In a world where we can't even say the word in our mind, POISON
I want to live without deceiving myself
Takashi Sorimachi - Poison

Great Teacher Onizuka merupakan drama jepang yang cukup lama. Film ini ditayangkan pada tahun 1998 dan pernah ditayangkan di salah satu film swasta di negara kita. Film ini memang film yang cukup lama, tapi bagi siapapun yang menonton pasti meninggalkan kesan di hati. Apalagi buat kalian yang mengeluh karena bosan film yang ditayangkan bernuansa romantis semua. Yah bagaimana tidak film ini memang banyak mengajarkan berbagai hal mengenai hidup. Saya sendiri banyak terkesan dengan film ini. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk menonton ulang (lagi dan lagi) film ini. Alasan kenapa saya belum menulis review mengenai film ini adalah karena film ini terlalu bagus, dan saya jadi bingung mau nulis dari mana. Daripada berlama-lama lebih baik kita langsung aja cerita soal film nya ya.
source: google
Great Teacher Onizuka merupakan drama yang diangkat dari manga atau komik yang berjudul sama. Secara garis besar drama ini terdiri dari 11 episode dan 1 episode spesial serta 1 drama movie. Buat kalian penyuka drama Jepang mungkin tema cerita GTO ini memang cukup lumrah. Cerita seorang guru yang berkorban membantu muridnya untuk menjalani hidup. Mungkin yang agak berbeda adalah komedi yang disajikan dari drama ini. Onizuka Eikichi (Takashi Sorimachi) adalah seorang pengangguran yang merupakan mantan anggota geng motor. Meski demikian ia bercita-cita menjadi seorang guru. Melalu temannya Saejima (Naohito Fujiki) ia mengetahui bahwa Seirin Academy membutuhkan guru baru. Ia pun lantas mendaftar di sana. Tentunya pihak sekolah merasa curiga dengan Onizuka. Penampilannya yang berantakan, terlebih dengan nilai yang pas-pasan dan berasal dari universitas tanpa nama tentunya mengundang pertanyaan bagi pihak sekolah. Saat sedang wawancara beberapa murid berbuat onar dan menyerang kepala sekolah. Sang kepala sekolah, Uchiyamada meminta Onizuka untuk melindunginya berhubung ia jago karate. Onizuka melihat ini sebagai kesempatan emas dan memutuskan untuk memasng badan untuk kepala sekolah agar ia diterima. Merasa di atas angin Uchiyamada memaki murid tersebut dan menyebutnya, "sampah". Mendengar ini Onizuka lantas malah berbalik memarahi kepala sekolah. Ia berkata "Tidak sepatutnya seorang guru menyebut muridnya sampah". Ia pun pergi berlalu setelahnya.

Onizuka tahu itu akan membuat kepala sekolah membenci nya. Ia yakin ia tak akan diterima. Merasa gundah ia malah bertemu dengan anak SMA yang memalaknya. Dengan mood jelek tentunya Onizuka malah balik memalak mereka. Sesampainya di apartemen ia mengeluh ke Saejima, tetapi justru Saejima mengabarkan bahwa Direktur Seirin mencarinya, apabila ia masih ingin menjadi guru ia diminta datang hari itu. Jam menunjukkan hampir tengah malam. Beruntung sang direktur masih berada di sana. Dan dengan itu resmi lah ia menjadi guru di Seirin Academy.

Perjuangan Onizuka tidak sampai situ, Uchiyamada yang masih merasa kesal tentunya menentang hal ini. Direktur meyakinkan bahwa Onizuka akan ditempatkan menjadi wali kelas 2-4. Kelas yang selalu berhasil membuat wali kelas mereka kabur. Dan di sini lah kisah Onizuka di mulai. 

Secara garis besar drama ini menceritakan bagaimana Onizuka meyakinkan murid-muridnya untuk menjalani hidup. Dalam drama ini ia selalu dibantu oleh rekan kerja nya Fuyutsuki Azusa (Nanako Matsushima), yang belakangan mereka justru menikah di dunia nyata. Satu persatu murid akhirnya percaya terhadap Onizuka, tentunya. Karena ending film tidak mungkin sedih bukan? Tapi dalam setiap cerita Onizuka meyakinkan murid-muridnya benar-benar berkesan, bukan cuma muridnya Onizuka juga berhasil mengubah pandangan rekan-rekan kerja nya dalam menanggapi tugasnya sebagai seorang guru.

