Showing posts with label Fiksi. Show all posts
Showing posts with label Fiksi. Show all posts
Mungkin sepele, apa yang terjadi ketika kucing tak ada lagi di dunia ini? Bahkan buat yang tidak memelihara kucing akan merasa dunia tidak akan banyak berubah dengan ada atau tidak adanya kucing.

Lalu bagaimana dengan telefon? Film? Bagaimana jika itu semua tidak ada lagi di dunia? Seharusnya dunia tidak jauh berbeda bukan? Toh nyatanya ke semua benda itu adalah benda random. Sama seperti manusia yang datang silih berganti ke hadapan kita.

Lalu bagaimana kalau justru kita yang menghilang? Apa dunia akan berubah? Toh waktu tak bisa berhenti dan kita harus terus berjalan. 

***
KIsah dibuka dengan seorang pemuda yang tengah mengayuh sepedanya. Dengan sebuah narasi film dimulai dengan pertanyaan "kalau di dunia ini kucing tidak ada, akan bagaimana dunia?". Ia pun menyebutkan bahwa dirinya akan mati sebentar lagi.

Namun, kisah kembali ke waktu sebelumnya. Jauh sebelum ia mengayuh sepedanya. Pemuda tersebut (Takeru Sato) sehari-hari berprofesi sebagai tukang pos. Setiap hari pemuda itu mengantarkan surat dari rumah ke rumah. Hidupnya monoton. Pagi hingga sore bekerja, malam pulang dan memberi makan kucing. Ia tinggal sendiri dan hanya ditemani oleh seekor kucing.

Suatu ketika dalam perjalanan pulang ke rumahnya, pandangannya mendadak sayup. Ia pun terjatuh dari sepedanya dan dilarikan ke rumah sakit. Betapa terkejutnya ia saat divonis mengidap tumor otak. Hidupnya tak lama lagi. Tumor itu sudah menjalar sedemikian rupa hingga tinggal menunggu waktu hingga ia tiada. Di dalam hatinya ia menjerit, meratapi nasib umur pendeknya. Namun, ia bersikap seolah-olah tegar.

Sesampainya di rumah, betapa terkejutnya ia saat menemukan 'dirinya' yang lain. Seorang pria dengan wajah yang sama persis dengan dirinya tengah duduk di meja makan. Bahkan ia mengenakan pakaian yang sama dengannya, jaket panjang biru dengan celana cokelat muda. Pria tersebut menamakan dirinya akuma atau setan. 

Ia pun menawarkan perpanjangan hidup untuk tukang pos itu. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi si tukang pos. Syaratnya adalah dengan menghilangkan sesuatu dari dunia ini. Hal tersebut haruslah yang digunakan oleh si tukang pos. Menurut setan tersebut, tak masalah benda tersebut hilang, toh itu hanyalah benda random yang ada pada hidup dan jumlahnya sebenarnya tidak terhingga.

Belum sempat berpikir lama, setan tersebut menawarkan untuk mengapus telepon dan telepon genggam dari dunia ini. Ia pun memberi waktu hingga si tukang pos menghubungi orang terakhir dengan telepon tersebut.

Keesokan harinya si tukang pos pun pergi menemui seorang wanita. Wanita terebut ternyata adalah cinta pertama si tukang pos (Aoi Miyazaki). Mereka pun menghabiskan waktu bersama seharian. Si tukang pos pun sempat bertanya pada wanita tersebut seandainya ia akan meninggal dan harus menghilangkan telepon dari dunia ini sebagai ganti tambahan satu nyawa lagi, siapa yang akan ia telepon. Awalnya si Wanita tertawa, namun ia menaydari ada yang tidak beres. Di akhir, si wanita meminta agar telpon tidak hilang. Karena keduanya dipertemukan melalui sambungan telepon, yakni ketika si wanita tak sengaja menekan nomor telepon yang salah. Namun karena memiliki hobi yang sama keduanya pun melanjutkan komunikasi hingga pacararan.

Usai bertemu, si tukang pos tengah merenung. Namun, si setan pun datang dan menghapus keberadaan telefon dari dunia ini. Merasa panik, si tukang pos pun pergi ke tempat si wanita, yakni di sebuah bioskop. Namun, wanita tersebut tak lagi mengenali si tukang pos. Dengan gontai ia pun pergi kembali ke rumah.

Tentunya cerita tak hanya sampai di sana. Keesokan harinya si setan menagih benda lainnya untuk ditukarkan dengan nyawanya. Satu persatu benda tersebut pun hilang.Pun juga dengan kenangan yang ada padanya.

***
Kadang sesuatu tak akan kita rasakan sebelum ia benar-benar hilang. Begitu pun pertanyaan mendasar mengenai eksistensi diri di dunia ini. Film ini berjudul Sekai Kara Neko ga Kieta Nara (2016). Film berdurasi sekitar 120 menit ini merupakan film yang diangkat dari novel berjudul sama. Meski judulnya kucing tapi film ini bukan film dokumenter soal kucing loh yaaaa. *spoiler*

Pada trailer terlihat sekelompok wanita menangis usai menonton film ini. Walaupun awalnya skeptis dengan film ini akhirnya gw tonton juga karena judulnya yang gak lazim dan pemain utamanya itu loh. Takeru Sato. Siapa yang tak kenal dia, aktor kondang dibalik beberapa film ternama mulai dari Rorouni Kenshin, BECK, hingga flm-film terdahulu semacam kamen rider den O, ataupun princess princess D. 

Meski temanya sederhana, dan film nya sederhana pula. Bahkan dari awal hingga akhir hanya satu karakter saja yang punya nama, itu pun bukan nama lengkap. Tapi film dengan alur maju mundur ini sukses mengacak-acak emosi dari penonton. Walaupun makin ke sini, ending bisa ditebak namun, saat awal hal tersebut nyaris mustahil untuk diketahui. Film ini membuat kita berusaha menyelami satu per satu dari kisah si tukang pos tersebut.

Overall, film yang sangat layak untuk dinikmati. Tentunya ada baiknya ditonton bawa tisu yaaa, biar gak meler hahahhaha. Mari santai sejenak dari hingar bingar provokasi dan hoaks dan mulai mempertanyakan pentingnya segala hal di dunia ini. Tak ada satu hal pun yang sia sia bukan?

In the end, I am really grateful for all of the people that I've already met. Thank you for allowed me to enter your life. Although it may be too short, but there isn't any memory that worthless to be remembered. 

Enjoy the show~~

"Dear dad, If all the cats disappear from this world, how would the world change? If I disappear from this world, who will feel sad for me?"

--Money Can't Buy Everything

Ceritanya waktu itu bener-bener penasaran banget sama film ini. Jarang kan ada anime yang movienya tayang di Indonesia, apalagi di Bogor. Berhubung deket dari rumah akhirnya gw nekat juga nonton film ini sendirian di pojokan hahahhahaa. Seperti yang gw duga yang nonton kebanyakan laki-laki. Sekalinya ada cewe biasanya pasti duaan, mungkin sama pacarnya. Aku mah apa atuh di pojokan sendiri, ketawa sendiri.

Well, sebelum mulai gw mau ngasih tau kalau akan ada spoiler di sini jadi ya bagi yang ga suka monggo di skip.
Source: google image
One Piece Gold merupakan film animasi One Piece the movie yang ke-13. Di Jepang film ini dirilis pada tanggal 23 Juli 2016. Sementara di Indonesia film ini dirilis pada tanggal 7 September 2016. Film ini mampu mendepak Finding Dory dari posisinya di Jepang. Bahkan animasi ini masuk ke box office di Jepang. Berdasarkan sumber dari google saat ini film ini telah meraup 4,8 miliar yen atau setara dengan Rp 618 miliar. Dari ketigabelas filmnya, One Piece Gold merupakan salah satu dari tiga One Piece the Movie yang keuntungannya di atas 1 miliar yen. Berkat pencapaiannya ini One Piece menjadi animasi pertama yang tiga filmya meraup keuntungan di atas 1 miliar yen. 

Saat ini sudah ada 33 negara yang membeli lisensi One Piece termasuk Indonesia. Manga yang dimulai sejak 1997 ini, saat ini telah memiliki 800 chapter. Eiichiro Oda, penulis One Piece, menyebutkan saat ini ceritanya baru selesai 65 persennya.

