Okay, pada akhirnya saya memutuskan kembali menulis dengan bahasa Indonesia kembali. Kalau lagi pusing sulit untuk menulis dalam bahasa Inggris, bukannya tidak bisa lebih ke sulit konsentrasi, pasti ada saja kata yang tertukar. Lagi-lagi di postingan kali ini saya akan menulis sebuah drama yang pernah saya tonton. Don't get me wrong, walaupun memang akhir-akhir ini saya semakin sering menulis mengenai drama yang baru saya tonton, ini bukan berarti saya leyeh-leyeh. Sebenarnya ini semua merupakan film yang pernah saya tonton, hanya saja saya belum sempat menulisnya. 
(source: google image)
Beauty or Beast (美女か野獣), merupakan drama yang tayang pada tahun 2003. Bagi sebagian orang drama ini mungkin tidak asing, karena drama ini pernah tayang di salah satu stasiun televisi swasta. Apabila dilihat sekilas dari judulnya, mungkin tidak akan terbayang tentang apa sebenarnya drama ini. Drama yang memiliki jumlah episode sebanyak 11 ini, merupakan drama yang memiliki tema jurnalistik. 

Diceritakan seorang wanita bernama Takamiya Momoko (Nanako Matsushima), seorang jurnalis yang bekerja di luar negeri, tepatnya di UNN. Kemampuannya sebagai jurnalis, atau bahkan sebagai 'News Producer' tidaklah diragukan lagi. Hal ini membuat pihak JBC merekrut dia untuk menjadi News Producer untuk acara Evening News. Rating acara tersebut yang tak membaik membuat pihak perusahaan merekrut Takamiya. Takamiya menyetujui penawaran yang ditawarkan sebagai gantinya ia diminta untuk menaikkan rating acara berita tersebut. 

Pada saat hari H kedatangan Takamiya di bandara, pihak JBC menyuruh orang untuk menjemput Takamiya. Akan tetapi, alih-alih menjemput Takamiya, mereka malah menjemput Hiromi Nagase (Fukuyama Masaharu), seorang mantan director di bagian variety show. Nagase tentunya merasa senang dengan sambutan yang diberikan, bahkan ia diberikan ruangan tersendiri. Baru kemudian crew Evening News sadar bahwa yang dijemput oleh mereka bukanlah Takamiya, melainkan Nagase, sesama bawahan seperti mereka. Diluar dugaan ternyata Nagase dan Takamiya saling mengenal. Bukan hanya itu mereka berdua ternyata merupakan mantan kekasih di masa lalu, tetapi keduanya memilih untuk merahasiakan hal ini dari yang lainnya dengan alasan profesionalitas.

Takamiya merupakan sosok yang kuat yang bekerja untuk mencapai tujuannya. Sering kali demi mencapai tujuannya ia kehilangan arah, dan Nagase lah yang menyadarkan Takmiya. hal sebaliknya pun berlaku, saat Nagase ragu maka Takamiya lah yang menyadarkannya. Bahwa tugas seorang jurnalis adalah untuk mencapaikan fakta tidak peduli siapa orang yang terlibat di dalamnya.

Dalam perjalanannya Takamiya berusaha membangkitkan kembali semangat mencari fakta para bawahannya di berita petang. Hal yang ia sadari merupakan kelemahan dari segmen berita tersebut. Sebagian dari mereka sudah mulai kehilangan semangatnya. Kedatangan Takamiya dan Nagase perlahan-lahan mengembalikan makna profesi mereka sebagai jurnalis, dan tentunya juga turut memperbaiki rating. Akan tetapi, kadang tuntutan rating dan fakta kadang tidak beriringan. Tim Berita Petang dihadapkan pilihan apakah harus mempertahankan segmen yang meningkatkan rating atau memberitakan masalah pencemaran lingkungan sebelum pabrik lain mulai dibangun. Akan tetapi, apabila mereka tetap bertahan untuk menyampaikan fakta, dan rating turun maka keberadaan Berita Petang akan ditiadakan.