Dalam film ini kita diajak untuk melihat apa itu pendidikan yang sebenarnya, agak sedikit membesar-besarkan sebenarnya, tapi kita diajak untuk membuka mata akan hidup. Diajarkan untuk bermimpi dan mewujudkannya, diajarkan untuk menghargai apa yang kita punya saat ini, menghargai diri sendiri, dan tentunya bagaimana kita diajarkan utuk menjadi orang dewasa. Salah satu episode yang menarik adalah bagaimana Onizuka mengajarkan yang namanya korupsi memang dilakukan orang dewasa dan betapa kita generasi muda membencinya, tapi jika kita membuka mata bukan berarti kita tidak pernah melakukan kesalahan yang sama. Jika kita tidak menghadapi nya dan mengakui kesalahan kita dan akhirnya merasa nyaman dengan kesalahan itu, kelak kita akan menjadi pribadi yang sama dengan mereka.

Akhirnya gw malah curhat. Yah gimana dong, ini film bener-bener berkesan. And make my childhood worth to be remembered. Film ini terbukti berhasil nge-brainwashed gw. Buat gw sampai sekarang seorang guru dan dosen adalah oarang-orang hebat yang berkorban banyak. Saking suksesnya ini film nyuci otak gw, gw bahkan bercita-cita jadi guru. Anehnya biarpun ini film udah gw ulang berkali-kali hingga saat ini, gw berhasil nangis tiap nonton episode-episode nya. Sedihhhhh.

Sebenernya ini film sudah dibuat remake nya di tahun 2012 dan tahun 2014. Filmnya juga bagus, tapi mungkin karena ini versi pertama yang gw tonton gw jadi susah pindah ke lain hati. Gw terlanjur jatuh hati sama Onizuka yang diperankan oleh Takashi Sorimachi. Tapi berhubung drama 1998 banyak mengalami penyesuaian dan buat kalian yang lebih prefer versi mendekati komiknya mungkin akan lebih tertarik remake nya. Karena remake nya memang hampir mendekati komiknya dari segi ekspresi juga dan itulah yang membuat versi remake nya bernilai positif, gw suka ekspresi onizuka di sini hahahaha. Buat kalian yang sudah membaca komiknya dan merasa terlalu keras dan vulgar, tenang saja buat drama tahun 1998 sudah banyak diperhalus dan cukup nyaman dinikmati semua anggota keluarga. Komedi nya juga ringan dan menyenangkan. Yah, takashi sorimachi memang ganteng. Bahkan gw dulu sampai bikin pin muka Takashi Sorimachi loh saking terkesima nya sama aktingnya jadi Onizuka ahahahaha *dilemparsandal. Poster Takenouchi Yutaka di kamar nya Fuyutsuki-sensei juga ganteng hahahaha *salah fokus.
Jadi siapa yang mau diajar sama guru bersenyum tengil ini? *ngacungtangan hahaha
Aniwei, drama ini sangat layak ditonton. Apalagi yang gak suka drama mainstream dengan genre romance berlebihan. Hahaha.

Happy sunday, and happy watching :)
Genome Hazard yang dalam katakana ditulis ゲノムハザード atau mumyeongin (무명인) yang berarti tanpa nama dalam korea. Merupakan film Jepang-Korea yang dirilis pada tahun 2014. Film yang di direktori oleh Kim Sung-Su merupakan film adapatasi dari novel yang ditulis oleh Shiro Tsukasaki. Yup, film ini mengambil seting di dua negara yaitu Jepang dan Korea. Pemeran utama film ini siapa lagi kalau bukan Nishijima Hidetoshi. Dalam film ini Nishijima-san beradu akting dengan beberapa aktor dan aktris korea, salah satunya adalah lawan mainnya Kim Hyo Jin. Ini bukanlah yang pertama kalinya Nishijima-san beradu akting dengan aktris negara ginseng, dalam drama lain di tahun 2011 Nishijima-san juga beradu akting dengan Kim Tae Hee dalam drama berjudul Boku To Star 99 Nichi. But, for now let's skip that.

