Showing posts with label Buku. Show all posts
Showing posts with label Buku. Show all posts
"Kita bisa membuang ingatan, tapi kita tidak bisa menolak kenangan. Sebab tak semua yang kita ingat akan kita kenang, tetapi semua yang kita kenang tersimpan baik dalam ingatan"
Ziarah Ingatan

Cover buku Yang Galau Yang Meracau (Fahd Djibran 2011)

Judul Buku: Yang Galau Yang Meracau
Penulis: Fahd Djibran
Penerbit: Kurniaesa Publishing
Jumlah Halaman: 226 hlm
Tahun Terbit: 2011

Galau merupakan istilah yang banyak dipakai oleh remaja kebanyakan saat ini. Ekspresi kata galau biasanya lebih banyak ditujukan dengan hal-hal yang berkaitan dengan cinta. Benarkah seperti itu? Kenyataannya kata galau sendiri mengandung banyak makna, yang tidak hanya terbatas mengenai cinta semata. Galau merupakan bentuk kekacauan pikiran. Kekacauan di sini tentunya bisa apa saja. Dalam buku ini kita dibawa kedalam beberapa kegalauan yang tidak hanya berkisar mengenai cinta. Fahd Djibran mampu membawa kata 'galau' yang sering kita konotasikan dengan rasa cinta menjadi lebih luas. 

Terdapat tiga bagian umum pada buku ini, yaitu bab Setan, Cinta, dan Tuhan. Ketiga bab ini menceritakan mengenai kegalauan mengenai hal-hal tersebut.

Bagi penggemar buku Fahd Djibran, pastilah pernah membaca mengenai buku Curhat Setan. Secara garis besar bab yang berjudul Setan merupakan kelanjutan dari kegalauan Tuan Setan dan temannya Rayya. Dialog antara Rayya dan Tuan Setan akan mengubah pikiran kita tentang sifat manusia yang sesungguhnya. Betapa seringnya kita menyalahkan segala kesalahan kita dengan mengatakan itu adalah salah setan. Padahal keputusan berbuat baik dan buruk ada di tangan kita, setan hanya membujuk dan merayu. Kita yang memakan rayuan itulah yang seharusnya berpikir untuk mengintrospeksi diri kita. 

Bab kedua bercerita mengenai cinta, tapi pada bab ini bukan menceritakan mengenai kisa percintaan cengeng seperti novel kebanyakan. Alih-alih menceritakan mengenai kisa cinta yang menggebu-gebu, Fahd Djibran justru mengemas bab cinta ini menjadi bab yang mengajak kita untuk berpikir lebih jauh lagi mengenai definisi cinta. Cinta tidaklah hanya ditujukan bagi pujaan hati, cinta bisa juga ditujukan bagi kelurga, maupun teman-teman di sekitar kita. Pembaca juga diajak untuk lebih menggali lebih dalam lagi mengenai fenomena yang berkaitan dengan cinta yang ada di sekitar kita. Misalnya, seringkali banyak wanita yang berpikir bahwa takdir ini kejam, hanya karena ia diciptakan tidak cantik seperti model-model di tv. Berbagai usaha mereka upayakan untuk membentuk rupa luar mereka. Berbagai produk dan alat kecantikan yang harganya selangit mereka bela-belakan untuk dibeli demi menarik sang pujaan hati. Jadi inikah cinta? Tidak, bukankah cinta dilihat dengan kecantikan di dalam bukan kecantikan luar yang bersifat sementara. Sampai di sini kita diajak sampai pada satu kesimpulan bahwa Tuhan dan takdir tidak kejam, yang kejam adalah kita yang terpatut pada prespektif kecantikan itu sendiri.

Pada bab Tuhan, kita akan diajak ke dalam pemikiran seorang Fahd Djibran mengenai padangan kita, keseharian kita terhadap Tuhan. Tulisannya memang tidak menghakimi, tapi dari tulisan itu kita bisa berkaca terhadap diri sendiri. Menurut saya pribadi tulisan yang bagus adalah yang mampu mengajak kita untuk berpikir, yang mampu menjungkir balikkan apa yang kita anggap biasa menjadi tidak biasa ataupun sebaliknya. baru kita membuka bab Tuhan kita langsung disuguhkan sebuah anekdot jail yang menggellitik. Tulisannya seperti ini kira-kira

Di Suatu Subuh

1 Pemberitahuan
:Tuhan mencolek anda di Facebook
Colek kembali
Abaikan 
Merasa familiar? Ya kadang di suatu Subuh kita mendengar panggilan untuk beribadah. Termasuk yang manakah kamu, yang mencolek kembali atau mengabaikan-Nya?

Kisah ini memang menggelitik hati nurani kita tentang bagaimana kita bersikap selama ini. Pemikiran yang out of the box membawa kita menikmati buku ini secara keseluruhan. Menyajikan konsep galau dan racau menjadi begitu berbeda dibandingkan konteks yang selama ini kita punya.

Overall, lagi-lagi buku ini sangat menarik untuk dinikmati. Terutama bagi kalian yang ingin menikmati kegalauan sebagai media introspeksi diri.

Well, enjoy the book~
"utopia adalah sebuah titik, yang ketika kau berada di sebuah horison, titik itu berada sepuluh langkah di hadapanmu,"
Mimpi

cover buku Curhat Setan (Fahd Djibran, 2009)
Judul Buku: Curhat Setan - Karena Berdosa Membuatmu Selalu Bertanya
Penulis: Fahd Djibran
Penerbit: GagasMedia
Jumlah halaman: xx + 172 hlm
Tahun terbit: 2009

