman saya, Ili menghubungi saya untuk pergi berjalan-jalan. Kami sudah mengenal sejak menggeluti sebuah ekskul pecinta alam di SMA. Berhubung ini minggu terakhir sebelum saya masuk kerja, akhirnya saya mengiyakan ajakannya. Setelah mencari orang sana-sini untuk ikut, dan ternyata tidak ada peminat nya dengan alasan tidak ada uang yang merupakan permasalahan fresh graduate yang sedang mencari kerja hahaha. Akhirnya saya berangkat hanya bersama teman saya saja. berhubung teman saya dari serpong, kami janjian di stasiun cawang dan berhubung saya baru berangkat dari bogor jam 09.00 jadi saya baru sampai di cawang jam 10.00. Dari sana kami menaiki transjakarta menuju Halte Penjaringan.

Berhubung kami berdua tidak memegang uang kami memutuskan untuk mengambil uang dulu di mal terdekat. Akan tetapi, sepertinya saya memang sedang kurang beruntung saya terpeleset menginjak semen basah. Beruntung hanya bagian lutut di celana saya saja yang kotor. Setengah malu, tapi bodo amat soalnya kan saya gak akan sering-sering ke sana hehe. Diiringi dengan ledekan dan tawa teman saya yang terpingkal-pingkal kami menaiki angkot nomor B01 menuju pizza hut di PIK.

Setelah hampir terlewat kami berhenti di Pizza Hut. Dari sana kami berjalan sekitar 500 meter menyusuri jalan utama. Di sebelah kanan jalan akhirnya kami menemukan gerbang tulisan Suaka Marga Satwa Muara Angke. Di situlah kecurigaan saya bermula. Rasa-rasanya tempat tujuan kami Taman Wisata Alam (TWA), kenapa di situ tulisannya malah Suaka Marga Satwa. Tapi berhubung gw gak yakin lokasi tujuan kita TWA beneran atu tidak akhirnya kami memutuskan untuk lanjut. Mungkin buat yang bukan kehutanan, akan bertanya-tanya apa perbedaan kedua hal tersebut, jadi biar saya jelaskan sedikit.

Suaka Marga Satwa, merupakan wilayah yang ditetapkan karena keanekaragaman dan tata keunikan jenis hidupnya, yang untuk kelangsungan hidupnya (ekosistem nya) dapat dilakukan pembinaan terhadap habitat nya. Intinya SM merupakan salah satu jenis hutan konservasi suaka alam, yang keberadaanya ditujukan untuk pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa.

Nah kalau TWA sendiri seperti namanya jelas ditujukan untuk kegiatan rekreasi. Berbeda dengan Suaka Marga Satwa yang keberadaannya ditujukan hanya sebagai pengawetan dan sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan, tanpa kegiatan pemanfaatan di dalamnya. TWA ini memiliki fungsi pemanfaatan, asal dilakukan secara lestari.

Kecerobohan saya adalah walaupun sudah curiga, saya tetap masuk ke sana. Dengan biaya retribusi sebesar 15.000 kami memasuki wilayah SMMA. Betapa kagetnya kami saat masuk kami mendapati jembatan dalam keadaan rusak. Jembatan kayu di sana sudah lapuk. karena peruntukannya sebagai SMMA kami banyak menemukan burung di sana, walaupun memang kami tak tahu apa nama burung-burung tersebut. Teman saya yang penasaran mengenai pohon mangrove, terlihat bingung dan bertanya dimana mangrove nya. Yah walau saya tidak tahu jenisnya tapi saya tahu di sana terdapat pohon mangrove, yang memang kelihatannya sudah cukup tua karena memang cukup besar. Satu-satu nya hal yang membuat saya yakin bahwa itu adalah mangrove karena terdapat akar pasak.
akar nafas yang dimiliki bakau, entah jenis apa *menerawang

Keadaan mangrove di sana bisa dibilang tidak terlalu baik, jadi yah cukup disayangkan sebenarnya, karena justru dibandingkan TWA, harusnya SMMA keadaanya lebih baik lagi kan? Toh SM merupakan tempat habitat dari beberapa satwa dan fauna.

Balik lagi ke pengalaman kita. Jadi berhubung jembatannya sudah lapuk dan bolong di sana-sini kami harus ekstra berhati-hati dalam memilih langkah. Tiba lah kita di ujung jembatan. Sebenarnya itu bukan ujung jalan, hanya saja ada pohon nipah yang menutupi jembatan tersebut. Teman saya menunduk untuk mencari jalan. Alih-alih jalan yang dia lihat malah seekor macaca (monyet ekor panjang) yang tengah duduk di jembatan yang sudah lapuk. Panik, karena teman saya memang takut dengan monyet ia ngibrit. Jelas lah saya ikut panik dan mengekori dia. Dengan keawasan yang tinggi kami menyusuri jembatan lapuk tersebut dengan hati-hati. Penasaran kami berhenti sejenak dan melihat ke belakang. Ternyata bukan hanya satu macaca yang muncul. Ada beberapa macaca, dengan satu ekor macaca besar yang mungkin pemimpinnya. Awalnya kami masih meredakan kaget sambil berdiskusi dan melirik ke macaca yang tengah berkumpul di belakang kami. Tiba-tiba seekor macaca yang cukup besar melompat ke gagang jembatan dan mendekat ke arah kami. Jelas lah kami panik, terburu-buru kami berjalan menjauh. Di belakang kami macaca masih tampak berkumpul, tapi tidak mengejar, yah karena jembatannya memang sudah cukup rusak di sana. Teman saya komplain, "lu anak kehutananan kok taut sih". Saya cengengesan doang, tapi sesungguhnya jawaban gw saat itu adalah, gak peduli lu anak kehutanan atau apa, kalau takut ya takut aja.

