mitgiji anha
My love

janinhage nal mot bon cheok hago doraseoni
heutnallineun meoritgyeore jeolmangeuro
tteollineun nundongjareul
gamchwodo hwonhi boine geojitmalcheoreom
neo ttaeme ireoke dwaebeoryeotgo
jiok gata maeilmaeil haruharu
geuriwo neomuna geuriwo
amuri anira haedo
geuge an dwae

(I can't stand it anymore)
nae sarmi manggajyeodo

eoje boda seulpeun oneure bieoinneun
nae an ne jarie
hayeomeobsi nunmuri naoneun geolkka
aetage neol bulleo bwado
boijiga annneun neoinde
yeongwonhi doraboji anheullae

yesterday
nanannanannanannananna
yesterday 
nanannanannanannananna

dorawa jwo
kkeutnae neon doraojil anha
uri sarangeun eojekkaji yeongwonhi
doraboji anheullae
yesterday

nega geuriwo neomuna geuriwo
maeumeul gutge meogeodo

eoje boda seulpeun oneure bieoinneun
nae an ne jarie
hayeomeobsi nunmuri naoneun geolkka
aetage neol bulleo bwado
boijiga annneun neoinde
yeongwonhi doraboji anheullae

yesterday
nanannanannanannananna
yesterday
nanannanannanannananna

dorawa jwo
kkeutnae neon doraojil anha
uri sarangeun eojekkaji yeongwonhi
doraboji anheullae

eoje boda seulpeun oneure bieoinneun
naean ne jarie ne binjarie
hayeomeobsi nunmuri naoneun geolkka
geuriun geolkka aetage neol bulleo bwado
aetage neol bulleo bwado
boijiga annneun neoinde
yeongwonhi doraboji anheullae

yesterday
yesterday

sorce: ss501germany

credit: b2ment@youtube




I can't believe it
My love

You cruelly pretend not to see me and turn away
Admist the blowing hair, my eyes shake in despair
I try to hide it but it brightly shows like a lie

I am like this because of you
Every day is like hell- day by day
I miss you, I miss you so much
No matter how much I say I don't
It's not working

(I can't stand it anymore)
Even if my life is ruined


* Today, which is sadder than yesterday,
Inside of me, your place is empty
Tears blankly fall even though I desperately call you
I can't see you- I don't want to turn away forever

Yesterday- nanananana
Yesterday- nanananana

** Please come back
But in the end, you don't come back
Our love is only until yesterday
I don't want to turn away forever
Yesterday (life is go on)

I miss you, I miss you so much
Even though I try to be strong

* repeat

Yesterday- nanananana
Yesterday- nanananana

** repeat

* repeat

Yesterday
Yesterday



source: pop!gasa

Halo semuaaa, sekarang saya sedang beradad di TPB. Gak penting banget info saya memang. Saya lagi mencuri wifi. Gak bisa dibilang mencuri juga sih kan saya bayaran. Saya lagi bingung saudara saya melihat sesuatu yang mengingatkan saya dengan penyakit saya yang dahulu. Terakhir menimbulkan damage yang cukup parah sampai terpaksa meninggalkan rumah. Sekarang semoga tidak, untuk antisipasi naik angkot aja kali ya. haha. Banyak kejadian yang belum gw ceritain sebenernya, tapi kayanya skip aja lah. Nanti ada yang fudulin ekye lagi. Haha sok penting ya saya.


Intinya saat kemarin sakit dan sukses jailin orang - orang via sms, entah kenapa saya mulai menertawakan banyak hal. Misalnya kengototan saya buat suatu hal yang gak jelas. Buat temen - temen saya sebelum salah paham semua, tenang aja ini bukan soal perasaan. Ada di sistem seperti ini seperti unik dan asing. Bahasa sehari-harinya ya bukan saya. Jadi rubah aja pola pikir supaya gak sesuai sistem padahal sebenernya sistemnya ya tetap. Dan habis itu gw langsung menyapu dan mengepel, gw juga heran kenapa. Tumben aja.


Kadang adakalanya kita tidak tahu siapa kita, aneh ya? padahal itu kita sendiri. Fase yang aneh terkadang perlahan menimbulkan pertanyaan tersendiri. Sebenarnya ada apa? Saya kaya lagi galau. Mungkin aja setidaknya yang saya pikirkan sedikit lebih berguna untuk masa depan. Mungkin sih. Mulai ngelantur kan, senja mulai temaram dan TPB makin ramai hingga saya mulai merasa jengah. Mungkin disudahi saja percakapan kali ini. Dadahhh
Berhubung gw sedang sakit jadinya ini blog bakalan susah keurus. Doain saya ya supaya cepet sembuh. Kalo gak sembuh kuliah gw gimana ini. Zz. Baik ke jadul aja ya


Ebit G Ade - Elegi Esok Pagi



  • Izinkanlah kukecup kenigmu
    Bukan hanya ada didalam angan
    Esok pagi kau buka jendela
    Kan kau dapati seikat kembang merah


    Engkau tahu aku mulai bosan
    Bercumbu dengan bayang-bayang
    Bantulah aku temukan diri
    Manyambut pagi membuang sepi



    Izinkanlah aku kenang sejenak perjalanan oh oh oh oh....
    Dan biarkan kumengerti
    Apa yang tersimpan dimatamu oh oh.......