Kutipan di atas merupakan bagian dari dialog pemikiran seorang Fahd Djibran dalam bab di buku ini yang berjudul mimpi, Sama seperti judulnya, Curhat Setan, merupakan kumpulan cerita singkat yang isinya menyerupai curhat. Pada buku ini dapat kita jumpai 30 'curhatan' yang satu sama lainnya tidak berhubungan sama sekali sebenarnya. Buku ini berisi pemikiran-pemikiran menarik dari seorang Fahd Djibran. Buku yang terbit pada tahun 2009 ini bisa dibilang cukup menarik dengan tampilan cover berwarna putih yang diberikan aksen merah seperti darah. Siapa pun yang melihat judul atau covernya tentu akan berpikir mungkin ini buku tentang hantu atau malah berpikiran ini buku tentang setan. Sayang sekali, semua dugaan itu salah begitu kita menilik isi tiap halaman di buku ini. Buku yang berisi keseharian hidup, yang cenderung mengajak kita untuk merenung, bahkan buat saya pribadi, buku ini tak jarang menggugah keimanan dan keingintahuan saya. Mungkin saat membaca buku ini, sering kali kita akan berseru "ooh" atau "ah, iya juga ya". Dalam hal ini saya selalu salut terhadap kemampuan menulis dan pengetahuan Fahd Djibran. Misalnya saja dalam babnya yang berjudul Dendam Sejarah yang menggelitik pikiran kita dan mau tak mau kita akan diajak mengamini hal tersebut. Nah berikut penggallan dialog menggelitik pada bab tersebut,
"kenapa kau menulis Zira?"      
"Dendam," jawab Zira.      
"Dendam?" Herman tampak keheranan.    
"Ya, dendam sejarah. Sewaktu kecil dulu, aku suka sekali membaca. Membaca apa saja. Setiap selesai membaca, aku selalu bertanya soal kenapa aku lebih kenal gagasan penulis buku yang kubaca daripada gagasan kakekku sendiri? Misalnya aku lebih kenal siapa Albert Einsten, Pablo Nerunda, Pramoedya Ananta Toer, atau yang lainnya yang bukan siapa-siapa buatku daripada kakekku sendiri yang jelas-jelas mewariskan gen kehidupan buatku."      
Herman masih heran pada jawaban Zira. Zira menyesap tehnya.  "Ternyata sebabnya satu, Herman." Zira melanjutkan. Herman masih serius memperhatikan.      
"Apa itu?" tanya Herman.    
"Sebabnya mereka semua menulis, sementara kakekku tak sempat meninggalkan selembar tulisan pun semasa hidupnya. Sejak itulah aku memendam dendam. Aku tak mau anak cucuku, atau orang-orang terdekatku lebih mengenal siapa orang lain daripada kakeknya sendiri. Aku tahu apa yang dipikrkan Einsten muda, tapi aku tidak tahu apa yang dipikirkan kakekku waktu ia masih muda. Kami tak sempat bertemu, kakekku meninggal sebelum ia sempat bercerita banyak padaku."
Buat saya pribadi dialog ini cukup menarik. Seberapa banyak dari kita yang diwariskan "tulisan" oleh keluarga kita, oleh kakek atau nenek kita. Kadang kita tak sempat bertemu mereka sebelum mereka bercerita mengenai dirinya. Katanya bangsa yang maju adalah yang belajar dari sejarah, tapi bahkan kita tidak tahu sejarah dari darah kita sendiri. Hanya bisa menduga bahkan tak terpikirkan bukan? Sementara itu kita turut larut dalam kekaguman akan tokoh tokoh yang begitu terkenal, yang bahkan tak berhubungan darah dengan kita. Maka beruntunglah mereka yang mendapatkan warisan tulisan dari keluarga nya, yang dapat mengambil pelajaran hidup dari masa-masa yang telah mereka lewati.

Sang penulis, Fahd Djibran sendiri merupakan salah satu penulis favorit saya sejak terkesima dengan buku nya yang berjudul, 'Yang Galau Yang Meracau'. Fahd Djibran memiliki nama asli Fahd Pahdepie. Tulisannya? Jangan ditanya. Sudah banyak buku yang beliau telurkan dan tentunya sangat menarik untuk dibaca, saya sendiri tengah menanti buku terbarunya yang rencana keluar tahun ini. Fahd merupakan salah satu penulis yang memperkenalkan metode creative writhink yang bahkan membuatnya menjadi nominator dalam Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa Bidang Kreatif tahun 2009 silam. Kalau bicara soal prestasi rasanya banyak sekali yang membuat saya terkesima pada tokoh beserta tulisannya.

Balik lagi ke buku Curhat Setan, buku ini bisa dibilang bukanlah buku baru. Bahkan saya berhasil menemukan buku ini secar tidak sengaja di sebuah toko buku dengan kondisi tanpa bungkus plastik dan tinggal satu yang akhirnya saya paksakan beli, yang penting kan isi nya. Akan tetapi, sayang buku ini dipinjam dan hilang, mau beli pun sudah susah ditemukan. Walaupun begitu, bagi yang berminat, saya rasa buku ini masih bisa dibeli online. Baru-baru ini karena merasa sayang dan sedih meratapi buku yang hilang ini saya memutuskan membeli nya lagi dan alhamdulillah ditemukan ada yang jual, yeay senang~. 

Dan lagi-lagi saya katakan buku Curhat Setan ini merupakan buku yang sangat layak untuk dibaca, terutama bagi kalian yang mungkin terlanjur hidup terbawa arus. Saya rasa tidak ada salahnya kan untuk berhenti sejenak, membaca buku ini, sembari berpikir dan merenung akan apa yang telah kita lewatkan dan apa yang kita anggap 'biasa'. Toh kadang sesuatu yang biasa itu merupakan hal yang tidak biasa yang dilakukan berulang-ulang kan? 

Ya kita harus merenung, merenung kembali untuk mengetuk sesuatu yang mulai redup di diri kita.
Masih di segmen review, kali ini gw bakal ngereview buku karya dari Fahd Djibran. Seperti biasa  buku - buku dari Fahd Djibran memang selalu memukau dan menyentil pandangan kita. Buku yang berjudul A Cat in My Eyes ini bukanlah judul baru, buku ini dicetak pertama kali pada tahun 2008 dam kembali dicetak ulang pada tahun 2013 ini. Buku dengan tebal 190 halaman ini memiliki 28 bab dan 7 bab tambahan di edisi revisi nya ini sangat layak disimak. Seperti biasa tema utama yang diambil oleh Fahd adalah mengenai hal - hal yang berlangsung dalam kehidupan kita, seperti cinta, Tuhan, dan moral. Tiap babnya menceritakan kisah yang berbeda - beda yang mampu menggelitik pola pikir kita. Menurut gw pribadi Fragmen Malam, Skizofrenia, serta When and Sometimes. Walaupun sebenernya keseluruhan bab dari buku ini memang menarik, tapi tiga judul itulah yang paling menggelitik alam pikiran gw. 