Kali ini saya akan bercerita mungkin lebih tepatnya mengenai film yang berjudul Genome Hazard. Film ini merupakan film sci-fi menurut saya. Walaupun ada juga yang bilang bahwa ini merupakan thriller medical.  Nah sebelum membahas lebih lanjut sebaiknay kita lihat dulu trailer dari film ini.

credit: Lotte Entertainment (International) @Youtube  


Ishigami Taketo (Nishijima Hidetoshi) merupakan seorang seniman yang bekerja di sebuah perusahaan desain. Kisah dibuka dengan pemandangan sebuah tamand an seorang pria berbaju compang-camping berjalan terseok-seok sembari memegang sebuah buket bunga. Kisah berlanjut ke hari sebelumnya seorang pegawai membawakan hadiah yang merupakan hadiah ulang tahun Ishigami dari sang Istri sebuah hadiah yang diselipi kartu ucapan dalam bahasa korea yang anehnya dapat dimengerti oleh Ishigami. Mendapatkan hadiah dari sang istri membuat Ishigami bergegas pulang dari kantornya. Setibanya di apartemennya ia mendapati lilin dengan susunan unik di tengah ruangan.

Dengan hati bahagia ia menyalakan lilin tersebut satu persatu sambil mencari istrinya, tapi sang istri tak muncul. Ia mendapati sang istri tergeletak di bawah lukisan yang ia buat. Melihat darah sang istri ia pun panik. Telepon berdering, Ishigami mengangkat telepon tersebut yang ternyata dari sang istri yang mengatakan ia tak akan pulang dan menginap di rumah orang tuanya. Masih tak tau apa yang terjadi ia bingung karena mayat istrinya masih berada di depan matanya sementara 'istrinya' di saat yang sama meneleponnya. Ketukan di pintu apartemennya membuat Ishigami membuka pintu, tamunya ternyata adalah pria berbaju hitam yang mengaku polisi. Pria-pria tersebut memaksa masuk, tetapi saat mereka masuk mayat sang istri sudah tak ditemukan. Dengan alasan mencurigakan pria tersebut membawa paksa Ishigami pergi.

Di tengah jalan Ishigami berhasil kabur dan bertemu dengan Kang Ji Won (Kim Hyo Jin). Kang Ji Won adalah seorang polisi korea yang tengah menyelidiki kasus, tetapi klien yang melaporkan kejadian tersebut tidak dapat dihubungi. Binggung karena tidak tahu apa yang terjadi pada Ishigami dan merasa kasihan Ji Won membawa Ishigami pergi, tetapi ternyata keberadaan mereka berhasil dilacak pria berbaju hitam. Ishigami kabur sendiri membawa mobil Ji Won, padahal ia mengaku tak bisa membawa mobil. Berhasil kabur Ishigami menuju sebuh lab mengambil zat kimia yang entah mengapa ia tahu fungsinya dan mengambilnya untuk mengobati lukanya.

Ia kembali bertemu dengan Ji Won. Dengan tingkahnya yang mencurigakan ia mulai merasa aneh dengan Ishigami. Ishigami pun mulai melupakan hal-hal yang berkaitan dengan dirinya. Bahkan baik teman maupun rumah orang tua istrinya ternyata tidak nyata. Kian hari ia semakin tidak mengetahui siapa dirinya.

Merasa semakin terasing dengan dirinya sendiri ia dan Kang Ji Won berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Dalam perjalanan ia menemukan seorang pria bernama Oh Ji Woo merupakan ahli kimia yang berasal dari korea, yang ternyata pria terebut merupakan alasan pria berbaju hitam itu mengejarnya.

Apa yang terjadi pada Ishigami? Siapakah Oh Ji Woo?

Secara garis besar ini film sangat menyenangkan untuk ditonton walaupun di sana sini banyak yang mengganjal. Tapi melihat Nishijima Hidetoshi ngomong pake bahasa Korea dan tentunya action dia di film ini bikin saya makin kagum sama om ganteng ini. Apalagi pas adegan balapan di jalanan korea itu loh aduh jadi greget saya hahaha.
(sumber: google image)
Jadi menarik bukan untuk disaksikan? Hahaha

"Rimba raya maha indah cantik molek perkasa~"
Mars Rimbawan

Alam merupakan anugerah yang paling nyata yang diberikan Tuhan. Dan hutan merupakan salah satu anugerah yang paling nyata itu. Pernahkah kalian membayangkan berada di tengah hamparan hijau, sepanjang mata yang kalian lihat adalah hijau pepohonan dan langit biru yang mengintip diantara tajuk pepohonan yang tinggi menjulang ke langit. Bagi kalian para rimbawan pemandangan ini tentunya bukanlah hal yang asing. Berada terasing di lingkungan yang tidak kalian kenal. Setiap pagi suara mamalia dan burung bersahut-sahutan membangunkan kalian. Kekeluargaan yang dapat kalian rasakan saat berada jauh dari 'peradaban'. Masuk ke hutan berbekal gps melakukan survei untuk melakukan penebangan. Suara chainsaw bersaut-sautan diiringi suara pohon jatuh setelahnya. Tak jarang ada satu atau dua lintah menempel menghisap darah kalian. Ya kalian para rimbawan pernah merasakannya. 

