"There will come a time when the Book is taken,
And the Queen's man is allied with the Crow.
Then the Elder will step out of the Shadows,
And the immortal must train the mortal.
The two that are one must become the one that is all."
-Codex-
Setelah sekian lama akhirnya gw inget ada bacaan yang belum gw bereskan. Lupa banget gw, yah apa boleh buat kuliah dan korpus sangat menyita perhatian gw. Yah sebenarnya kecuali buat Young Saeng sih, that’s an exception. Oke deh langsung aja kita bahas soal buku ini. Awalnya gw gak tau juga soal buku ini, Cuma temen gw bilang seru. And well she told me everything abouth this book. Biasanya selera gw dan temen gw ini gak pernah beda jauh, kita saudara kembar sih #peluk hika-chan.
And here the stories goes..
Cerita dibuka dengan sudut pandang seorang gadis yang tengah bercakap – cakap di teleponnya. Dialah Sophie Newman salah seorang tokoh sentral di buku ini. Diceritakan dia tengah berdiskusi dengan temannya di sebuah kafe yang di sebrangnya terdapat toko buku tua milik Mr. Nick Flemming. Di toko buku tua itulah saudara kembarnya Josh Newman tengah bekerja. Ia sendiri tengah bekerja sambilan di kafe itu. Seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan bugar memasuki kafe dan berbincang – bincang dengan Sophie. Dialah Perry, istri dari Flemming. Tiba – tiba tanpa dianya datang orang – orang mencurigakan ke arah toko. Padahal saat itu tengah musim panas, tapi orang – orang itu memakai jas hangat hitam yang menutupi hingga separuh muka. Mereka juga mengenakan topi, dan kacamata hitam. Sangat mencolok tentunya. Tak berapa lama terjadi ledakan dari toko itu. Parnelle bergegas menuju toko dan sophie membuntutinya.
Kisah pun berganti menjadi sudut pandang Josh. Josh di saat yang sama sedang membereskan gudang. Tak berapa lama ia mencium bau telur busuk, semacam bau belerang. Josh memang tak pernah menyukai gudang itu, tapi ia juga tahu gudang itu tak pernah sebau ini sebelumnya. Beberapa menit kemudian muncul aroma mint yang kuat. Campuran aroma mint dan sulfur tentu saja membuat mual Josh. Ia pun memutuskan mencari sumber bau itu, tetapi semakin di telusuri ternyata itu menuju ke atas. Betapa kagetnya dia saat melihat toko buku porak poranda dan di selimuti aroma mint – belerang. Terlebih ia melihat sesosok makhluk aneh yang meleleh saat terkena matahari. Makhluk tersebut merangsek kembali ke toko dan kulitnya kini bagaikan lumpur yang kering saat musim kemarau.
Josh tak mempercayai apa yang dilihatnya. Flemming dan sesosok yang tak di kenal saling melempar cahaya – cahaya yang ia tak mengerti apa dari tangannya. Jelas itu bukanlah sulap anak kecil. Mereka memperebutkan sebuah buku yang entah itu apa, tapi Josh punya insting sendiri soal itu. Saat orang asing tersebut berhasil merebut buku itu dari flemming, Josh berhasil merobek sebagian dari buku tersebut tanpa disadari oleh orang tersebut. Buku itu pun menghilang bersama Parnelle yang turut dibawa serta.
Baik Josh dan Sophie yang kebingungan menuntut penjelasan dari Flemming. Akan tetapi, yang keluar dari mulut Flemming adalah sesuatu yang tak dapat mereka percaya. Flemming kemudian memperkenalkan diri sebagai Nicholas Flammel dan istrinya Parnelle, manusia abadi yang telah hidup ribuan tahun. Dan mereka mendapat keabadian dari buku yang telah direbut oleh Dr. John Dee –pria asing yang menyerang tadi – buku yang mereka sebut Codex. Buku yang di buat oleh Abraham Sang Magus yang konon katanya menyimpan rahasia masa depan.