Cover cetakan 2013 (image source: google)

Pada Fragmen Malam menceritakan mengenai seorang ayah yang tengah bercerita pada anaknya. Ia menceritakan kisah mengenai prometheus seorang dewa yang mencuri api dari zeus untuk menghangatkan bumi, tetapi zeus yang mengetahui itu menghukum prometheus atas kebaikan yang telah ia lakukan. Hal ini dilakukan karena zeus takut jika manusia mengalahkannya. Hal yang bikin gw tergelitik adalah kalimat penutup yang diberikan oleh ayahnya yaitu  "Menjadi seseorang seperti prometheus adalah pilihan. pilihan yang datang pada setiap orang. Siapapun bisa jadi pahlawan, tetapi siapapun bisa saja menjadi tidak bahagia setelah dia mengorbankan seluruhnya demi kepahlawanannya." Dulu gw pernah ngepost kata - kata ini di postingan gw yang judulnya pengorbanan. Apa ya entah kenapa gw merasa, ah bener juga. Memang bener kenyataannya memang begitu. Saat kita melakukan kebaikan tidak selalu orang lain menganggap itu adalah hal baik. Iri, dengki, tamak, dan ketakutan kadang memang mampu membutakan siapa saja. Sama seperti yang ada di negeri ini atau bahkan di dunia ini kan? Gw juga sama aja sebenernya. Kadang dengan niat teguh kita memutuskan untuk tidak menyontek, tapi ketika hasil akhir keluar nilai yang kita dapat berada jauh dibawah mereka yang menyontek dan perlahan kita mulai menyesali 'kebaikan' yang telah kita lakukan. Seperti dalam bab Skizofrenia yang diceritakan oleh Fahd mengenai keanehan saat ini. Ketika sesuatu yang 'gila' tidak lagi dianggap 'gila' karena dunia sudah dipenuhi oleh orang gila, yang waras dianggap gila karena tidak menjadi gila. Sama seperti ketika keburukan dianggap wajar karena semua orang melakukannya, dan kebaikan mulai tak berarti. Dulu gw pernah denger ada yang bilang "sesuatu itu dianggap wajar jika mayoritas melakukannya, apa yang tidak dilihat, apa yang tidak dirasakan, dan apa yang tidak dilakukan dianggap aneh. Diasingkan. Mereka menutup mata atas semua yang mereka anggap tidak biasa. Itulah manusia". Dan gw pun mulai berpikir apa jangan - jangan gw udah termasuk mereka yang gila? Sepertinya begitu. Kegilaan mulai merambati jiwa - jiwa kita seperti virus mematikan yang menyebar perlahan tanpa kita ketahui dan mengrogoti kita perlahan.

Nah itulah beberapa cuplik dan ada pemikiran tambahan gw di sana. Susah memang membaca buku Fahd tanpa terbawa ke alam pikiran. Buku karyanya memang selalu sukse mencuri benak gw. Aniwwei, secara keseluruhan buku ini wajib dimiliki. Setidaknya kita harus menghentikan kegilaan ini bukan?
"Pulvis et umbra sumus -- Kita adalah debu dan bayang - bayang." Horace, Odes

Itu kutipan dari novel yang baru beres gw baca Clockwork Angel. Sebenernya sih kutipan di atas itu puisi di buku Odes. Clockwork Angel sebuah novel fiksi yang merupakan novel pertama dari seri The Infernal Devices. Novel yang dikarang oleh Cassandra Clare ini telah berhasil menyabet beberapa penghargaan setelah terbit di 2010 lalu. Lanjutan dari novel ini akan terbit pada akhir Desember ini dengan judul Clockwork Prince, dan Clockwork Princess pada 2012. 

Cerita dibuka dengan sebuah pertarungan antara seorang laki - laki dengan seekor Iblis. Laki - laki ini, Nephillim, Pemburu Bayangan. Sebuah makhluk yang memiliki darah Malaikat yang ditugaskan melindungi jalannya Piagam, sebuah perjanjian antara makhluk Bawah. Will -- William Herondale -- yang baru membunuh seekor iblis Shax segera mencari Jem -- James Carstairs --, tapi Jem sudah tak berada di tempat. Setengah menggerutu karena tak bisa unjuk kekuatan ia mencari Jem yang ternyata Jem berada tak jauh di sana. Betapa terkejutnya Will saat melihat mayat wanita di sebelah Jem. Will menduga ini ulah iblis Shax tersebut, tapi tidak demikian dengan Jem. Sampai akhirnya mereka melihat bilah pisau berburu, misericord dengan lambang dua ular yang saling menggigit ekor yang membentuk lingkaran. 

Seting berganti menjadi sebuah pelabuhan di Southampton. Tessa --Theresa Gray-- yang baru ditinggal mati bibinya, Bibi Harriet, memutuskan untuk pergi ke London ke tempat kakaknya Nate -- Nathaniel Gray --. Dengan berbekal surat dan tiket kapal yang dikirim kakaknya, Tessa berangkat seorang diri ke London dengan ditemani kalung Clockwork Angel - nya yang merupakan warisan dari sang ibu. Akan tetapi, Tessa hanya bisa menelan ludah ketika mengetahui bahwa Nate tidak di sana. Alih - alih Nate, Tessa dijemput oleh Mrs. Dark dan Mrs. Black. Awalnya Tessa merasa curiga, tetapi surat tangan dari Nate meyakinkan bahwa kedua Saudari Kegelapan --begitu biasa mereka dipanggil-- ini merupakan suruhan Nate. Sebelum naik Tessa sempat melihat sebuah gambar aneh di kereta kuda saudari Kegelapan. Lingkaran yang dibentuk dua buah ular dengan ekor saling menggigit...

Tessa bukanlah manusia, tidak, bukan, mana ada manusia yang bahkan bisa berubah wujud dan kemudian mampu memasukin pikiran wujud yang sedang ia gunakan. Nate, kakak laki - laki Tessa, satu - satunya keluarga yang ia punya ditawan Saudara Kegelapan atas perintah Sang Magister. Untuk menyelamatkannya Tessa mau tak mau harus terus berubah, menjadi apa saja yang diperintahkan oleh keduanya. Sampai kemudian Tessa dipertemukan dengan Will, menyelamatkannya dari para saudari kegelapan. Tessa yang terluka dibawa ke Institut -- markas para Nephilim--. Pertemuan dengan Nephillim membuat Tessa mengetahui adanya Dunia Bawah, dunia yang diisi oleh makhluk gaib. Sedikit demi sedikit Tessa tahu ia bukan manusia, tapi ia tak tahu apa. Bahkan para Nephillim tak ada yang tahu ia apa. Ia tak punya tanda warlock, tak pula lilith. Ia hanya berharap bertemu kakaknya dan hidup normal, tapi tak ada lagi yang normal untuknya. Tidak untuknya bahkan untuk kakknya yang telah memilih jalan yang lain.

