Ya, ada apakah dengan bakso? Dan kenapa gw tidak merubah bakso menjadi bahas inggris? Sebenernya bukan hal penting gw cuma mau ngomongin bakso. Dan satu lagi menurut gw meatball dan bakso itu beda, rasanya gak klop aja gitu ngomongin bakso pake meat ball. Jadi intinya ini cuma spamming hahaha. Gw udah bilang kan, komputer gw gak bisa upload foto sedih nian nih jadi postingan soal SS501 kita tunda dulu tapi tetep ya kita dukung SS501 comeback 2011 !!! Gw yakin Triple S sedunia udah gak sabar menanti para aa ganteng ini :D

Jadi finally tahun 2010 berakhir walaupun tahun baru islam udah lewat beberapa minggu dan tahun baru china juga udah lewat lama banget malah ntar lagi udah tahun baruan lagi. Bingung tahun baruan banyak banget, ee kalo tahun barunya orang jawa kapan ya?

Gile bosen parah nih gw di rumah, mau belajar males ampun emang deh galau. Jadi satu - satunya yang menemani gw di tahun baru ini adalah bakso. Kemaren sebelum tahun baru gw diajakin makan bakso bakar sama ibu gw trus sarapan juga makan bakso dibeliin ayah gw. Oke kelihatannya hubungan gw ama bakso akan lebih erat tahun ini *apadeh*

Tapi tahun baruan ama bakso gak sepenuhnya buruk ko, seengaknya gw masih bisa makan *sujud syukur*. Lagian bakso itu enak dimakan loh apalagi dalam keadaan pedas, wuih yummy banget. Habis PD berat badan gw turun sih jadi maunya bicarain makanan terus deh hahaha. Tapi yah kayanya gw sering banget makan bakso. Sejak kepulangan gw dari PD angkatan 24 gw selalu memasak bakso. Apakah bakso akan selalu menemani gw di asrama? Tapi ntar gw bisa - bisa diare kalo keseringan makan bakso. Diare di asrama repot banget == sabun habis, sabun habis buat cebok *mengingat penderitaan masa lalu*.

Hmmm, yah sepi banget tahun baru ini. Tahun lalu juga sih, kan tahun lalu gw lagi deperate gara - gara nilai rapot merosot drastis padahal udah mau ujian mandiri. Yah untungnya deh di tengah kegalauan gw berhasil mendapatkan kembali semangat yah untung deh, selamet buat gw.

Kelihatannya tahun baruan kali ini di buka dengan lagu SS501 "I Won't Be A Coward". Yah tuh lagu kan alarm gw, jadi wajar lah jadi lagu pembuka hari. Trus disambung dengan Vamps "I Gotta Kick Start Now" sama "Love Addict". Ternyata lagu Vamps bagus juga ya *digepluk penggemar vamps*. Hehe ya wajar sih Hyde! Kalo jelek baru gw heran. MUsikalitas Hyde kan keren. Buktinya L'arc~En~Ciel bisa tahan ampe 20 tahun [O.o]v. Nih MV - nya

Yah, semakin lama suatu grup eksis, semakin berpengalaman juga dia. Hmm apa lagi selain Laruku ya? Mungkin ada SMAP yang udah 22 tahun, V6 15 tahun, apa lagi ya? Gw taunya boyband doang sih dan rata - rata itu boyband Jepang. Jarang ada grup di Korea yang awet. Yah mudah - mudahan aja SS501 awet terus.


Eee tadi kayanya gw lagi ngomongin tahun baruan ama bakso ya? Ya udah deh pokonya gw sukaaaa banget ama bakso~!!! XD. Apa deh hahaha~ ini nih kalo lagi bosen omongannya ngelantur terus. Sekali bakso tetep bakso, yoi gak?


Kayanya gak penting banget hari pertama tahun baru ngomongin bakso. Apa lagi coba yang mau diomongin, bosen iya, mana auranya gak enak lagi haduh - haduh. Bikin postingan ini aja udah mulai dari tadi dan gak beres - beres. Udah deh capek, apa jalan keluar aja ya? cari udara seger. Dibilang cari udara juga mentoknya paling ke gramed, baca buku. Aku dan gramed tak pernah bertengkar. Stop! udah deh gak jelas.