Untuk film Gold sendiri, One Piece mengusung tema dan alur cerita yang sama seperti kisahnya yang lain. Seorang mantan angkatan laut, Gild Tessoro (Kazuhiro Yamaji) merupakan seorang miliyader. Ia memimpin sebuah kapal raksasa yang besarnya seperti negara. Di kapal ini hampir semuanya berbalut emas. Seisi kota tampak begitu gemerlap dan glamour. Kapal ini terkenal dengan cassionnya tempat orang bisa menjadi kaya seketika, menurut Nami (Akemi Okamura). Siapa pun bebas bermain di sini, terlepas ia angkatan laut, rakyat biasa, atau pun bajak laut. Hal ini karena angkatan laut telah menjadikan kapal tersebut sebagai sebuah 'negara independen' yang kebal hukum. Artinya, hanya Tessoro lah yang dapat mengendalikan hukum di negara tersebut.

Adegan dibuka dengan penampilan khas karnival, dengan sumbangan lagu dari Tessoro dan Carina (Hikari Mitsushima). Luffy (Mayumi Tanaka) yang baru tiba di kapal tersebut merasa kagum dengan kemewahan kapal tersebut. Hujan emas dan sungai dari emas menyambut mereka sepanjang perjalanan menuju dok. Tapi, bukan kru Luffy namanya kalau tidak membuat kegaduhan. Belum sempat berlabuh kapal Luffy diserang oleh bajak laut lain yang mengatakan bahwa dirinya telah ditipu. Bajak laut itu pun menyerang Luffy dan kawan-kawan. Hal ini sontak menarik perhatian Tessoro, apalagi setelah ia mengetahui bahwa itu merupakan kapal milik Luffy, generasi baru yang membuat onar di New World. Tentunya bajak laut itu berhasil dilibas dengan mudah oleh Luffy dkk.

Luffy akhirnya merapatkan Sunny di dok. Ia pun disambut oleh seorang wanita seksi yang pastinya membuat Sanji jadi (Hiroaki Hirata) kayak cacingan. Ia memperkenalkan dirinya sebagai Baccarat (Nanao). Menurut Baccarat, kru Luffy merupakan kelas VIP sehingga ia pun datang dan menawarkan jemputan berupa mobil tua (sekilas mirip limosin dan duesenberg). Uniknya kendaraan ini dimotori oleh kura-kura (kame) berotot, yang kalau kagi jalan mereka teriak "kame kame kame". (This is the part where I love the most, the turtle is so funny).

Baccarat pun mengajak mereka keliling kota. Ia pun menjelaskan bahwa kota tersebut dibangun dengan emas. Bahkan gedung utamanya pun dibangun dengan emas murni. Tapi, jangan berpikir untuk mencuri karena kota ini dilengkapi denga den-den mushi survilance atau CCTV den-den mushi. Sesuai dengan tujuan awalnya mereka pun segera menuju ke casino setelah berganti baju. Begitu tiba mereka diberikan koin yang setara dengan hmm . . . oke gw lupa nominalnya. Anggaplah beberapa miliar berry. Seperti biasa tanpa pikir panjang Luffy, Usop (Kappei Yamaguchi), dan Chopper (Ikue Ōtani) langsung mengambil koin tersebut dan memulai aksinya. 

Berkali-kali menang, akhirnya Baccarat menawarkan untuk masuk ke ruang VVIP. Di sini mereka bertemu dengan Mr Tanaka (Gaku Hamada) yang mampu menembus medium inorganik, dan Dice (Kendo Kobayashi) yang masokis. Di sini pulalah kru Luffy bertemu dengan Tessoro. Merasa percaya diri dengan keberuntungan Luffy, mereka pun mengikuti taruhan yang dilakukan Tessoro. Tanpa mereka sadari Baraccat merupakan pengguna buah setan yang dapat menyerap keberuntungan seseorang. Luffy pun kalah dan kru mereka dikenakan hutang yang tidak sedikit. Merasa marah karena ditipu Luffy pun berniat menghajar Tessoro, tapi karena ketidakberuntungannya ia pun sakit perut, belum lagi ia juga terpeleset kulit pisang (-_____-'). Zoro (Kazuya Nakai) yang berusaha melindungi kru lainnya justru diubah menjadi emas, ia pun ditawan. Atas pertimbangan Nami mereka pun mundur dan berjanji membebaskan Zoro dengan tebusan yang dijanjikan sebelum ia dieksekusi oleh Tessoro. 
Source: google image
Jadi bagaimana mereka membebaskan Zoro? Tentunya silahkan menonton sendiri. Untuk yang ingin spoiler. Plot twist cerita ada pada Carina yang merupakan partner Nami saat masih merampok dulu. 

Sama seperti film One Piece lainnya, movie ini diisi komedi renyah khas Oda. Mulai dari Sanji yang ga ketulungan ganjennya, Kura-kura berotot, hingga lambang ketidak beruntungan yaitu kulit pisang yang muncul di mana-mana. Selain itu, ada pula adegan Luffy bodoh yang dengan kebodohannya mengacaukan rencana atau mungkin mengacaukan rencana memang sesuai rencana? (hahahhahaha he's so stupid). Combo Franky (Kazuki Yao) dan Luffy bodo banget. Best scene kali ini untuk bagian yang lucu ada di adegan Usopp, Carina, Nami, Sanji, Robin (Yuriko Yamaguchi), dan Brook (Yūichi Nagashima) saat menyamar menjadi celestial dragon. Sumpah lucuuuuuu~~ berhubung isinya cowo jadi suara ketawa di bioskopnya juga menggelegar. Ada yang sampe keluar kata kaya "Luffy bego" dalam hati gw, 'emang' sambil ketawa dalam diam. hahahhaa.

Ya sekali lagi kisah ini kembali mengajarkan kita untuk humble. Mengingatkan kita tidak semua hal bisa dibeli dengan uang seperti yang Tessoro sebutkan. Dan kadang kebencian bisa membuat kita menjadi orang yang paling kita benci. 

"Money can't buy everything, Not even people, country, or even justice". Well semoga hal yang sama juga terjadi di negara kita.

Okay, let's enjoy the movie, cheers~
source: google image
Okay, pada akhirnya saya memutuskan kembali menulis dengan bahasa Indonesia kembali. Kalau lagi pusing sulit untuk menulis dalam bahasa Inggris, bukannya tidak bisa lebih ke sulit konsentrasi, pasti ada saja kata yang tertukar. Lagi-lagi di postingan kali ini saya akan menulis sebuah drama yang pernah saya tonton. Don't get me wrong, walaupun memang akhir-akhir ini saya semakin sering menulis mengenai drama yang baru saya tonton, ini bukan berarti saya leyeh-leyeh. Sebenarnya ini semua merupakan film yang pernah saya tonton, hanya saja saya belum sempat menulisnya. 
(source: google image)
Beauty or Beast (美女か野獣), merupakan drama yang tayang pada tahun 2003. Bagi sebagian orang drama ini mungkin tidak asing, karena drama ini pernah tayang di salah satu stasiun televisi swasta. Apabila dilihat sekilas dari judulnya, mungkin tidak akan terbayang tentang apa sebenarnya drama ini. Drama yang memiliki jumlah episode sebanyak 11 ini, merupakan drama yang memiliki tema jurnalistik. 

Diceritakan seorang wanita bernama Takamiya Momoko (Nanako Matsushima), seorang jurnalis yang bekerja di luar negeri, tepatnya di UNN. Kemampuannya sebagai jurnalis, atau bahkan sebagai 'News Producer' tidaklah diragukan lagi. Hal ini membuat pihak JBC merekrut dia untuk menjadi News Producer untuk acara Evening News. Rating acara tersebut yang tak membaik membuat pihak perusahaan merekrut Takamiya. Takamiya menyetujui penawaran yang ditawarkan sebagai gantinya ia diminta untuk menaikkan rating acara berita tersebut. 