Tessa semakin gundah tentang siapa dirinya, siapa orang tuanya, dan untuk apa ia lahir. Jem berusaha meyakinkan dan menghibur Tessa bahwa semuanya baik - baik saja. Jem berkata bahwa tak ada yang berubah, Tessa tetaplah Tessa apapun ia, tak ada yang berubah hanya saja Tessa harus mulai belajar memahami dirinya yang sekarang mencintainya apa pun bentuknya itu. Kehangatan Jem membuat Tessa melangkah maju, tetapi dibalik itu semua Jem menympan rahasia. Alasan penampilannya dan dibalik ketampanannya yang begitu rapuh. Di lain pihak Will dengan sifat moody nya terus membuat bingung Tessa tentang perasaannya. Dibalik semua sifatnya Tessa yakin Will menyimpan rahasia yang tak ingin seorang pun tahu, termasuk Jem walaupun keduanya berteman baik. Will membangun dinding pemisah dengan orang di sekitarnya. Sifat Tessa yang keras kepala perlahan meluluhkannya, tapi ia tetap enggan membuka diri. "Aku adalah abu dan bayang", Will.

Di awal, cerita terasa sangat lambat, tetapi semakin ke tengah alur semakin menanjak. Kita disibukkan berpikir siapakah Magister itu dan apa tujuan sebenarnya. Tentunya jawabannya dijawab secara tak terduga oleh sang pengarang. Dan yang paling misteri adalah tentang 'apa' sebenarnya Tessa itu, dan kenapa Tessa berbeda dari makhluk pengubah lainnya yang belum dijawab dalam buku ke satu ini. Secara kesuluruhan, gw penasaran! Novel fiksi selalu mengakhiri di saat yang menjengkelkan! After all, ini novel seru kok. Biar awalnya bikin ngantuk, tapi begitu masuk ke cerita utama gw langsung beres baca ini novel. Sekarang gw bosen gak ada kerjaan jadinya. Padahal udah pelan - pelan bacanya, tapi karena seru jadi gak ketahan deh haaha. Well, just read it! You'll have your own opinion :)

--- Sihir memang berbahaya, tapi cinta tetap lebih berbahaya ---
"Kamu mau bunuh diri?"
"Ya asal tidak hujan.."

Itulah sepenggal dialog yang terdapat di cover buku Dan Hujan pun Berhenti karya Farida Susanti. Buku ini sendiri pertama kali terbit pada tahun 2007 dan sudah naik cetak tiga kali hingga 2011 ini. Buku dengan sampul teru - teru bozu ini sangat menarik perhatian selain karena sampulnya yang begitu sederhana dan dialog pembuka di atas yang menggelitik rasa ingin tahu. Buku terbitan grasindo ini nampak apik dibandingkan novel - novel remaja kebanyakan. Ceritanya yang mengusung kegelepan psikologi dari tokoh utama membuat kita seolah tertarik ke dalam pemikiran - pemikiran gelap sang tokoh utama. Ceritanya yang tidak biasa membuat buku ini layak mendapat perhatian khusus.

Dikisahkan Leo, sang tokoh utama berasal dari keluarga elit yang tidak bahagia. Ibunya memiliki pacar lagi walaupun sang ayah masih ada. Di lain pihak ayahnya senang sekali main tangan. Kesibukan kedua belah pihak dan keluarga yang tak harmonis menyebabkan Leo menjadi anak yang bengal. Tak ada yang mau mendekati kecuali Iris. Seorang gadis sederhana, sayangnya ia meninggal tertabrak mobil. Cerita pun berselang Leo kabur dari rumah. Ia merupakan berandal di sekolahnya ditemani Adi, Kevin, David, dan Luthfi. Teman seprjuangan, atau setidaknya itu yang dipikirkan keempat orang itu. Bagi Leo? Mereka tak leih dari sampah yang dapat dipermainkan sesukanya. Iya sampah baginya semua hanya sampah tak ada yang ia percayai kecuali Iris yang juga telah membuangnya. Hingga akhirnya ia bertemu dengan sesosok gadis yang tengah meregang nyawa di toilet, Spiza. Bagi Leo tak penting apakah orang harus mati atau hidup, toh apa bedanya jika semua membuangnya. Akan tetapi, keputusan kali ini akan merubah Leo, setidaknya sekarang..

Nah gitu deh ulasan ceritanya. Males cerita panjang lebar ah. Nanti gak jadi misteri dong gak seru jadinya. Aniwei, nuansa kegelapan di buku ini kerasa banget. Si pengarang emang cewe tapi dia cukup bisa menggambarkan karakter Leo yang notabene cowo dengan baik. Ini novel bagus banget buat gw, soalnya ya gw emang tertarik sama novel yang sarat sama nuansa psikologis yang mendalam. Yah, tapi emang namanya juga manusia gak ada yang sempurna. Kalau yang gak biasa mungkin bahkan agak sulit bacanya soalnya konfliknya kuat banget. Jadi kalimat kasar ya gak terelakan. Psikologinya dapet banget tapi kerasa ada yang agak janggal aja sama alur ceritanya.

Yah buat gw sih ni buku tetep recomended lah. Sangat layak baca. Hati - hati aja jadi galau habis baca nih buku hahaha. So how about start reading this book. And you'll love it! :)
"There will come a time when the Book is taken,
And the Queen's man is allied with the Crow.
Then the Elder will step out of the Shadows,
And the immortal must train the mortal.
The two that are one must become the one that is all."
-Codex-

Setelah sekian lama akhirnya gw inget ada bacaan yang belum gw bereskan. Lupa banget gw, yah apa boleh buat kuliah dan korpus sangat menyita perhatian gw. Yah sebenarnya kecuali buat Young Saeng sih, that’s an exception. Oke deh langsung aja kita bahas soal buku ini. Awalnya gw gak tau juga soal buku ini, Cuma temen gw bilang seru. And well she told me everything abouth this book. Biasanya selera gw dan temen gw ini gak pernah beda jauh, kita saudara kembar sih #peluk hika-chan.