Bagaimanakah strategi Takamiya menyikapi hal ini? Lalu apakah ia dan Nagase akan berbaikan?
(source: google image)
Hal lain yang merupakan puncak cerita dari drama ini sebenarnya membuat saya merasa terketuk, tapi kalau diceritakan kelihatannya tidak seru juga ya. Intinya pekerjaan jurnalistik adalah pekerjaan dengan persepsi lebih dari satu. Koin bermata dua katanya. Sebagai jurnalis kita dituntut untuk 'cover both stories', berita yang harus berimbang. Di lain pihak keberadaan jurnalis bisa dibilang baik dan buruk dalam waktu bersamaan. Semuanya tergantung perspektif.

Jujur saja, ini merupakan drama yang saya tonton waktu saya masih di bangku SMP. Salah satu drama yang menginspirasi saya untuk bergerak di bidang jurnalis. Bukan hanya drama ini sebenarnya, drama pertama yang saya tonton berjudul Anchor Woman, tapi berhubung ini merupakan drama lama, mencari video dengan resolusi bagus benar benar sulit.

Aniwei, alasan kembali mereview drama ini adalah karena walaupun ini merupakan drama lama, patut diakui bahwa ini merupakan drama yang bagus. Makna yang disampaikan juga cukup baik. Bahwa yang namanya kebenaran berhak untuk diperjuangkan. Kalau harus berbicara mengenai kelemahan, tentunya sudah sulit. Ini merupakan film lama tentunya banyak hal yang saya rasa sudah tidak cocok lagi di mata saya, tapi saat saya menonton dulu, tak ada masalah dengan ceritanya. Tapi ceritanya bisa dibilang tidak terlalu berat, buat saya. Patut disayangkan mengingat artis dan aktor yang bermain di film ini merupakan artis/ aktor yang benar-benar hebat, seperti Nanako Matsushima (GTO), dan Fukuyama Masaharu (Galileo). Klimaks dari film juga mengikuti ritme film jepang pada jaman dahulu seperti biasanya, awalnya tidak berhubungan kemudian di dua episode terakhir jadi berhubungan. Intinya konflik yang mendalam baru muncul di episode terakhir.

ジャー楽しみましょお!

Karena jurnalis ada untuk menyampaikan fakta :)
I've been thinking to write about this movie, I always forget to write this. This one also was an old drama, but I'm sure this one is an interesting movie to watch. This drama has a dark plot inside it. Although the title is Last Friends, I could say that the ending is not really bright. And some conflict you will see in this drama really hard to digest. I mean there are violence described in this drama and beside that the love story also seems complicated. But after all this drama made me addicted to watch until finish. Not only because this drama full of great actors and actresses, but also the plot is really clean. No wonder it can achieve ratting 17.7 in average (source: dramawiki). 

Many review and award given for this drama. 1st Tokyo Drama Award give this drama as best Youth Drama, and Ueno Juri Awarded as Best Actress. 12th Nikan Sports Drama Grand Prix awarded Ueno Juri as Best Actress and Ryo Nishikido as Best supporting Actor. In  57th television drama academy award it receive a lot of award there are best drama, Best Supporting actress Ueno Juri, Best Supporting Actor Ryo Nishikido, best director Kato Hiromasa, Nishisaka Mizuki, Endo Mitsutaka, best script Asano Taeko, and best theme song "Prisoner of Love" sung by Utada Hikaru. (source: dramawiki) 
(source: google image)
The plot revolved around Michiru Aida (Nagasawa Minami). Michiru Aida is just a plain normal girl who work at a salon. She has a boyfriend who works in child welfare division and planning to move to his apartment Oikawa Sosuke (Ryo Nishikido). She accidentally met with her high school Kishimoto Ruka (Ueno Juri). This reunion off course made Michiru happy. Living with the one she loved and meeting with her best friend is the best gift she had. But her boyfriend didn't seem to like Ruka. He get jealous of her. And what Michiru didn't know is her boyfriend is an overprotective type. He easily lay hand on Michiru. 