Flammel kemudian meminta Sophie dan Josh untuk ikut dengan mereka melarikan diri dan meninggalkan semuanya dengan dalih Dee akan mengejar dan membunuh mereka. Sophie dan Josh tak memiliki pilihan lain mengingat nyawa orang tua mereka adalah taruhannya. Bersama Flamel dan Scathach – tetua yang lahir setelah zaman besi – Sophie dan Josh menjelajahi dunia bayangan, dunia yang mereka sebut tempat tinggal para tetua, tempat para dewa yang dianggap hanya sebgai mitos oleh humani. Humani begitulah para tetua menyebut ras manusia. Para tetua hendak menjadikan kembali bumi sebagai tempat mereka karena menganggap manusia tak layak menghuni bumi. Para humani dianggap selalu melakukan kerusakan di bumi. Humani juga dianggap terlalu acuh terhadap sekitar hingga akhirnya indra mereka tertutup oleh apa yang terlihat di cover.
Flamel berniat membangkitkan indra si kembar dengan alasan bahwa mereka adalah si kembar yang terpilih yang di sebut – sebut dalam Codex “Dua yang menjadi satu dan satu yang mencakup semua”. Dengan bantuan Hekate – Dewi Tiga wajah – indra dan aura sophie berhasil dibangkitkan. Akan tetapi, sebelum sempat membangkitkan aura Josh, Hekate dan penyangga alam bayangannya – Yggdrasil – berhasil dihancurkan oleh Dee.
Smentara itu di lain tempat Parnelle tengah di tahan di Alcatraz. Siapa pula yang tak tahu dengan kecerdasan parnelle. Bahkan sebelum menjadi manusia abadi Parnelle telah memiliki kemampuan mempelajari ilmu sihir. Ia merupakan Sorceress yang ditakuti oleh Dee. Tanpa Parnelle, Flamel bukanlah apa – apa. Walaupun ia seorang Humani tanpa kemampuan khusus yang diberikan oleh tetua, Parnelle merupakan anak ke tujuh dari anak ketujuh. Itu yang membuat dia spesial. Tak pelak Dee mengutus Spinx untuk menjaga Parnelle. Spinx monster berkepala manusia berbadan singa. Monster yang dianggap hanya mitos oleh humani. Mereka bahkan tak mengetahui bahwa Spinx masih eksis dan bukan hanya sekedar mitos.
Mampu mendengar apa yang tak didengar orang, melihat apa yang tak bisa dilihat, mencium apa yang tak bisa dibaui orang, dan merasakan apa yang tak dianggap merupakan siksaan bagi Sophie yang indranya telah dibangkitkan. Untuk itulah Flamel meminta bantuan dari Penyihir Endor, yang diketahui sebagai nenek dari Scatach. Dari penyihir Endor inilah Sophie mendapat kemampuan elemen angin.
Di lain pihak Josh merasa iri dengan saudara kembarnya. Ia merasakan ada yang berbeda dengan saudara kembarnya. Walaupun Sophie tidak suka dengan kemampuan barunya itu, di dalam hati Josh sangat menginginkan kemampuan itu. Di sanalah Josh bertemu dengan Dee. Dan Dee berhasil mengacaukan keprcayaan Josh terhadap Flammel. Dee menjanjikan kebangkitan aura Josh. Ia mengenal seorang tetua yang dapat melakukannya.
Tawaran yang menggiurkan bagi Josh. Tawaran yang mamu mengubah hidupnya. Tawaran yang dapat membuat dirinya tak dianggap pengecut lagi. Ia terlalu bosan dianggap sebagai pecundang dalam hidupnya. Ia tak mau lagi setidaknya kali ini tak ada lagi yang akan meremehkannya. Satu keputusan dan akan mengubah hidupnya, selamanya..
Nah apakah yang akan dilakukan Josh, akankah ia berbalik menjadi sekutu Dee? Apakah Josh dan Sophie benar merupakan si kembar yang di sebut dalam Codex? Bagaimanakah nasib Parnelle?