 And here the stories goes..

Cerita dibuka dengan sudut pandang seorang gadis yang tengah bercakap – cakap di teleponnya. Dialah Sophie Newman salah seorang tokoh sentral di buku ini. Diceritakan dia tengah berdiskusi dengan temannya di sebuah kafe yang di sebrangnya terdapat toko buku tua milik Mr. Nick Flemming. Di toko buku tua itulah saudara kembarnya Josh Newman tengah bekerja. Ia sendiri tengah bekerja sambilan di kafe itu. Seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan bugar memasuki kafe dan berbincang – bincang dengan Sophie. Dialah Perry, istri dari Flemming. Tiba – tiba tanpa dianya datang orang – orang mencurigakan ke arah toko. Padahal saat itu tengah musim panas, tapi orang – orang itu memakai jas hangat hitam yang menutupi hingga separuh muka. Mereka juga mengenakan topi, dan kacamata hitam. Sangat mencolok tentunya. Tak berapa lama terjadi ledakan dari toko itu. Parnelle bergegas menuju toko dan sophie membuntutinya.

Kisah pun berganti menjadi sudut pandang Josh. Josh di saat yang sama sedang membereskan gudang. Tak berapa lama ia mencium bau telur busuk, semacam bau belerang. Josh memang tak pernah menyukai gudang itu, tapi ia juga tahu gudang itu tak pernah sebau ini sebelumnya. Beberapa menit kemudian muncul aroma mint yang kuat. Campuran aroma mint dan sulfur tentu saja membuat mual Josh. Ia pun memutuskan mencari sumber bau itu, tetapi semakin di telusuri ternyata itu menuju ke atas. Betapa kagetnya dia saat melihat toko buku porak poranda dan di selimuti aroma mint – belerang. Terlebih ia melihat sesosok makhluk aneh yang meleleh saat terkena matahari. Makhluk tersebut merangsek kembali ke toko dan kulitnya kini bagaikan lumpur yang kering saat musim kemarau. 

Josh tak mempercayai apa yang dilihatnya. Flemming dan sesosok yang tak di kenal saling melempar cahaya – cahaya yang ia tak mengerti apa dari tangannya. Jelas itu bukanlah sulap anak kecil. Mereka memperebutkan sebuah buku yang entah itu apa, tapi Josh punya insting sendiri soal itu. Saat orang asing tersebut berhasil merebut buku itu dari flemming, Josh berhasil merobek sebagian dari buku tersebut tanpa disadari oleh orang tersebut. Buku itu pun menghilang bersama Parnelle yang turut dibawa serta.

Baik Josh dan Sophie yang kebingungan menuntut penjelasan dari Flemming. Akan tetapi, yang keluar dari mulut Flemming adalah sesuatu yang tak dapat mereka percaya. Flemming kemudian memperkenalkan diri sebagai Nicholas Flammel dan istrinya Parnelle, manusia abadi yang telah hidup ribuan tahun. Dan mereka mendapat keabadian dari buku yang telah direbut oleh Dr. John Dee –pria asing yang menyerang tadi – buku yang mereka sebut Codex. Buku yang di buat oleh Abraham Sang Magus yang konon katanya menyimpan rahasia masa depan.

Flammel  kemudian meminta Sophie dan Josh untuk ikut dengan mereka melarikan diri dan meninggalkan semuanya dengan dalih Dee akan mengejar dan membunuh mereka. Sophie dan Josh tak memiliki pilihan lain mengingat nyawa orang tua mereka adalah taruhannya. Bersama Flamel dan Scathach – tetua yang lahir setelah zaman besi – Sophie dan Josh menjelajahi dunia bayangan, dunia yang mereka sebut tempat tinggal para tetua, tempat para dewa yang dianggap hanya sebgai mitos oleh humani. Humani begitulah para tetua menyebut ras manusia. Para tetua hendak menjadikan kembali bumi sebagai tempat mereka karena menganggap manusia tak layak menghuni bumi. Para humani dianggap selalu melakukan kerusakan di bumi. Humani juga dianggap terlalu acuh terhadap sekitar hingga akhirnya indra mereka tertutup oleh apa yang terlihat di cover.

Flamel berniat membangkitkan indra si kembar dengan alasan bahwa mereka adalah si kembar yang terpilih yang di sebut – sebut dalam Codex “Dua yang menjadi satu dan satu yang mencakup semua”.  Dengan bantuan Hekate – Dewi Tiga wajah – indra dan aura sophie berhasil dibangkitkan. Akan tetapi, sebelum sempat membangkitkan aura Josh, Hekate dan  penyangga alam bayangannya – Yggdrasil – berhasil dihancurkan oleh Dee.

Smentara itu di lain tempat Parnelle tengah di tahan di Alcatraz. Siapa pula yang tak tahu dengan kecerdasan parnelle. Bahkan sebelum menjadi manusia abadi Parnelle telah memiliki kemampuan mempelajari ilmu sihir. Ia merupakan Sorceress yang ditakuti oleh Dee. Tanpa Parnelle, Flamel bukanlah apa – apa. Walaupun ia seorang Humani tanpa kemampuan khusus yang diberikan oleh tetua, Parnelle merupakan anak ke tujuh dari anak ketujuh. Itu yang membuat dia spesial. Tak pelak Dee mengutus Spinx untuk menjaga Parnelle. Spinx monster berkepala manusia berbadan singa. Monster yang dianggap hanya mitos oleh humani. Mereka bahkan tak mengetahui bahwa Spinx masih eksis dan bukan hanya sekedar mitos.

Mampu mendengar apa yang tak didengar orang, melihat apa yang tak bisa dilihat, mencium apa yang tak bisa dibaui orang, dan merasakan apa yang tak dianggap merupakan siksaan bagi Sophie yang indranya telah dibangkitkan. Untuk itulah Flamel meminta bantuan dari Penyihir Endor, yang diketahui sebagai nenek dari Scatach. Dari penyihir Endor inilah Sophie mendapat kemampuan elemen angin. 

Di lain pihak Josh merasa iri dengan saudara kembarnya. Ia merasakan ada yang berbeda dengan saudara kembarnya. Walaupun Sophie tidak suka dengan kemampuan barunya itu, di dalam hati Josh sangat menginginkan kemampuan itu. Di sanalah Josh bertemu dengan Dee. Dan Dee berhasil mengacaukan keprcayaan Josh terhadap Flammel. Dee menjanjikan kebangkitan aura Josh. Ia mengenal seorang tetua yang dapat melakukannya. 