Oh iya gw pernah bilang gw menganut paham "di dunia ini gak ada yang kebetulan dan yang ada hanya takdir" kan? Nah ternata pas iseng nyingkat nama blog gw Momiji no Himitsu jadinya MnH lagi. Nah apakah artinya aku berjodoh dengan Manajemen Hutan ataukah dengan bakso? Aduh bakso lagi. Ih gw jadi pengen makan bakso bakar yang kemaren~ Ahhh gak jelas. Gile isi ni post beneran spamming yang gak guna sama sekali.


Oke bye bye dulu ye, waktunya belajar buat UAS. Masih ada Kimia, Biologi, Ekum, Pengantar Ilmu Pertanian, Bindo, Agama yang melambai - lambai untuk dikerjakan. Then See You~~ 


*gw lupa post resolusi 2011 gw di simpen dimana jadi nanti aja postnya*
Agak sedikit telat postingannya, kali ini menyikapi aksi memperingati hari anti korupsi beberapa waktu yang lalu. Aksi ini dilaksanakan oleh mahasiswa di beberapa titik di Indonesia secara serempak. Saya tidak akan membahas untuk apa aksi ini dilakukan karena jujur saja saya tak tertarik untuk membahasnya. Sebagai peserta aksi yang turun langsung ke lapangan, jujur saya merasa kecewa dengan para peserta. Para peserta yang sebagian besar merupakan maba atau mahasiswa baru, terlihat melakukan aksi hanya untuk bersenang - senang. Padahal seharusnya aksi ini dilakukan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat terhadap harapan - harapan pemberantasan korupsi ke depannya.

Hal yang sedikit mengecewakan lainnya adalah kurangnya perhatian peserta terhadapa pimpinan aksi. Dalam sesi istirahat panitia aksi membagi - bagikan air dalam kemasan untuk diminum peserta. Akan tetapi, sangat disayangkan himbauan panitia untuk TIDAK membuang sampah air kemasan tersebut sembarangan tidak diindahkan oleh peserta.Para peserta dengan santainya TETAP membuang sampah sembarangan.

Apa jadinya bangsa ini apabila generasi mudanya tak mau mendengarkan pemimpinnya? Toh perintah itu juga bukan perintah yang merugikan kita, tapi tetap saja tak diindahkan. Padahal seharusnya tanpa perlu diberitahukan harusnya para peserta sadar sendiri untuk menyimpan sampah untuk dibuang di tempat sampah nanti. Apa generasi muda sekarang sudah tidak memiliki kesadaran akan lingkungannya? Menyedihkan.. Kita berkoar - kora global warming, atau apalah itu, tapi generasi muda kita masih senang buang sampah sembarangan. Munafik sekali bukan?

Kita juga tahu pepatah yang mengatakan "Kebersihan adalah sebagian dari iman" jadi apakah ini berarti keimanan generasi muda juga telah melemah? Entahlah juga ya. Padahal yang mengikuti aksi adalah mahasiswa yang notabene memiliki intelektual tinggi. Generasi yang diharapkan memimpin negara ke depannya, tapi sifatnya sungguh mengecewakan. Apakah kita sebagai generasi muda akan terus begini? tidak bukan. Tidak perlu kritik untuk terus maju. Harusnya generasi muda terus bisa mengintrospeksi diri sebelum di kritik. Sudah sewajarnya kita memiliki kesadaran yang tinggi akan moral dan akan kehidupan karena kalu bukan kita siapa lagi.. [KM/MnH]
Kemajuan teknologi yang berkembang pesat sekarang ini menawarkan berbagai kemudahan dalam hidup. Semua hal seolah mudah dilakukan asalkan memiliki uang. Dengan uang kita bisa dengan mudah membeli ribuan alat yang dapat mempermudah hidup kita. Ingin berkomunikasi ada SMS tidak perlu lagi bersusah payah pergi ke kantor pos. Ingin pergi ke suatu tempat ada mobil tidak perlu repot berjalan kaki padahal jarak yang ditempuh sangat dekat. Mau main tidak perlu susah – susah keluar ada komputer dan PS yang menemani. Masih banyak lagi alat – alat yang memeprmudah hidup kita.