Wood Job! Kamusari Nana Nichijo. Film ini merupakan film tahun 2014, sebuah film yang layak ditonton bagi kalian para rimbawan ataupun bagi kalian yang suka mendaki gunung. Tidak ada salahnya bukan kalian pecinta alam melihat sisi lain dari hutan yang sering kalian lalui itu? Film ini merupakan salaha satu film yang layak ditonton karena bukan hanya memberikan pengetahuan tetapi juga membuat kita bersyukur atas apa yang kita punya.

Sejak melihat trailer nya di awal tahun 2014 tepat sebelum saya melaksanakan PKL di hutan Kalimantan, saya sudah memasukkan film ini sebagai film yang wajib untuk ditonton. Walaupun sekilas, saya melihat pemandangan akrab yang biasa mengisi hari-hari saya sebagai rimbawan. Nah sebelum kita lanjut membahas film apa ini sebaiknya kita lihat dulu trailer film ini walaupun tidak ada subtitle nya sih hehe, 楽しみましょう~!

credit: 東宝MOVIEチャンネル @youtube 


Kisah ini menceritakan mengenai seorang anak SMA Yuki Hirano (Shota Sometani) yang bisa dibilang merupakan bocah urakan dan cuek. Di antara teman-temannya hanya dirinya lah yang gagal masuk universitas. Tidak hanya itu, ia bahkan dicampakkan oleh pacarnya. Ditengah kebingungan ia melihat selebaran yang menawarkan macam-macam training. Perhatiannya tertuju pada selebaran Forest Training "Come Work With Us". Ia memilih selebaran itu bukan karena tertarik pada kehutanan melainkan karena ia tertarik pada wanita yang menjadi model pada pamflet tersebut. Tanpa pikir panjang ia pun memutuskan memasuki traning tersebut tanpa mencari tahu apa sebenarnya pekerjaan kehutanan itu.

Dalam perjalanannya menuju tempat yang ia tuju, mantan pacarnya menelponnya. Akan tetapi, ternyata telpon tersebut terputus karena di area tersebut tidak ada sinyal. Yup, bahkan di Jepang pun ternyata yang namanya menjadi rimbawan harus berkorban sinyal hp. Kaget karena tidak ada sinyal, ia pun dengan cerobohnya tak sengaja merusakkan hp nya tersebut. Ia memutuskan untuk kembali, tetapi kereta yang melewati stasiun tersebut baru akan datang 6 jam kemudian. Di tengah kebingungan ia dijemput oleh pengajar yang menyatakan bahwa dirinya adalah Direktur Asosiasi Kehutanan. Masih dengan kebingungan ia kaget melihat direktur tersebut membawa botol dan alat mirip sekop. Ternyata di sebelah Hirano terdapat ular yang segeara diamankan oleh sang direktur. Hirano yang masih tak berhenti heran memutuskan untuk mencoba pelatihan tersebut.

Training yang ia jalani berupa pendidikan di kelas selama satu bulan dan praktek lapang selama satu tahun. Satu tahun bayangkan, saya di lapang saja hanya satu bulan lebih hahahaha. Memang dasarnya urakan, Hirano tidak terlalu pusing dengan kuliah yang diajarkan, ia bahkan lebih fokus mencari wanita di dalam pamflet. Bahkan pada saat praktek penebangan cara menggunakan chainsaw ia tidak memperhatikan. Hal ini membuat instruktur chainsaw, Yoki Iida (Hideaki Ito) marah. Sambil marah Yoki-san mengatakan pada Hirano "Kalau kau tidak memperhatikan dengan baik nyawamu akan melayang!". Ia lantas memperaktekkan rebound, kesalahan yang diakibatkan salah dalam penggunaan chainsaw sehingga mengakibatkan chainsaw terpental. Kira-kira begitu kali ya penjelasannya haha.