Michiru come from unhappy family, her mother usually bring man to home, in work she always bullied. She always think that if she wait someday happiness will come. She feel that she share the same feeling with Sosuke. Sosuke, despite his violence actually he just afraid to be left. The memories of past made him an overprotective person so that he didn't loose anyone, but what he has done made Michiru suffers.

With Machiko being abused, Haruka get mad at Michiru's boyfriend. She asked her to move out to her dorm, a mixed dorm. But Michiru is to naive, she still think that her boyfriend will change. But she wrong, her boyfriend didn't permit her to work again although becoming a beautician is her dream. He didn't even permit Michiru to hang out with Ruka. Seeing bruise all over Ruka, Mizushima Takeru (Eita), Takigawa Eri (Mizukawa Asami), and Ogura Tomohiko (Yamazaki Shigenori) who were in dorm can't stand it. And trying to protect Michiru.

Looking how care Ruka to her friend, Takeru grow a feeling to her. And Ruka seem to enjoy herself around Takeru too. Like the others Takeru has a guilt of the past that made him afraid of the opposite gender. But being with Ruka seems didn't affect him. He didn't know that Ruka hide some secret with her. A secret that her parents didn't even know. A secret that made Sosuke who realized it, get jealous of her.

Eri was a stewardess and Ogura was a pilot. Eri who hasn't a man meet with Ogura who is his work colleague. Ogura is a pilot who has a family problem. Being betrayed by his wife that has an affair he decided to move out to dorm. Ogura and Eri shared a feeling too, although they seems love each other Ogura didn't have a courage to divorced his wife.

As the stories goes on, finally Michiru decided to break up with Sousuke, and leave with the others. But the happiness didn't last long. Sosuke always stalk Michiru. To protect her, Takeru decided to accompany Michiru. And Michiru fall in love with him, without knowing that Takeru love her friends, Ruka. He accidentally met Sousuke and said to him that she already has someone to love. This made Sosuke jealous. Sosuke beat up Takeru in his way home. This made Takeru's hand injured and made him can't work. Though that time Takeru finally receive a bigger job as a makeup artist that was his dream. Michiru think it is her fault and decided to go back to Sosuke.

In the end, how will Machiko and Sosuke relationship will go? Will Ruka able to receive the feeling of Takeru? And what secret did Ruka hide? And will Ogura decided to divorced his wife and leave with Eri?


(all image source: google image)
This one is a heavy drama. Ryo Nishikido who play as Oikawa Sosuke, really did a great job! He has a feel like psychopath in this movie. I always respect him as a member in Kanjani8, but this drama make me respect him as an actor also. You will know when you watch this movie that he was over load with charisma. And because of his role in this drama he got awarded as best supporting.

Another great act was coming from Ueno Juri. Well, she is out of the question about how she act. Since I watch her performance in Nodame Cantabile, I began to admire her. I really can't wait to see her new drama with TOP 'big bang'. I want to see her ability to act with other language.

Although I can't describe all of the actor and actress, everyone really did a good job too. Eita and Mizukawa Asami is admirable as usual~~ Unfortunately they didn't play as a couple again in this drama like in Nodame. Well I admire them since Nodame Cantabile too, while they playing with Ueno Juri. Eita also was one of my favorite actor. He always play many different character.

If I must talk objectively than I will say this is a really good drama. The only weakness I see is some of stories seems didn't described well. Yah I mean the stories about Takeru past. I know what it is, but I felt it isn't too detailed.

After all, if you want to watch a romance genre but too tired to watch an usual love genre that this drama can be the solution. Although it's about romance the plot will still ask you to think about this drama. Especially about violence that seems happened to children.

Jaa, happy watching~~ :)
Well, this is not new drama actually. I just seen it recently, actually finished it in one minute ago hahaha. And again I will write about this drama in English. Recently it become a habit of mine to write a post in English, I also do the same in my other account. Since English is not my native language, I'm sure there will be many incorrect grammar and spelling, like I always do. So sorry about that.

