Seminarlokakarya nasional kehutanan ini dilakukan guna memperingati hari kehutanan nasional. Acara ini dilakukan dari tanggal 17 - 20 Desember 2011. Acara ini dihadiri oleh perwakilan delegasi dari seluruh Indonesia. SNSI dibagi menjadi beberapa sesi acara turun lapang, loka karya, seminar, dsb.

Ikut aja dah pokoknya seru kok hahaha. Yang paling penting jangan lupa beli tiketnya yaa :D

Ayo kawan - kawan mari kita majukan kehutanan Indonesia :)
INTERNATIONAL FOREST STUDENT ASSOCIATION (IFSA)
FACULTY OF FORESTRY
BOGOR AGRICULTURAL UNIVERSITY

PROUDLY PRSENTS:

SEAFYM atau yang emiliki kepanjangan South East Asia Forest Youth Meeting adalah sebuah acara yang digawangi oleh IFSA sebuah lembaga kemahasiswaan fakultas kehutanan IPB. Acara ini dibuat dengan tujuan memperingati tahun kehutanan, yaitu pada tahun 2011. Kegiatan ini akan mengundang delegasi dari negara-negara ASEAN dan sekitarnya dimana delegasi ini adalah para remaja. Acara ini meliputi seminar, field trip, cultural night, dan lain sebagainya. Seminar ini akan dibagi menjadi dua hari, yaitu hari pertama (Sustainable forest management, REDD) dan hari kedua (Forest fire, Forest society and industry, pulp and paper industry, ecotourism in indonesia). Bagi yang berminat silahkan lihat di brosur berikut. 



Ayo bersama majukan kehutanan kita! :D
regards, KM/MNH
Niatnya sih mencari pengalaman dan mengindahkan segala kegalauan, tapi kok malah keseret rutinitas banget ya. Hadehh. Mulai dari Temu Manajer, Seminar Lokakarya Nasional Kehutanan, Sout East Asia Forest Youth Meeting, UAS, bikin semuanya ngendep di kepala. Yah gw sih enjoy aja. Begadang ampe pagi buat rapat TM yang ujung-ujungnya diakhiri sama main kartu. Atau sibuk survei dan minjem barang gara-gara SEAFYM dan SEMILOKA. Tapi kok ya gw malah ngerasa peer gw jadi beres semua ya? Haha aneh deh emang. Ujungnya sih biasa sakit, tapi ya itu sih biasa. Udah tahunan kalau sakit kaya begini, yah asal jangan ganggu TM aja deh. Dan entar sore dan malemnya rapat. Yah oke bagus, cukup.


Kita, Hutan, Kau?


Dan kita pun terhenyak
Begitu banyak yang kita hilangkan
Begitu banyak yang tak kita indahkan
Beribu ego merongrong nurani
Menjadikan tirani yang lapar


Ribuan, jutaan hektar, masihkah tak kau rasa puas?
Hingga panas menyayat rasa
Hingga bencana menelan jiwa
Dan teriakan mereka yang terpinggirkan



Bhineka tunggal ika itu apa?
Sampah?
Hanya sekadar label pada kaki burung garuda?
Kau tahu, ada masa depan yang menanti
Yang bergantung pada sejuk alam
Yang menitipkan tawa pada hijau pepohonan


Ini Indonesia tuan
bukankah kau tak sendiri?
Tapi kau egois
Negara ini bukan hanya untuk kepentinganmu
Bukan pula untuk kepentinganku
Tapi untuk kita semua


Ini Indonesia nona
Hutanku adalah hutanmu
Mengapa kau korbankan?
Tak sadarkah bahwa berjuta tawa bergantung padanya
Atau kau telah merasa kau adalah Tuhan yang dapat melakukan semuanya


Cukup.
Kita saudara kawan
Bila kau masih cinta
Bila kau masih sayang
Pinggirkan ego, buka nurani
Untuk kehutanan Indonesia
"You never change. You are my sunshine in darkness. You are my power. You are my strength. Cause you are my everything~"