Chainsaw tersebut terpental mengenai dan merobek dummy yang dipasang untuk memperagakan APD penebangan. Panik Hirano tak sengaja menyenggol kapak yang mengakibatkan jempol tangannya berdarah. Tak kuat, ia pun memutuskan untuk kabur. Di tengah jalan ia bertemu dengan seseorang berjaket Nakamura Forestry yang meberinya tumpangan ke stasiun. Betapa kagetnya ia ketika mengetahui bahwa pengendara motor tersebut adalah Naoki Ishii (Masami Nagasawa), wanita yang merupakan model dalam pamflet. Terbalik dengan Hirano yang berwajah bahagia Naoki justru kesal. Ia kesal dengan Hirano yang dianggapnya 'pria kota' yang tidak bisa apa-apa. Setelah berkata demikian Naoki pergi meninggalkan Hirano di stasiun. Alih-alih naik kereta Hirano justru malah kembali ke asrama. Berjalan kaki tentunya, yah dimanapun itu jalan ke hutan memang tidak pernah ada kendaraan umum bukan.

Dengan kenekatan akhirnya Hirano berhasil menyelesaikan pendidikannya. Saatnya ia melakukan praktek lapang selama satu tahun. Diantara semua asosiasi ia ditempatkan di Nakamura Forestry tempat Naoki berada. Tanpa ia ketahui Nakamura Forestry merupakan lokasi terjauh dibanding yang lainnya. Betapa kagetnya Hirano saat mengetahui bahwa Nakamura Forestry merupakan tempat Yoki-San, begitu pula Yoki-san yang memang tidak menyukai Hirano. Hirano yang memang dasarnya anak kota merasa tidak biasa dengan lingkungan di tengah hutan. Ia bahkan muntah saat makan daging rusa yang ditemukan di tengah jalan, ia bahkan enggan meminum air yang berasal dari sungai. Hari pertama kerja ia bahkan terpeleset ke jurang di tengah hujan. Walaupun berhasil selamat dengan penuh lumpur di tubuhnya, kesialan Hirano tak berhenti sampai di situ. Ia mendapati kaki nya dipenuhi dengan lintah yang mulai gendut menghisap darahnya.

Apakah Hirano berhasil melalui satu tahun prakteknya lapangnya di Nakamura Forestry? Apakah ia berhasil bertemu dengan Naoki?

Cuplikan scene dari Wood Job!
Bagi yang penasaran silahkan cari saja ya di internet film nya. Kalian bisa melihat kocak nya jerih payah Hirano untuk menyesuaikan diri di tengah kehidupan hutan yang keras tapi kental kekeluargaannya. Sebuah film yang layak untuk disaksikan bersama keluarga karena film nya cendrung sederhana dan memberikan pengajaran yang penting. Dan tentunya bagi kalian para rimbawan kalian bisa melihat bagaimana kegiatan kehutanan di Jepang. Ada pembelajaran yang bisa kalian petik dari film ini. Bukan hanya mengenai kehutanan, kalian akan melihat kekeluargaan yang kental di tengah hutan rimba, dan tentunya adat istiadat yang dijunjung tinggi oleh mereka. Sayangnya saat tulisan ini dibuat subtitle dari film ini belum terlalu bagus. Saya mengerti juga karena kebutulan saya tahu sedikit bahasa Jepang yang saya gabungkan dengan pengetahuan kehutanan saya. But, just try watching this movie and you'll love it :)
Akhirnya berhasil menemukan celah untuk kembali menulis dan menonton drama. Sebetulnya saya hanya ingin mencari angin segar sebelum kembali 'bertempur' dengan tugas akhir. Well, let's take it aside first for now~
(source: google image)
Strawberry Night atau dalam katakana ストロベリーナイト adalah sebuah serial yang bisa dibilang sudah cukup lama. Beberapa orang pembaca merekomendasikan serial ini dalam post saya mengenai Nishijima Hidetoshi (秀俊西島). Buat yang penasaran siapa Hidetoshi Nishijima bisa dilihat di link ini. Postingan ini saya buat di tahun 2012 tadinya memang saya berencana untuk menonton drama ini, tetapi kuliah benar-benar menghabiskan waktu jadi ya baru sekarang saya berhasil menonton serial ini. Serial ini pertama kali ditayangkan sebagai special episode pada tahun 2010 di salah satu stasiun TV di Jepang. Lalu pada tahun 2012 di stasiun tv yang sama ditayangkan dalam bentuk serial sepanjang 11 episode, dan pada tahun yang sama pula film ini ditayangkan di bioskop yang berjudul after invisible rain.