Pada saat hari H kedatangan Takamiya di bandara, pihak JBC menyuruh orang untuk menjemput Takamiya. Akan tetapi, alih-alih menjemput Takamiya, mereka malah menjemput Hiromi Nagase (Fukuyama Masaharu), seorang mantan director di bagian variety show. Nagase tentunya merasa senang dengan sambutan yang diberikan, bahkan ia diberikan ruangan tersendiri. Baru kemudian crew Evening News sadar bahwa yang dijemput oleh mereka bukanlah Takamiya, melainkan Nagase, sesama bawahan seperti mereka. Diluar dugaan ternyata Nagase dan Takamiya saling mengenal. Bukan hanya itu mereka berdua ternyata merupakan mantan kekasih di masa lalu, tetapi keduanya memilih untuk merahasiakan hal ini dari yang lainnya dengan alasan profesionalitas.

Takamiya merupakan sosok yang kuat yang bekerja untuk mencapai tujuannya. Sering kali demi mencapai tujuannya ia kehilangan arah, dan Nagase lah yang menyadarkan Takmiya. hal sebaliknya pun berlaku, saat Nagase ragu maka Takamiya lah yang menyadarkannya. Bahwa tugas seorang jurnalis adalah untuk mencapaikan fakta tidak peduli siapa orang yang terlibat di dalamnya.

Dalam perjalanannya Takamiya berusaha membangkitkan kembali semangat mencari fakta para bawahannya di berita petang. Hal yang ia sadari merupakan kelemahan dari segmen berita tersebut. Sebagian dari mereka sudah mulai kehilangan semangatnya. Kedatangan Takamiya dan Nagase perlahan-lahan mengembalikan makna profesi mereka sebagai jurnalis, dan tentunya juga turut memperbaiki rating. Akan tetapi, kadang tuntutan rating dan fakta kadang tidak beriringan. Tim Berita Petang dihadapkan pilihan apakah harus mempertahankan segmen yang meningkatkan rating atau memberitakan masalah pencemaran lingkungan sebelum pabrik lain mulai dibangun. Akan tetapi, apabila mereka tetap bertahan untuk menyampaikan fakta, dan rating turun maka keberadaan Berita Petang akan ditiadakan.

Bagaimanakah strategi Takamiya menyikapi hal ini? Lalu apakah ia dan Nagase akan berbaikan?
(source: google image)
Hal lain yang merupakan puncak cerita dari drama ini sebenarnya membuat saya merasa terketuk, tapi kalau diceritakan kelihatannya tidak seru juga ya. Intinya pekerjaan jurnalistik adalah pekerjaan dengan persepsi lebih dari satu. Koin bermata dua katanya. Sebagai jurnalis kita dituntut untuk 'cover both stories', berita yang harus berimbang. Di lain pihak keberadaan jurnalis bisa dibilang baik dan buruk dalam waktu bersamaan. Semuanya tergantung perspektif.

Jujur saja, ini merupakan drama yang saya tonton waktu saya masih di bangku SMP. Salah satu drama yang menginspirasi saya untuk bergerak di bidang jurnalis. Bukan hanya drama ini sebenarnya, drama pertama yang saya tonton berjudul Anchor Woman, tapi berhubung ini merupakan drama lama, mencari video dengan resolusi bagus benar benar sulit.

Aniwei, alasan kembali mereview drama ini adalah karena walaupun ini merupakan drama lama, patut diakui bahwa ini merupakan drama yang bagus. Makna yang disampaikan juga cukup baik. Bahwa yang namanya kebenaran berhak untuk diperjuangkan. Kalau harus berbicara mengenai kelemahan, tentunya sudah sulit. Ini merupakan film lama tentunya banyak hal yang saya rasa sudah tidak cocok lagi di mata saya, tapi saat saya menonton dulu, tak ada masalah dengan ceritanya. Tapi ceritanya bisa dibilang tidak terlalu berat, buat saya. Patut disayangkan mengingat artis dan aktor yang bermain di film ini merupakan artis/ aktor yang benar-benar hebat, seperti Nanako Matsushima (GTO), dan Fukuyama Masaharu (Galileo). Klimaks dari film juga mengikuti ritme film jepang pada jaman dahulu seperti biasanya, awalnya tidak berhubungan kemudian di dua episode terakhir jadi berhubungan. Intinya konflik yang mendalam baru muncul di episode terakhir.

ジャー楽しみましょお!

Karena jurnalis ada untuk menyampaikan fakta :)
I've been thinking to write about this movie, I always forget to write this. This one also was an old drama, but I'm sure this one is an interesting movie to watch. This drama has a dark plot inside it. Although the title is Last Friends, I could say that the ending is not really bright. And some conflict you will see in this drama really hard to digest. I mean there are violence described in this drama and beside that the love story also seems complicated. But after all this drama made me addicted to watch until finish. Not only because this drama full of great actors and actresses, but also the plot is really clean. No wonder it can achieve ratting 17.7 in average (source: dramawiki). 

Many review and award given for this drama. 1st Tokyo Drama Award give this drama as best Youth Drama, and Ueno Juri Awarded as Best Actress. 12th Nikan Sports Drama Grand Prix awarded Ueno Juri as Best Actress and Ryo Nishikido as Best supporting Actor. In  57th television drama academy award it receive a lot of award there are best drama, Best Supporting actress Ueno Juri, Best Supporting Actor Ryo Nishikido, best director Kato Hiromasa, Nishisaka Mizuki, Endo Mitsutaka, best script Asano Taeko, and best theme song "Prisoner of Love" sung by Utada Hikaru. (source: dramawiki) 
(source: google image)
The plot revolved around Michiru Aida (Nagasawa Minami). Michiru Aida is just a plain normal girl who work at a salon. She has a boyfriend who works in child welfare division and planning to move to his apartment Oikawa Sosuke (Ryo Nishikido). She accidentally met with her high school Kishimoto Ruka (Ueno Juri). This reunion off course made Michiru happy. Living with the one she loved and meeting with her best friend is the best gift she had. But her boyfriend didn't seem to like Ruka. He get jealous of her. And what Michiru didn't know is her boyfriend is an overprotective type. He easily lay hand on Michiru. 

Michiru come from unhappy family, her mother usually bring man to home, in work she always bullied. She always think that if she wait someday happiness will come. She feel that she share the same feeling with Sosuke. Sosuke, despite his violence actually he just afraid to be left. The memories of past made him an overprotective person so that he didn't loose anyone, but what he has done made Michiru suffers.

With Machiko being abused, Haruka get mad at Michiru's boyfriend. She asked her to move out to her dorm, a mixed dorm. But Michiru is to naive, she still think that her boyfriend will change. But she wrong, her boyfriend didn't permit her to work again although becoming a beautician is her dream. He didn't even permit Michiru to hang out with Ruka. Seeing bruise all over Ruka, Mizushima Takeru (Eita), Takigawa Eri (Mizukawa Asami), and Ogura Tomohiko (Yamazaki Shigenori) who were in dorm can't stand it. And trying to protect Michiru.

Looking how care Ruka to her friend, Takeru grow a feeling to her. And Ruka seem to enjoy herself around Takeru too. Like the others Takeru has a guilt of the past that made him afraid of the opposite gender. But being with Ruka seems didn't affect him. He didn't know that Ruka hide some secret with her. A secret that her parents didn't even know. A secret that made Sosuke who realized it, get jealous of her.

Eri was a stewardess and Ogura was a pilot. Eri who hasn't a man meet with Ogura who is his work colleague. Ogura is a pilot who has a family problem. Being betrayed by his wife that has an affair he decided to move out to dorm. Ogura and Eri shared a feeling too, although they seems love each other Ogura didn't have a courage to divorced his wife.

As the stories goes on, finally Michiru decided to break up with Sousuke, and leave with the others. But the happiness didn't last long. Sosuke always stalk Michiru. To protect her, Takeru decided to accompany Michiru. And Michiru fall in love with him, without knowing that Takeru love her friends, Ruka. He accidentally met Sousuke and said to him that she already has someone to love. This made Sosuke jealous. Sosuke beat up Takeru in his way home. This made Takeru's hand injured and made him can't work. Though that time Takeru finally receive a bigger job as a makeup artist that was his dream. Michiru think it is her fault and decided to go back to Sosuke.

In the end, how will Machiko and Sosuke relationship will go? Will Ruka able to receive the feeling of Takeru? And what secret did Ruka hide? And will Ogura decided to divorced his wife and leave with Eri?