Jaa, in the first place I didn't plan to watch this drama. I already have to go to work, beside that there are a lot of dramas and movies that already listed in my waiting list. And yah, Ryuhei Maruyama (Kanjani8) brought me to watch this. To be the truth, I am not a fanatic fan of movie or drama that stared JE's idol in it. No offense. I just have my own favorite actress and actor. I prefer seeing some them on stage rather than in drama or movie. Well, although I admit that some of them really did great in their drama/ movie. Especially Ikuta Toma, haha he is basically actor after all, no wonder his act made me fall in love in the first sight. But well, for this drama I admit Maruyama-san really fit with the character *grin. I almost laugh for all of the episode.

Back to the topic, Boys On The Run is a drama that was adopted from manga that had the same title. Actually it had the movie version, but for this post I will talk about drama version that was aired in tv asahi in 2012. It has 9 episode, it's not that long to watch~

The story developed around a man named Tanishi Toshiyuki (Maruyama Ryuhei), despite his age in 27, he still didn't accomplished anything. Living without goal, and he even still a virgin (apparently in Japan it is a rare thing). He worked in a small capsule toy company. In that place he met Uemura Chiharu (Akina Minami) whom made him completely fall in love with. But he didn't have courage to confess to her. And he didn't even try. He really into por* video and s** call (sorry to censored this, I just didn't want my blog pop up because of a 'strange' keyword). He successfully asked a girl to go to l*ve hotel, but instead a beautiful and sexy woman, he get a scary woman. He got dragged to a room, but he didn't get energized at all. The woman ask him to leave, and of course Tanishi really happy about that. Seeing his expression changed from not happy to happy, the woman got upset and punch him. And off course Tanishi was chased by that woman. He accidentally drop his wallet, and a woman named Hana Ooiwa (Airi Taira) took it. She wanted to give it back to Tanishi so she chased after him, but Tanishi too scared to even look who was chased after him. He throw tantrum, reflex Hana punch him and Tanishi blacked out.

The next day, miracle happened Uemura suddenly talk to him. He even can go for a date with her. But things didn't go as smooth as he planned. Because of his cowardly character, he almost sacrifice Uemura to a gangster, luckily Hana who was really good at boxing was around that place, than she save Uemura. But after all of this accident Uemura still hooked to Tanishi, and they eventually kissed. 

In work, Tanishi was work in a small company which didn't have fighting spirit. They have a company rival called Mammoth. When Tanishi deliver the toy to the sop, he met one of worker that work in Mammoth, Aoyama Takahiro (Takumi Saito). And they became friend. Because of his naive and innocent character he always talked to Aoyama about everything, especially about his relationship with Uemura. In a mean time he also be friend with Shiho (Eriko Sato) Uemura's next door neighbor who always cheer up for him. 

Will Tanishi able to going out with Uemura? Or maybe there will another twist in the end? 

And well, that's the spoiler. I prepared the story longer than this, but if I do so then I will tell half of the story. Just enjoy it by yourself~

The main point of this story is about a man who still acted like a boy. He always running away every time he face a trouble. He didn't even try to sacrifice something in order to protect something important to him. He always run every time he in pinch. But, although that, he really has a kind heart. He always give his best to make other happy. In my own stand point, this drama is really worth to watch. It's true that the genre is comedy, but it doesn't mean this drama has lost its meaning. It teach us how to not running away in life because once you running away you will keep running away in your whole life. And without you noticed you will become a person who lost the meaning of life, the meaning of dream. Of course someday you will fail, but it doesn't mean your efforts is a waste. If you keep going on and don't run away, someday you will find your own way. And in that journey, it's important to be honest and kind to others. Although they maybe hurt you in past, becoming a forgiving is better than a spiteful person. So that even if you fail, you will be still winning.

This drama really got me. I almost run. I don't know if this is a good choice, but like Shakespeare said there's nothing good or bad, but thinking makes it so.