Tokoh utama dalam serial ini adalah Himekawa Reiko (Yuko Takeuchi), seorang petugas polisi yang memiliki posisi yang cukup penting dalam kepolisian. Sebagai wanita dia ditempatkan ke dalam satuan MPD atau bisa dibilang divisi pertama yang memiliki otoritas dalam penyelidikan mengenai kasus pembunuhan. Hime-chan atau Hime (a.k.a putri) atau bahkan ojo-chan, merupakan panggilan bagi Himekawa. Ya tentu saja ini merupakan sindiran. Siapapun akan heran melihat seorang wanita bekerja di bagian penyelidikan pembunuhan. Himekawa tentunya memiliki alasan tersendiri mengapa ia memutuskan menjadi seorang polisi. Dalam Strawberry Night special episode diperlihatkan kisah masa lalu Himekawa saat ia masih sekolah. Himekawa merupakan korban penganiyaan dan pemerkosaan. Himekawa berhasil selamat tetapi setelah kejadian itu ia seperti telah kehilangan siapa dirinya bahkan enggan bicara. Seorang polisi wanita ditugaskan untuk menemani Himekawa dalam masa tersebut. Setelah waktu berjalan mereka menjadi cukup dekat, polisi wanita yang bernama Sato ini meminta Himekawa untuk menjadi saksi bagi polisi, tetapi ia masih terlalu takut. Tak lama ia mendapat kabar bahwa Sato telah meninggal saat penangkapan pelaku yang menyerang Himekawa, hal ini merupakan kehilangan bagi Himekawa dan membuat ia mau bersaksi di pengadilan.

Kembali ke 'saat ini' Himeka dan timnya, yaitu Kikuta Kazuo (Nishijima Hidetoshi), Ishikura Tamotsu (Ukaji Takashi), dan Otsuka Shinji (Kiritani Kenta). Sebagai tim 10 dalam divisi 1, tim Himekawa dihadapkan dalam kasus penemuan mayat di pinggir danau. Mayat tersebut ditutup dengan plastik biru dan pada badannya ditemukan luka tusukkan yang cukup parah (ya silahkan lihat sendiri karana saya bingung mau ditulis kaya apa). Dalam kasus ini Himekawa dibantu oleh Ioka Hiromitsu (Katsuhisa Namase) dan Kitami Noboru (Hayashi Kento). Ioka adalah seorang petugas polisi yang kalau dilihat dari cerita berjalan memiliki cinta bertepuk sebelah tangan kepada Himekawa yang dalam sebagian cerita malah jadi bumbu komedi dalam film ini. Penemuan mayat ini berlanjut, Himekawa menduga bahwa terdapat mayat lain di dalam danau dan ternyata memang terdapat mayat di dalam danau tersebut. Penyelidikan demi penyelidikan menuntun tim Himekawa menuju sebuah situs internet yang bernama Strawberry Night. Sebuah situs yang menawarkan orang yang mengaksesnya untuk melihat pembunuhan secara live. Sedikit demi sedikit tim Himekawa berhasil mengungkap kasus, akan tetapi sebuah kemalangan terjadi pada tim Himekawa. Pelaku di balik kasus Strawberry Night ternyata lebih dekat daripada yang mereka pikirkan dan tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi Himekawa kehilangan salah satu anggota tim nya dalam bertugas. Jadi siapakah pelaku itu? Bagaimanakah reaksi Himekawa terhadap tewasnya anggota tim nya?

Kisah berlanjut dalam drama series nya Himekawa memiliki bawahan baru yaitu Kohei Yuda (Ryuhei Maruyama) dan Hayama Noriyuki (Keisuke Koide) yang dipanggil Nori. Alasan lain yang membuat saya penasaran akan film ini selain karena plot dan Nishijima Hidetoshi adalah karena adanya Ryuhei Maruyama. Ryuhei Maruyama merupakan salah satu anggota Kanjani8 favorit saya karena kocak dan keren kalau lagi main bass hehehe.
Strawberry Night Cast (source: google image)
Oke balik lagi, secara garis besar ini film memang layak dinikmati. Walaupun kisahnya mengambil topik pembunuhan adegan sadis tidak terlalu ketara. Yah hanya saja mungkin bagi yang tidak terbiasa akan merasa agak sedikit enek ketika melihat mayat yang berdarah-darah. Dalam film ini say pribadi mengacungkan jempol pada akting semua pemainnya dan yang paling menarik eprhatian saya adalah yang menjadi Katsumata Kensaku (Testsuya Takeda). Yup Tetsuya-san memang bisa dibilang cukup tua tapi aktingnya memang luar biasa. Dalam film ini dia memerankan tokoh kontra terhadap Himekawa dan kelihatnnya konsisten hingga akhir. Sayangnya karena Himekawa merupakan fokus di sini saya gak bisa lihat Nishijima-san terlalu banyak huhu. Ya sudah tidak apa-apa yang penting keren. Seperti drama jepang biasanya adegan romance tidak terlalu banyak. Hanya saja ada kisah yang menyerempet antara Himekawa dan Kikuta walaupun memang seperti apa akhirnya masih belum jelas. 