(all image source: google image)
This one is a heavy drama. Ryo Nishikido who play as Oikawa Sosuke, really did a great job! He has a feel like psychopath in this movie. I always respect him as a member in Kanjani8, but this drama make me respect him as an actor also. You will know when you watch this movie that he was over load with charisma. And because of his role in this drama he got awarded as best supporting.

Another great act was coming from Ueno Juri. Well, she is out of the question about how she act. Since I watch her performance in Nodame Cantabile, I began to admire her. I really can't wait to see her new drama with TOP 'big bang'. I want to see her ability to act with other language.

Although I can't describe all of the actor and actress, everyone really did a good job too. Eita and Mizukawa Asami is admirable as usual~~ Unfortunately they didn't play as a couple again in this drama like in Nodame. Well I admire them since Nodame Cantabile too, while they playing with Ueno Juri. Eita also was one of my favorite actor. He always play many different character.

If I must talk objectively than I will say this is a really good drama. The only weakness I see is some of stories seems didn't described well. Yah I mean the stories about Takeru past. I know what it is, but I felt it isn't too detailed.

After all, if you want to watch a romance genre but too tired to watch an usual love genre that this drama can be the solution. Although it's about romance the plot will still ask you to think about this drama. Especially about violence that seems happened to children.

Jaa, happy watching~~ :)
Good night dear bloggers!

Setelah sekian lama hibernasi saya kembali lagi di blog ini, maklum pengangguran jadi banyak acara kan. Sebelum mulai ke topik hari ini, saya ingin mengucapkan selamat berpuasa~! Meskipun puasa baru akan dilakukan lusa, tapi semangat puasa udah ada nih kelihatannya. Bahkan undangan buka puasa pun sudah mulai berdatangan. Hahaha.

Pada topik kali ini saya merasa seidikit penasaran tentang "Variety Show". Apa sebenarnya variety show itu? Variety show sebenarnya merupakan hal yang tidak asing bagi kita, kebanyakan acara variety show di Indonesia berupa acara musik seperti Indonesia Idol, Rising Star, dll. Akan tetapi, ternyata variety show tidak hanya sebatas acara musik belaka. Belakangan semakin pesatnya informasi dari dunia maya, banyak kaula muda yang semakin menggandrungi acara variety show dari negara ginseng Korea Selatan. Hal ini wajar saja, karena variety show di korea selatan tidak hanya sekedar menyajikan acara yang berbau musik, tetapi juga memadukan acara-acara yang menghibur talk show, games, pengetahuan, life style, musik, dan komedi. Bahkan variety show di negara tersebut juga berhasil menghadirkan genre yang serius seperti detektif, permainan logika dan psikologi.

Sebutlah saja Running Man, salah satu acara yang memiliki episode hampir 1/4 abad. Acara ini sangat populer, hingga pada beberapa tahun lalu seluruh anggotanya sempat mengunjungi negara kita melalui pertandingan sepak bola. Variety show Running Man secara garis besar cenderung kepada games yang bersifat menghibur, bersama dengan 1N2D, dan Real Men ketiganya mendominasi acara variety show di hari minggu. Ketiga acara ini terasa ringan dan sangat menyenangkan dinikmati, apalagi bagi yang ingin memiliki hiburan. Ada lagi We Got Married dan The Romantic and Idol kedua acara ini mengusung tema dating simulation. Yup, acaranya berupa kencan virtual antara artis. Bagi yang tidak tertarik dengan acara-acara ringan maupun romantis, tentunya tak usah khawatir. Ada pula variety show yang membuat anda ikut berpikir saat menontonnya. Acara tersebut adalah The Genius dan Crime Scene. Kalau disebutkan tentunya masih banyak deret panjang variety show negara ginseng yang seru dan sangat menyenangkan untuk ditonton, tapi untuk kali ini saya lebih tertarik menceritakan mengenai dua variety show yang terakhir saya sebutkan.

Bosan dengan variety show yang cendrung menghibur dan bersifat komedi. Saya tertarik denga dua judul acara The Genius, dan Crime Scene yang merupakan acara yang benar-benar menarik untuk diikuti setiap minggunya. 

Bagi kalian yang pernah menonton film Liar Game salah satu drama Jepang yang diadopsi dari manga berjudul sama, (drama ini juga telah dibuat versi koreanya dengan judul yang sama) pastinya kalian tidak akan asing melihat setting dari acara The Genius. Acara ini memang acara yang terinspirasi dari film tersebut. Sekilas tentang Liar Game. Liar Game adalah sebuah acara underground yang dimotori oleh orang-orang terkenal untuk gambling tentang siapa yang akan jadi pemenang acara tersebut. Pada permainan ini cara apapun dihalalkan, bahkan kegiatan menipu dan berhianat adalah hal biasa. Kejahatan macam apapun yang dilakukan untuk memenangkan pertandingan adalah sah di mata hukum, artinya ia tidak akan mendapat hukuman legal apapun. 

The Genius mengadopsi setting permainan ini, tetapi tentunya lebih halus. Permainannya berupa permainan psikologis, dan peluang kemenangan. Bagaimana suatu pemain dapat memainkan perannya dan juga dapat mempengaruhi orang di sekitarnya adalah salah satu poin utama untuk mendapat kemenangan. Meskipun tidak semenyeramkan Liar Game, tapi permainan The Genius terbukti memeras otak. Aturan mainnya kadang-kadang rumit. Tak jarang terdapat plot twist yang dilakukan oleh para pemainnya. Bekerja sama dan berkhianat adalah hal yang membuat acara ini menjadi menarik. Bisa dibilang siapa yang memenangkan psychology war dalam setiap permainan maka dialah pemenangnya. Tema yang jarang diusung oleh sebuah variety show, tetapi sambutannya yang cukup baik membuat acara ini mampu bertahan hingga season 3.

Acara lain yang cukup memeras otak adalah Crime Scene. Sama seperti judulnya acara ini lebih mengarah kepada serial murderer case atau serial pembunuhan. Sejauh ini sudah terdapat dua season untuk acara ini, dan kedua seasonnya tidak mengecewakan untuk ditonton. Bagaimana cara sang PD dan tim mengatur setting lokasi pembunungan. meletakkan bukti serta furniture-furniture yang ada sungguh mengagumkan. Bukan hanya itu, character plot nya juga bagus. 

Pada acara ini kita diajak untuk mencari pelaku kejahatan dari suatu kasus. Para cast akan dibagi ke dalam beberapa peran yang merupakan orang-orang yang diduga pelaku kejahatan pada case tersebut. Nantinya para pemain akan mengumpulkan barang bukti, diantara semua barang bukti tersebut ada yang merupakan barang bukti sebenarnya dan ada pula yang hanya merupakan barang bukti untuk mengecoh. Karena pemilihan pelaku bersifat voting oleh para pemain, maka semua pemain harus membagi informasi yang ditemui agar pelaku yang sebenarnya tertangkap. Yang membuat acara ini menarik adalah kita sebagai penonton dapat turut serta mem-voting siapa pelaku kejahatannya dan tentunya yang menebak dengan benar akan mendapatkan hadiah. 

Kedua acar tersebut memang menarik dan berbeda dari biasanya. Bukan hanya karena plot yang menyenangkan untuk dinikmati, tetapi kita juga dapat menikmati kreativitas dari tim yang membuat acara tersebut. Inilah faktor yang mebuat saya selalu berhasil berdecak kagum pada tiap episodenya. Well, semoga dunia televisi negara kita bisa membuat acara yang melampaui acara-acara ini ya.
"Kita bisa membuang ingatan, tapi kita tidak bisa menolak kenangan. Sebab tak semua yang kita ingat akan kita kenang, tetapi semua yang kita kenang tersimpan baik dalam ingatan"
Ziarah Ingatan

Cover buku Yang Galau Yang Meracau (Fahd Djibran 2011)

Judul Buku: Yang Galau Yang Meracau
Penulis: Fahd Djibran
Penerbit: Kurniaesa Publishing
Jumlah Halaman: 226 hlm
Tahun Terbit: 2011

Galau merupakan istilah yang banyak dipakai oleh remaja kebanyakan saat ini. Ekspresi kata galau biasanya lebih banyak ditujukan dengan hal-hal yang berkaitan dengan cinta. Benarkah seperti itu? Kenyataannya kata galau sendiri mengandung banyak makna, yang tidak hanya terbatas mengenai cinta semata. Galau merupakan bentuk kekacauan pikiran. Kekacauan di sini tentunya bisa apa saja. Dalam buku ini kita dibawa kedalam beberapa kegalauan yang tidak hanya berkisar mengenai cinta. Fahd Djibran mampu membawa kata 'galau' yang sering kita konotasikan dengan rasa cinta menjadi lebih luas. 