Tawaran yang menggiurkan bagi Josh. Tawaran yang mamu mengubah hidupnya. Tawaran yang dapat membuat dirinya tak dianggap pengecut lagi. Ia terlalu bosan dianggap sebagai pecundang dalam hidupnya. Ia tak mau lagi setidaknya kali ini tak ada lagi yang akan meremehkannya. Satu keputusan dan akan mengubah hidupnya, selamanya..

Nah apakah yang akan dilakukan Josh, akankah ia berbalik menjadi sekutu Dee? Apakah Josh dan Sophie benar merupakan si kembar yang di sebut dalam Codex? Bagaimanakah nasib Parnelle?

Buku ini merupakan novel heptalogi *asal. Novel karangan Michael Scott ini memiliki 4 seri yang sudah terbit yaitu The Alchemist, The Magician, The Sorceress, dan yang terakhir The Necromancer. Secara keseluruhan buku ini berbeda dari buku fiksi kebanyakan. Scott meramu mitos seolah – olah itu adalah nyata. Kita diajak berkhayal lebih dalam dan terhanyut di dalamnya. Scott mengkombinasikan antara fakta dan fiksi di dalamnya. Nicholas Flamel sendiri memang merupakan warga perancis, ia dijuluki Alchemist. Dee sendiri dikisahkan merupakan kaki tangan ratu Elizabeth. Bahkan pangeran Arthur yang disebutkan pernah memiliki pedang legenda excalibur yang sekarang berada di tangan Dee.

Intinya di buku ini banyak kejutan – kejutan yang menanti yang gak bisa gw sebutin satu – satu. Nama – nama dewa/dewi yang ada di mitologi yunani dan berbagai mitos. Semua diramu menjadi satu dengan fakta. Membuat kita penasaran dengan kelanjutannya. Secara keseluruhan nih buku recomended banget.


Untuk detail reviewnya bisa diliat di sini

Coming up next >> The Magician: The Secret of The Immortal Nicholas Flammel
(TT^TT) sedih!!! di salah satu blog yang gw ikutin ada video young saeng yang bikin fans hysteric di mubank, cuma ga bisa diliat~ huweee i want to see him~!! Udah gitu gw juga pengen liat video Johnny Countdown~ tapi sayang ga ada SMAPnya~ pengen liat juga!!!

Trus - trus nih ya gw sekarang lagi baca Tokyo Crazy Paradise, TIDAK!!! kamojima jangan mati!! Hiks..hiks.. sob..sob.. kenapa jadi sedih begini sih (~.~"). Sebenernya ada alasan lain sih kenapa gw jadi stres begini haha, tapi rahasia ah~ habis kan ga tau orangnya baca apa ga (pengalaman pribadi sebelumnya soale hehe), cuma ternyata gw ga jujur ya (^__^') rasanya jadi aneh hehe. Anyway daripada bahas soal apa mending kita bahas soal komik 'Tokyo Crazy Paradise'!! untuk postingan ke seratus ini hehe ^__^

Di sebelah tuh sampul 'Tokyo Crazy Paradise' (東京クレイジーパラダイス) ato disebut juga 'KurePara'. Jujur aja ya, gw lumayan sulit buat nyari gambar buat pembahasan kali ini, selain karena nih komik bukan keluaran baru (1996-2002) dan ga terbit di Indonesia cukup sulit juga buat nyari refrensinya. Ditambah lagi nih komik buat ukuran Indonesia mungkin kurang sopan yaa, ada nudity sama fighting yang bedarah - darah. Kalo menurut gw rating buat nih komik 18+, sebenernya bisa lebih dari itu juga sih kalo menurut kebiasaan indonesia. Makanya susah juga nyari foto yang cukup sopan buat pembahasan kali ini (^-^')

Yah walo begitu gw acungin jempol buat nih komik! why? yah just take a look at this manga. Gw juga awalnya risih baca nih komik, waktu awalnya mungkin kuantitas nuditinya cukup sering bagi gw, tapi karena pengarangnya Yoshiki Nakamura (Skip Beat!) jadi gw pikir ga ada salahnya lanjut, toh manga Skip Beat! yang gw baca juga ga menarik awalnya setelah baca lama-kelamaan suka deh, yah walopun gw akuin nih komi berkali - kali lipat lebih keras dibanding Skip Beat! hehe. Oke here's the story goes...

Ceritanya ngambil seting tahun 2020 di Tokyo, Jepang. Saat itu yang namanya kejahatan merajalela, perampokan dan segala macamnya berlangsung di tengah jalan secara bebas, terang - terangan. Bahkan polisi ga bisa berbuat banyak, dalam menghadapi masalah (polisi, red) terkadang mereka harus nunggu kejadian dulu, yah intinya hukum saat itu ga bener, dan bisa dibeli as long you have money in yours. Di tengah kekacauan itu banyak yakuza yang berkembang subur, salah satunya yakuza terbesar yaitu klan Kuryugumi. Kuryugumi dipimpin oleh seorang sandaime muda berumur 14 tahun Ryuji Shirogami (白神 竜二 ), ayahnya yang seorang nidaime tewas dibunuh oleh kelompok yakuza lain.

Di lain pihak seorang katagi Kozuki Tsukasa (紅月 司) hidup luntang - lantung di jalan bersama saudara - saudara laki-lakinya (Takuma, Toshiyuki, Shohei) setelah ayahnya yang seorang polisi tewas dalam tugasnya yang menyangkut klan Kuryugumi. Kehidupan yang tak menentu akhirnya Tsukasa memutuskan untuk  mengambil jalan pintas, ia akhirnya meminta bantuan Ryuji sang sendaime yang tak lain adalah teman sekelasnya sejak SD. Supaya sang sendaime mau memberi ia dan saudaranya makan Tsukasa berbohong dengan mengatakan dia melihat wajah pembunuh ayah Ryuji, namun pada akhirnya tentu saja Ryuji sadar akan hal ini. Akibat hal ini Tsukasa akhirnya terpaksa menjadi bodyguard Ryuji demi mebayar tagihan makannya itu, karena saudara laki-lakinya disandera oleh sang sendaime. Berkat sense of justice yang dimilikin Tsukasa akhirnya ia berhasil mengetahui siapa sebenernya pelaku pembunuhan ayah Ryuji, yang ternyata melibatkan pihak dalam klan Kuryugumi itu. Dengan begitu berakhirlah tugas Tsukasa sebagai bodyguard akan tetapi akibat saudara - saudaranya yang makan berlebihan saat disandera di rumah Ryuji, tagihannya makin membengkak dan akhirnya Tsukasa pun tetap menjadi bodyguard sang sendaime.