Diujung jembatan rapuh ini terdapat macaca ha ha ha *mengingat


Panik, takut, dan bingung campur aduk. Akhirnya kami hanya bisa menertawakan kejadian itu. Kalau ditanya mana foto macaca nya, jangankan memoto, kami bahkan lupa kalau jalan di depan kami rusak dan terus menyusuri tanpa menengok ke belakang. Hehehe.

Akhirnya kami memutuskan menutup perjalanan dengan berfoto-foto terlebih dahulu. Karena kata orang no pict, hoax. Yah walaupun entah siapa yang pertama kali mengumumkan slogan itu. Sebelum pergi kami beristirahat sebentar di pos bapak yang ada di sana, sebelum akhirnya pamit untuk mencari makan.

Walaupun begitu, tak dapat dipungkiri bahwa SMMA ini memiliki potensi yang luar biasa (bagi fauna dan flora) apabila diperbaiki lagi. Saya terkesima dengan burung burung yang dengan bebasnya berterbangan di sana. terlepas dari tau atau tidak nya saya terhadap jenis-jenis mereka. Foto lagi-lagi tidak ada, dikarenakan resolusi dan kemampuan zoom in hp yang terbatas.


Untuk pulangnya kami kembali berjalan ke pizza hut. Dari sana kami menaiki angkot u-11 dan turun di halte transjakarta yang saya lupa namanya apa. Dari sana kami menaiki transjakarta jurusan pinang ranti, dan berhenti di stasiun cawang.

Kecurigaan saya terbukti. Saat pulang saya bertemu dengan tetangga saya yang bekerja di bagian humas kementerian lingkungan hidup dan kehutanan. Ternyata sudah dua hari ini (kemarin dan hari ini) ibu menteri Siti Nurbaya tengah berkunjung ke TWA. Tapi kami tidak melihat ibu menteri. Kalau di logika kan berarti kami terbukti nyasar. Hahahaha. Apa boleh buat, akhirnya kami memutuskan untuk me-reschedule perjalanan kami ke sana. 

Aniwei, tidak ada perjalanan yang tidak layak untuk diceritakan, karena tiap perjalanan memiliki cerita sendiri. A lot of thanks untuk ili, yang udah nyasar bareng ke angke dan yang selalu gw kagetkan karena reaksi gw denger suara gemerisik semak-semak. Ya ini gara-gara macaca dan banyolan kita soal buaya yang bikin gw parno -__-.

Dan sebagai penutup, ini dia teman seperjuangan saya dalam perjalanan absurd ini. Well, thanks a lot bro. Dari dulu lu emang abstrak hahahahaha
Ili
Setelah gw renungi ternyata tukang sol sepatu memegang peranan penting dalam hidup gw. Sebenernya ini sederhana aja, soalnya gw itu ceroboh. Entah kenapa gw sering banget ngalamin yang namanya sepatu jebol. Yah, mau gimana lagi kalau gw udah nyaman sama suatu sepatu bakalan gw pake terus, bodo amat mau hujan, badai, dan medan apapun. Namanya juga udah suka ya udah deh. 

Gw masih inget gw punya sepatu yang sangat gw sayang. Sepatu itu gw beli pas kelas 2 SMP. Bisa dibilang ini sepatu pertama yang dibeli berdasarkan pilihan gw, soalnya biasanya ibu gw yang milih sih. Waktu itu lagi heboh sepatu kets, di sana - sini semua sepatu kets. Bingung karena semua sepatu kayanya sama aja pilihan gw jatuh ke sepatu kulit hitam conver**. Lumayan kan tahan hujan soalnya dari kulit. Dan resmilah ini sepatu berada seiring dengan kaki gw. Selalu gw pake kemana pun. Sampai akhirnya alasnya jebol. Prihatin orang tua gw menawari untuk membeli sepatu baru, tapi gw enggan. Akhirnya gw pergi ke pasar bogor dan menemui tukang sol sepatu. Di sol lah sepatu gw untuk pertama kalinya pada saat kelas 3 SMP. 

Sepatu ini nemenin gw selama perjalanan gw SMP. Saat gw belajar apa itu organisasi. Saat gw ikut OSIS, DKM, dan bahkan softball. Untuk oertama kalinya gw belajar untuk merubah diri biar gak introvert introvert amat. Dan dengan sepatu ini lah pijakan pertama gw buat. Terasuk saat memutuskan SMA mana yang dipilih. Saat sesuatumenjadi serba ambigu, serba tak pasti maka pilihan dibuat kan? Meski tergesa tapi pilihan itu menghantarkan kita pada berjuta jalan. So, just enjoy it :)

Berhubung gw masih sayaaaaang banget sama ini sepatu, jadi gw masih tetep pake ke SMA. Menginjakkan ke SMA semula semuanya masih baik - baik saja. Hingga akhirnya gw masuk ke organisasi pecinta alam di sekolah gw. Sejak itu lah perjalanan berat bagi sepatu ini dimulai. Sebenernya untuk soal dipake treking yah gw udah gunain dari gw SMP. Waktu itu om sempet ngajak treking di bodogol sama di gunung salak. Tapi ini nambah lagi. Hampir tiap minggu ada kegiatan. Ya kemping di sukamantri lah, ikut lomba kebut gunung di Gede lah, susur gua, olahraga fisik, dan segambreng aktivitas outdoor lainnya dan tak lupa gw masih tetep pake ini sepatu ke sekolah. 7 hari dalam seminggu bisa dibilang ya gw gak lepas dari ini sepatu. 