Terdapat tiga bagian umum pada buku ini, yaitu bab Setan, Cinta, dan Tuhan. Ketiga bab ini menceritakan mengenai kegalauan mengenai hal-hal tersebut.

Bagi penggemar buku Fahd Djibran, pastilah pernah membaca mengenai buku Curhat Setan. Secara garis besar bab yang berjudul Setan merupakan kelanjutan dari kegalauan Tuan Setan dan temannya Rayya. Dialog antara Rayya dan Tuan Setan akan mengubah pikiran kita tentang sifat manusia yang sesungguhnya. Betapa seringnya kita menyalahkan segala kesalahan kita dengan mengatakan itu adalah salah setan. Padahal keputusan berbuat baik dan buruk ada di tangan kita, setan hanya membujuk dan merayu. Kita yang memakan rayuan itulah yang seharusnya berpikir untuk mengintrospeksi diri kita. 

Bab kedua bercerita mengenai cinta, tapi pada bab ini bukan menceritakan mengenai kisa percintaan cengeng seperti novel kebanyakan. Alih-alih menceritakan mengenai kisa cinta yang menggebu-gebu, Fahd Djibran justru mengemas bab cinta ini menjadi bab yang mengajak kita untuk berpikir lebih jauh lagi mengenai definisi cinta. Cinta tidaklah hanya ditujukan bagi pujaan hati, cinta bisa juga ditujukan bagi kelurga, maupun teman-teman di sekitar kita. Pembaca juga diajak untuk lebih menggali lebih dalam lagi mengenai fenomena yang berkaitan dengan cinta yang ada di sekitar kita. Misalnya, seringkali banyak wanita yang berpikir bahwa takdir ini kejam, hanya karena ia diciptakan tidak cantik seperti model-model di tv. Berbagai usaha mereka upayakan untuk membentuk rupa luar mereka. Berbagai produk dan alat kecantikan yang harganya selangit mereka bela-belakan untuk dibeli demi menarik sang pujaan hati. Jadi inikah cinta? Tidak, bukankah cinta dilihat dengan kecantikan di dalam bukan kecantikan luar yang bersifat sementara. Sampai di sini kita diajak sampai pada satu kesimpulan bahwa Tuhan dan takdir tidak kejam, yang kejam adalah kita yang terpatut pada prespektif kecantikan itu sendiri.

Pada bab Tuhan, kita akan diajak ke dalam pemikiran seorang Fahd Djibran mengenai padangan kita, keseharian kita terhadap Tuhan. Tulisannya memang tidak menghakimi, tapi dari tulisan itu kita bisa berkaca terhadap diri sendiri. Menurut saya pribadi tulisan yang bagus adalah yang mampu mengajak kita untuk berpikir, yang mampu menjungkir balikkan apa yang kita anggap biasa menjadi tidak biasa ataupun sebaliknya. baru kita membuka bab Tuhan kita langsung disuguhkan sebuah anekdot jail yang menggellitik. Tulisannya seperti ini kira-kira

Di Suatu Subuh

1 Pemberitahuan
:Tuhan mencolek anda di Facebook
Colek kembali
Abaikan 
Merasa familiar? Ya kadang di suatu Subuh kita mendengar panggilan untuk beribadah. Termasuk yang manakah kamu, yang mencolek kembali atau mengabaikan-Nya?

Kisah ini memang menggelitik hati nurani kita tentang bagaimana kita bersikap selama ini. Pemikiran yang out of the box membawa kita menikmati buku ini secara keseluruhan. Menyajikan konsep galau dan racau menjadi begitu berbeda dibandingkan konteks yang selama ini kita punya.

Overall, lagi-lagi buku ini sangat menarik untuk dinikmati. Terutama bagi kalian yang ingin menikmati kegalauan sebagai media introspeksi diri.

Well, enjoy the book~
"utopia adalah sebuah titik, yang ketika kau berada di sebuah horison, titik itu berada sepuluh langkah di hadapanmu,"
Mimpi

cover buku Curhat Setan (Fahd Djibran, 2009)
Judul Buku: Curhat Setan - Karena Berdosa Membuatmu Selalu Bertanya
Penulis: Fahd Djibran
Penerbit: GagasMedia
Jumlah halaman: xx + 172 hlm
Tahun terbit: 2009

Kutipan di atas merupakan bagian dari dialog pemikiran seorang Fahd Djibran dalam bab di buku ini yang berjudul mimpi, Sama seperti judulnya, Curhat Setan, merupakan kumpulan cerita singkat yang isinya menyerupai curhat. Pada buku ini dapat kita jumpai 30 'curhatan' yang satu sama lainnya tidak berhubungan sama sekali sebenarnya. Buku ini berisi pemikiran-pemikiran menarik dari seorang Fahd Djibran. Buku yang terbit pada tahun 2009 ini bisa dibilang cukup menarik dengan tampilan cover berwarna putih yang diberikan aksen merah seperti darah. Siapa pun yang melihat judul atau covernya tentu akan berpikir mungkin ini buku tentang hantu atau malah berpikiran ini buku tentang setan. Sayang sekali, semua dugaan itu salah begitu kita menilik isi tiap halaman di buku ini. Buku yang berisi keseharian hidup, yang cenderung mengajak kita untuk merenung, bahkan buat saya pribadi, buku ini tak jarang menggugah keimanan dan keingintahuan saya. Mungkin saat membaca buku ini, sering kali kita akan berseru "ooh" atau "ah, iya juga ya". Dalam hal ini saya selalu salut terhadap kemampuan menulis dan pengetahuan Fahd Djibran. Misalnya saja dalam babnya yang berjudul Dendam Sejarah yang menggelitik pikiran kita dan mau tak mau kita akan diajak mengamini hal tersebut. Nah berikut penggallan dialog menggelitik pada bab tersebut,
"kenapa kau menulis Zira?"      
"Dendam," jawab Zira.      
"Dendam?" Herman tampak keheranan.    
"Ya, dendam sejarah. Sewaktu kecil dulu, aku suka sekali membaca. Membaca apa saja. Setiap selesai membaca, aku selalu bertanya soal kenapa aku lebih kenal gagasan penulis buku yang kubaca daripada gagasan kakekku sendiri? Misalnya aku lebih kenal siapa Albert Einsten, Pablo Nerunda, Pramoedya Ananta Toer, atau yang lainnya yang bukan siapa-siapa buatku daripada kakekku sendiri yang jelas-jelas mewariskan gen kehidupan buatku."      
Herman masih heran pada jawaban Zira. Zira menyesap tehnya.  "Ternyata sebabnya satu, Herman." Zira melanjutkan. Herman masih serius memperhatikan.      
"Apa itu?" tanya Herman.    
"Sebabnya mereka semua menulis, sementara kakekku tak sempat meninggalkan selembar tulisan pun semasa hidupnya. Sejak itulah aku memendam dendam. Aku tak mau anak cucuku, atau orang-orang terdekatku lebih mengenal siapa orang lain daripada kakeknya sendiri. Aku tahu apa yang dipikrkan Einsten muda, tapi aku tidak tahu apa yang dipikirkan kakekku waktu ia masih muda. Kami tak sempat bertemu, kakekku meninggal sebelum ia sempat bercerita banyak padaku."
Buat saya pribadi dialog ini cukup menarik. Seberapa banyak dari kita yang diwariskan "tulisan" oleh keluarga kita, oleh kakek atau nenek kita. Kadang kita tak sempat bertemu mereka sebelum mereka bercerita mengenai dirinya. Katanya bangsa yang maju adalah yang belajar dari sejarah, tapi bahkan kita tidak tahu sejarah dari darah kita sendiri. Hanya bisa menduga bahkan tak terpikirkan bukan? Sementara itu kita turut larut dalam kekaguman akan tokoh tokoh yang begitu terkenal, yang bahkan tak berhubungan darah dengan kita. Maka beruntunglah mereka yang mendapatkan warisan tulisan dari keluarga nya, yang dapat mengambil pelajaran hidup dari masa-masa yang telah mereka lewati.