Dan akhirnya sampailah kami pada hari-hari yang membukakan pintu. Mengungkap tabir yang menyelimuti akan tempat kita bernaung. Kedengerannya keren ya, padahal gw baru pulang ospek H1. Selamat buat gw deh haha. Jadi gw mau cerita soal Eucalyptus deglupta. Ooooh tidak kawan. Ini bukan soal Ak 5 unyu - unyu dengan jargon 'Muda dan penuh warna!' itu. Gw mau cerita soal akang angkatan yang entahlah dia angkatan berapa. Dia anak FPIK. Mungkin umurnya terpaut terlalu jauh dari gw. Entah bagaimana akang itu tengah berkunjung ke fahutan. Dari Bang Hilman gw tau kalau itu akang sering kongkow bareng kakak kelas fahutan waktu jamannya. Mungkin akang itu gak ganteng, bukan tipe gw juga sih. Haha. Tapi gw terpesona aja. Pertama, karena pemikirannya yang begitu menarik tentang hidup, terutama bangsa ini. Kedua, suaranya yang memikat saat mendendangkan lagu. Ketiga, permainan gitarnya yang aduhai banget. Dan gw rasa hampir semua cewek terpesona sama akang ini tadi. Well, termasuk gw. Gw suka liat orang main gitar karena gw gak bisa main gitar. Yah, simple banget alasannya. Dan kadang gw ngerasa cowok main gitar itu keren. Haha. Gak penting. Udah sekuat tenaga gw ngapalin lirik lagu yang tadi dinyanyiin akang yang keinget cuma seiprit. Dari tiga lagu gw cuma inget yang "you are my angel" ini. Haha. Malah lagu dangdut koplo yel-yel ak yang keinget. zz.


SERIUS dulu! Semangat Rimbawan Untuk Bersatu!


“Kepadamu aku menyimpan cemburu dalam harapan yang tertumpuk oleh sesak dipenuhi ragu.
Terlalu banyak ruang yang tak bisa aku buka. Dan, kebersamaan cuma memperbanyak ruang tertutup. Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan. Ya, jalanmu dan jalanku. Meski, diam-diam, aku masih saja menatapmu dengan cinta yang malu-malu.
Aku dan kamu, seperti hujan dan teduh. Pernahkan kau mendengar kisah mereka? Hujan dan teduh ditakdirkan bertemu, tetapi tidak bersama dalam perjalanan.
Seprti itulah cinta kita. Seperti menebak langit abu-abu.
Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan…” Wulan Dewatra, Hujan dan Teduh
Seseorang selalu diberi kewenangan untukmerubah dirinya sendiri. Begitu pula saya. Selama 19 tahun berjalan dan saya tahu saya telah berubah dari saya yang dahulu. Kita adalah manusi - manusia bebas, merdeka yang mengenggam putusan pada diri kita. Tiap detiknya kita memilih. Hanya saja kita tak sadar karena terlampau banyak pilihan yang kita buat.


Memimpin bukanlah hal yang mudah. Begitulah yang saya pikir, bahkan hingga detik ini. Mana mungkin mudah bila begitu banyak ekspektasi yang dibebankan padamu. Tapi selang waktu berjalan saya mulai berpikir untuk merubah cara pandang saya. Memikirkan bagaimana cara menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh mereka. Sulit, tapi mereka itulah yang paling tahu kemampuan saya. Sejak kecil saya tak pernah berpikir menjadi pemimpin. Bisa dibilang saya adalah tipe Plegmatis-Melankolis. Artinya saya adalah saya seorang introvert. Pendiam dan 'cool' adalah ciri khas saya di beberapa waktu silam. Saya akui dan saya bangga dengan diri saya saat itu. Walau dulu saya selalu mengeluhkan sifat pendiam dan gagu saya di depan umum itu.