Gw sayang sama ini sepatu. Sepatu ini yang nemenin 5 hari hidup gw di pendidikan dasar SR angkatan 22 di Sukamantri. Sepatu ini yang gw pake lari 30 menit gak pake berhenti di lapangan SMANTI. Sepatu ini yang gw pake jalan jongkok, merayap, treking. Ini sepatu juga yang nemenin gw direndem di sungai pagi buta, dan nemenin gw pipis pinggir jalan (#loh?). Haha. Ini sepatu yang gw pake buat nginjek kaki nya bang Ubay gara-gara gw gak bisa naik dan kepleset mulu pas treking. Ini sepatu yang bikin gw kepleset ke lembah terjal dan hampir sukses mendaratkan gw di semak-semak pohon salak, yang untungnya gw sempet ayunan di pohon jadi gak pake jatuh. Padahal gw udah pake nyerodot dan alasnya udah di sol masih aja jatuh. Khhhh.

Ini sepatu yang jadi sejarah gw dikalungin kacu kebanggaan bareng ke 9 saudara gw. Yang menggenapkan gw menjadi bagian keluarga abang, akang, dan teteh SR. Yang jadi saksi kepergian gw ke elex comic centre habis PD dengan kondisi gak mandi bareng Cahya. Hahaha. Yah dan habis itu gw resmi gak bisa jalan. Ini sepatu ternyata masih selamat, walaupun gw nyuci sepatu ini udah penuh lumpur dan dengan keadaan miris. Bahkan alas sepatu nya udah bisa dicopot dan gw jemur terpisah dari sepatunya. 

Ini sepatu juga yang menghantarkan gw menjajal puncak pertama gw : Pangrango. Sepatu yang jadi saksi betapa lelahnya perjalanan menuju puncak. Yang jadi saksi indahnya hamparan ladang bunga edelweis. Dan jadi saksi ada tai orang yang dibuang sembarangan di tengah jalan antara kandang badak dan puncak Pangrango. Well, ini sepatu juga yang jadi saksi kepulangan gw jam 11 di Cibodas hingga terpaksa tidur di pinggir jalan sampai jam 2 pagi. Yang nemenin gw pulang jam setengah 4 pagi. Sepatu ini ngerasain jalan berbatu di kandang batu, jembatan kayu (nyaris) reot di rawa apa entahlah, terjalnya jalan dari shelter air terjun, dan aliran air panas yang gw sebrangi. 

Dan sepatu ini ngerasain semuanya.

Sepatu ini jadi saksi bisu perjalanan gw pas lagi bandel - bandelnya. Pas gw lagi dengan semangat membara mengeksplore tiap jengkal hal baru. Dan akhirnya sepatu ini harus berakhri di tempat sampah pas gw mau masuk IPB. Yahh mungkin memang di situ nasib sepatu kesayangan gw ini. Mungkin aja sekarang di tempat lain dia sedang dengan pemiliknya yang baru. Haha. Asli itu sepatu penuh dengan sejarah.

Dan sejak hari itu udah ada sepatu lain yang nemenin gw, tapi ya ceritanya gak sepanjang si sepatu hitam ini memang. Dan yah sepatu gw jebol. Ohhh mennn, seems like have to learn how to fix it. Kelihatannya gw harus belajar bagaimana cara mensol sepatu. Kemaren gw liat lagi sepatu hitem yang CUMA gw pake buat ospek sejak masuk IPB alasnya udah celangap gara - gara dipake temu manajer. Biasa jadi anak alay main lumpur, treking, main sungai alias berkubang. Yahh oke dua sepatu ngantri minta di sol. Mana yang namanya tukang sol sepatu tuh susaaaaaaahnya minta ampun kalau dicari. Jadi yah pasar bogor ini mah. Tabah ya sepatuku, nanti kalo udah beres praktikum di sol deh. Semoga tukang solnya gak liburan. Bapak tukang sol semangat yaa. Semoga rejekinya dilancarkan terus~ :)

Eh iyaaa, aniwei. Selamat berjuang para jendral Salam Risgabo ! Mari kita sambut kedelapan adik baru kita dengan suka cita! Hehe. Maaf gak bisa nemenenin. Long Life SR ! :D
TIDUNG!!!!


Akhirnya gw jadi juga ke Tidung. Awalnya gw mau pergi pas makrab kelas, tapi gak jadi. Rupanya bener kata orang yang namanya jodoh gak kemana. Gara - gara prinsip ini nih gw jadi kelewat slowww. Namanya juga hidup nikmati sajalah.

Dan gw dapet temen baru di perjalanan ini. Namanya Yuni Rismelia Buntang, dia temen SMP nya Tika, dan dia adalah anak manajemen hutan. Hidup menehe! :)

Gw ke Tidung gak pake penginapan. Nginep di Mushola, masjid, bahkan ngecamp. Mana hari kedua di tidung angin gedebuk dahsyate parahhh. Gw sama Buntang bikin kopi sampe membutuhkan lindungan matras. Mana kopinya gak anget pula, anyep iya.

Dan dalam perjalanan kita begitu mencintai Indomie. Ini semua karena postingan di grup fahutan. zzz. Tiap liat bungkus indomie reflek "ini ceritaku, bagaimana ceritamu". Dan asli baru kali ini gw begitu merindukan rasa indomie goreng pake telor. Langsung gw beli habis snorkling dan pas mau pulang. Hahaha. Ini ceritaku, bagaimana ceritamu? Hahaduh kacau.