Dalam perjalanan menguak misteri pembunuh ayah Ryuji, identitas asli Tsukasa ternyata telah diketahui oleh sang sendaime sejak dahulu tanpa disadari Tsukasa. Yup, Tsukasa adalah perempuan! sejak kecil ia didik dan dibesarkan sebagai laki-laki, karena di pada zaman itu yang namanya perempuan ga akan pernah bisa hidup tenang, selalu jadi korban kejahatan. Saat kecil Tsukasa pernah tenggelam di sungai dan Ryuji pernah menyelamatkannya, saat itulah Ryuji tahu kalau temen sekelasnya itu adalah wanita.

Nah namanya juga sebuah klan besar, Ryuji memiliki seorang seisai (tunangan, red) yang berasal dari silver dragon clan di Kuryugumi (Kuryugumi terdiri dari Gold dragon clan, silver dragon, purple dragon, white dragon, red dragon, green dragon, dan terakhir blue dragon). Sebagai seorang seisai, Asago Sumon (守門 朝来) diharuskan memiliki kemampuan bertarung demi melindungi sang sendaime dari bahaya. Sikapnya yang ngotot sering kali malah membuat Tsukasa dan Ryuji kesulitan. Apalagi setelah Tsukasa menyadari perasaannya pada sang sendaime. Begitupula Ryuji yang harus dihadapkan antara keinginannya untuk memiliki Tsukasa dan kewajibannya sebagai seorang sendaime, yang tentu aja ga memungkinkan dia untuk menjadikan seorang katagi sebgai seorang seisai. Tapi ada satu orang yang berharap dan mendukung perasaan Ryuji terhadap Tsukasa yaitu, Tashoyuki Kamojima (鴨島 俊之). Salah seorang bodyguard Ryuji yang merupakan 'ayah' bagi sang sendaime.

Tsukasa yang terus menerus menjadi bodyguard sang sendaime makin lama makin tidak bisa menyembunyikan perasaannya karena itulah ia selalu memainkan peran sebagai bodyguard sekaligus teman bagi Ryuji karena ia tahu itulah satu-satunya cara baginya agar terus bisa berada di dekat Ryuji. Tapi benarkah hanya itu caranya?? Asago yang frustasi karena tak bisa melindungi Ryuji berniat bunuh diri namun ia justru bertemu dengan seorang polisi yang bernama Kai Munakata (宗像 嵬), yang entah kenapa bisa mengetahui apa yang dirasakan oleh sang 'mantan seisai' tersebut, yang membuat Asago bersimpati terhadapnya. Bagaimanakah hubungan mereka pada akhirnya? Bgaimanakah reaksi anggota Kuryugumi saat mengetahui bahwa Tsukasa adalah perempuan? Lalu siapakah pemegang 'kunci' yang dapat membuat orang menguasai dunia yang kabarnya diwariskan oleh si legendaris 'Hougou Kage no Seisai' (seisai bayangan) dari klan yakuza legendaris yang telah musnah sekarang? Kenapa seorang katagi seperti Tsukasa diburu oleh kelompok yakuza yang kekuatannya melebihi Kuryugumi?

Gimana?? seru kan ceritanya?? Selain dibumbui kekerasan dimana - mana dan darah dimana - mana tentunya kisah ini juga diberikan komedi khas Nakamura-sensei. Semisal Ryuji yang tiap pagi masuk ke kamar Tsukasa, padahal saat itu Tsukasa lagi ganti pakaian, akhirnya sang sendaime yang ditakuti mendapat benjol di kepalanya tanpa perlawanan (what a hentai person he is!). Begitu juga dengan kekonyolan Ryuji yang disebabkan keterbatasannya dalam mengungkapkan perasaannya pada Tsukasa. Nah cerita Kurepara ini terdiri atas 111 chapter, dan menurut gw sangat seru buat dibaca. Tapi karena ada adegan romantis didalamnya (Tsukasa x Ryuji) mungkin lebih cocok dibaca cewe walopun cowo bisa aja baca apalagi karena yang diangkat adalah yakuza jadi memang banyak kekerasan yang terlalu berat buat cewek. But, at least try read this manga, and you'll love it!


note: kalo masih penasaran liat aja di http://en.wikipedia.org/wiki/Tokyo_Crazy_Paradise ato baca aja komiknya yaa gw cuma promosi ko, okeyy kan ndak seru kalo diceritain nfu fu fu


"Di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan yang ada hanyalah takdir. Sekecil apapun suatu pertemuan dan kejadian pasti akan memepngaruhi masa depan. Jalan hidup manusia itu terus tersambung tanpa pernah terputus. Sesepele apapun kejadiannya. Sesingkat apapun waktunya. Walaupun tidak terekam dalam ingatan maupun catatan. Garis yang telah terikat tidak akan bisa hilang. Intinya segala hala yang terjadi dalam hidup pasti memiliki arti."

Kenapa coba gue membahas komik satu ini?? Liat aja ya di post selanjutnya hehehe..

               Aneh kan judulnya XXX HOLiC udah gitu penerbitnya Level comic lagi, yang ehm notabene menyediakan komik khusus berating 17++ hahaha. Eits don't judge the book by its title, ga boleh loh ! So apa sih maksud dari nih judul, karakter X biasanya itu digunakan untuk memperlihatkan adanya sebuah hubungan atau persilangan antar beberapa hal, kalo di barat X sendiri digunakan buat ngegantiin hal yang ga diketahui. Terus kalo HOLic biasanya mengacu pada kecanduan. Jadi inti cerita dari XXX HOLiC adalah tentang "manusia - manusia yang terobsesi dengan seseorang, sesuatu ataupun apapun juga". Emang wajar kan kalo ratingnya di Indonesia 17++ . Yah mau gimana lagi tujuan dari komik ini juga mengajak pembaca berpikir dan merenung mengenai hal - hal yang terjadi di sekeliling kita. Satu lagi selain ceritanya yang ehm bermutu banget komik satu ini udah dibuat film layar lebarnya, ya iyalah masa iya karangan CLAMP ga tembus layar lebar ga mungkinlah. xxxHOLiC - A Midsummer Night's Dream (劇場版 ×××HOLiC 真夏ノ夜ノ夢 ,Gekijōban Horikku - Manatsu no Yoru no Yume) dan berhasil memuluskan laju TV seriesnya karena berhasil menjadi kandidat Annency International Animated Film Festival barebg Asterix and Vikings.