Saat memimpin dan di depan umum kita dituntut beretorika. Aneh. Kenapa pemimpin dituntut selalu pandai beretorika. Itu begitu menyulitkan, kau tahu. Merangkai kata dan berpikir bagaimana kawan kita kemudian merasa tertarik dengan apa yang kita bicarakan. Berpikir bagaimana caranya ribuan mata tertuju hanya padamu saat itu. Jengah.


Beretorika itu perlu, tapi bukan hal utama dalam sebuah kepemimpinan. Ketegasan mutlak perlu, tapi bukan berarti sok galak. Cara membawa diri dan berkomunikasi di depan umum bisa menyusul seiring waktu berjalan. Yang diperlukan dari seorang pemimpin menurut saya adlah rasa sayang pada para anggotanya. Rasa ingin melindungi mereka. Ingat kata mereka yang perlu ditegaskan di sini. Dengan rasa ini saya rasa ketegasan akan muncul dengan sendirinya. Pastinya kalau sudah sayang tak mungkin membiarkan anggotanya terimpit masalah bukan? Secara tak langsung ia pasti akan berpikir keras cara untuk memberikan yang terbaik dengan cepat.


Saya punya teman. Dia adalah kapten saya, sebut saja begitu. Ia tak pandai berbicara. Suaranya lembut dan acap kali terlihat tak tegas, tapi saya hormat padanya. Kau tahu mengapa? Karena saya merasa diperhatikan makanya saya merasa respek pada nya. Pada saat dia down saya tahu pada saat itulah saya yang harus berbalik menyokongnya sebagaimana dia menyokong saya dahulu. Bahkan saya kangen bekerja sama dengannya lagi haha.


Tipe pemimpin beda-beda jangan takut. Ada yang memimpin dengan cara memberikan perhatian pada anggotanya. Ada yang dengan mendorong anggotanya. Macam-macam. Hidup ini relatif bukan? Tidak ada yang konstan. Hanya semu yang konstan.


Saya tak pandai beretorika. Atau bahkan merangkai kata. Berpuisi? Kelaut aja. Ya itu dahulu. Sekarang tidak. Karena hidup adalah tentang belajar. Meski tak selalu memang. Sekarang? Saya mulai berani pasang badan untuk maju berbicara. Merangkai kata sudah mulai menjadi hobi. Bahkan saya sering menulis puisi akhir-akhir ini. 


Kita semua bisa berubah tuan


Tinggal bagaimana kita mempercayai diri kita sendiri. Tanpa rasa percaya terhadap diri tak akan ada langkah yang dapat kita mulai. Tak akan ada kepercayaan yang diberikan padamu. Percayalah pada dirimu sebagaimana rasa percaya kami dititipkan padamu. Kita manusia, tak mungkin sempurna. Aku, kau, kita, mereka, adalah sosok berbeda. Lalu kenapa? Biarkan saja tak ada salahnya kita menjadi kita. Tak ada salahnya kita menemukan jalan kita sendiri dan tipe kita sendiri untuk memimpin. Untuk bersosialisasi. Toh kita memang harus bertoleransi pada dasarnya.


Lalu cerita ini saya hendak akhiri sampai sini. Pada kepercayaan yang telah dititipkan, dan pada keberanian yang kau keluarkan. Percayalah pada dirimu sendiri. Jikalau ditengah kesepian melanda jiwa, tak perlu ragu untuk kembali bercengkrama pada kepala-kepala pada hari ini. Kami akan sambut dengan tawa. Tak perlu kau memasang topeng sangar. Aku tak perlu itu. Kepedulianmu pada kami sudah cukup membuat kami merasa dihargai lalu kami akan respek dengan sendirinya. Tak perlu kau pandai beretorika. Asal kami paham maksudmu itu sudah cukup. Tak perlu kau menggembar-gemborkan kelebihanmu. Biar kau hanya bergerak di belakang layar untuk mendukung kami itu sudah cukup. Kepedulianmu lebih dari cukup. Tindakan nyatamu. Taktikmu. Itulah yang penting. Pemimpin hanya status. Bagaimanapun kau tetap sahabat kami, keluarga kami.


Good Luck Sob! :)