Bahkan kantor pos sekarang kelabakan karena pengguna jasa pos turun drastis dari 300 ribu di tahun 2004 menjadi hanya 20 ribu pada tahun 2009 (Media Indonesia, 30 Desember 2010). Bukan hanya itu sekarang orang – orang lebih memilih menggunakan kendaraan dibanding berjalan kaki, akibatnya masyarakat berbondong -  bondong membeli kendaraan yang menyebabkan langkanya BBM. Padaal dunia sedang menggembar – gemborkan penghematan energi, tetapi masyarakat malah cendrung membeli kendaraan. Anak muda zaman sekarang juga lebih mudah kehidupnnya. Semua keinginan sudah tersedia di depan mata tanpa perlu bersusah payah. Teknologi mebutakan semuanya, mendidik calon generasi penerus bermental tempe.

Tidak ada yang salah dalam penggunaan dan penemuan teknologi baru. Hanya saja terkadang teknologi yang ada digunakan secara berlebihan oleh manusia. Manusia sekarang sudah jarang mendengarkan. Alam sudah bukan lagi sahabat mereka. Suara alam kini telah tergantikan karena manusia tidak ingin lagi hidup susah. Kini mereka berlomba – lomba berbicara tanpa berusaha mendengarkan.

Apa jadinya suatu negara apabila generasinya banyak yang bermental tempe yang disuruh bertanggung jawab atas kesalahan sendiri saja malah menyalahkan orang lain. Ironis memang, teknologi yang ditujukan memepermudah kehidupan malah melemahkan mental generasi muda. Tentunya sebagai masyarakat kita tidak ingin memiliki pemimpin yang hobinya saling menyalahkan bukan?

Hukuman yang ada di masa lalu memang terlihat kejam di mata kita. Tugas yang seabrek bahkan tak jarang hukuman fisik sudah bukan hal yang aneh bertahun – tahun yang lalu. Akan tetapi, hal semacam ini seringkali dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia oleh sebagian orang karena memang ada saja yang menyalahgunakan wewenang ini. Walaupun begitu hasil yang diperoleh juga berbeda. Manusia yang digembleng dengan didikan keras akan memiliki mental yang lebih kuat. Mereka akan lebih siap menghadapi rintangan dan kerasnya dunia.

Untuk itulah, ketegasan semacam ini sangat perlu dikembangkan lagi. Akan tetapi ketegasan ini tentunya harus lebih bermoral dan ditujukan untuk membangun bukan untuk balas dendam. Di sanalah kegunaan MOS, OSPEK, LDK, dan DIKSAR. Sekali lagi hal yang perlu ditekankan adalah pelaksanaannya haruslah tanpa dendam dan dimaksudkan untuk membangun mental. Dengan begitu akan dihasilkan generasi mudah yang bermental kuat dan bertanggung jawab. Generasi yang penuh tanggung jawab tentu akan bisa membangun negara dan bangsa yang lebih baik lagi kedepannya. [KM/MnH]
Menyambut final piala AFF Suzuki Cup 2010 29 Desember mendatang para suporter timnas berbondong – bondong mengantri untuk membeli tiket pertandingan. Kemenangan mulus Indonesia di turnamen AFF Suzuki Cup 2010 tampaknya menimbulkan antusiasme masyarakat Indonesia. Ditambah final kali ini akan menampilkan hot match antara Indonesia dan Malaysia. Padahal seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia dan Malaysia selalu menyimpan api dalam sekam. Pertandingan ini semakin mengundang perhatian masyarakat Indonesia dan Internasional.