Sang penulis, Fahd Djibran sendiri merupakan salah satu penulis favorit saya sejak terkesima dengan buku nya yang berjudul, 'Yang Galau Yang Meracau'. Fahd Djibran memiliki nama asli Fahd Pahdepie. Tulisannya? Jangan ditanya. Sudah banyak buku yang beliau telurkan dan tentunya sangat menarik untuk dibaca, saya sendiri tengah menanti buku terbarunya yang rencana keluar tahun ini. Fahd merupakan salah satu penulis yang memperkenalkan metode creative writhink yang bahkan membuatnya menjadi nominator dalam Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa Bidang Kreatif tahun 2009 silam. Kalau bicara soal prestasi rasanya banyak sekali yang membuat saya terkesima pada tokoh beserta tulisannya.

Balik lagi ke buku Curhat Setan, buku ini bisa dibilang bukanlah buku baru. Bahkan saya berhasil menemukan buku ini secar tidak sengaja di sebuah toko buku dengan kondisi tanpa bungkus plastik dan tinggal satu yang akhirnya saya paksakan beli, yang penting kan isi nya. Akan tetapi, sayang buku ini dipinjam dan hilang, mau beli pun sudah susah ditemukan. Walaupun begitu, bagi yang berminat, saya rasa buku ini masih bisa dibeli online. Baru-baru ini karena merasa sayang dan sedih meratapi buku yang hilang ini saya memutuskan membeli nya lagi dan alhamdulillah ditemukan ada yang jual, yeay senang~. 

Dan lagi-lagi saya katakan buku Curhat Setan ini merupakan buku yang sangat layak untuk dibaca, terutama bagi kalian yang mungkin terlanjur hidup terbawa arus. Saya rasa tidak ada salahnya kan untuk berhenti sejenak, membaca buku ini, sembari berpikir dan merenung akan apa yang telah kita lewatkan dan apa yang kita anggap 'biasa'. Toh kadang sesuatu yang biasa itu merupakan hal yang tidak biasa yang dilakukan berulang-ulang kan? 

Ya kita harus merenung, merenung kembali untuk mengetuk sesuatu yang mulai redup di diri kita.
Masih di segmen review, kali ini gw bakal ngereview buku karya dari Fahd Djibran. Seperti biasa  buku - buku dari Fahd Djibran memang selalu memukau dan menyentil pandangan kita. Buku yang berjudul A Cat in My Eyes ini bukanlah judul baru, buku ini dicetak pertama kali pada tahun 2008 dam kembali dicetak ulang pada tahun 2013 ini. Buku dengan tebal 190 halaman ini memiliki 28 bab dan 7 bab tambahan di edisi revisi nya ini sangat layak disimak. Seperti biasa tema utama yang diambil oleh Fahd adalah mengenai hal - hal yang berlangsung dalam kehidupan kita, seperti cinta, Tuhan, dan moral. Tiap babnya menceritakan kisah yang berbeda - beda yang mampu menggelitik pola pikir kita. Menurut gw pribadi Fragmen Malam, Skizofrenia, serta When and Sometimes. Walaupun sebenernya keseluruhan bab dari buku ini memang menarik, tapi tiga judul itulah yang paling menggelitik alam pikiran gw. 

Cover cetakan 2013 (image source: google)

Pada Fragmen Malam menceritakan mengenai seorang ayah yang tengah bercerita pada anaknya. Ia menceritakan kisah mengenai prometheus seorang dewa yang mencuri api dari zeus untuk menghangatkan bumi, tetapi zeus yang mengetahui itu menghukum prometheus atas kebaikan yang telah ia lakukan. Hal ini dilakukan karena zeus takut jika manusia mengalahkannya. Hal yang bikin gw tergelitik adalah kalimat penutup yang diberikan oleh ayahnya yaitu  "Menjadi seseorang seperti prometheus adalah pilihan. pilihan yang datang pada setiap orang. Siapapun bisa jadi pahlawan, tetapi siapapun bisa saja menjadi tidak bahagia setelah dia mengorbankan seluruhnya demi kepahlawanannya." Dulu gw pernah ngepost kata - kata ini di postingan gw yang judulnya pengorbanan. Apa ya entah kenapa gw merasa, ah bener juga. Memang bener kenyataannya memang begitu. Saat kita melakukan kebaikan tidak selalu orang lain menganggap itu adalah hal baik. Iri, dengki, tamak, dan ketakutan kadang memang mampu membutakan siapa saja. Sama seperti yang ada di negeri ini atau bahkan di dunia ini kan? Gw juga sama aja sebenernya. Kadang dengan niat teguh kita memutuskan untuk tidak menyontek, tapi ketika hasil akhir keluar nilai yang kita dapat berada jauh dibawah mereka yang menyontek dan perlahan kita mulai menyesali 'kebaikan' yang telah kita lakukan. Seperti dalam bab Skizofrenia yang diceritakan oleh Fahd mengenai keanehan saat ini. Ketika sesuatu yang 'gila' tidak lagi dianggap 'gila' karena dunia sudah dipenuhi oleh orang gila, yang waras dianggap gila karena tidak menjadi gila. Sama seperti ketika keburukan dianggap wajar karena semua orang melakukannya, dan kebaikan mulai tak berarti. Dulu gw pernah denger ada yang bilang "sesuatu itu dianggap wajar jika mayoritas melakukannya, apa yang tidak dilihat, apa yang tidak dirasakan, dan apa yang tidak dilakukan dianggap aneh. Diasingkan. Mereka menutup mata atas semua yang mereka anggap tidak biasa. Itulah manusia". Dan gw pun mulai berpikir apa jangan - jangan gw udah termasuk mereka yang gila? Sepertinya begitu. Kegilaan mulai merambati jiwa - jiwa kita seperti virus mematikan yang menyebar perlahan tanpa kita ketahui dan mengrogoti kita perlahan.

Nah itulah beberapa cuplik dan ada pemikiran tambahan gw di sana. Susah memang membaca buku Fahd tanpa terbawa ke alam pikiran. Buku karyanya memang selalu sukse mencuri benak gw. Aniwwei, secara keseluruhan buku ini wajib dimiliki. Setidaknya kita harus menghentikan kegilaan ini bukan?
"Pulvis et umbra sumus -- Kita adalah debu dan bayang - bayang." Horace, Odes

Itu kutipan dari novel yang baru beres gw baca Clockwork Angel. Sebenernya sih kutipan di atas itu puisi di buku Odes. Clockwork Angel sebuah novel fiksi yang merupakan novel pertama dari seri The Infernal Devices. Novel yang dikarang oleh Cassandra Clare ini telah berhasil menyabet beberapa penghargaan setelah terbit di 2010 lalu. Lanjutan dari novel ini akan terbit pada akhir Desember ini dengan judul Clockwork Prince, dan Clockwork Princess pada 2012. 

Cerita dibuka dengan sebuah pertarungan antara seorang laki - laki dengan seekor Iblis. Laki - laki ini, Nephillim, Pemburu Bayangan. Sebuah makhluk yang memiliki darah Malaikat yang ditugaskan melindungi jalannya Piagam, sebuah perjanjian antara makhluk Bawah. Will -- William Herondale -- yang baru membunuh seekor iblis Shax segera mencari Jem -- James Carstairs --, tapi Jem sudah tak berada di tempat. Setengah menggerutu karena tak bisa unjuk kekuatan ia mencari Jem yang ternyata Jem berada tak jauh di sana. Betapa terkejutnya Will saat melihat mayat wanita di sebelah Jem. Will menduga ini ulah iblis Shax tersebut, tapi tidak demikian dengan Jem. Sampai akhirnya mereka melihat bilah pisau berburu, misericord dengan lambang dua ular yang saling menggigit ekor yang membentuk lingkaran. 