Pas pulang dia angke, ada anak kecil sama ibunya ngobrol

Anak: Ibu ada ikan ngambang!
Ibu : Iya nak itu ikan buntal
Gw: (dalem hati) hah Buntang? (salah denger) #liatin buntang
Buntang: Apa?
Gw: (ngakak)
Buntang: Sialan lo, buntal kali bukan buntang
Gw: Hahahaa kirainnn ada ikan namanya buntang

Ini kali pertama gw jalan bareng Buntang. Bahkan ini juga kali pertama gw jalan sama Indra dan Hanif padahal sama-sama anak SR. Emang sih beda angkatan, tapi kan di SR tak mengenal angkatan. Pengalaman pertama ke Pantai dengan wajah baru seru juga. Haha. Cuma gw iteman. Awalnya gw selow melow, eh tadi si kakek Ken ke rumah gw.

Gw: Ken ini mistingnya
Ken: Kok item sih
Gw: Ah males nyucinya #liatin bawah misting yang gosong
Ken: #liatin gw
Gw: Gw maksudnya?
Ken: Kok lo iteman sih?
Gw: (daelm hati) kampret -_____-

Dasar kakek. Padahal gw gak peduli, emang sehitam itukah? Zzz pantai penuh resiko menghitam. Ah besok doi ulang tahun, 2 Juli. Gak guna juga sih minta traktiran moal dikasih. Well semoga dia segera menemukan universitas yang terbaik buatnya. 

Ah karena gw gak berbakat nulis, dan foto dari Buntang dan Aisyah belum ada gw nulis puisi aja ya.

Ombak, Karang, Kaukah?

Darimanakah asalmu wahai ombak?
Jauh kau datang mengerjap kau hilang
Bersama deburanmu yang dalam
Mengikis karang yang berdiri kokoh

Untuk hilang? Lalu mengapa kau datang
Menjadikan tiada?
Kalau begitu tak usah kau datang

Surut hatiku mengejarmu di bibir pantai
Tak ada guna bila kau ombak
Yang tak tersentuh dan menghilang di ujung bayang
Yang kering ketika matahari bersandar pada langit
Yang membalut perih kala tersentuh luka

Pergi saja tarik gelombangmu
Karena karang itu tlah enggan bersua
Nulis. Ah apa ya yang mau ditulis. Aneh. Rasanya capek banget hari ini. Fakta bahwa hari ini gw terjahili lagi oleh anak SR kembali lagi. Ah iya mereka, mereka yang berjuang di titik penghabisan selama 5 hari itu. Yang selalu mengukir cerita berbeda yang tak bosan bila diceritakan. Kapa ya terakhir kali ketemu, mungkin Januari kali ya. Rentang yang cukup lama, jarak yang jauh, tapi ternyata mereka tetap sama.

Intinya bermula dari Novan yang mau minjem misting buat backpakeran ke Jogja. Gw lagi isi formulir medis buat ospek. Formulir gw ilang jadi gw minta temen gw ngopiin. Gw lagi ngisi deket temen gw itu. Novan nyamperin gw nanya misting. Asaan kemarin dia sms mau ngambil ke rumah deh. Oke gw biasa iseng minta oleh - oleh. Biasalah itu mah. Di tengah ngobrol kita, Advent dateng dan mulai menyebarluaskan jarkoman kelas soal gw dan temen gw yang ngopiin form medis buat gw. Itu kondisinya setelah gw ngenalin si Novan sama temen gw itu. Mereka sejurusan soalnya. Parahnya si Novan percaya, oke gw tau gak. Dia cuma pengen jailin gw doang. Oke it's fine. Tapi sampai nyebarin sms ke satu angkatan kayanya gak oke juga. Pake acara ngomong "mawar udah punya cowo". Ya gak gitu juga kali, gak bisa bedain fakta apa ya. Apa sih yang gak dijadiin bahan sama anak SR. Kalau sampai cerita itu nyampe ke tangan mereka bisa gawat. Karena mereka sangaaaaat frontal. Apa saja akan bocor. Oke gw tau itu iseng. Tapi kalau sampai lintas angkatan tau ya gak juga kali.

Aniwei, walaupun gw kesel (banget) sama Novan yang ngejarkom. Ya ampun, kenapa gw gak bisa lepas dari jarkoman itu, udah cukuplah di kelasssss. Makanya Novan lo teh cari cewe geura, jangan ngurusin orang mulu. Tapi gw jadi tau, mereka gak berubah. Segera setelah jarkom dikirim yang cuma bisa bikin gw bilang "aaaaaaaaaaaa" dalem hati badai sms langsung dateng ke gw. Oh yah, lengkap dengan Tika yang ngejarkom nama temen gw itu. Kenapa tika tau? Karena gw pernah cerita pas pertama kali kena jarkom sama dia. Ternyata dunia sempit karena Tika temen SMP nya temen gw itu. Bukan cuma ke gw sms juga dateng ke Tika. Gak lama hp geter terus, padahal gw sudah mengklarifikasi kenyataan pada mereka. Illy "Pj dong ah maw siapa cowonya?". Cahya "Ecieeee". Dina "Cihiiiy ko ga cerita s sama gw. Pj atuh". Novan "Memang bohong. baru hampir. mereka sudah saling mencintai". Ken "Akhirnya maw, pj atuh". Aisyah juga komentar melalui tika. Komentar gw : "-_____________-". Gak pada gw bales, males.
Kenapa kalian selalu, selalu, selalu cepat kalau udah yang aneh - aneh?
Hahahaha selalu mereka itu ya bener - bener. Mereka selalu ngegosipin hal - hal yang menurut orang gak penting. Bahkan gak sesuai fakta. Mereka gak peduli yang penting ada yang bisa dicengin. Dan itu berhasil bikin gw ketawa. Gw kadang turut ambil andil cengin temen gw lainnya. Dulu temen gw ada yang nanya "kalau kemping biasanya ngapain?". Biasanya ya? Waktu itu gw jawab standard main kartu. Hahaha padahal biasanya kita jujur - jujuran. Jujurin apa aja. Bahkan temen gw ada yang jujurin orang yang disuka padahal orangnya ada di sana. Tapi tetep aja habis itu tetep pada kondisi yang sama. Kita teman, kita sahabat, kita keluarga. Jadi ya gak canggung aja untuk mengakui sesuatu. Oh tentu aja habis jujur - jujuran itu akhirnya semua pun beleber ke satu angkatan, bahkan ke angkatan tua. Kalian emang brutal! Tak ada rahasia di SR mungkin ada benarnya juga, tapi tetep kok kalian paling yahud.