Buku ini merupakan novel heptalogi *asal. Novel karangan Michael Scott ini memiliki 4 seri yang sudah terbit yaitu The Alchemist, The Magician, The Sorceress, dan yang terakhir The Necromancer. Secara keseluruhan buku ini berbeda dari buku fiksi kebanyakan. Scott meramu mitos seolah – olah itu adalah nyata. Kita diajak berkhayal lebih dalam dan terhanyut di dalamnya. Scott mengkombinasikan antara fakta dan fiksi di dalamnya. Nicholas Flamel sendiri memang merupakan warga perancis, ia dijuluki Alchemist. Dee sendiri dikisahkan merupakan kaki tangan ratu Elizabeth. Bahkan pangeran Arthur yang disebutkan pernah memiliki pedang legenda excalibur yang sekarang berada di tangan Dee.
Intinya di buku ini banyak kejutan – kejutan yang menanti yang gak bisa gw sebutin satu – satu. Nama – nama dewa/dewi yang ada di mitologi yunani dan berbagai mitos. Semua diramu menjadi satu dengan fakta. Membuat kita penasaran dengan kelanjutannya. Secara keseluruhan nih buku recomended banget.
Untuk detail reviewnya bisa diliat di sini
Coming up next >> The Magician: The Secret of The Immortal Nicholas Flammel
"gila, ngga cuma di Indonesia, saya beranggapan era 'who to trust now' mungkin sedang terjadi di hampir seluruh belahan dunia," -Iqbal-
"revolusi rakyat mesir, krisis Tunisia, akankah indonesia menyusul?" -Izha-
Itulah bunyi status teman - teman saya menanggapi konflik yang terjadi di belakangan ini. Dimana - mana muncul mosi tidak percaya terhadapa pemerintah. Koran pun riuh rendah dengan berita - berita yang terjadi belakangan ini. Dan saya? Saya tidak bermaksud ikut - ikutan, hanya saja saya sedikit miris melihat hal - hal ini. Katanya zaman sudah maju, katanya perdamaian suadah digalakan, katanya kesejahtraan sudah lebih baik, lalu kenapa muncul mosi tidak percaya, seandainya kesejahtraan memang benar - benar sudah terwujud?
Well, mungkin ada baiknya saya menjelaskan dulu apa yang tengah terjadi di Tunisia. Jadi Tunisia adalah negara arab yang berada di bawah pemerintahan otoriter. Dan yah tau lah yang namanya pemerintah otoriter suatu saat akan jatuh, cepat atau lambat. Sekarang berbondong - bondong masyarakat Tunisia turun ke jalan menuntut jatuhnya Ben Ali. Oke dan mereka berhasil. Sekarang Ben Ali dan keluarganya tengah berlindung di Arab Saudi. Melarikan diri sambil membawa harta rakyat, menyedihkan. Nah gawatnya aksi masyarakat Tunisia ini kelihatannya diikuti oleh rakyat Yaman. Memang belum sefrontal masyakat Tunisia, tapi ingat api berasal dari letupan kecil.
Lain lagi tempat lain pula kisahnya. Di Mesir ribuan masa turun ke jalan menuntut turunnya Presiden Mesir Hosni Mubarak. Dan lagi - lagi masa berdalin "kalau Tunisia bisa, mengapa kami tidak". Sebuah pernyataan frontal yang apabila Mesir berhasil lagi, tidak menutup kemungkinan akan memicu ribuan gerakan lainnya. Apalagi mengingat sifat manusia yang tak pernah puas dan selalu menuntut demi kepuasan.
Ada juga berita dari negara konflik kita Israel x Palestina. Ada berita heboh yang diluncurkan oleh Al Jazeera. Dalam beritanya kantor berita ini mengatakan bahwa baik Amerika, Israel, dan Otoritas Palestina ditengarai bekerja sama melumpuhkan hamas. Jadi yah inti berita yang saya tangkap adalah hamas dijual ya gitu lah. Apalagi dari berita yang saya baca wikileaks pernah mengatakan hal serupa. Agak miris saya baca beritanya, menjual bangsa sendiri? Wohooow~~ Pemerintah sendiri menampik pemberitaan ini dan mengganggap Al Jazeera ingin membahayakan nyawa Erekat (Media Indonesia, 27 Januari 2011). Jadi siapakah yang benar? Yah hanya Tuhan lah yang tahu kan?