Seting berganti menjadi sebuah pelabuhan di Southampton. Tessa --Theresa Gray-- yang baru ditinggal mati bibinya, Bibi Harriet, memutuskan untuk pergi ke London ke tempat kakaknya Nate -- Nathaniel Gray --. Dengan berbekal surat dan tiket kapal yang dikirim kakaknya, Tessa berangkat seorang diri ke London dengan ditemani kalung Clockwork Angel - nya yang merupakan warisan dari sang ibu. Akan tetapi, Tessa hanya bisa menelan ludah ketika mengetahui bahwa Nate tidak di sana. Alih - alih Nate, Tessa dijemput oleh Mrs. Dark dan Mrs. Black. Awalnya Tessa merasa curiga, tetapi surat tangan dari Nate meyakinkan bahwa kedua Saudari Kegelapan --begitu biasa mereka dipanggil-- ini merupakan suruhan Nate. Sebelum naik Tessa sempat melihat sebuah gambar aneh di kereta kuda saudari Kegelapan. Lingkaran yang dibentuk dua buah ular dengan ekor saling menggigit...

Tessa bukanlah manusia, tidak, bukan, mana ada manusia yang bahkan bisa berubah wujud dan kemudian mampu memasukin pikiran wujud yang sedang ia gunakan. Nate, kakak laki - laki Tessa, satu - satunya keluarga yang ia punya ditawan Saudara Kegelapan atas perintah Sang Magister. Untuk menyelamatkannya Tessa mau tak mau harus terus berubah, menjadi apa saja yang diperintahkan oleh keduanya. Sampai kemudian Tessa dipertemukan dengan Will, menyelamatkannya dari para saudari kegelapan. Tessa yang terluka dibawa ke Institut -- markas para Nephilim--. Pertemuan dengan Nephillim membuat Tessa mengetahui adanya Dunia Bawah, dunia yang diisi oleh makhluk gaib. Sedikit demi sedikit Tessa tahu ia bukan manusia, tapi ia tak tahu apa. Bahkan para Nephillim tak ada yang tahu ia apa. Ia tak punya tanda warlock, tak pula lilith. Ia hanya berharap bertemu kakaknya dan hidup normal, tapi tak ada lagi yang normal untuknya. Tidak untuknya bahkan untuk kakknya yang telah memilih jalan yang lain.

Tessa semakin gundah tentang siapa dirinya, siapa orang tuanya, dan untuk apa ia lahir. Jem berusaha meyakinkan dan menghibur Tessa bahwa semuanya baik - baik saja. Jem berkata bahwa tak ada yang berubah, Tessa tetaplah Tessa apapun ia, tak ada yang berubah hanya saja Tessa harus mulai belajar memahami dirinya yang sekarang mencintainya apa pun bentuknya itu. Kehangatan Jem membuat Tessa melangkah maju, tetapi dibalik itu semua Jem menympan rahasia. Alasan penampilannya dan dibalik ketampanannya yang begitu rapuh. Di lain pihak Will dengan sifat moody nya terus membuat bingung Tessa tentang perasaannya. Dibalik semua sifatnya Tessa yakin Will menyimpan rahasia yang tak ingin seorang pun tahu, termasuk Jem walaupun keduanya berteman baik. Will membangun dinding pemisah dengan orang di sekitarnya. Sifat Tessa yang keras kepala perlahan meluluhkannya, tapi ia tetap enggan membuka diri. "Aku adalah abu dan bayang", Will.

Di awal, cerita terasa sangat lambat, tetapi semakin ke tengah alur semakin menanjak. Kita disibukkan berpikir siapakah Magister itu dan apa tujuan sebenarnya. Tentunya jawabannya dijawab secara tak terduga oleh sang pengarang. Dan yang paling misteri adalah tentang 'apa' sebenarnya Tessa itu, dan kenapa Tessa berbeda dari makhluk pengubah lainnya yang belum dijawab dalam buku ke satu ini. Secara kesuluruhan, gw penasaran! Novel fiksi selalu mengakhiri di saat yang menjengkelkan! After all, ini novel seru kok. Biar awalnya bikin ngantuk, tapi begitu masuk ke cerita utama gw langsung beres baca ini novel. Sekarang gw bosen gak ada kerjaan jadinya. Padahal udah pelan - pelan bacanya, tapi karena seru jadi gak ketahan deh haaha. Well, just read it! You'll have your own opinion :)

--- Sihir memang berbahaya, tapi cinta tetap lebih berbahaya ---
"Kamu mau bunuh diri?"
"Ya asal tidak hujan.."

Itulah sepenggal dialog yang terdapat di cover buku Dan Hujan pun Berhenti karya Farida Susanti. Buku ini sendiri pertama kali terbit pada tahun 2007 dan sudah naik cetak tiga kali hingga 2011 ini. Buku dengan sampul teru - teru bozu ini sangat menarik perhatian selain karena sampulnya yang begitu sederhana dan dialog pembuka di atas yang menggelitik rasa ingin tahu. Buku terbitan grasindo ini nampak apik dibandingkan novel - novel remaja kebanyakan. Ceritanya yang mengusung kegelepan psikologi dari tokoh utama membuat kita seolah tertarik ke dalam pemikiran - pemikiran gelap sang tokoh utama. Ceritanya yang tidak biasa membuat buku ini layak mendapat perhatian khusus.

Dikisahkan Leo, sang tokoh utama berasal dari keluarga elit yang tidak bahagia. Ibunya memiliki pacar lagi walaupun sang ayah masih ada. Di lain pihak ayahnya senang sekali main tangan. Kesibukan kedua belah pihak dan keluarga yang tak harmonis menyebabkan Leo menjadi anak yang bengal. Tak ada yang mau mendekati kecuali Iris. Seorang gadis sederhana, sayangnya ia meninggal tertabrak mobil. Cerita pun berselang Leo kabur dari rumah. Ia merupakan berandal di sekolahnya ditemani Adi, Kevin, David, dan Luthfi. Teman seprjuangan, atau setidaknya itu yang dipikirkan keempat orang itu. Bagi Leo? Mereka tak leih dari sampah yang dapat dipermainkan sesukanya. Iya sampah baginya semua hanya sampah tak ada yang ia percayai kecuali Iris yang juga telah membuangnya. Hingga akhirnya ia bertemu dengan sesosok gadis yang tengah meregang nyawa di toilet, Spiza. Bagi Leo tak penting apakah orang harus mati atau hidup, toh apa bedanya jika semua membuangnya. Akan tetapi, keputusan kali ini akan merubah Leo, setidaknya sekarang..

Nah gitu deh ulasan ceritanya. Males cerita panjang lebar ah. Nanti gak jadi misteri dong gak seru jadinya. Aniwei, nuansa kegelapan di buku ini kerasa banget. Si pengarang emang cewe tapi dia cukup bisa menggambarkan karakter Leo yang notabene cowo dengan baik. Ini novel bagus banget buat gw, soalnya ya gw emang tertarik sama novel yang sarat sama nuansa psikologis yang mendalam. Yah, tapi emang namanya juga manusia gak ada yang sempurna. Kalau yang gak biasa mungkin bahkan agak sulit bacanya soalnya konfliknya kuat banget. Jadi kalimat kasar ya gak terelakan. Psikologinya dapet banget tapi kerasa ada yang agak janggal aja sama alur ceritanya.

Yah buat gw sih ni buku tetep recomended lah. Sangat layak baca. Hati - hati aja jadi galau habis baca nih buku hahaha. So how about start reading this book. And you'll love it! :)
"There will come a time when the Book is taken,
And the Queen's man is allied with the Crow.
Then the Elder will step out of the Shadows,
And the immortal must train the mortal.
The two that are one must become the one that is all."
-Codex-

Setelah sekian lama akhirnya gw inget ada bacaan yang belum gw bereskan. Lupa banget gw, yah apa boleh buat kuliah dan korpus sangat menyita perhatian gw. Yah sebenarnya kecuali buat Young Saeng sih, that’s an exception. Oke deh langsung aja kita bahas soal buku ini. Awalnya gw gak tau juga soal buku ini, Cuma temen gw bilang seru. And well she told me everything abouth this book. Biasanya selera gw dan temen gw ini gak pernah beda jauh, kita saudara kembar sih #peluk hika-chan.

 And here the stories goes..