               Jadi gimana sih ceritanya, AND THE STORY GOES . . .    

"Watanuki Kimihiro tidak bisa dibilang mengawali hari dengan baik setiap paginya. Bukan karena ia malas atau semacamnya, melainkan karena setiap pagi dia harus main kucing-kucingan dengan segala macam roh dan hal-hal yang semacam itu, tanpa ia ketahui pasti penyebabnya. Nasibnya berubah ketika suatu pagi ia menyentuh pagar sebuah rumah. Semua jejadian yang menguntitnya mendadak lenyap. Penasaran, Watanuki mengintip ke dalam, kemudian, seolah ditarik kekuatan tak terlihat, ia terseret masuk ke dalam bangunan di dalam pagar itu. Dua anak kecil menyambut kemudian mengantarnya ke hadapan orang yang mereka sebut majikan, seorang wanita cantik berambut hitam. Watanuki mengatakan hanya kebetulan saja dia datang di sana, yang langsung ditanggapi oleh wanita itu bahwa semua yang ada di dunia ini telah digariskan. Tidak ada yang namanya kebetulan. Watanuki tentu saja tidak langsung paham maksud wanita itu. Wanita itu kemudian mendefinisikan apa itu makna ‘telah digariskan’ dengan amat gamblang, kemudian mengakhiri penjelasannya dengan mengatakan semua itu dikutipnya dari kamus Kodansha. Kontan saja Watanuki mengomel tak karuan karena menganggap wanita itu membodohinya. Mengacuhkan kemarahan Watanuki, tanpa diminta wanita itu memperkenalkan diri sebagai Ichihara Yūko, tapi menambahkan bahwa itu adalah nama palsu, membuat Watanuki semakin kesal.

Setelah segala sumpah serapah dikeluarkan, Yūko akhirnya memberitahu Watanuki bahwa tempat mereka berada saat ini adalah ‘Toko’ kepunyaan Yūko. ‘Toko’ yang akan mengabulkan semua permohonan orang yang datang ke sana, tetapi memerlukan ‘harga’ yang sesuai dengan permohonan itu. ‘Harga’ yang dimaksud Yūko tidak terbatas pada uang atau materi. Bisa juga ‘jiwa’ si pemohon. Tapi ‘jiwa’ yang dimaksud Yūko bukanlah nyawa melainkan ‘sesuatu’ yang berharga bagi pemiliknya. Setelah menunjukkan kekuatannya, Yūko menawarkan diri untuk membantu Watanuki menghilangkan bakat melihat makhluk-makhluk yang disebutnya dengan Ayakashi, tetapi karena bakat itu ternyata berakar sangat dalam dalam darah keluarga Watanuki, Yūko tak bisa melakukannya saat itu juga. Ia kemudian memutuskan, ‘harga’ yang seimbang dengan penghilangan bakat itu adalah kerja di ‘toko’nya. Itu berarti, beres-beres, belanja, memasak dan segala pekerjaan rumah tangga lainnya. Watanuki pun menyetujuinya.

Hari-hari pertama kerja Watanuki sudah dihiasi dengan kasus yang tidak menyenangkan. Seorang wanita yang mendatangi ‘toko’ tewas di depan matanya karena tertabrak mobil. Menurut Yūko, memang tidak selamanya barang yang ada di ‘toko’nya itu membawa kebahagiaan. Walau tidak bisa melupakannya begitu saja, Watanuki belajar menerima kenyataan itu. Pekerjaan Watanuki tidak terbatas membersihkan ‘toko’ dan melayani Yūko saja. Kadang-kadang ia juga harus menghadapi Ayakashi mulai dari yang bersahabat sampai yang mengincar jiwanya. Dan, tidak terkecuali, manusia dengan keiinginan yang sangat kuat, sehingga kadang malah menghancurkan diri sendiri. Hari-hari perjuangan Watanuki untuk bisa bebas tampaknya masih jauh dari akhir." wikipedia

        Jadi siapa sih "wanita itu" dia adalah Ichihara Yuuko cewek sableng yang katanya adalah penyihir antar dimensi. 1 kata yang gue ga pernah lupa yang keluar dari mulut si sableng ini yang bikin gue kepincut sama komik ini adalah "HITSUZEN" alias takdir, yup persis yang dibilang ka Rudy pas buber SR. Kebetulan itu mustahil terjadi karena kalau ada kebetulan pasti Tuhan bisa tidur. Satu lagi yang bikin nih komik keren, komik ini seolah dan emang bukan seolah lagi sih nyambung sama komik Tsubasa Reservoir Chronicle tapi beda cerita tapi nyambung seru kan, bisa saling komunikasi lagi antar komik.

             Ah oke jadi siapakah yang membuat komik edan ini, mereka adalah CLAMP buat maniak Jepang pasti tau deh, kalo di Indonesia dia terkenal lewat kartun Card Captor Sakura atau mungkin CLAMP School Detective sama satu lagi Magic Knight Rayearth dulu pernah di puter di salah satu stasiun swasta kita. CLAMP itu kelompok mangaka yang terdiri empat orang wanita. Manga-manga karya mereka sering diadaptasi kedalam format anime. CLAMP mulai dibentuk pada tahun 1989 terdiri dari 12 anggota kelompok dōjinshi bernama Amarythia. Pada tahun 1990 kelompok tersebut berkurang dari 12 menjadi tujuh, dan nama mereka diubah menjadi CLAMP. Dari tujuh anggota terebut, kemudian mengecil lagi menjadi tinggal empat orang (Wikipedia). Nah mereka itu adalah :

  • 大川緋芭 (Ōkawa Ageha),
  • もこな (Mokona),  
  • 猫井 椿 (Nekoi Tsubaki),  
  • いがらし寒月 (Igarashi Satsuki)