Rupanya saya rindu berjalan bersama kalian lagi, angkatan 22, Satria Galuh Pakuan. Sayangnya masa SMA hanya sekali. Tapi keanggotaan SR seumur hidup kan. Berarti akan ada lebih banyak lagi kegilaan nantinya. Hahaha. Keep strugle in life guys!
“HARI INI HARI YANG KU TUNGGU. IKUTAN PD SR DI SUKAMANTRI GA GOSOK GIGI, YANG KU MAU BUKAN HANYA KACU TAPI PENGALAMAN BARU, KENGANGAN BARU MUNGKIN PACAR BARU……..”
DESEMBER 2008
Gw pernah cerita kan soal hujan. Nah gw sekarang mau nyambung salah satu kejadian di hari hujan yang berkesan buat gw. Kejadiannya sih udah cukup lama atau entahlah.

Hari itu seperti yang udah dijanjikan gw dan angkatan 22 lainnya pergi ke Cihideung untuk survei pendidikan dasar angkatan 23. Kejadiannya sekitar tahun 2009. Iya ya ternyata udah lama juga hahaha. Kita cabut seperti biasa gak ada feeling aneh atau apa. Itu survei pertama dan terakhir kalau buat gw. Cuma Ken dan Anwar yang fasih jalan, sisanya masih nol. Jadi ya sebisa mungkin survei harus beres hari itu juga. Maklum kelas tiga pada sibuk mau masuk perguruan tinggi. Cuma Ken yang masih duduk di kelas dua waktu itu.

Biasa kita ngelewatin jalur perkebunan warga. Walaupun Cihideung udah masuk kaki gunung salak masih banyak dijumpai perkebunan warga. Jalan di Cihideung juga dulu gak sebagus sekarang menurut info temen gw. Katanya sih udah diaspalin. Karena gak ada niatan nginep, ya jadi bawaan kita pun seadanya. Ponco dan jas hujan aja gak bawa, yang kita bawa malah payung aneh juga kan. Malah sebagian besar dari kita cuma pake sandal jepit, sky way pula. Di tengah jalan tiba - tiba hujan deras. Dan seperti yang gw bilang kita gak ada persiapan. Sambil nunggu reda kita masuk ke arah semak - semak, yah supaya gak keujanan gitu. Dengan payung seadanya dan rimbunyya semak - semak kita berteduh aja nunggu ujan. 
Terburu waktu PD yang kian dekat, kita lanjut lagi ke atas. Ya kita pake payung. Hahaha ada ya orang survei pake payung. Aniwei kita dibagi dua kelompok waktu itu. Grup penebas dan grup yang make jalur yang lazim. Grup penebas ya udah pasti para cowok si Ken, Novan, dan Illy. Sedangkan grup satunya lagi si Anwar, Cahya, Tika, Aisyah, dan gw tentu aja. Seperti yang gw bilang gak ada feeling apa - apa. Kita pisah jalan biasa aja. Sebutlah saja grup Anwar udah nyampe duluan. Kita duduk - duduk nunggu tim satu lagi dateng. Sambil cengengesan, sambil cari daun pisang buat neduh, iya gw tau enggak banget. Sejam berlalu, masih selow. tapi lama - lama janggal. 

Masuk dua jam kita mulai panik. Soalnya udah di koding gak ada suara sama sekali. Padahal kena bilang cuma bentar. Serius gak ada suara apa - apa. Kita pun mulai panik dan yah harap - harap cemas. Lebih dari dua jam, kita udah nunggu dari zuhur sampai ashar dan mereka belum muncul. Cahya yang emang panikan langsung buka alkitab yang dia selipin di dompetnya. Gw ama aisyah disuruh solat ashar. Kita semua berdoa, lebay? Iya juga kalo dipikir - pikir, dan pastilah lo panik. Temen seperjuangan lo ilang, nyasar masa iya gak panik. 

Setelah waktu semakin sore kedengeran lah suara "auuau" kodingan khas anak - anak yang bunyinya kaya monyet. Sontak Cahya langsung jawab, kita semua juga. Ken teriak bilang "lo liat pohon ga?". Pertanyaan yang konyol, karena ya pasti adalah di hutan kaya gitu pohon. Ya pohon yang mana coba. Singkat cerita kita kembali berkumpul. Dan yang anehnya si Ken bilang dia udah koding, tapi gak ada yang jawab. Kita ngerasa gak denger sama sekali ya heran. Cahya yang khawatir banget, seneng karena mereka udah balik akhirnya nraktir semuanya makan bakso di bawah. Sambil makan bakso kita flash back PD dan kejadian nyasar hari itu. Hahaha. Andai waktu itu semua kumpul. Sebuah closing yang sangat keren juga. Soalnya pas kita mau turun ada pelangi, pelangi sehabis hujan. Keren juga ya hahaha.

Ipang - Sahabat Kecil

Baru saja berakhir
Hujan di sore ini
Menyisakan keajaiban
Kilauan indahnya pelangi
Tak pernah terlewatkan
Dan tetap mengaguminya
Kesempatan seperti ini
Tak akan bisa di beli

Reff:
Bersamamu ku habiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya
Melawan keterbatasan
Walau sedikit kemungkinan
Tak akan menyerah untuk hadapi
Hingga sedih tak mau datang lagi

Back to Reff:

Janganlah berganti
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini
"Bengawan Solo
Riwayatmu ini
Sedari dulu jadi...
Perhatian insani..."