Ribuan masa rela berkorban di tengah terik hanya untuk membeli tiket pertandingan. Para pembeli tidak hanya datang dari Jakarta, tetapi juga berasal dari luar Jakarta. Semuanya berkorban hanya untuk menyaksikan laga Garuda di lapangan. Akan tetapi, antusiasme positif dari masyarakat tidak diakomodir oleh kesigapan petugas dan PSSI. Pembelian tiket berlangsung ricuh dan menelan korban. Bukan hanya itu tidak ada keterbukaan antara PSSI dan masyarakat mengenai jumlah tiket yang akan dijual. Pasalnya banyak masyarakat yang telah mendapatkan nomor antrian yang tidak mendapatkan tiket. Hal ini tentu saja memunculkan kecewaan para pengantri. Para pembeli juga sudah menuntut keterbukaan mengenai jumlah tiket yang dijual, tetapi hal ini tampaknya tidak digubris oleh PSSI.

Seolah tidak belajar dari pengalaman penjualan tiket hari pertama, PSSI kembali mengulangi kesalahan. Tiket dijual di dalam satdiun GBK padahal lapangan akan digunakan untuk pertandingan final nanti. Akibatnya lapangan rusak diinjak – injak oleh pembeli. Selain itu lagi – lagi tiket terjual habis, padahal belum semua pengantri mendapatkannya. Bahakan ada korban luka akibat disangka calo tiket oleh para pembeli tiket. Ketidakterbukaan PSSI ini terus menimbulkan gemuruh tuntutan mundur bagi Nurdin ketua PSSI yang hanya ditanggapi tak acuh oleh Nurdin. [KM/MnH]
Final piala AFF Suzuki Cup 2010 kemarin berakhir dengan skor 2 – 1 bagi Indonesia. Akan tetapi sayangnya akibat kebobolan 4-2 saat pertandingan malaysia kemarin Indonesia kalah agregat dengan skor 3-0. Garuda memang kalah oleh sang harimau, tetapi suporter garuda tetaplah menjadi pemenang.

Pertandingan kali ini mengundang kekhawatiran para penikmat bola. Pasalnya dikhawatirkan apabila Indonesia kalah suporter akan merusuh seperti biasanya. Kekhawatiran ini makin ditambah dengan adanya aksi kecurangan yang dilakukan suporter Malaysia terhadap Markus. Akan tetapi, kekhawatiran ini terbukti hanyalah isapan jempol semata. Walaupun harus mengemban kekecewaan, suporter tetap bersikap suportif. Hal ini terlihat dengan tertibnya para suporter saat keluar dari Gelora Bung Karno. Bukan hanya itu, suporter indonesia juga membuat trending di twitter dengan mengucapkan terima kasih atas bantuan Riedl. Hal ini seolah hadiah apresiasi dari penonton kepada timnas yang telah berjuang sekuat tenaga. Selain itu untuk mengusir rasa kekecewaan suporter juga meneriakkan agar Nurdin turun dari jabatan ketua PSSI.

Dalam hal ini, walaupun timnas kita tidak berhasil membawa pulang kemenangan, suporter kita telah berhasil mendapatkannya. Suporter timnas berhak mendapat apresiasi atas sikap mereka yang tak biasa itu. Akan tetapi, ada baiknya sifat suportivitas suporter tidak hanya bersifat sesaat saja. Bagaimanapun juga sifat suportivitas para suporter akan turut mendongkrak prestasi dari timnas. Tidak hanya untuk sepak bola, hal ini juga berlaku untuk semua cabang olah raga di Indonesia.

Bagi dunia Internasional sifat dari para suporter juga turut menggambarkan seperti apa karakter dari suatu bangsa. Selain itu dengan membiasakan sifat tertib ini kita dapat menghapus kesan ababil para fans fanatik di Indonesia. Sudah menjadi rahasia umum di Indonesia apabila menyukai sesuatu kelompok tersebut cendrung ekstrem dalam mengapresiasikannya. Oleh karena itu, biasakanlah sifat suportif dan tertib, baik itu dalam pertandingan ataupun dalam kehidupan sehari – hari. [KM/MnH]
Ini tulisan gw pas lagi galau, entah kapan berhubung menarik dan gak ada ide mau nulis apa gw putuskan di post bersama postingan gw lainnya. Agak bingung juga sebenernya apa yang ada di otak gw waktu itu, gw udah lupa juga hahaha. Eniwei happy new year all!!! Change is always in my mind, never stop believing and keep go on :))
=============================================