Bukan hanya negara Arab yang dilanda krisis ada juga Pantai Gading, yang tau kan yang sekarang ada presiden tandingan. Tau deh tuh udah beres apa belum. Terakhir kali baca di Koran PBB turun tangan. Ada juga di Irlandia yang beritanya datang dari PM nya Brian Cowen. Dari berita yang saya baca si perdana meneteri ini melepaskan jabatan pimpinan partai, tetapi enggan melepaskan kursi perdana menteri nya.
Di postingan sebelumnya saya udah bilang kan betapa mempercayai itu sulit. Yah itu memang sulit. Tapi sebenernya buat pemerintah sih tidak. Karena pada hakikatnya saat memilih saat itulah kita menanamkan kepercayaan pada mereka. Hanya terkadang kita sering rewel juga sih, udah dikasih yang baik malah gak mau dikerjain. Pendidikan kah yang lagi - lagi jadi penghalang?
Banyak banget deh kalau dibilang krisis kepercayaan mah emang bener sekarang lagi krisis kepercayaan banget. Kalau di Indonesia? Ah gak usah ditanya dah, tuh ada Gayus yang entah kenapa gak kelar - kelar masalahnya. Yang baru ada juga Cirus yang bimbang mau diapain ama pemerintah.
Harapan saya sih sebenrnya cukup sederhana. Tolong lah pemerintah lakukan apa yang bisa dilakukan dan masyarakat lakukan apa yang harus dilakukan. Kita punya peran masing - masing kok. Menuntut boleh, tapi kerjakanlah juga apa yang kita mampu. Ingat gerakan dimulai drai satu langkah. Untuk permerintah tolonglah dengarkan kami, kami hanya ingin kasus korupsi dibereskan. Tetutama sih untuk kasus gayus, minta bersihkan nama dinas pajak. Kasian kan yang gak terlibat kena getahnya? Gara - gara nila setitik rusak susu sebelangga. Menurut pengamatan saya kalau aja ada satu kasus korupsi kebongkar kepercayaan masyarakat pasti akan balik dengan sendirinya.
Udahlah cukup main - mainnya sekarang. Tentunya kita semua gak ada yang ingin ngeliat kejadian kaya di Tunisia kan? Saya sih gak mau. Saya gak suka liat orang berantem. Tapi kalau masyarakat gak puas apa mau dikata juga. Setidaknya walaupun terlambat bergeraklah sekarang, sebelum apa yang dikhawatirkan masyarkat terjadi. Saya rasa kita semua sudah cukup dewasa dan mengerti kan? Tapi kita juga manusia kita punya batas kesabaran. Jadi yah, mohon pengertian dan kerjasamanya aja karena yang namanya negara bukan pemerintah tetapi pemerintah dan masyarakat.
Udahan ah~ tugas melambai - lambai untuk dikerjakan. Terakhir dari saya Mari Kita Bangun Indonesia Bersama! Indonesia milik kita, dari sabang sampai merauke. Jadi sudah sepantasnyalah kita melakukan yang terbaik bagi bangsa apapun bidang profesi kita. Gak perlu berlomba - lomba jadi pemimpin karena pemimpin juga butuh orang untuk dipimpin. Hanya saja kita harus bergerak dan melakukan apa yang terbaik. Jaa naa~~
"Tell Me Where You Are
Nanimo Iranai
Moshi Kimi ga Modoru Nara"
SS501 - Again (Japanese version)
Sebenernya gak nyambung juga sih sama postingan yang sekarang, tapi lagunya kebayang mulu nih. Udah galau sih gak, tapi yah ini lagu berkesan aja. Padahal waktu kan gak mungkin berputar lagi ya. Hahaha. Udah ah langsung ke topik aja deh, udah dua hari ini ngantuknya edan - edanan gw.