Maybe some of you know this songs, its really famous back then. If you don’t click hear to hear the song. Even Japan’s Prince Akiyoshi  like this songs. Thank you so much *bowing.

Solo is located in Central Java. It takes 2 hours from Yogyakarta and 12 hours from Jakarta, head town of Indonesia. You can go there by train like Argo Lawu or using plane and droping in Jogja then continue to solo by bus or train. Unlike Bali that provide us with beach, solo provide us with beautifull mountain scenery and the culture of course.

Solo is one of kesultanan that still exist until now beside Jogja and Cirebon. That’s way the tradition is still dominated here. There are still lot of traditional event that still hold in this city, it was such a inner atraction of this city.

Along the main road of surakarta –center of solo – we could see the railway. It hasn’t barricade amongs it,car and other vehicle using the road together side by side. It just like a trem in west, but in Indonesia it only provide us with Solo – Wonogiri route. So want to see that?

If you go to East Java and Central Java then you should search where is alun – alun. Alun – alun is a large field that in the past usually used for kingdom’s event or for any other traditional ocasiassion. It usually located in the middle of the town, because everything was start from it just like zero point. Go there if you get lost and you’ll find way back.

Solo have a magnificant growth. The town is having a diffrent face now. Altough that it doesn’t fade their own culture. You can see the Honocoroko – the Java’s old alphabetic – in big building. It makes an impressive. Its rare to find that in Jakarta, isn’t it?

Indonesia has five big island and thousand or more small island, and even some of them never be explore until now. It makes Indonesia has a lot of culture and traditional food off course hahaha. It is the best thing having a lot of cultures. Beside it attracted many of tourist it also attracted your stomach. Since in Java everything isn’t so expensive as in Sunda and Jakarta. If i live in there i will get fat soon. No doubt why my friend is ‘not as thin as before’ :P

Not far from surakarta you’ll find a village called Karanganyar. It still located in solo. This village provide you with a beautifull mountain scenery of Lawu Mountain. Lawu is full of Myth especially in Muharam lot of climbers go there. I’m not one of them, so much risk to go in that stormy climate in January. Lawu most popular myth is Pasar Dieng or should i say it as Devil Market. The story said on the way you reached the top of the mountain suddenlly you’ll see a crowded like a traditional market. I don’t know how far the truth is. Well who knows?

If you wasn’t a mountainers then just go to candi ceto or  just dropping in tawangmangu. It is a good place to take a photo there. Have a narcissm right? I know you have. Sometimes narcistic is important too hahaha. Okay i admit it just my own defense.

For the transportation i suggest you to go by Becak. What is becak? Becak is a traditional vehicle. It was driven by a human. It looks like one in Kyoto right? ^^ But the diffrencess is in Kyoto's rickshaw, the man is the one who control the speed. The motor of this vehicle is theirselves. Or maybe you can use delman or Batik Solo Trans. Batik Solo Trans really have a pleasure serving, and i love it.
Will spamming again~ Not so much as before because i was become a coordinator of wall climbing competition in my senior high school. This post is just a teaser heehe. Will come back soon with the news!! See you

Di dunia ini gak ada yang konstan dan absolut, semuanya relatif..


Itu kata dua temen saya, tika dan anwar saat tengah berbincang - bincang di Diksar SR 22. Memang itulah kenyataan dunia semua serba relatif. Manusia juga relatif, pribadi seseorang tuh gak bisa diprediksi. Aneh kan? Misalnya waktu SD gw lebih betah hidup sendirian. Gw apa - apa sendirian. Daripada repot sosialisasi mending sendirian molor, capek tau bersosialisasi ama manusia, ujung - ujungnya nyeri hate. Kalo sekarang rasanya lebih enak kalo rame. Bisa sih sendirian tapi gak seru aja gitu.

Hmm mungkin ini karena SR kali ya? Dulu waktu masuk SR teh wisda pernah nanya, "apa tujuan lo masuk SR". Gw sih jujur gw bukan orang yang concern banget sama lingkungan waktu itu. Kalo gw jawab ingin mencintai lingkungan, munafik banget gw. Bukan itu ko tujuan gw. Gw waktu itu jawab "pengen bisa bersosialisasi". Semakin tinggi tingkat pendidikan gw, semakin tinggi kesadaran gw untuk bersosialisasi. Walaupun pada hakikatnya manusia itu sendiri, tapi kita tetep butuh orang lain. Memang sih orang lain mungkin cuma ngekover 10% dari kebutuhan kita, sisanya kita sendiri dan TUhan lah yang ngekover kebutuhan itu. Intinya serame apapun kita tetep sendirian di dunia ini. Entah kenapa ada kesadaran dari diri gw buat bersosialisasi dan itulah alasan gw di SR.

Emang bener deh kata orang semuanya tuh sebenernya bermula dari tujuan. Kalo tujuan lo baik ya hasilnya juga baik. Hasil yang dicapai juga berbeda tergantung tujuan. Jadi pengen cerita deh pengalaman di SR. Mungkin ini efek dua tahunan gw di SR kali ya?

Waktu ikut SR siapa sangka gw bakal ketemu temen - temen gila yang bikin gw lebih berpikiran terbuka soal hidup.