    Barangkali di tengah telaga
    Ada tersisa butiran cinta
    Dan semoga kerinduan ini
    Bukan jadi mimpi di atas mimpi



    Izinkanlah aku rindu pada hitam rambutmu oh oh oh oh......
    Dan biarkan ku bernyanyi
    Demi hati yang risau ini oh oh......
  • Bicara soal kehutanan di blog. Pengen sih tapi belum ngerti. Hahaha. Iseng aja saya mencari soal Carbon Sink. Alesannya sih gampang aja soalnya, saya sudah pernah melakukannya beberapa minggu yang lalu. Yah namanya juga mencoba saya tidak memiliki sama sekali pengetahuan soal ini. Bego boleh, tapi gak boleh lama - lama kan? Jadi saya mencari info terkait ini dan wew kok bahasa Inggris semua. Errr bisa diterjemahin gak? Hahaha. Aniwei anihow harus membiasakan diri juga ya, ilmu kehutanan aja berasal dari Jerman kan yaa.

    Satu-satunya yang bisa saya tangkap dari pengukuran karbon ini adalah kita harus mengukur si diameter pohon. Diameter yang diambil gak disembarang tempat juga. Gak juga dari atas sampai bawah diitungan diaeternya. Yang jelas diameter yang kita ukur itu 1,3 m dari tanah. Kalau tanahnya miring berarti diambil dari yang paling atas 1,3 m nya. Yah kira-kira setinggi dadalah katanya. Itung-itungannya sih ada, tapi belum diajarin ohoho. Itu nanti saja menyusul kalau udah pinteran dikit ya. Masih dableg sekarang mah. haha. Oke langsung aja kita telaah dan belajar bersama data yang berhasil saya himpun dari beberapa sumber.

    Carbon Sink?

    Carbon Sink, secara harfiah kalau pake kamus atau pake google translate adalah penyimpanan karbon. Intinya segala macam usaha untung menyimpan karbon. Penyimpan karbon ini bisa hutan, tanah, laut, dan atmosfer. Kegiatan ini berputar terus menerus dalam daur karbon. Gak inget? Baca tuh buku biologi. Haha. Dan karbon sink ini ada yang mengawasi juga perkembangannya salah satunya Sink Watch. Berhubung gw baik ini nih gambar daur karbonnya kaya begini
    Kenapa isu penyimpanan karbon ini jadi marak?

    Yo alasannya mungkin gak sederhana yang saya pikirin sekarang. Maklum ilmu saya masih dangkaaaal banget. Kuliah aja baru seminggu. Hahaha. Intinya sih karena karbon merupakan salah satu zat yang ada dimana- mana. Coba liat pensil kayu, intan, polusi mobil, sisa pembakar, ah banyak deh. Itu karbon kan? Ironisnya biar banyak di bumi, karbon merupakan salah satu bentuk polutan. Efek dari karbon ini juga ya itu nyangkut dan balik lagi ke isu rumah kaca atau bolongnya ozon. Makanya hati - hatilah dalam bakar membakar. Apalagi kalau sampai bakar rumah (loh?). Oke bercanda. Nah untuk meredam itu semua muncullah ide penyimpanan karbon. Bahasa kerennya udah gak jaman Carbon producing, sekarang zamannya Carbon sink. Haha apa banget deh. 


    Atau bahasa indonesianya pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan. Hubungannya sama si Carbon sink itu adalah si REDD ini merupakan salah satu bentuk usaha penyimpanan karbon (bener kan ya, err). Jadi seperti yang saya bilang pohon atau hutan (jamak) adalah penyimpan karbon. Inget fotosintesis kan pastinya? Kalau gak, pasti gak lulus SD ya, hayo ngakuuu~. Hahaha. Biar saya udah lupa siklus krebs dan daur calvin yang ngapalinnya setengah mampus itu, setidaknya saya tau bahan baku utama si fotosintesis ini kan karbon. Hasil akhirnya tentunya oksigen yang kita hirup sekarang dan sayur-sayur yang kita makan itu.