Ada yang mengganjal di hati gw sebenarnya, tidak kali ini bukan soal kegalauan lagi. Sebenernya apa sih definisi keadilan buat lo? Apa jika yang satu miskin dan yang satu kaya artinya tidak adil? Apa yang dimaksud adil adalah semua harus mendapat sama rata? Pertanyaanya mau gak sih lo dikasih uang jajan dengan nominal yang sama dengan adik lo? Kagak kan? Nah berarti itu gak adil dong. Nah terus kalau lo bilang yang namanya adil itu sesuai kebutuhan, ya artinya sama aja dong. Kan Tuhan juga ngasih tuh takdir sesuai kebutuhan. Jadinya ya ada yang kaya dan ada yang miskin. Bukannya itu artinya adil?
Sebagai manusia kelihatannya kita sering mengatakan bahwa sesuatu itu tidak adil hanya berdasarkan cover depan. Yang gw maksud di sini sebagai cover depan adalah apa yang terlihat, tanpa mencari makna di balik suatu peristiwa. Yang namanya adil menurut gw pasti ada maksud tertentunya, sesuai dan pas. Gak kebayang aja kalau hidup isinya orang baik semua, atau orang kaya semua. Bisa - bisa ansos deh tuh. Gak semua yang namanya sama itu adil. Gw rasa kalian juga tahu lah maksud gw apa.
Kita terlalu sering menyalahkan takdir sih. Gak ada salahnya juga sih jalanin dulu dan berusaha sebaik - baiknya. Toh kita gak tahu masa depan itu kaya gimana. Kata orang karena kita gak tahu masa depan tuh makanya gak adil. Ah menurut gw mah justru karena kita gak tahu masa depan kita malah harus berusaha sekuat tenaga untuk mencapai hari yang lebih baik lagi.
Adil juga gak melihat dari cover depannya. Temen gw tika juga pernah bilag "jangan ngejudge, berpeganglah pada prinsip praduga tak bersalah" gitu katanya. Dan gw akuin itu emang bener. Banyak ketidakadilan terjadi karena kita terlanjur ngejudge hanya karena melihat covernya aja. Nih sebagai contoh, tahu gak sih kalau banyak pegawai pajak yang mendapat cemooh gara - gara gayus? Ya cuma gara - gara gayus dan temen - temennya yang koruptor itu nama dinas pajak kacau. Semua kena, semua dianggap jelek. Hei itu kan gak adil! Daripada memaki tanpa mengetahui, apa salanya diusut ampe tuntas. Kita gak tau kan yang dimaki itu beneran penjahat atau gak. Kalo iya, ya udahlah, tapi kalau gak? Dimana rasa keadilan kalian? Gw bukannya mau ngebela pajak itu cuma yah gw mengajukan mereka sebagai contoh. Kalau kalian emang pengen bilang koruptor tunjuk langsung orangnya jangan nama organisasi nya. Karena gak semua orang di organisasi itu sejelek yang kita duga.
Adil memang bukan hal yang mudah, tapi bisa dipelajari. Sekarang kita mau belajar apa gak? Itu doang permasalahannya. Kita semua punya jiwa keadilan kok, kita kan manusia. KIta tahu kok apa yang kita gak sukain dan apa yang kita sukain. Perlakuan apa yang bikin lo seneng dan mana yang gak. Perasaan kaya gitu lah yang harus lo inget. Kalo lo gak suka digituin ya jangan ngelakuin itu ke orang lain lah. Nyadar aja deh. Kita semua punya jiwa keadilan kok. Makanya ya gw harap mulai dari pemerintah sampai masyarakat terendah ya tanamin lah rasa keadilan itu. Jangan sampailah menindas orang yang lemah apalagi membodo - bodohi karena gak tahu. Tolong lah kita semua kan manusia, masa tega banget. Apa rasa keadilan itu sudah terkikis oleh uang?