  • Illy, hitler paling tua di 22, tapi sifat tidak menunjukkan umur. Yah sekarang sih dia udah berubah jauh dari illy yang dulu. Sekarang dia kelihatan lebih dewasa dan lebih tahu malu. Dulu pas jahiliyah dia adalah yang paling tak tahu malu di 22. Biasanya kalo ada kegiatan dia selalu jadi orang yang modal badan doang
  • Cahya, orangnya sensitif dan galau, tapi rusuh. kalo ngobrol ama dia enaknya curhatan pribadi. Dari dia gw belajar apa itu berkorban untuk temen. Dia yang paling loyal seangkatan, kebutuhan kita terjamin berkat dia dan thanks banget buat dia
  • Dian, maknae alias yang paling muda di 22. Mungkin karena itu masih bersifat egois. Pengetahuannya paling luas anak gahool pisan hehehe. Dia punya pengetahuan yang kita gak punya. Memang dari luar dia keliatan lenje tapi dibalik itu dia sangat bertanggung jawab. Gw sangat mengharagai pengorbanannya pas PD 23
  • Dina, pang kalemna di SR. Memang dia udah jarang keliatan di SR tapi itu sebenernya cuma karena masalah ijin doang. Gw yakin di dalem hatinya dia pasti pengen ikut. Sebagai temen yang udah lama kenal dina tuh sangat perhatian dan sering rusuh hahaha
  • Anwar, si cabul di 22 *kebayang dia bilang "itu hanya cover dari buku setebal 3000 halaman". Ketua kita tercinta yang memiliki bahsa tingkat tinggi. Gw sering gak bisa ngikutin pikirannya. Terlihat lebai tapi memang itulah pikirannya. Sulit juga berkomunikasi sama dia, tapi justru di situlah asiknya berkomunikasi sama dia. Hobi utama = molor, dan masih aja gak berubah hingga detik ini
  • Tika, terselubung diantara semua. Maksud gw yang paling tidak terdefinisi isi hatinya. Dia tertutup, tapi memperhatikan. Isi hatinya memang gak tertebak karena dia bukan tipe yang suaka berkoar - koar lewat lisan, dia lebih suka bercerita lewat tulisan. Tulisannya keren beda sama anwar yang menyampaikan lewat bahasa tingkat tinggi tika lebih ke cerita soal pandangannya soal individu, serta sifat - sifat individu itu
  • Ken-tut, satu - satunya junior di 22 walaupun umurnya sama kaya kita. Anak alam sejati. Gaya ngomongnya sok tahu banget. Agak sulit mendengarkan orang lain, tapi care sama member lain walaupun gak ditunjukkan secara langsung. Hobi utama ngebohongin orang, gw sering kena tipu udah nipu orang dia cuma nyengir tanpa dosa 
  • Aisyah, paling bingung diantara semua. Loyal banget ama organisasi. Dia bakal bela - belain dateng ke kegiatan SR apapun yang terjadi. Memang kadang - kadang dia kelihatan gak pikir panjang sama tindakannya dan bikin temen - temennya bingung setengah mati
  • Novan, paling tak terdefinisi. Beda sama tika maksud tak terdefinisi di sini adalah ekspresi wajahnya. Gak akan ketauan dia lagi sedih, seneng, apa marah. Tapi diantara semua gw paling bereksan ama nih orang, soalnya gw baru kenal dia di PD kocak juga kalo inget pernah dimarahin dia haha. Dari segi sifat dia sangat bisa diandalkan karena pemikirannya yang dewasa
Oke itu mereka. Beda ama sifat gw yang kata orang pasrah sekali dan kelewat baik. Berkat mereka gw jadi lebih menghargai perbedaan. Gw juga lebih nyaman berada di perbedaan. Sulit mendefinisikan mereka yang jelas berkat mereka tujuan gw masuk SR pelan - pelan mulai tercapai dan itu berasa banget sekarang. Ketika gw berada di tempat kuliah yang mahasiswa nya berasal dari seluruh pelosok Indonesia. Sifat yang berbeda, kebiasaan yang beda bener - bener guna banget pernah ikut SR. Yang namanya SR bukan hanya pencinta alam yang hobi menjelajahi hutan, tapi SR juga mendidik jiwa sosial kita. Bukan promosi, tapi ini nyata. Semua bisa berubah hanya dengan sebuah langkah kecil..

Ah, udah deh lama - lama malah curhat. Bukan curhat yang ingin gw ceritain sekarang hanya pengalaman. Daripada menyimpang kita hentikan sekarang saja postingan ini. Anyway,

Happy 2nd Anniversarry SALAM RISGABO Angkatan 22
Keep Survive in Life !
Stay Strong !




Raijuu : "Manusia membuat hal - hal yang buruk, kenapa mereka mebuat barang - barang yang menyusahkan mereka sendiri?"
Yuuko : "Mungkin karena mereka tidak tahu apa yang bisa memuaskan.. Atau yang menyakiti hatinya sendiri"

this dialogue was taken from XXX Holic vol 8


Itu kalimat yang diambil dari komik xxx holic, as usual Yuuko-san really awesome!! Bener - bener bijak hahaha. Tapi emang bener ya, kadang kita manusia ga tau perasaan kita sendiri makanya kadang - kadang manusia ngerasa frustasi, kesel, marah, mempertanyakan siapa sebenernya diri kita, aneh kan? Makanya ada kan yang bilang 'jangan benci - benci ama orang ntar jadi suka loh' nah kira2 kaya gitu lah salah satu contohnya.