    Pohon dan tumbuhan itu hebat kan ya. Mungkin dia sama kaya kita sama-sama ngeluarin karbon ke udara. Hebatnya dia justru mengambil lagi karbon itu untuk diolah sebagai bahan makanannya. Itu baru namanya tanggung jawab terhadap apa yang kau buang. Contoh dong tumbuhan! Haha. Bakau nih merupakan salah satu pohon yang menyerap karbon cukup banyak (sepembacaan saya ya). Akhirnya masyrakat dunia mengambil konklusi untuk mengurangi karbon dengan cara menanam kembali hutan. Sayangnya oh sayangnya para negara maju yang hutannya tinggal dikit, yah eum egonya tinggi gitu deh. Jadi upaya pereboisasian hutan ini dilimpahkan (istilah halusnya sih meminta tolong) ke negara berkembang yang hutannya masih ada, kaya Indonesia. Perdagangan karbon ya teh kalo gak salah namanya. Contohnya Letter of intent dengan Norwegia. Mereka nyumbang 1 miliar untuk ini, dengan syarat ya itu tadi Indonesia mampu menghijaukan hutannya.


    Aniwei anihow, gak semua pihak setuju dengan hal ini. Beberapa alasan yang saya baca di Fern yang saya tangkap dan mengerti adalah gak semua jenis karbon sama. Menurut mereka bukan hanya usaha penghijauan hutan yang hanya harus digencarkan, tetapi negara industri sebagai penghasil karbon yang gila-gilaan itu juga harus lebih memperhatikan lingkungan. Intinya tanggung jawablah sama hasil yang dikeluarkan, jangan cuma main bayar aja. Makanya kaya pohon dong tanggung jawab. Haha. Bahkan dosen pengantar ilmu kehutanan saya pun termasuk yang kurang setuju soal jual beli ini. Alasannya saya agak lupa (ngantuk di kelas hehe) kalau gak salah berkaitan soal isu ekonomi, dan balik lagi masalah tanggung jawab negara-negara industri itu.

    Kalau saya? Ahaha saya tidak tahu. Masih terlalu dini bagi saya buat menilai. Saya baru baca sampulnya doang, isinya? Wah saya belum tahu. Haha. Baca buku Kerangka Pikir Rimbawan aja gak kelar - kelar tuh. Belum saatnya memutuskan. Kalau buru-buru nanti gak objektif jadinya. Ya udah deh, kita akhiri saja dulu chit chat sok tau saya. Kita belajar bersama - sama aja ya. Belajar bersama itu lebih efektif dibanding belajar sendiri-sendiri. Biar bisa kerja sama maksud saya. Pokonya apapun itu semoga hidup kita bisa bermanfaat bagi orang di sekeliling kita. Haha. Nite people~
    Lagi browsing soal film dokumenternya Florian Augustin judulnya Cari Hutan. Eh malah ketemunya lagu Ebit G Ade - Berjalan di Hutan Cemara. Iseng aja gw download, haha selera gw kan jadul. Habissnya liriknya gw suka sih. Ohoho, nadanya sih ngantukin, tapi liriknya itu loh. Apalagi part terakhirnya. Dalem lah pokonya maknanaya (menurut gw). Terserah menurut lo. Anyway this is

    Ebit G Ade - Berjalan di Hutan Cemara


    Berjalan di hutan cemara
    Langkahku terasa kecil dan lelah
    Makin dalam lagi
    Ku ditelan fatamorgana

    Tebing tanah basah di pinggir jalan setapal
    Seperti garis wajahmu
    Teduh dan kasih
    Makin dalam lagi
    Ku dicengkam kerinduan

    Kabut putih melintas di jalanku
    Jarak pandangku dua langkah ke depan
    Ada seberkas cahaya
    Menembus rimbun dedaunan
    Sanggupkah menerangi jalanku

    Dan aku berharap
    Kapankah kiranya
    Sampai di puncak sana
    Aku kan bertanya siapa diriku

    Aku kan bertanya siapakah Kamu
    Aku kan bertanya siapa mereka
    Aku kan bertanya siapa kita
    Angin malam yang terasa dingin
    Yang menertawakan diri saat kita menengadah
    Apa yang kalian pergunjingkan?
    Bergemerisik cepat ditelinga
    Hingga tak tertangkap apa
    Hentikan saja
    Berisik lagi
    Lupakan saja perkataanku tadi
    Terserah
    Tertawa pun tak apa
    Biar aku yang mendekapnya sendiri
    Tale as old as time
    True as it can be
    Barely even friends
    Than somebody bends
    Unexpectedly

    Just a little change
    Small, to say the least
    Both a little scared
    Neither one prepared
    Beauty and the Beast

    Ever just the same
    Ever a surprise
    Ever as before
    Ever just as sure
    As the sun will arise

    Tale as old as time
    Tune as old as song
    Bittersweet and strange
    Finding you can change
    Learning you were wrong

    Certain as the sun
    Rising in the east
    Tale as old as time
    Song as old as rhyme
    Beauty and the beast