Well let's enjoy the drama~~
Well, seems like I will do my old habit again. Actually I'm a bit confused about what to write. After some searching i think I will write about one of my favorite singer group, maybe you could say boyband, but well this group has its own uniqueness that make them different that others (maybe, I am too biased, well yeah I am). It can't be said as biography or discography, it just some brief summary, like flash news maybe haha. Well, I just want to tell you about my favorite singer *grin.

It's not a new group actually. It's one of Johnny's Entertainment idol, Kanjani8 (関ジャニ∞) or you can read it kanjani eito, with 8 character was written as infinity. The group was formed in 2002, but debuted two years later. This group consisted of 8 members, that is Ryo Nishikido, Subaru Shibutani, Yasuda Shota, Ryuhei Maruyama, Shingo Murakami, Yuu Yokoyama, Hiroki Uchi, and Tadayoshi Ohkura. It was a group that formed from Kansai Juniors in Johnny's Entertainment. 

Before we moved, Kansai (関西-地方) is a name of region in Japan. Kansai region include perfecture of Mie, Nara, Wakayama, Kyoto, Osaka, Hyougo, and Shiga. It also be said that Fukui, Tokoshima, and Tottori also included as Kansai Region. As a group that formed in Kansai, this group bring a cheerful, happy, easy going image, like people in Kansai.  

Before it debuted, this group was consisted of 7 people, later on Ohkura tadayoshi joined them. He was joined because Yasuda and Maruyama asked the agency for it. The reason was because Ohkura has a good rhythm when playing a drum. A drum? Isn't it a boyband? Yup, this is one of their uniqueness. Each of them could play music instrument, except Yuu Yokoyama. Ryo, Uchi, Subaru, Yasuda could play guitar, which Yasuda was the lead guitarist of the band. Maruyama can play bass, Ohkura can play drum, and Murakami can play keyboard. Later on, in their newest video Yuu usually will play percussion.

In 2003, Nishikido and Uchi also joined in boyband named NEWS (along with Taka from One Ok Rock at first), although they still active in Kanjani8. A year later their CD debuted was released, with single titled Naniwa Iroha Bushi, but none of them aware of this. They knew it when they see it in newspaper. This single has an enka genre (Japanese traditional music) with rap in it. Although it only released in Kansai and has a minim promotion, this single got 1 place in enka oricon chart, and 8 place in oricon chart. After that, they also released their second single titled Osaka Rainy Blues. Despites, their increasing popularity, in 2005 Uchi was arrested due to drinking under age. After that Uchi status was declared hiatus, but later on the agency stated that Uchi was dismissed from the group and will focused on acting. 

The things that I really admired of them, is despite their age. I mean they already debuted for almost 11 years. They still consistent bring their image a cheerful and positive. They also has their own character as Eito Ranger which every of them has their own color image. Yokoyama is black, Subaru is red, Murakami is purple, Maruyama is orange, Nishido is yellow, Yasuda is blue, and Ohkura is green. And they has their own film for this, Eito Ranger, and Eito Ranger 2. They also played along crayon shinchan (an anime character) in thei music video named T.W.L.

Although, they usually has a comical appearance, especially in their music video. They seems like to formulate new things. In their music video called Fight For The Eight, you can see the other side of them. Well, yah in some part of video I still can see their humor. I laughed when Maruyama was taking photo of a girl and get punched. But, still this video give me a shock, it really what can I say, unique. They seem walk out from their comfort zone, but the result is really good. Thumbs up for them. In other video like Tsubusa ni Koi, Ai deshita, etc they show off their band skill. Each member did really best handling their own music instrument. Personally, (because I like people who play bass) I think Maruyama is really cool whem he play bass. Well, seeing him serious is really rare actually. Yasuda also did a great job as lead guitaris, especially when you see him in Fight For The Eight. And yeah it's really personally, i don't ask you to agree with me, but somehow Yasuda has a resemblance of Taemin Shinee. I think I fangirling too much zzz.

After all, this group is really a great. I started being fans in 2006, and still do now. Yeah I just don't get bored of them. First I see them as a group that sang a modification of Japanese traditional music, then I see them as a group full of humor, later I see them as a band. How could you get bored from that? Hahahaha.