Nah sebenrnya bukan itu yang mau gw omongin, aduh sakit!! Kemaren gw dan nak SR angkatan 22 jalan - jalan ke curug Panjang. Ngumpulnya sih disuruh jam 7 tapi kenyataannya baru pada kumpul jam 10an, gw aja dateng jam setengah 8 haha. Pokonya jadilah kita berangkat, perjalananya cukup lama, mau gimana lagi curug panjang kan daerah puncak, dan lagi sekarang liburan jadi yah macet parah. Pas udah nyampe di mesjid, yang jadi pertanda jalan masuk ke curug kita berhenti tuh di situ. Tadinya kita mau jalan ke dalemnya untunglah ga jadi, karena tau apa jarak tuh curug dari jalan raya adahal 7 KM LEBIH!! dan jalannya nanjak banget. Untung aja tempatnya bersih jadi kebayar deh rasa capeknya hehe. Pokonya tempatnya bersih deh, ga gw insert fotonya ya soalnya gw masih ga punya. Nah setelah selesai berenangnya, dan mandi ( si illy kaga mandi di rumah katanya mau mandi di curug aja, dasar jorok!) kita pulang deh, tentu aja jalan kaki. 

Jalan menuju curug emang terpencil jadi ga ada angkot yang lewat kalo pun ada itu pasti mobil sewaan, satu mobil 40rbu mahal kan? yah tapi kalo liat medan sih itu murah banget loh! Dan menurut gw curug panjang tuh termasuk recomended place, selain masih sepi, dengan udara sejuk khas puncak pastinya tempatnya bersih dan kerawat kalian bisa nemuin tempat sampah dengan mudahnya, jadi ga perlu buang sampah sembarangan. Tapi emang timbal balik dari keadaanya yang kerawat itu, tempat ini lumayan sulit di jangkau, dari jalan raya masih harus ke dalem lagi. Yah mau gimana lagi, semua ada harganya sih.. ^_^'

Nah balik lagi ke pengalaman di sana. Kita pulang dengan jalan kaki emang sih jalannya turunan tapi yang namanya jauh tetep aja jauh! Pokonya cape banget kaki doang sih yang cape tapi nafas sih ga ngos-ngosan. Tapi pas pulang beuh! langsung kerasa semuanya, anehnya pundak sama tangan gw juga sakit. Dan parahnya gw ternyata demam pas pulang, gw jadi inget perkataan si belel pas di depan bank yang letaknya ga jauh dari curug panjang (aneh kan di tempat terpencil ada gedung bank yang besar), si belel ngomong begini waktu itu "war pura2 sakit gih lo! nanti minta dianterin ama petugas banknya". Waktu itu gw bilang "enak aja lo!" tapi pas udah di angkot kerasa deh pusing, mual gw kira gara2 perjalanan yang jauh. Pas nyampe ke rumah makin lama badan makin panas, akhirnya gw berakhir di tempat tidur hahaha, sekarang aja masih pusing. Jam setengah 3 pagi gw bangun soalnya sakit perut trus kepala nyut - nyutan, leher sakit, kaki sakit, tangan sakit, badan panas, mati deh gw! akhirnya ampe subuh kaga bisa tidur deh ^_^'
Saat kudaki dirimu lelah kurasa
Walaupun begitu ku dapat menggapaimu
Hamparan edelweis menyambutku saat kau tergapai
Edelweis bunga abadi
Tak tergambarkan elok pesonamu saat kusentuh dirimu
Hangat matahari dan sepoi angin membelaiku lembut
Membawaku kedekapmu
Semakin kudaki semakin ingin ku miliki dirimu
Anadai kau pun tergapai
Andai perasaan ini seperti bunga edelweis yang abadi
Kini kau tak tergapai
Apakah kelak kau akan tergapai di puncak yang berebda??
Di sini di Mandalawangi
Saksi bisu perasaanku padamu
Walau kau tak tahu perasaan itu pernah ada
Walau tak abadi, tak tergapai
Mandalawangi menyimpan rahasiaku yang tak sempat terucapkan
Saat langit menampakkan sinarnya
Pertanda hari baru akan dimulai
Hari dimana langit cerah tak kan selamanya ada
Kadang hujan yang menemani

Hari dimana kita selalu bersama tak kan ada selalu
Hari perpisahan akan datang seperti pertemuan yang datang tiba - tiba

Saat berada di sisi mu dan kalian
Aku tahu kita tak satu
Tapi karena itulah kita di sini
mencoba mengerti dan memahami
Bertengkar dan salah paham karena berbeda
Apa ada yang lebih indah dari perbedaan kita??

Saat mentari menyapa aku tahu dari sinilah kan kutulis catatanku
Kan ku tulis hingga gelap menyapa
tak perduli jingga mulai tunjukkan sinarnya dan menutupi mentari
Aku kan terus menulisnya mengukirnya di hati

Disini di tempat ini bersama kalian
Sebuah kenangan yang tak dapat terlukiskan
Marah, salah paham, iri karena perbedaan ada di sini
Putus harapan, kehilangan rasa percaya, kecewa tlah pula kurasakan
Cinta pada seseorang yang tak ada seorang pun tahu kecuali hati ini juga menyapa
Terlalu banyak rasa yang menyapa saat kau dan kalian disisiku

Kalian adalah saudara yang tak tergantikan
kalian bersepuluh bagaikan tali yang saling terpilin menjadi satu
Kau yang berarti adalah perhatianku wlaupun kau bukan spuluh diantara mereka

Deburan ombak, gemerisik angin, suara air mengalir adalah kalian
Dimanapun dan kapanpun terasa dan dapat kau rasakan
Mencapai hati yang paling dalam
Ungkapan terima kasih terucapkan dari hati ini
Beribu - ribu air mata tak bisa menggantikan kalian
Hei apakah suara ini mencapai hati kalian??
Apakah kalian dapat merasakannya??

Kini aku disini berharap kenangan itu tak terhapus dari hati
Walaupun telah terpisah
Aku percaya kelulusan tak dapat memisahkan kita
Hati kita adalah satu walupun tak pernah satu

Thanks kawan