Cerita dibuka dengan sudut pandang seorang gadis yang tengah bercakap – cakap di teleponnya. Dialah Sophie Newman salah seorang tokoh sentral di buku ini. Diceritakan dia tengah berdiskusi dengan temannya di sebuah kafe yang di sebrangnya terdapat toko buku tua milik Mr. Nick Flemming. Di toko buku tua itulah saudara kembarnya Josh Newman tengah bekerja. Ia sendiri tengah bekerja sambilan di kafe itu. Seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan bugar memasuki kafe dan berbincang – bincang dengan Sophie. Dialah Perry, istri dari Flemming. Tiba – tiba tanpa dianya datang orang – orang mencurigakan ke arah toko. Padahal saat itu tengah musim panas, tapi orang – orang itu memakai jas hangat hitam yang menutupi hingga separuh muka. Mereka juga mengenakan topi, dan kacamata hitam. Sangat mencolok tentunya. Tak berapa lama terjadi ledakan dari toko itu. Parnelle bergegas menuju toko dan sophie membuntutinya.

Kisah pun berganti menjadi sudut pandang Josh. Josh di saat yang sama sedang membereskan gudang. Tak berapa lama ia mencium bau telur busuk, semacam bau belerang. Josh memang tak pernah menyukai gudang itu, tapi ia juga tahu gudang itu tak pernah sebau ini sebelumnya. Beberapa menit kemudian muncul aroma mint yang kuat. Campuran aroma mint dan sulfur tentu saja membuat mual Josh. Ia pun memutuskan mencari sumber bau itu, tetapi semakin di telusuri ternyata itu menuju ke atas. Betapa kagetnya dia saat melihat toko buku porak poranda dan di selimuti aroma mint – belerang. Terlebih ia melihat sesosok makhluk aneh yang meleleh saat terkena matahari. Makhluk tersebut merangsek kembali ke toko dan kulitnya kini bagaikan lumpur yang kering saat musim kemarau. 

Josh tak mempercayai apa yang dilihatnya. Flemming dan sesosok yang tak di kenal saling melempar cahaya – cahaya yang ia tak mengerti apa dari tangannya. Jelas itu bukanlah sulap anak kecil. Mereka memperebutkan sebuah buku yang entah itu apa, tapi Josh punya insting sendiri soal itu. Saat orang asing tersebut berhasil merebut buku itu dari flemming, Josh berhasil merobek sebagian dari buku tersebut tanpa disadari oleh orang tersebut. Buku itu pun menghilang bersama Parnelle yang turut dibawa serta.

Baik Josh dan Sophie yang kebingungan menuntut penjelasan dari Flemming. Akan tetapi, yang keluar dari mulut Flemming adalah sesuatu yang tak dapat mereka percaya. Flemming kemudian memperkenalkan diri sebagai Nicholas Flammel dan istrinya Parnelle, manusia abadi yang telah hidup ribuan tahun. Dan mereka mendapat keabadian dari buku yang telah direbut oleh Dr. John Dee –pria asing yang menyerang tadi – buku yang mereka sebut Codex. Buku yang di buat oleh Abraham Sang Magus yang konon katanya menyimpan rahasia masa depan.

Flammel  kemudian meminta Sophie dan Josh untuk ikut dengan mereka melarikan diri dan meninggalkan semuanya dengan dalih Dee akan mengejar dan membunuh mereka. Sophie dan Josh tak memiliki pilihan lain mengingat nyawa orang tua mereka adalah taruhannya. Bersama Flamel dan Scathach – tetua yang lahir setelah zaman besi – Sophie dan Josh menjelajahi dunia bayangan, dunia yang mereka sebut tempat tinggal para tetua, tempat para dewa yang dianggap hanya sebgai mitos oleh humani. Humani begitulah para tetua menyebut ras manusia. Para tetua hendak menjadikan kembali bumi sebagai tempat mereka karena menganggap manusia tak layak menghuni bumi. Para humani dianggap selalu melakukan kerusakan di bumi. Humani juga dianggap terlalu acuh terhadap sekitar hingga akhirnya indra mereka tertutup oleh apa yang terlihat di cover.

Flamel berniat membangkitkan indra si kembar dengan alasan bahwa mereka adalah si kembar yang terpilih yang di sebut – sebut dalam Codex “Dua yang menjadi satu dan satu yang mencakup semua”.  Dengan bantuan Hekate – Dewi Tiga wajah – indra dan aura sophie berhasil dibangkitkan. Akan tetapi, sebelum sempat membangkitkan aura Josh, Hekate dan  penyangga alam bayangannya – Yggdrasil – berhasil dihancurkan oleh Dee.

Smentara itu di lain tempat Parnelle tengah di tahan di Alcatraz. Siapa pula yang tak tahu dengan kecerdasan parnelle. Bahkan sebelum menjadi manusia abadi Parnelle telah memiliki kemampuan mempelajari ilmu sihir. Ia merupakan Sorceress yang ditakuti oleh Dee. Tanpa Parnelle, Flamel bukanlah apa – apa. Walaupun ia seorang Humani tanpa kemampuan khusus yang diberikan oleh tetua, Parnelle merupakan anak ke tujuh dari anak ketujuh. Itu yang membuat dia spesial. Tak pelak Dee mengutus Spinx untuk menjaga Parnelle. Spinx monster berkepala manusia berbadan singa. Monster yang dianggap hanya mitos oleh humani. Mereka bahkan tak mengetahui bahwa Spinx masih eksis dan bukan hanya sekedar mitos.

Mampu mendengar apa yang tak didengar orang, melihat apa yang tak bisa dilihat, mencium apa yang tak bisa dibaui orang, dan merasakan apa yang tak dianggap merupakan siksaan bagi Sophie yang indranya telah dibangkitkan. Untuk itulah Flamel meminta bantuan dari Penyihir Endor, yang diketahui sebagai nenek dari Scatach. Dari penyihir Endor inilah Sophie mendapat kemampuan elemen angin. 

Di lain pihak Josh merasa iri dengan saudara kembarnya. Ia merasakan ada yang berbeda dengan saudara kembarnya. Walaupun Sophie tidak suka dengan kemampuan barunya itu, di dalam hati Josh sangat menginginkan kemampuan itu. Di sanalah Josh bertemu dengan Dee. Dan Dee berhasil mengacaukan keprcayaan Josh terhadap Flammel. Dee menjanjikan kebangkitan aura Josh. Ia mengenal seorang tetua yang dapat melakukannya. 

Tawaran yang menggiurkan bagi Josh. Tawaran yang mamu mengubah hidupnya. Tawaran yang dapat membuat dirinya tak dianggap pengecut lagi. Ia terlalu bosan dianggap sebagai pecundang dalam hidupnya. Ia tak mau lagi setidaknya kali ini tak ada lagi yang akan meremehkannya. Satu keputusan dan akan mengubah hidupnya, selamanya..

Nah apakah yang akan dilakukan Josh, akankah ia berbalik menjadi sekutu Dee? Apakah Josh dan Sophie benar merupakan si kembar yang di sebut dalam Codex? Bagaimanakah nasib Parnelle?

Buku ini merupakan novel heptalogi *asal. Novel karangan Michael Scott ini memiliki 4 seri yang sudah terbit yaitu The Alchemist, The Magician, The Sorceress, dan yang terakhir The Necromancer. Secara keseluruhan buku ini berbeda dari buku fiksi kebanyakan. Scott meramu mitos seolah – olah itu adalah nyata. Kita diajak berkhayal lebih dalam dan terhanyut di dalamnya. Scott mengkombinasikan antara fakta dan fiksi di dalamnya. Nicholas Flamel sendiri memang merupakan warga perancis, ia dijuluki Alchemist. Dee sendiri dikisahkan merupakan kaki tangan ratu Elizabeth. Bahkan pangeran Arthur yang disebutkan pernah memiliki pedang legenda excalibur yang sekarang berada di tangan Dee.

Intinya di buku ini banyak kejutan – kejutan yang menanti yang gak bisa gw sebutin satu – satu. Nama – nama dewa/dewi yang ada di mitologi yunani dan berbagai mitos. Semua diramu menjadi satu dengan fakta. Membuat kita penasaran dengan kelanjutannya. Secara keseluruhan nih buku recomended banget.


Untuk detail reviewnya bisa diliat di sini

Coming up next >> The Magician: The Secret of The Immortal Nicholas Flammel