Balik lagi deh hahaha. Buat yang ngebaca fanfic gw dan menunggu lanjutannya. Mohon maaf banget otak gw masih buffering hehe. Fanfic gw bakalan gw pindah ke livejournal aja, tapi berhubung gw belum sempet ngurusin nih account. Gw juga belum eksplor gimana cara gunainnya jadinya belum bakalan gw share linknya haha tunggu aja ya. Will be right back with the next fanfict about Young Saeng~ or maybe about HyunSaeng XDD
Nah sekarang kita lanjut aja ya ke topik bahasan. Dulu waktu masih kecil gw pernah punya masalah dengan yang namanya komunikasi. Komunikasi yang gw maksud di sini adalah kemampuan berbicara dan menyampaikan isi hati ke orang lain. Dulu tuh gw kaya orang gagu banget, kalo ngomong kebanyakan "ng.." sama mikirnya. Iseng aja gw liat buku penghubung gw pas TK, di situ guru gw nulis katanya gw itu kurang banget kemampuan komunikasinya. Yah gw akuin itu bener banget. Sampe SD kebiasaan gagu gw masih gak berubah juga. Banyak yang bilang gw ini jutek. Sebenernya gw bukan jutek sih, cuma yah gw gak ngerti aja apa yang harus gw omongin. Kaya main pingpong aja lo gak bisa ngebalikin bola itu padahal lo sebenernya bisa cuma lo gak tau aja harus bagaimana. Yah gitu deh.
Gw pernah bilang kan? Yang paling penting untuk menumbuhkan keberanian seseorang itu adalah orang yang mau ngedengerin lo apa adanya. Kemampuan komunikasi juga muncul dari hal itu juga. Tentunya kalian lebih seneng dong kalau ngomong sama orang yang nyambung dibanding sama yang gak. Saat kalian merasa ada orang - orang yang memiliki kesamaan dengan kalian maka saat itulah kalian akan mulai berani menyuarakan isi hati kalian.
Well sebenernya itu semua hanyalah sebuah awal aja. Karena pada kenyataannya kalian pasti gak akan selalu bisa berada di lingkungan yang memiliki kesamaan dengan kalian. Yang jadi pertanyaannya adalah apakah kalian berani menghadapinya? Takut, pasti takut. Gak masalah kok kalau takut, karena gw juga ngerasa takut. Gw takut dianggap aneh karena berbeda. Takut kalau gak ada yang mau nemenin karena perbedaan itu. Takut, yah inilah perasaan gw setiap mulai tahun ajaran di SMA gw dulu. Entah permainan nasib apa, gw selalu dipisahkan dari temen - temen deket gw. Gw bukan orang yang mudah adaptasi, karena yah kemampuan komunikasi gw rendah. Masuk kelas X gak tau mau main ama siapa, gak ada yang gw kenal. Masuk kelas XI apes lagi gw, karena gw hanya sendirian lagi.
Gw gak bermaksud ansos, tapi ngeliat kerumunan orang aja rasanya gimana gitu. Hanya aja dalam perjalanan gw merhatiin kalau semakin berbeda kita diantara yang lainnya maka kita akan semakin diingat. Yah, bukan berarti gw ingin selalu diinget sih. Yang gw maksud diinget di sini adalah berkesan. Ketika gw menyadari ini entah kenapa kaya ada yang syuut gitu. Saat lo menyadari siapa lo, apa yang lo sukai, apa yang lo gak suka, saat itulah kita akan lebih mudah mengapresiasikan isi hati kita, lebih mudah berkomunikasi lah intinya.
Pada dasarnya kemampuan berkomunikasi udah ada di setiap orang aja. Cuma terkadang butuh saat yang tepat untuk memunculkan keberanian berkomunikasi itu. Buat gw keberanian itu muncul gitu aja. Yah gak gitu aja juga sih ada momen - momennya kok. Mungkin sejak hari itu kali ya hahaha. Saat momen - momen itu datang semuanya balik lagi ke kita mau lanjut atau mundur lagi. Gw juga sempet mundur lagi kok waktu itu, tapi gw ngerasa gak bisa begitu terus jadi gw mutusin maju. Inget banget gw waktu masuk SR, ditanyain apa tujuan gw masuk SR dan gw jawab aja "ingin belajar berkomunikasi". Dan yah itu emang kenyataannya. Gw emang sulit sih kalau ama orang baru, tapi masa mau temenan sama yang itu itu terus sih? Kta juga harus memperbanyak kenalan kan. Inget kan semakin banyak silaturahmi semakin panjang umur hahaha.