Looking for a comedic group with super sentai pose?
(image source: google)
or looking for a band?
(image source: google)
or maybe just looking for a bad guy image boyband?
(image source: google)
Curious? Well, let's just see them :)
Cover buku rumah tangga (sumber: fahdpahdepie.com)
Setelah buku terakhirnya yang berjudul Tak Sempurna (2013), Fahd Pahdepie atau yang lebih dikenal dengan nama pena Fahd Djibran kembali meluncurkan sebuah buku barunya, Rumah Tangga (2015). Berbeda dengan buku-bukunya yang lain, fokus utama buku ini adalah mengenai kisah kehidupan rumah tangga Fahd Pahdepie bersama istrinya Rizqa Fitriani Abidin. Sebuah kisah mengenai kehidupan berumah tangga dari pasangan suami istri dari kalangan masyarakat biasa.

Pada buku ini Fahd Pahdepie mengemas kisah-kisahnya secara sederhana selayaknya pasangan suami isri lain yang mengalami naik turun kehidupan rumah tangga. Dan memang itulah tujuan Fahd menulis buku ini, untuk menyajikan bagaimana kehidupan rumah tangga dari sudut pandang keluarga yang biasa saja, bukan artis, bukan pejabat, ataupun konglomerat.

Buku ini mendapat sambutan luar biasa dari para pembaca setianya. Pre order tahap satu dan dua yang berhadiah postcard dan qoute card habis dengan cepat. Begitu pun pre order tahap dua yang juga mendapat sambutan yang baik dan menjadi salah satu novel best seller di media online. Cetakan pertama buku ini bahkan habis sebelum buku ini dijual di toko-toko buku. Padahal buku ini baru akan memasuki toko buku pada 15 Juli mendatang. Bagi yang tidak sabar atau takut kehabisan, tenang saja ada toko buku online yang sudah menyediakannya.

Seperti biasa dalam menyajikan ceritannya Fahd menampilkan dalam cuplikan-cuplikan cerita. Buku yang memiliki tebal 286 halaman ini sangat layak dinikmati mungkin bagi kalian yang ingin menumbuhkan kembali rasa-rasa yang muncul dalam berumah tangga. Atau bagi kalian yang belum berumah tangga (termasuk saya hahaha) buku ini sangat menyenangkan untuk dinikmati. Apalagi gaya bahasa Fahd yang mampu menarik pembacanya kedalam tulisan-tulisannya.

Bagi yang mengikuti facebook maupun tumblr Fahd mungkin sudah sering melihat penulis satu ini mem-post foto maupun tulisan mengenai keluarganya. Respon yang didapat pun sangat baik. Bahkan beberapa mengatakan bahwa kisah Fahd sangat romantis, tapi seperti selayaknya keluarga pada umumnya ternyata Fahd juga memiliki naik turun kehidupan. Siapa sangka bahwa pada awal kehidupan berumah tangga, Fahd hidup dengan sangat sederhana. Siapa juga yang sangka bahwa Fahd mengalami pertentangan saat akan menikah. Tapi, justru itulah yang sepertinya ingin disampaikan oleh penulis pada buku ini. Tulisan yang secara jujur mengenai sebuah kehidupan rumah tangga yang tidak muluk-muluk. Dan tentunya mengajak pembaca untuk sama-sama belajar.