Beberapa tahun silam kita lahir ke muka bumi dengan tangisan, semua tertawa menyambut kita. Sejak hari itu waktu terus bergulir menutup lembaran lama dan melukiskan yang baru dibaliknya. Terus berlanjut bagai rantai yang tak terputus. Saat TK dan SD kita belajar berhitung, membaca, dan segala pengetahuan dasar lainnya. Kita belajar apa itu kepribadian, dalam kebutaan kita meraba – raba seperti apa itu dunia, dan seperti apa manusia yang hidup di dalamnya. Dengan kepolosan kita mengubah seluruh kemunafikan dan mengartikannya sebagai kebahagiaan, tanpa mengerti tanpa memahami.
Beranjak SMP kita mulai mencari jati diri, berpikir akan realita hidup, mencari teman yang kelak akan mempengaruhi pola pikir. Sekali tersesat kita akan terus terbawa dunia yang telah kehilangan intinya. Saat SMA kita mulai memutuskan. Terkadang kita terlalu terhanyut keindahannya sampai kita lupa membuat keputusan, sampai kita tak mau beranjak dari zona nyaman. Akhirnya saat kuliah barulah kita menyadari, there’s no turning point. Manusia makhluk yang lemah yang akhirnya hanya bisa menyesali apa yang telah diperbuat.
Semua ini hampa, kosong yang kita lakukan hanya berputar di dalamnya. Walaupun sebenarnya dunia ini tak sepenuhnya hampa, yang hampa itu pemikiran kita. Bingung? Ya saya juga bingung. Kehampaan itu pada hakikatnya ada pada tiap individu, tapi dunia ini bukanlah kehampaan. Lahir dan tumbuh serta belajar dan mempelajari kesalahan lalu memperbaikinya tentu tak bisa dibilang hampa, itu semua berarti. Berarti itu artinya berharga, karena terlalu berharga tak ingin dilepaskan semua canda tawa, tangis, dan benci kala itu. Walaupun semua menganggap itu kemunafikan saya akan tetap berdiri di sini menjaga butiran itu agar tak terhempas angin. Karena saat butiran itu lenyap aku juga akan turut lenyap bersama kehampaan itu. Memori dan ingatan manusia tidak abadi, karena itulah manusia, tapi kepercayaan itu abadi. Kepercayaan akan Tuhan dan keyakinan yang dipegang, karena itulah hampa itu nihil. Nihil yang ada, itulah kehampaan.
Saat beranjak dewasa saat belajar arti keberadaan orang lain terkadang kita merasa hampa. Walaupun memiliki keluarga, walaupun memiliki sahabat, rasanya ada yng kosong. Manusia telah dikodratkan bukan untuk hidup sendiri, mereka memiliki pasangan. Saat merasa nyaman, saat ingin berbagi manusia membutuhkan orang lain. Yah, mungkin memang saya merasa sepi, hidup sendiri bukan hal yang mudah, tapi saat tahu dunia diselebungi kemunafikan rasanya takut untuk melangkah. Entah siapa yang dapat dipercaya. Seandainya percaya entah apa yang terjadi.
Perasaan takut manusia, perasaan takut ditinggal membuat kita terkukung dalam pemikiran yang menyerupai labirin. Padahal kita membutuhkan orang lain, tapi ketakutan itu terlanjur mengurung diri kita di kedalam kegelapan pemikiran yang terbatas. Yah, pemikiran kita.. kita? Bukan itu bukan kita tapi saya. Memang diakui semua ketakutan itu ada di otak saya, ketakutan untuk memulai karena takut hilang cepat. Sendirian lebih menakutkan daripada tidak memulai. Biarlah semua diam terpaku seperti ini toh alam kan menemani...