Cara menumbuhkan keberanian komunikasi tuh buat gw kuncinya satu: akuin siapa lo sebenernya. Keberanian akan muncul sendiri saat lo menjadi diri lo apa adanya. Jadilah diri lo apa adanya tapi jangan sampai gak ngeliat sekeliling lo. Bukan berarti munafik, kalo lo gak suka gak masalah, tapi setidaknya lo harus tahu kan apa yang terjadi di sekeliling lo. Jadi diri sendiri tuh bukan berarti ansos loh. Cara mudahnya adalah baca koran hahaha. Itu mah hobi gw kalo senggang ding. Soalnya dengan baca koran aja lo bisa memulai bahan pembicaraan loh. BIsa juga dengan mendalami apa yang lo sukai itu, kaitkanlah dengan keadaan nyata di sekeliling lo. Gw aja sering ngaitin keadaan sekeliling gw dengan komik yang baru gw baca. Oh iya XXX Holic keren loh, ngomongin soal kehidupan kita *promosi.
Apapun yang terjadi jangan sampai ansos lah. Semua manusia tuh tetep butuh kehidupan sosial mereka. Banyak kok di dunia ini yang punya kesamaan sama kita atau paling tidak yang mau nerima kita. Makanya jangan ansos duluan sebelum mencoba. Maju itu gampang kok asal lo mau mulai dengan satu langkah.
Hoho kelihatannya inspirasi buat bikin fanfic telah datang. Udah dulu ya posting kali ini takut inspirasinya ilang. Jaa ne~~
Jeng jeng gw balik lagi~~ Kemaren entah kenapa ngantuk pisan euy, jadi balik gw ga sempet ngenet. Tapi ya tidur mah tetep aja malem, entah mengapa. Yah oke lanjut, gw menemukan sesuatu yang menarik di koran Media Indonesia edisi 25 Januari 2010. Judul artikelnya tuh "Sahara Forest Project -Mengubah Padang Pasir Menjadi Oasis Hijau-". Dan gw pikir, wow~~ teknologi emang sudah sepatutnya dibuat untuk hal - hal kaya beginian nih. Woi liat tuh negara lain pengen nyiptain hutan dengan teknologi mereka, kenapa kita, Indonesia malah pengen menebang hutan dengan teknologi kita ya? Aneh deh.
Yah, berharap aja semoga mereka cepet sadar deh. Anyway, jadi teknologi yang digunakan dalam proyek ini ada dua, diantaranya adalah concentrated solar power. Dari namanya aja udah ketauan kalo teknologi ini ngegunain matahari. Wajarlah kan sahara adalah sebuah gurun jadi penggunaan energi matahari bisa dimananfaatkan sebesr - besarnya.
Teknologi ini juga memanfaatkan sumber air dari Laut Merah. Nah dengan adanya matahari dan air ini air dibuat menguap sehingga menciptakan kondisi yang lembab. Tahukan kalau tempat yang dingin dan lembab baik untuk alga? Nah setelah proses penguapan ini diadain lagi tuh penguapan yang kedua. Nah penguapan yang kedua ini bertujuan menciptakan udara yang panas dan lembap. Dari kondisi udara yang seperti ini dapat diciptakan air segar yang dapat ditampung untuk keperluan menggerakkan turbin listrik. Wow~ hebat kan? Bisa dapet hutan sekaligus sumber energi alternatif.
Padahal Indonesia juga bisa loh kalau mau. Iklim kita yang tropis juga menydiakan kelimpahan energi matahari. Ditambah dengan Jakarta yang hobi banget nyumbang karbon. Kalau kita mau bisa aja kita rubah itu semua menjadi hal - hal yang lebih bermanfaat. Yah alat seperti pohon yang bisa memanfaatkan energi matahari dan karbon jadi sumber energi alternatif.
Kalau dibilang Indonesia gak bisa sih, gw mah gak percaya. Ribuan proposal mahasiswa waktu pekan kreatif mahasiswa merupakan buktinya. Dalam teori kita kan udah jago banget masa gak mau ngelangkah jadi praktek sih? Emang gak interest? Kalau pemerintah gak, ya kita - kita aja yang bergerak, apa gunanya jadi mahasiswa coba