Tuhan Yang Maha Mengatur Sesuatu,
kami tak sanggup membaca peta waktu-Mu, menduga miliaran kemungkinan dalam irama takdir-Mu. Bahkan, menghafal peristiwa dari satu tanggal dalam kalender saja pun kami tak mampu. Milik-Mu lah segala perhitungan, rahasia yang selalu memesona. Kami tahu, kami tak diberi kuasa untuk memilih dan menentukan masa depan, kecuali memutuskan apa yang ingin kami perbuat hari ini -yang sering kami lakukan secara sembarangan dan keliru. Maka bimbinglah, percikanlah cahaya-Mu pada mata kesadaran kami yang buta. Bentangkanlah jalan rahmat dan kasih bagi langkah-langkah yang akan kami pilih. Jadikanlah kami hamba yang bersyukur dan bersabar dalam menghadapi segala kemungkinan takdir-Mu. Kalau boleh kami meminta, tumbuhkanlah sayap di punggung kami -lalu berilah kami kemampuan untuk terbang melampaui segala hal yang menyulitkan, segala hal yang memberatkan.
Tulisan di atas merupakan salah satu kutipan yang ada dalam buku ini. Kutipan ini menurut saya cukup general, bahkan tidak hanya terkait dengan aspek rumah tangga. Pertama kali baca tulisan ini, saya harus akui saya merasa tergerak. Ya kita manusia tak tahu masa depan. Nah, dengan segala kealpaan bukankah lebih baik kita mengerjakan yang sebaik-baiknya saat ini?

Well, buat yang mau mengisi waktu liburan buku ini sangat menyenangkan untuk dibaca. Dan lagi-lagi tulisan Fahd yang sederhana mampu memukau saya sebagai pembaca. 

Bagi kalian yang sudah berumah tangga, buku ini mungkin bisa membangkitkan kenangan tentang rasa di awal rumah tangga yang mulai terlupakan.

Bagi kalian yang akan berumah tangga, buku ini mengingatkan bahwa berumah tangga adalah sebuah tanggung jawab, tidak selalu indah, tapi merupakan hal yang patut disyukuri

Dan, bagi kalian yang berlum berumah tangga atau bahkan masih belum memikirkan ke arah sana, buku ini dapat dijadikan pelajaran dalam hidup bahwa masa depan siapa yang tahu.

Grab it fast and Happy Reading! Selamat berpuasa :) 

Good night dear bloggers!

Setelah sekian lama hibernasi saya kembali lagi di blog ini, maklum pengangguran jadi banyak acara kan. Sebelum mulai ke topik hari ini, saya ingin mengucapkan selamat berpuasa~! Meskipun puasa baru akan dilakukan lusa, tapi semangat puasa udah ada nih kelihatannya. Bahkan undangan buka puasa pun sudah mulai berdatangan. Hahaha.

Pada topik kali ini saya merasa seidikit penasaran tentang "Variety Show". Apa sebenarnya variety show itu? Variety show sebenarnya merupakan hal yang tidak asing bagi kita, kebanyakan acara variety show di Indonesia berupa acara musik seperti Indonesia Idol, Rising Star, dll. Akan tetapi, ternyata variety show tidak hanya sebatas acara musik belaka. Belakangan semakin pesatnya informasi dari dunia maya, banyak kaula muda yang semakin menggandrungi acara variety show dari negara ginseng Korea Selatan. Hal ini wajar saja, karena variety show di korea selatan tidak hanya sekedar menyajikan acara yang berbau musik, tetapi juga memadukan acara-acara yang menghibur talk show, games, pengetahuan, life style, musik, dan komedi. Bahkan variety show di negara tersebut juga berhasil menghadirkan genre yang serius seperti detektif, permainan logika dan psikologi.

Sebutlah saja Running Man, salah satu acara yang memiliki episode hampir 1/4 abad. Acara ini sangat populer, hingga pada beberapa tahun lalu seluruh anggotanya sempat mengunjungi negara kita melalui pertandingan sepak bola. Variety show Running Man secara garis besar cenderung kepada games yang bersifat menghibur, bersama dengan 1N2D, dan Real Men ketiganya mendominasi acara variety show di hari minggu. Ketiga acara ini terasa ringan dan sangat menyenangkan dinikmati, apalagi bagi yang ingin memiliki hiburan. Ada lagi We Got Married dan The Romantic and Idol kedua acara ini mengusung tema dating simulation. Yup, acaranya berupa kencan virtual antara artis. Bagi yang tidak tertarik dengan acara-acara ringan maupun romantis, tentunya tak usah khawatir. Ada pula variety show yang membuat anda ikut berpikir saat menontonnya. Acara tersebut adalah The Genius dan Crime Scene. Kalau disebutkan tentunya masih banyak deret panjang variety show negara ginseng yang seru dan sangat menyenangkan untuk ditonton, tapi untuk kali ini saya lebih tertarik menceritakan mengenai dua variety show yang terakhir saya sebutkan.