Secara garis besar film ini wajib ditonton menarik dan menegangkan. Sayangnya hingga saya membuat tulisan ini saya merasa ada episode yang hilang apalagi saat menonton after invisible rain, kelihatannya ada episode lain sebelum movie ini tapi saya belum menemukannya. Penasaran? Sebaiknya menonton langsung daripada spoiler *grin.
Mungkin banyak dari kalian yang banyak mendengar celoteh "Beruntunglah kalian yang lahir dan hidup di era 90an". Yah wajar saja, kita saat itu begitu dimanjakan tidak hanya oleh lagu jaman kanak-kanak yang sering kita dendangkan dan menjadi nyanyian untuk menari di penampilan tujuh belas Agustusan. Bukan hanya itu kita juga memiliki 'jam kita sendiri'. Masih ingatkah kalian yang setiap hari minggu bertengger di depan tv dan kadang dimarahi orang tua karena kita enggan membeli bahan makanan yang hendak digunakan ibu kita untuk memasak. Saya masih ingat saat kecil sengaja berlari kencang ke warung saat iklan supaya saya tidak tertinggal sedikit pun.

"Menjadi kupu yang sehat, terbawa angin berkilau
Sekarang ku pergi tuk bertemu dikau
Hal yang bukan urusanmu lebih baik lupakan saja
Tidak ada waktu tuk bermain-main~"

Masih ingat dengan cuplikan lagu satu ini? Yup dulu ini adalah serial pagi hari yang ditayangkan di salah satus tasiun tv swasta kita. Bisa dibilang hampir semua anak yang lahir di era 90-an pasti tahu anime atau kartun satu ini. Biarpun mungkin tidak semua suka, karena memang filmnya bentrok dengan film lain yang tidak kalah seru yang di tayangkan di stasiun tv tetangga. 

Yup, ini adalah lagu dari Digimon Adventure. Anime yang mengisi hari-hari masa kecil kita. Dari episode satu sampai tamat tetap setia di depan tv untuk anime kesayangan. Bahkan saking terkenalnya muncul kartu-kartu bergambar karakter digimin dari anime tersebut, tentunya dengan harga yang murah. Mungkin hanya sekitar 100,-. Gw dulu nonton ini pas masih SD dan masih ingat jelas di kelas kebagi dua kubu buat meranin karakter digimon dan berantem gak jelas di kelas. Bahkan gw bukannya merhatiin guru di kelas malah bikin design digimon serta kemampuannya sama temen sebangku gw. Yah siapa suruh, saya dipindahin tempat duduknya di pojok~~ *ini jangan ditiru ya.

Setelah sekian lama ternyata Digimon tercinta kita itu akan kembali 'dihidupkan'. Mungkin ini bukan berita baru, tapi bagi gw yang sudah hampir setahun berkutat dengan skripsi ini meruoakan berita yang membahagiakan yang baru saya baca.Tahun ini tepatnya pada musim semi mendatang film Digimon dengan karakter Yagami Taichi dan kawan-kawan akan kembali beraksi kembali. Kali ini mereka sudah bukan anak SD ingusan yang pendek itu. Plot kali ini akan mengambil kisah mereka sebagai siswa-siswi SMA, sementara Hikari dan Takeru ceritanya sih masih SMP. Sejauh ini belum ditemukan trailer yang greget, tapi gak greget aja gw udah histeris hahaha. Nah buat kalian bocah ingusan yang beranjak dewasa yang dulu pada suka nonton digimon, bisa nih ditonton lagi ini film. Lumayan mengenang masa lalu sekaligus hiburan ditengah hiruk pikuk kerja dan juga tugas akhir bagi mereka yang masih melaksanakan. Dan buat gw ini jadi cambuk untuk segera menyelesaikan tugas akhir biar bisa nonton tanpa rasa berdosa fufufu. Semangat lulus awal bulan depan!

Desain karakter 8 anak terpilih yang baru~
Setiap orang punya alasan tersendiri kenapa ia memutuskan untuk naik gunung. Setiap orang punya tujuan sendiri ketika ia rela bersusah payah untuk menapakai sebuah puncak gunung. Setiap orang memiliki perbedaan dalam hal ini, begitu pula aku dan kau. Aku memutuskan untuk naik gunung untuk melihat pemandangan indah yang tersaji dalam keheningan. Sebuah keheningan yang aku butuhkan untuk kembali mengatur ritme hidup yang terlalu gemerlap ini. Sebagian lagi naik gunung untuk mendekatkan diri pada Tuhannya. Meski demikian, aku tak tahu apa alasanmu mendaki gunung.

22 tahun umur kita. Dengan jalan hidup yang berbeda aku dan kau, kita jatuh cinta pada puncak-puncak gunung. Dengan alasan yang berbeda pula kita tak pernah berhenti untuk kembali pada petualangan-petualangan itu.

Aku mengetahui bahwa hidup dengan alam begitu dekat rasanya dengan kematian. Walaupun hidup di kota pun tidak berarti memperpanjang hidup kita. Aku tahu rasanya takut ketika melepas adik-adik kita dalam tiap-tiap kegiatan latihan dasar. Mengkhawatirkan cuaca yang kerap kali berubah, mengkhawatirkan kesehatan mereka yang kita tak tahu kecuali mereka. Aku tahu bahkan itu berlaku sama padaku di setiap perjalanan. Apakah kita pendaki menantang kematian? Tidak aku tahu baik aku dan kau tak pernah berani menantang kematian. Hanya sekedar ingin menyicipi keheningan yang tak pernah kita rasakan di kota mungkin.

Saat aku menulis ini, aku bahkan tak ingat kapan terakhir kali kita bertemu. Bahkan aku tak tau kapan kau mulai mencintai puncak-puncak dingin di atas awan itu. Semenjak kita beranjak dewasa kita tak pernah bertemu bukan? Bahkan untuk sekedar bertegur sapa. Ah apa dulu kau pernah menghubungi ku untuk meminjam tas gunung ku? Ya rasanya dulu sekali pernah. Tapi itu pun tak pernah bertemu langsung. Dulu terselip rasa bertemu denganmu mengobrol tentang gunung-gunung yang pernah kau daki. Ya berbagi cerita, lagipula seru bukan bertemu dengan kawan lama yang ternyata memiliki hobi yang sama setelah dewasa. Tapi itu tak pernah kulakukan. Aku dan kau sama-sama sibuk dengan rutinitas kita masing-masing.

Kini kau telah dipeluk dinginnya awan di puncak gunung. Aku tak bisa melangkahkan kakiku menuju rumahmu yang dipadati kerumunan. Kenapa ketika waktu mengijinkan kita untuk bertemu denganmu harus saat ini? Ketika kau sudah tak mampu lagi menjawab pertanyaanku, bahkan sudah tak mampu bercerita tentang semua cerita perjalananmu. Aku tak mampu membawa kakiku bergerak ke arah rumah yang dihiasi bendera kuning itu.

Kau tahu? Beberapa hari terakhir ini aku mendengarkan sebuah lagu tentang sebuah kehilangan. Mungkin ini pertanda. Entahlah.

Selamat jalan kawan. Maaf aku tak berani bertemu denganmu secara langsung. Selamat jalan kawan, kau yang mencintai gunung dan kini kau telah dipeluknNya dan kembali pada dingin pegunungan. Semoga kau bahagia di sana dan amalmu diterima di sisi-Nya. Selamat jalan iz

Why, why we born crying?
Then someday we go on to become a star, we will cry again
Why why, although we never learnt
we know how to shed a tears?
 
Why why the moon
Never say a word as it illuminates the dark?
Why why, although we know there are limit of our heartbeat
we still spend them wastefully?
 
Rather than trying to assign value based on the size of vessels we hold in our chest
I'd rather try to feel 'life' coming from the seeds within

What it means to life, surely is to let go little by little
Then at the last moment at your life, there are people by your side, while shedding their tears
With that alone, we will feel glad  
 
From heart to body, as body become heart
With all many inherited spiral involved
From the moment we perceived of this repetition as eternity all of the scenery before our eyes
Becoming part of the cosmos 
 
--Sukima Switch - 星のうつわ (star vessel)