Bosan dengan variety show yang cendrung menghibur dan bersifat komedi. Saya tertarik denga dua judul acara The Genius, dan Crime Scene yang merupakan acara yang benar-benar menarik untuk diikuti setiap minggunya. 

Bagi kalian yang pernah menonton film Liar Game salah satu drama Jepang yang diadopsi dari manga berjudul sama, (drama ini juga telah dibuat versi koreanya dengan judul yang sama) pastinya kalian tidak akan asing melihat setting dari acara The Genius. Acara ini memang acara yang terinspirasi dari film tersebut. Sekilas tentang Liar Game. Liar Game adalah sebuah acara underground yang dimotori oleh orang-orang terkenal untuk gambling tentang siapa yang akan jadi pemenang acara tersebut. Pada permainan ini cara apapun dihalalkan, bahkan kegiatan menipu dan berhianat adalah hal biasa. Kejahatan macam apapun yang dilakukan untuk memenangkan pertandingan adalah sah di mata hukum, artinya ia tidak akan mendapat hukuman legal apapun. 

The Genius mengadopsi setting permainan ini, tetapi tentunya lebih halus. Permainannya berupa permainan psikologis, dan peluang kemenangan. Bagaimana suatu pemain dapat memainkan perannya dan juga dapat mempengaruhi orang di sekitarnya adalah salah satu poin utama untuk mendapat kemenangan. Meskipun tidak semenyeramkan Liar Game, tapi permainan The Genius terbukti memeras otak. Aturan mainnya kadang-kadang rumit. Tak jarang terdapat plot twist yang dilakukan oleh para pemainnya. Bekerja sama dan berkhianat adalah hal yang membuat acara ini menjadi menarik. Bisa dibilang siapa yang memenangkan psychology war dalam setiap permainan maka dialah pemenangnya. Tema yang jarang diusung oleh sebuah variety show, tetapi sambutannya yang cukup baik membuat acara ini mampu bertahan hingga season 3.

Acara lain yang cukup memeras otak adalah Crime Scene. Sama seperti judulnya acara ini lebih mengarah kepada serial murderer case atau serial pembunuhan. Sejauh ini sudah terdapat dua season untuk acara ini, dan kedua seasonnya tidak mengecewakan untuk ditonton. Bagaimana cara sang PD dan tim mengatur setting lokasi pembunungan. meletakkan bukti serta furniture-furniture yang ada sungguh mengagumkan. Bukan hanya itu, character plot nya juga bagus. 

Pada acara ini kita diajak untuk mencari pelaku kejahatan dari suatu kasus. Para cast akan dibagi ke dalam beberapa peran yang merupakan orang-orang yang diduga pelaku kejahatan pada case tersebut. Nantinya para pemain akan mengumpulkan barang bukti, diantara semua barang bukti tersebut ada yang merupakan barang bukti sebenarnya dan ada pula yang hanya merupakan barang bukti untuk mengecoh. Karena pemilihan pelaku bersifat voting oleh para pemain, maka semua pemain harus membagi informasi yang ditemui agar pelaku yang sebenarnya tertangkap. Yang membuat acara ini menarik adalah kita sebagai penonton dapat turut serta mem-voting siapa pelaku kejahatannya dan tentunya yang menebak dengan benar akan mendapatkan hadiah. 

Kedua acar tersebut memang menarik dan berbeda dari biasanya. Bukan hanya karena plot yang menyenangkan untuk dinikmati, tetapi kita juga dapat menikmati kreativitas dari tim yang membuat acara tersebut. Inilah faktor yang mebuat saya selalu berhasil berdecak kagum pada tiap episodenya. Well, semoga dunia televisi negara kita bisa membuat acara yang melampaui acara-acara ini ya.